Anda di halaman 1dari 8

BAB II

POA (PLANNING OF ACTION)

2.1 Latar Belakang


RSUD Dr. H. Moch. Anshari Saleh Banjarmasin merupakan rumah
sakit rujukan Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola serta wilayah
sekitarnya. Mengingat RSUD Dr. H. Moch. Anshari Saleh
Banjarmasin bahwa telah ditetapkan sebagai RSUD Kelas oleh
Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui surat Keputusan No:
372 / MENKES / IV / 2008, pada tanggal 15 April 2008, Maka dengan
visi : “Terwujudnya Pelayanan kesehatan Prima dan Unggul yang
terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian”

Ruang Nilam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin,


menerapkan metode asuhan keperawatan (MAKP) tim. Metode ini
menggunakan tim terdiri atas anggota yang berbeda-beda dalam
memberikan asuhan keperawatan terhadap kelompok pasien.

Ruang nilam merupakan ruangan yang berfokus pada masalah


penyakit dalam. Di ruang Nilam, dipimpin oleh kepala ruangan, Ketua
Tim 1, Ketua Tim 2, dan Ketua Tim 3. Untuk Tim 1 terdiri dari 6
orang anggota perawat asosiet (PA), Tim 2 terdiri dari 6 orang anggota
perawat asosiet (PA), dan Tim 3 terdiri dari 5 orang perawat asosiet
(PA)

Dari segi sarana prasarana kurangnya pemeliharaan salah satunya


adalah ada beberapa tiang infus yang tidak bisa ditinggikan maupun
direndahkan sehingga pasien sulit beraktivitas karena tiang infus yang
rusak dan juga ada tiang infus yang terdapat didalam WC pasien serta
kurangnya pemeliharaan kebersihan WC cleaning service. Selain
daripada itu belum optimalnya pelaksanaan five moment khususnya
sebelum kontak dengan pasien dan sesudah kontak dengan lingkungan,
kurang optimalnya pelaksanaan timbang terima dan belum optimalnya
pelaksanaan ronde keperawatan.
Untuk mengatasi masalah-masalah diatas maka kami akan melakukan
beberapa kegiatan diantaranya
2.1.1 Koordinasi dengan karu dan Katim tentang adanya masalah
penerapan kepatuhan hand hygiene five moment
2.1.2 Membuat materi tentang hand hygene
2.1.3 Sosialisasikan, termasuk pembuatan leafleat dan banner
2.1.4 Melakukan penerapan hand hygiene pada five moment
2.1.5 Menjadi Role model
2.1.6 Membentuk duta hand hygiene
2.1.7 Melakukan edukasi pada pasien dan keluarga tentang
pentingnya cuci tangan dan cara melakukan cuci tangan (5
moment)
2.1.8 Memperbanyak leafleat yang sudah dibuat
2.1.9 Melakukan evaluasi dari program pelaksanaan hand hygiene
2.1.10 Koordinasi dengan karu dan Katim tentang pelaksanaan
timbang terima
2.1.11 Membuat materi tentang timbang terima
2.1.12 Sosialisasikan
2.1.13 Melakukan penerapan timbang terima
2.1.14 Menjadi Role model
2.1.15 Melakukan edukasi
2.1.16 Melakukan evaluasi dari pelaksanaan timbang terima
2.1.17 Koordinasi dengan karu dan Katim tentang pelaksanaan ronde
keperawatan
2.1.18 Membuat materi tentang ronde keperawatan
2.1.19 Sosialisasikan
2.1.20 Melakukan penerapan ronde keperawatan
2.1.21 Menjadi Role model
2.1.22 Melakukan edukasi
2.1.23 Melakukan evaluasi dari pelaksanaan ronde keperawatan

2.2 Tujuan Kegiatan


2.2.1 Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa dapat mengerti, tentang pelaksanaan
five moment hand hygiene dan melaksanakan secara optimal
timbang terima dan ronde keperawatan di Nilam (penyakit
dalam) RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.

