Anda di halaman 1dari 6

BAB I

IDENTIFIKASI MASALAH & SOLUSI

1.1 Definisi Masalah


Masalah yang ditemui di Ruangan Nilam RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh
Banjarmasin dari pengkaijan instrument ABC didapatkan data tentang
ketidakpatuhan perawat di ruangan dalam penerapan five moment (Edukasi),
timbang terima dan ronde keperawatan

1.2 Kemungkinan Penyebab Masalah


Kemungkinan penyebab masalah terjadi karena kurangnya kemauan staf
perawat untuk melakukan tindakan di Ruangan Nilam RSUD Dr. H Moch
Ansari Saleh Banjarmasin sehingga tidak berjalannya penerapan five moment
(Edukasi), timbang terima dan ronde keperawatan.

1.3 Sumber Daya Yang Dimiliki Ruangan


1.3.1 M1
Tenaga perawat di Ruangan Nilam RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh
Banjarmasin berjumlah 21 orang, sudah termasuk Kepala Ruangan,
Katim, dan Perawat pelaksana.
Jumlah perawat yang berada di ruang berdasarkan tingkat. Pendidikan
meliputi:
Sarjana Keperawatan Ners : 9 orang
Sarjana Keperawatan : 1 orang
D III Keperawatan : 11 orang
Jumlah perawat yang berada di ruang berdasarkan status kepegawaian
meliputi:
PNS : 8 orang
Non PNS : 13 orang
a. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil dokumentasi 3 bulan
terakhir diruang nilam pada tahun 2017 penyakit terbanyak adalah
Diabetes Melitus Non-dependen Insulin Tanpa Komplikasi. Hal ini
menunjukkan bahwa penyakit Diabetes Melitus Non-dependen
Insulin merupakan penyakit yang terbanyak di Ruangan Nilam
RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin
1.3.2 M2
Ruangan mempunyai sarana dan prasarana tenaga kesehatan, untuk
fasilitas yang terdapat di Ruang Nilam biasanya dikategorikan bersih
dan rapi, dari beberapa macam daftar kebutuhan logistik yang di minta
sudah ada, jumlahnya ada beberapa yang sudah terpenuhi dan sudah
sesuai dengan ratio ideal menurut Nursalam (2015) dan Kemenkes.

1.3.3 M3
Metode Asuhan Keperawatan / MAKP
Ruang Nilam RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin
menerapkan model asuhan keperawatan MAKP tim (Model Asuhan
Keperawatan Profesional). Metode ini menggunakan tim terdiri atas
anggota yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan
terhadap kelompok pasien.

Hasil observasi pada tanggal 17 Mei 2018, didapatkan bahwa model


asuhan keperawatan MAKP yang diterapkan pada Ruang Nilam dengan
metode tim dan adanya supervisor dalam metode ini. Terjalin kerjasama
yang baik antara Katim dan Perawat Pelaksana. Berdasarkan hasil
wawancara dengan Kepala Ruang Nilam, Ruang Nilam memiliki 1
orang kepala ruangan, 3 orang ketua tim yang memiliki 5 sampai 6
orang anggota perawat pelaksana (PP) masing-masing tim, dengan
adanya pembagian tim berdasarkan jumlah pasien sehingga beban kerja
perawat terbagi merata.

a. Timbang Terima (Operan)


Timbang terima sudah terfokus pada permasalahan keperawatan, tapi
perawat hanya melakukannya pada shift malam kepagi dan shift
pagike sore, sedangkan shift sore kemalam menurut apa yang kami
lihat selama 2 hari pengkajian hanya melakukan timbang terima di
ruangan perawat saja tanpa validasi langsung ke pasien. Perawat
tidak memperkenalkan nama perawat yang akan dinas pada shift
selanjutnya, perawat tidak menyebutkan siapa yang bertanggung
jawab pada saat shift tersebut, timbang terima dilakukan tepat waktu,
hanya saja ada beberapa perawat yang datang terlambat, perawat
yang menerima timbang terima kadang kurang fokus sehingga
perawat yang membaca laporan kurang didengarkan.

b. Ronde Keperawatan
Ronde keperawatan tidak pernah dilakukan di ruang Nilam. Ronde
keperawatan biasanya dilakukan apabila ada mahasiswa yang
praktek stage manajemen saja, pelaksanaan ronde keperawatan
belum terjadwal, tersedianya format ronde keperawatan serta
pengetahuan perawat tentang ronde keperawatan belum optimal.

1.3.4 M4
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruangan Nilam, anggaran
dana untuk pembayaran gaji perawat yang PNS sudah diatur oleh pihak
pemerintah ditambah insentif dari jasa pelayanan, jamkesmas,
jamkesprov/jamkesda, sedangkan untuk gaji pegawai Non PNS/BLUD
diatur oleh pihak rumah sakit ditambah insentif dari jasa palayanan,
jamkesmas, jamkesprov/ jamkesda. Pembiayaan klien sebagian besar
dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Selain dari BPJS
pembiayaan klien di Ruang Nilam terdiri dari jamkesmas, jamkesda,
jamkesprov, umum (biaya sendiri).

