Anda di halaman 1dari 7

ASPEK ETIK LEGAL DA BUDAYA TERAPI AKUPUNTUR

A. Definisi
Akupuntur adalah teknik pengobatan yang digunakan dalam pengeobatan tradisional

cina, dengan menggunakan jarum-jarum yang sangat tajam digunakan menstimulus titik-titik

tertentu pada tubuh, titik-titik ini terdapat pada jalur-jalur energy yang disebut “meridian,

pengobatan akupuntur dirancang untuk memeperbaiki aliran dan keseimbangan energy

sepanjang meridian-meridian ini.

B. Manfaat Akupuntur

1. Sesi akupunktur bekerja pada menghilangkan penyebab nyeri punggung kronis rendah,

arthritis dan nyeri lainnya. Pasien Oleh karena itu dapat mengalami kesehatan fisik secara

keseluruhan dan penyembuhan alami.

2. Manfaat akupunktur orang yang menderita gangguan insomnia dan tidur. Daripada
minum obat yang sebagian besar memiliki efek samping negatif pada sistem tubuh
lainnya, cara terbaik untuk mengobati kondisi tersebut adalah pengobatan akupunktur.
3. Akupunktur juga manfaat orang-orang yang di jalan melebihi kecanduan tertentu seperti
kecanduan alkohol, merokok kecanduan dan kecanduan narkoba.
4. Salah satu manfaat terbaik dari terapi akupunktur adalah bahwa hal itu memberikan
sebuah metode holistik pengobatan. Akupunktur menangani semua masalah kesehatan
dan gangguan. Needling titik akupunktur membantu dalam menghilangkan semua
kemungkinan penyebab penyakit tertentu dan menyembuhkan pasien secara efektif.
5. Beberapa orang tidak menderita penyakit apapun tetapi sering mengalami jatuh dalam
tingkat energi karena ketegangan dan kecemasan. Orang-orang ini bisa mendapatkan
keuntungan banyak dari terapi akupunktur. Akupunktur membuat pasien merasa bebas
dari stres dan lega dari kecemasan.
6. Akupunktur memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah
tubuh. Oleh karena itu, membantu pasien dalam penyakit mencegah.
7. Pengobatan akupunktur benar-benar bermanfaat bagi orang yang mengalami sakit kepala
biasa dan migren. Karena akupunktur tidak memerlukan obat kuat sama sekali, itu akan
menjadi yang terbaik bagi pasien dalam mengurangi rasa sakit.

C. Perkembanga di Indonesia

Tahun 1963, menteri kesehatan RI Prof. Dr. Satrio meresmikan tim riset akupuntur

dari bagian ilmu penyakit dalam RSCM Jakarta. Tahun 1986 terbentuk organisasi akupuntur:

persatuan akupunkturis seluruh Indonesia (PAKSI). Kemuadina tahun 1996 dikeluarkan

Permenkes No. 1186/menkes/Per/XI/1996 tenatng pemanfaatan akupuntur disaranan

Pelayanan Kesehatan, dan pada 29 agustus 2003 telah terbentuk pendidikan akupuntur

jenjang diploma tiga (Ahli Madya Akupuntur) berdasarkan Kepmenkes RI No.

1277/Menkes/SK/VIII/2003, merupakan salah satu tenaga kesehatan yang masuk dalam

kelompok terapi fisik

D. Dasar Hukum dan Peraturan Akupunktur

Pendekatan dasar dalam pembinaan pengobatan tradisional mengacu pada Undang

Undang Nomor. 23 Tahun 1992 Pasal 47, yaitu pada hakikatnya menuju upaya

mensejahterakan masyarakat melalui pelayanan pengobatan tradisional sebagai

komplementer dan alternatif yang dapat dipertanggung jawabkan (Saputra, 2007).

Dasar hukum dan perundangan Indonesia yang terkait dengan akupunktur adalah

sebagai berikut :

1. Surat Keputusan Mentri Kesehatan RI.037/BIRHUB/1973

tentang Wajib Daftar Akupunktu


Surat Keputusan Mentri Kesehatan RI.0854/PERMENKES/VIII/1994

tentang sentra Pengembangan danPenerapan Pongobatan Tradisional

2. Peraturan Menteri Kesehatan yang dituangkan dalam Permenkes

No.1186/MENKES/PER/XI/1996 tentang Pemanfaatan Akupunktur di Sarana Pelayanan

Kesehatan.

3. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang

Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional.

4. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1277/MENKES/SK/VIII/2003 tentang Tenaga

Akupunktur.

5. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1192/MENKES/PER/X/2004 tentang Pendirian

Diploma Bidang Kesehatan.

6. Undang-

Undang Republik Indonesia Nomor. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran.