2.2.2 Tujuan Khusus


Diharapkan mahasiswa mampu :
2.2.2.1 Mahasiswa mampu melaksanakan five moment hand
hygiene dengan benar
2.2.2.2 Mahasiswa mampu memahami dan melaksanakan
timbang terima
2.2.2.3 Mahasiswa mampu menentukan strategi untuk
mengatasi masalah terkait fungsi manajemen dengan
ronde keperawatan

2.3 Langkah-langkah Kegiatan


Five moment hand hygine
2.3.1 Persiapan
2.3.1.1 Hand hygine dilaksanakan five moment
2.3.1.2 Kelompok dinas sudah memahami dan mengerti
2.3.1.3 Kelompok yang akan bertugas akan menyediakan
poster pelaksanaan five moment
2.3.2 Pelaksanaan
2.3.2.1 Sebelum kontak dengan pasien
2.3.2.2 Sebelum tindakan aseptik
2.3.2.3 Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
2.3.2.4 Setelah kontak dengan pasien
2.3.2.5 Setelah kontak dengan lingkungan pasien
2.3.3 Evaluasi
Perawat melaksanakan five moment hand hygine dengan
tepat

Timbang Terima
2.3.1 Persiapan
2.3.1.1 Timbang terima dilaksanakan setiap pergantian shift/
operan
2.3.1.2 Kelompok dinas sudah siap
2.3.1.3 Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku
catatan
2.3.2 Pelaksanaan
2.3.2.1 Kepala ruangan / tim membuka acara timbang terima
2.3.2.2 Perawat yang sedang jaga menyampaikan timbang
terima kepada perawat berikutnya
2.3.2.3 Perawat shift dapat melakukan klarifikasi, tanya
jawab dan validasi langsung di bed pasien

2.3.3 Evaluasi
2.3.3.1 Diskusi / klarifikasi
2.3.3.2 Pelaporan untuk timbang terima di tuliskan secara
langsung tanda tangan shift serta penyerahan laporan
2.3.3.3 Ditutup oleh kepala ruangan

Ronde keperawatan
2.3.1 Persiapan
Tempat : Ruang Nilam (Penyakit Dalam)
Waktu : Minggu ke dua saat implementasi dijalankan
Jam : 10.30 wita
2.3.2 Pelaksanaan
Ronde keperawatan akan dilaksanakan oleh Kepala ruangan,
ketua tim, perawat pelaksana, dan pasien ataupun keluarga
pasien serta melibatkan seluruh anggota tim kesehatan.
2.3.2.1 Penyajian masalah
2.3.2.2 Memberi salam dan memperkenalkan pasien dan
keluarga kepada tim ronde
2.3.2.3 Menjelaskan riwayat penyakit dan keperatan pasien
2.3.2.4 Menjelaskan masalah pasien dan rencana tindakan
yang telah dilaksanakan dan serta menetapkan
prioritas yang perlu dilakukan
2.3.2.5 Validasi data
2.3.2.6 Mencocokan dan menjelakan kembali data yang
telah disampaikan .
2.3.2.7 Diskusi antar anggota tim dan pasien tentang
masalah keperawatan tersebut
2.3.2.8 Pemberian justifikasi oleh perawat primer atau
konselor atau kepala ruangan tentang masalah pasien
serta renca tindakan yang akan dilakukan
2.3.2.9 Menentukan tindakan keperawatan pada masalah
prioritas yang telah ditetapkan.

2.3.3 Evaluasi
Ronde keperawatan dilaksanakan dengan baik
Tim kesehatan mampu mengikuti kegiatan
Rencana Jadwal Kegiatan
Kegiatan Waktu Penanggun Jawab
Pelaksanaan five Tiap melaksanakan Mahasiswa
moment hand kegiatan/ kontak stase manajemen
hygine dengan pasien
Pelaksanaan Setiap pergantian Mahasiswa
timbang terima shift dinas stase manajemen
Pelaksanaan ronde 1x pelaksanaan saat Mahasiswa
keperawatan implementasi stase manajemen
dijalankan, dan
mendapatkan kasus