1.3.5 M5
Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) di Rumah Sakit, yaitu :
a. Ketetapan identifikasi pasien
Perawat dalam mengidentifikasi pasien menanyakan nama lengkap,
tanggal lahir, dan rekam medik pada saat pemberian obat 3 orang
dari 10 perawat sedangkan yang tidak mengidentifikasi pasien
dengan menanyakan nama lengkap, tanggal lahir, rekam medik ada 4
orang,dan dari 3 perawat (mereka hanya mencocokan nomer bed
pasien, nama panggilan, menjelaskan indikasi obat, dan memberikan
label obat pada spuit saat pemberian injeksi).
b. Pengurangan Resiko Infeksi
Kepatuhan cuci tangan berbasis five moment khususnya pada
moment sebelum kontak dengan pasien hanya dilakukan oleh 3
orang perawat (60%) dan 2 orang perawatnya masih belum
melakukan (40%). Dan juga pada momen sesudah koontak dengan
lingkungan sekitar pasien hanya dilakukan oleh 3 orang perawat
(60%) dan 2 orang perawatnya masih belum melakukan (40%).

c. Pengurangan Resiko Pasien Jatuh


Perawat memasang pin resiko jatuh berwarna kuning untuk skala
resiko jatuh morse dan ontario dengan kategori penilaian dari sedang
dan tinggi. Untuk skala resiko jatuh morse kategori sedang (25-44)
dan tinggi (>45), sedangkan untuk skala resiko jatuh ontario kategori
sedang (6-16) dan tinggi (17-30) serta mengedukasi pasien atau
keluarga maksud pemasangan pin tersebut.

1.4 Pemilihan Solusi


1.4.1 Prinsip PSBH ialah :
a. Inovasi (ide baru yang kreatif)
Dalam menerapkan kepatuhan perawat untuk keselamatan pasien
yaitu dengan: Penerapan five moment (Edukasi dan Role Model oleh
mahasiswa), timbang terima dan ronde keperawatan agar perawat
diruangan terbiasa dalam menerapkan pelayanan untuk menghindari
kejadian yang tidak diinginkan, pemberian edukasi untuk penerapan
five moment dan menjalin hubungan kerjasama dan bertanggung
jawab dalam setiap timbang terima. Ronde keperawatan melakukan
role play ronde keperawatan.
b. Proses sederhana dan jelas
Proses awalnya pelaksanaan proyek inovasi tentang penerapan five
moment (Edukasi dan Role Model oleh mahasiswa) dengan
menempelkan poster bahaya tidak melakukan cuci tangan,
memeragakan 6 langkah cuci tangan pada saat timbang terima,
timbang terima dilaksanakan setelah pembacaan laporan timbang
terima setiap operan pagi ke siang, siang ke malam dan malam ke
pagi begitu seterusnya, timbang terima dijelaskan oleh perawat yang
akan berdinas dan didengarkan oleh seluruh peserta timbang terima
yang ada diruangan. Ronde keperawatan dilakukan dengan role play.

c. Gunakan sumber daya yang tersedia


Gunakan sumber daya yang tersedia. Sumber daya yang tersedia;
manusia yang terlibat dalam kegiatan penyelesaian masalah ini yaitu
seluruh staf Ruangan Nilam (Penyakit Dalam) lt. 2 dan Mahasiswa
yang berpraktik di RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin

1.4.2 Adakah yang telah menyelesaikan masalah sebelumnya? Solusi yang


dipilih sebelumnya? Berhasil atau tidak
Sebelumnya di ruang Nilam sudah pernah dilakukan kegiatan penerapan
five moment (Edukasi), timbang terima dan ronde keperawatan namun
belum maksimal dilakukan serta belum optimal diterapkan. Sebaiknya
penerapan five moment (Edukasi), timbang terima ke kamar pasien
dengan menyebutkan nama perawat yang bertanggung jawab selalu
diingatkan agar perawat diruangan terbiasa dalam melaksanakan
timbang terima.

1.4.3 Solusi yang diajukan kelompok ialah


a. Nama Kegiatan
Penerapan five moment, timbang terima dan ronde keperawatan Di
Ruang Nilam lt. 2
b. Siapa Yang Melakukan Kegiatan
Mahasiwa UMB Stase Manajemen, Perawat di ruangan dan
mahasiswa Instansi lainnya.
c. Sasarannya Siapa
Seluruh Staf, Perawat dan Mahasiswa yang berpraktik di Ruang
Nilam RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin.
d. Dimana
Di Nurse Station Ruang Nilam RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh
Banjarmasin.
e. Kapan Waktunya
Waktunya setiap timbang terima malam ke pagi, pagi kesiang dan
siang kemalam.
f. Berapa Lama
Waktunya kurang lebih 20-30 Menit
g. Apa Tujuan Yang Diinginkan
1. Tujuan Umum
Diharapkan agar ruang Nilam RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh
Banjarmasin dapat menerapkan penerapan five moment, timbang
terima dan ronde keperawatan (Edukasi), discharge planning dan
kegiatan timbang terima yang tidak hanya di ners station
melainkan ke ruang pasien dan selalu memperkenalkan nama
perawat yang berdinas dan bertanggung jawab.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan ini
adalah peningkatan mutu ruangan nilam dalam keselamatan
pasien yaitu dengan: Penerapan Five moment (Edukasi dan Role
Play oleh Mahasiswa), kegiatan timbang terima dan ronde
keperawatan yang maksimal agar perawat diruangan terbiasa
dalam pelaksanaan di ruang perawatan.
h. Dasar Jurnal Pendukung
1. Penerapan Supervisi Klinis Kepala Ruang Untuk Meningkatkan
Pelaksanaan Cuci Tangan Lima Momen Perawat Pelaksana
Tahun 2016
2. Hubungan Timbang Terima Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang
Rawat Inap Rs Panti Waluya Sawahan Malang Tahun 2016
3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan Melalui Ronde
Dan Pendokumentasian Tahun 2017