Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

KELOMPOK KERJA PENGAWASAN REKAPITULASI DAN PENETAPAN


HASIL PEMILIHAN PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
SERTA BUPATI DAN WAKIL BUPATI
TAHUN 2018

MAUMERE
JULI 2018
BAB 1 PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dengan berpedomaan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015
tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota
Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5588), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5898) adalah
dasar pengawasan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur serta bupati dan Wakil Bupati serta merujuk pada Peraturan
Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2017 tentang
Pengawasan Tahapan Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota,
tahapan pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sikka telah memasuki
tahapan Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pemilihan, perlu dilakukan
pengawasan secara intensif oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten Sikka sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Badan
Pengawas Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pengawasan
Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota
dan Wakil Walikota;
Dalam rangka menghasilkan Pemilihan Umum di Kabupaten Sikka
yang berkualitas dan Bermartabat, tentunya dibutuhkan pengawasan
yang intensif oleh Panitia Pemilihan Umum Kabupaten Sikka. Berangkat
dari itu, pemungutan dan penghitungan suara menjadi fokus
pengawasan yang intensif oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten Sikka, perlu dibentuk Kelompok Kerja Pengawasan
Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018.

B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 245,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5588),
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5898);
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum;
3. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun 2018
tentang Pengawasan Rekapitulasi Penghitungan Suara dan
Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati
dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota;
4. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2018 tentang
Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati
dan/atau Walikota dan Wakil Walikota;

C. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dan Tujuan terbentuknya Kelompok Kerja Pengawasan
Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018 yaitu;
Menjaga kemurnian suara dari hak pilih masyarakat yang terjadi di
Tempat Pemungutan Suara. Perbaikan yang dilakukan hanya pada
informasi pemilih karena kesalahan penjumlahan atau penulisan
dan tidak merubah hasil yang telah ditetapkan di TPS.
BAB II
ISI LAPORAN

A. PELAKSANAAN KEGITAN
Penghitungan suara setelah dilakukan pemungutan suara di
masing-masing TPS berbeda-beda waktu tergantung berakhirnya
pelaksanaan pemungutan suara yang dilakukan oleh masyarakat yang
sudah mendaftar sebelum berakhirnya pukul 13.00 WITA. pelaksanaan
penghitungan suara yang dilakukan oleh petugas KPPS yang disaksikan
langsung oleh setiap saksi pasangan calon Gubernur dan Bupati serta
diawasi oleh pengawas TPS berjalan dengan baik.
Dalam proses penghitungan suara, surat suara yang dikeluarkan
oleh petugas KPPS dari dalam kotak suara yang merupakan hasil
pencoblosan pemilih diperlihatkan kepada semua saksi yang ada,
pengawas TPS dan masyarakat setempat yang menyaksikan untuk
kemudian dipastikan apakah surat suara mengalami kesalahan
pencoblosan ataupun rusak serta paslon yang dicoblos yang kemudian
di inventaris sesuai dengan suara masing-masing paslon hingga pada
hasil yang terakhir yaitu selesainya penghitungan surat suara.
Setelah selesai dilakukan perhitungan suara, selanjutnya dibuat
berita acara perhitungan suara yang dituangkan dalam formulir Model
C-KWK, catatan pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara
dituangkan dalam Model C1-KWK, hasil perolehan suara setiap paslon
dituangkan pada formulir Model C2-KWK kemudia dituangkan pada
Nodel C1-KWK sertifikat hasil penghitungan suara paslon. Model
C1-KWK yang merupakan sertifikat perolehan suara pasangan calon
selanjutnya dibagikan satu-satu rangkap kepada setiap saksi pasangan
calon dan pengawas TPS.
Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang terbaru
disebutkan bahwa, rekapitulasi dilakukan tingkatan paling bawah hanya
ada di Kecamatan, selanjutnya rekapitulasi dilanjutkan ke tingkat
kabupaten berdasarkan hasil pleno rekapitulasi kecamatan dan
kemudian pleno kabupaten diteruskan untuk dilakukan pleno tingkat
provinsi.
Ada beberapa masalah dalam perhitungan suara yaitu;
 Penulisan hasil perhitungan suara ke dalam formulir Model
C1-KWK sertifikat hasil perolehan suara paslon yang masih
banya kekeliruan;
 Penjumlahan angka yang keliru;

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada pilkada
serentak pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan
Wakil Bupati Tahun 2018 pada tanggal 27 Juli 2018 telah berlangsung
dengan baik walaupun terdapat beberapa kekurangan dan kekeliruan
yang dilakukan oleh petugas pemungutan dan penghitungan suara.
Sebagai penyelenggara, Panitia Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten Sikka telah berkerja sama dengan jajaran pengawas
pemilihan untuk memaksimalkan pengawasan sehingga mengurangi
resiko terjadinya pelanggaran. Fokos pengawasan yang dilakukan oleh
Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sikka yang terbentuk
dalam Kelompok Kerja Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan
Suara Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan
Wakil Bupati Tahun 2018 telah memastikan pelaksanaan pemungutan
dan penghitungan suara dapat berjalan dengan baik dan aman
walaupun masih terdapat kekurangan ditempat-tempat tertentu tempat
pemungutan dan penghitungan suara.

B. SARAN
Tingkat koordinasi dan komunikasi antara KPUD Kabupaten Sikka
bersama jajarannya bersama Panitia Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten Sikka lebih ditingkatkan guna pelaksanaan pengawasan
yang terstruktur dalam rangka meningkatkan kualitas pemilu yang
bermartabat.
Meumere, Juli 2018

Harun Al-Rasyid, M.Pd