2.3.1 Rencana Anggaran


2.3.1.1 Five moment hand hygine
SisaSaldo
No Uraian Biaya Persatuan Jumlah (Pemasukan
Pengeluaran)
Pemasukan
1 - Patungan Rp. 5.000× 10
Rp. 50.000
Kelompok (Org)
50.000-50.000
Pengeluaran
2 a. Hand wash Rp. 10.000 x 1 Rp .10.000
b. Hand rub Rp. 20.000 x 2 Rp. 40.000
Total Rp. 50.000 Rp. 0

2.3.1.2 Timbang Terima


SisaSaldo
No Uraian Biaya Persatuan Jumlah (Pemasukan
Pengeluaran)
Pemasukan
1 - Patungan
Rp. 5.000× 10 (Org) Rp. 50.000
Kelompok
50.000-30.000
Pengeluaran
2 Buku timbang
Rp. 10.000 × 3 (Unit) Rp .30.000
terima pasien
Total Rp. 30.000 Rp. 20.000

2.3.1.3 Ronde Keperawatan


SisaSaldo
No Uraian BiayaPersatuan Jumlah (Pemasukan
Pengeluaran )
Pemasukan
1 - Patungan
Rp. 5.000× 10 (Org) Rp. 50.000 50.000-50.000
kelompok
2 Pengeluaran
Buku catatan Rp. 5.000 x 10 (Unit) Rp. 50.000
Total Rp. 50.000 Rp. 0,-
2.3.2 Rencana Evaluasi Kegiatan
Indikator keberhasilan kegiatan ini ialah :
Metode/Prosedur
No Indikator Frekuensi Pelaksana
evaluasi
1 Pelaksanaan five Pelaksanaan five Sebelum kontak Semua tim
moment meningkat momen hand hygine dengan pasien kesehatan
dan menjadi optimal dilaksanakan dengan Sebelum tindakan
menjadi 75 % tepat aseptik
Setelah kontak
dengan cairan tubuh
pasien
Setelah kontak
dengan pasien
Setelah kontak
dengan lingkungan
pasien

2 1. Perawat Prosedur Timbang Saat Pergantiann Perawat yang


memperkenalkan Terima sudah sesuai Shift jaga saat
diri kepada pasien dengan SOP pergantian
saat prgantian shif shift
2. Menginformasikan
keluarga dan
pasien untuk
menggunakan
fasilitas yang ada
dengan baik dan
menaati peraturan
tatatertib di
ruangan
3 Memahami kondisi Ronde keperawatan 1x selama Kepala
yang terjadi untuk terlaksana sesuai pelaksanaan ruangan,
memecahkan masalah dengan standart implementasi suvervisor,
dengan melibatkan ketua tim,
staf kesehatan yang perawat
lain pelaksana,
dan pasien
ataupun
keluarga
pasien serta
melibatkan
seluruh
anggota tim
kesehatan:
dokter,
farmasi dan
tim gizi.
2.3.3 Tindak Lanjut
2.3.3.1 Meneruskan model atau solusi
Meneruskan model asuhan keperawatan profesional
model MAKP dengan metode TIM, yang sudah
dilakukan oleh ruangan, namun dalam role play yang
dilaksanakan belum ada feedback yang optimal dari
perawat yang ada diruangan sehingga kami hanya
melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang
kami lakukan, namun untuk tindak lanjut atau solusi
kami mengembalikan kembali kegiatan yang kami
buat untuk diteruskan kepada Kepala ruangan untuk
menindak lajuti kegiatan yang sudah kami
laksanakan.
2.3.3.2 Melegalkan model atau solusi
Saat kami melakukan role play, kami melaksanakan
timbang terima dan ronde keperawatan serta
malaksanakan five moment hand hygine dan sudah
menggunakan format yang baku, harapan kami format
yang sudah kami usulkan menjadi rujukan ruangan
dan dapat diterapkan untuk kegiatan selanjutnya yang
ada diruangan.
2.3.3.3 Menerapkan dan menyebarluaskan keberhasilan
kegiatan.
Hasil dari penerapan model MAKP dengan metode
tim yang dilaksanakan dalam role play selama dua
minggu sudah cukup optimal, namun dalam
penerapannya mendapat respon yang baik dari pasien
yang dapat dibuktikan dengan kuesioner kepuasan
pasien saat kami berdinas dua minggu.