Anda di halaman 1dari 4

ARTIKEL

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS

ILMU ERGONOMI

DOSEN PENGAMPU : Arif Nurma Etika S.Kep Ns. M.Kep


Oleh :

Lia Vidia Oktaviana (13620855)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS KADIRI
TH 2015/201
1. Definisi

Hernia diskus (cakram) intervertebralis (HNP) merupakam penyebab utama


nyeri punggung bawah yang berat,kronikndan berulang (kambuh). Herniasi dapat
parsial atau komplet, dari massa nucleus pada daerah vertebra L4-L5, L5-S1 atau C5-
C6, C6-C7 adalahyang paling banyak terjadi dan mungkin sebagai dampak trauma
atau perubahan degenerative yang berhubungan dengan proses penuaan.
Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah bantalan
diantara tubuh vertebra. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan dalam satu
kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus pulposus. HNP
merupakan rupturnya nukleus pulposus. (Brunner & Suddarth, 2002)
Hernia Nukleus Pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau bawahnya, bisa juga
langsung ke kanalis vertebralis. (Priguna Sidharta, 1990).
HNP artinya adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang
belakang sehingga penonjolan menekan saraf sebagai akibatnya timbulah rasa
sakit,kesemutan dan kelemahan pada anggota gerak yang dipersarafi bias
punggung,pinggang,lengan atau tungkai.penyakit HNP inilah yang dikenal
dimasyarakat kita sebagai “saraf terjepit’.

2. Penyebab

 Aktifitas/Istirahat
 Eliminasi
 Intergritas Ego
 Neurosensori
 Nyeri/Kenyamanan
 Keamanan
 Penyuluhan/Pembelajaran
Pertimbangan rencana pemulangan:
 DRG menunjukan rerata lama perawatan: 10,8 hari
 Mungkin memerlukan bantuan dalam transportasi,perawatan diri dan
penyelesaian tugas-tugas rumah.

3. Sign and symptom


Gejala :

 Riwayat pekerjaan yang perlu mengangkat benda berat,duduk,mengemudi


dalam waktu lama
 Membutuhkan papan/matras yang keras saat tidur
 Penurunan rentang gerak dari ekstremitas pada salah satu bagian tubuh
 Tidak mampu melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan
 Konstipasi,mengalami kesulitan dalam defekasi
 Adanya inkontinensia/retensi urine
 Ketakutan akan timbulnya paralisis,ansietas masalah pekerjaan,finansia
keluarga.
 Kesemutan,kekakuan,kelemahan dari tangan/kaki
 Nyeri seperti tertusuk pisau,yang akan semakin memburuk dengan adanya
batuk,bersin,membengkokan badan,mengangkat,defekasi,mengangkat kaki
atau fleksi pada leher:nyeri yang tidak ada hentinya atau adanya episode nyeri
yang lebih berat secara intermiten;nyeri yang menjalar kaki,bokong(lumbal)
atau bahu/lengan;kaku pada leher (servikal).
 Terdengar adanya suara “krek” saat nyeri baru timbul/saat trauma atau merasa
“punggung patah”.
 Keterbatasan untuk mobilisasi/membungkuk ke depan
 Adanya riwayat masalah “punggung” yang baru saja terjadi.
 Gaya hidup: monoton atau hiperaktif
Tanda :

 Atrofi otot pada bagian tubuh yang terkena


 Gangguan dalam berjalan
 Tampak cemas, depresi,menghindar dari keluarga/orang terdekat
 Penurunan reflek tendon dalam,kelemahan otot, hipotonia.nyeri tekan/spasme
otot paravertebralis.penurunan persepsi nyeri (sensori).
 Sikap:dengan cara bersandardari bagian tubuh yang terkena.perubahan cara
berjalan,berjalan dengan terpincang-pincang,pinggang terangkat pada bagian
tubuh yang terkena.
 Nyeri pada palpasi

4. Cara mengatasi

a. Istirahat, hindari posisi tubuh dan aktivitas yang memicu nyeri. Bila nyeri
membaik, usahakan untuk secepat mungkin kembali ke aktivitas biasa.
b. Kompres dingin dan/atau panas
c. Memakai korset
d. Fisioterrapi
e. Penghilang rasa nyeri/analgesik

5. Komplikasi

a) Sindroma Cauda equina, yaitu hernia cakram yang menekan ekor sumsum
tulang belakang (cauda equina dan ditandai rasa baal di dubur dan sekitarnya ,
gangguan buang air besar dan berkemih).
b) Cedera saraf permanen.
c) Kelumpuhan.
d) Disfungsi ereksi.
e) Nyeri menahun.