Anda di halaman 1dari 3

PILGUB JABAR 2018, PASLON ASYIK

PELANJUT KEPEMIMPINAN SEGUDANG


PRESTASI KANG AHER
Penulis : Andre Lukman, S.Kom

Tak terasa perhelatan Pilgub Jabar tinggal menghitung hari, dimana pada

tanggal 27 Juni yang akan datang masyarakat Jawa Barat akan memilih dan

menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk 5 tahun kedepan guna

melanjutkan pembangunan daerah yang selama 10 tahun kebelakang telah sangat

berhasil dijalankan selama kepemimpinan Ahmad Heryawan atau Kang Aher.

Provinsi Jawa Barat selama dipimpin Kang Aher dibanjiri segudang penghargaan

dan prestasi, tercatat lebih dari 200 penghargaan dan prestasi yang didapatkan

provinsi Jawa Barat selama kurung waktu 10 tahun ini. Seperti contoh, Pemerintahan

Provinsi Jawa Barat mendapatkan 7 kali berturut – turut pada tahun mendapatkan

opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI dan puncaknya pemerintahan

provinsi Jawa Barat menjadi satu – satunya pemerintah provinsi dengan kinerja

tertinggi selama tiga tahun berturut – turut pada tahun 2014, 2015 dan 2016 dan

mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia

yang ditetapkan dengan Kepres Nomor 24/TK tahun 2018. Seluruh penghargaan dan

prestasi ini menjadi modal dan beban tanggung jawab yang sangat berat bagi

Gubenur dan Wakil Gubernur yang akan terpilih pada tanggal 27 Juni yang akan

datang.

Pasca Pilgub DKI Jakarta dengan kekalahan pasangan calon Ahok – Djarot

yang didukung seluruh partai pendukung pemerintah, seperti PDIP, Golkar, Hanura,

Nasdem, PPP dan PKB dengan pasangan calon Anies - Sandi yang diusung oleh

Partai Gerindra, PKS, PAN dan PBB tentu berpengaruh besar terhadap konstalasi

politik diseluruh Indonesia, tak terkecuali di Pilgub Jabar 2018. Terbukti dalam

perjalanan Pilgub Jabar 2018 diwarnai dengan dinamika politik yang sangat dinamis
dan akhirnya mengkristal menjadi 4 pasangan calon pada Pilgub Jabar 2018.

Pertama, pasangan calon dengan No Urut 1 Ridwan Kamil – UU Ruzhanul Ulum

atau yang lebih dikenal dengan pasangan RINDU diusung oleh Partai Nasdem, PKB,

Hanura dan PPP, selanjutnya pasangan calon No Urut 2 TB Hasanudin – Anton

Charliyan atau yang lebih dikenal dengan pasangan HASANAH diusung oleh Partai

PDIP, selanjutnya Prabowo Subianto dan Partai Gerindra menunjuk Mayjen TNI

(Purn). H. Sudrajat, MPA bersama “koalisi keumatan” Pilgub DKI Jakarta 2017

(Partai Gerindra, PKS, PAN dan PBB) berpasangan dengan H. Ahmad Syaikhu

untuk melanjutkan kerja sama politiknya di Pilgub Jabar 2018 dengan mengusung

Sudrajat – Syaikhu atau yang lebih dikenal dengan pasangan ASYIK, dan pasangan

calon terakhir yang mendapatkan No Urut 4 Dedi Mizwar – Dedi Mulyadi atau yang

lebih dikenal dengan pasangan 2DM itu diusung oleh Partai Demokrat dan Partai

Golkar.

Dalam konteks pembangunan daerah seyogyanya dilakukan secara komitmen,

konsistensi dan tentu yang paling penting adalah faktor keberlanjutan. Jangan

sampai segudang penghargaan dan prestasi yang telah didapatkan pemerintahan

Kang Aher dan tentu menjadi sebuah kebanggaan masyarakat Jawa Barat hanya

tinggal menjadi sebuah cerita dan kenangan belaka. Hal tersebut sangat

memungkinkan terjadi apabila pemimpin lima tahun kedepan Jawa Barat tidak

memiliki platform pembangunan yang sama dengan Kang Aher dan ditunjang

dengan partai koalisi yang tidak dapat mengakomodir keinginan dan aspirasi

masyarakat Jawa Barat.

Pasangan Calon ASYIK (Sudrajat - Syaikhu) dengan didukung penuh oleh

Prabowo Subianto, Kang Aher, Koalisi Partai Keumatan (Partai Gerindra, PKS,

PAN dan PBB) dan juga para ulama – ulama diseluruh pelosok Jawa Barat jikalau

dikehendaki masyarakat Jawa Barat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa

Barat untuk memimpin lima tahun kedepan akan melanjutkan prestasi yang telah
diraih oleh Kang Aher selama 10 tahun kebelakang dan akan menjadikan provinsi

Jawa Barat menjadi provinsi Termaju, Bertakwa, Aman dan Sejahtera untuk semua

lapisan masyarakat Jawa Barat.

Tanggal 27 Juni yang akan datang dibilik suara TPS akan menjadi titik

sejarah demokrasi bagi seluruh masyarakat Jawa Barat dalam memilih Gubenur dan

Wakil Gubernur lima tahun kedepan yang harapan seluruh masyarakat Jawa Barat

dapat melanjutkan karya dan prestasi yang telah diraih dan menjadi kebanggaan

masyarakat Jawa Barat selama ini.