E. Terapi akupuntur dari segi budaya

Akupunktur telah ada dan di kenal Masyarakat Cina sejak 5 ribu tahun silam. Kala itu,

Pengobatan Akupunktur belum menggunakan jarum seperti saat ini. Dahulu, mengobati

Penyakit dengan cara menusuk-nusuk tubuh itu dilakukan dengan alat yang sederhana,

seperti Batu atau bambu yang diruncingkan ujungnya. Seiring Perkembangan dibidang

Pengobatan yang semakin Pesat, Muncullah kemudian Pengobatan Tusuk Jarum dengan alat

yang lebih baik, Seperti Jarum dari Logam mulia atau emas, Perak, Baja Putih atau tainless

steel (Public News, edisi xx, tanggal 23 – 30 april 2007)


Akupunktur merupakan sebahagian penting dalam perobatan tradisional Cina, pada

permulaannya, akupunktur merupakan satu cara ruwatan, kemudian berkembang menjadi

satu cabang pelajaran. Ilmu akupunktur adalah ilmu yang mengkaji teknik dan prinsip

ruwatan akupunktur. Akupunktur sudah bersejarah lama. Buku kuno banyak Universitas

Sumatera Utara mencatat jarum batu yang disebut batu Bian. Batu Bian tersebut mula dicipta

pada 8000 tahun hingga 4000 tahun yang lalu. Cina pernah menemui batu bian itu dalam kaji

purba. Pada zaman Dinasti Chunqiu (tahun 770 sebelum masehi – tahun 476 sebelum

masehi), Cina mulai mempunyai dokter yang professional. Menurut catatan

“Chunqiuzuoshizhuan “, dokter pada zaman itu telah mengetahui menggunakan akupunktur.

Pada zaman Negeri-negeri berperang dan zaman Dinasti Han Barat (tahun 476

sebelum masehi – tahun 25 masehi), seiring dengan kemajuan teknologi peleburan besi,

mulai menggantikan batu. Akupunktur telah berkembang lebih pesat. Pada zaman Dinasti

Han Timur dan Zaman Negara, Cina telah mempunyai dokter akupunktur yang professional.

Pada zaman Liangji dan zaman kerajaan dan utara (tahun 256 masehi – tahun 589 masehi),

jumlah karya tentang akupunktur ditingkatkan besar-besaran. Zaman itu, akupunktur telah

diperkenalkan ke Korea dan Jepun. Pada Zaman Dinasti Sui dan Dinasti Tang (tahun 581

masehi – tahun 589 masehi), akupunktur telah menjadi satu pelajaran yang khusus, badan

pendidikan perubatan pada zaman itu. Pada abad ke-16, akupunktur mula diperkenalkan ke

Eropah, tetapi pada zaman Dinasti Qi mementingkan penggunaan obat-obatan saja dan

mengabaikan penggunaan akupunktur, ini telah menjelaskan perkembangan ilmu akupunktur.

Pada tahun 1949 ilmu akupunktur telah berkembanag pesat. Sekarang, terdapat 2000

buah hospital corak perobatan tradisional Cina telah menyediakan bahagian akupunktur.

Pengkajian ilmu akupunktur sudah melibatkan berbagai bagian badan dan berbagai bagian
klinikal serta telah menyediakan data-data yang penting tentang fungsi menyusun semula,

menghilangkan kesakitan dan meningkatkan daya talar tentang akupunktur . Universitas

Sumatera Utara.

Mulai tahun 1951 Fakultas Kedokteran Cina berhasrat menyelidiki pengetahuan

akupunktur ini secara ilmiah. Perkembangan ilmu Akupunktur yang menyolok terjadi

sesudah sekitar tahun 1970an ketika RRC membukakan pintu bagi ilmuwan-ilmuwan Barat.

Di Indonesia, pada awalnya Akupunktur hanya merupakan pengobatan yang sangat

tertutup di kalangan pengobat-pengobat tradisional Cina (Shinse). Masyarakat Indonesia

pada umumnya hanya mendengar cerita burung tentang adanya ilmu tusuk jarum dari negeri

Cina yang sangat ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Baru pada tahun 1963

pengobatan Akupunktur masuk secara resmi di Indonesia ketika Presiden RI waktu itu (DR.

Ir. Soekarno) mendatangkan ahli-ahli akupunktur dari RRC untuk mengobati penyakitnya.

Pernyataan Presiden Soekarno secara terbuka dan jujur mengenai kemanjuran

pengobatan akupunktur yang dialaminya, serta anjurannya kepada para dokter di Indonesia

untuk mau mempelajari ilmu tersebut dapat dikatakan sebagai titik tolak pengembangan

akupunktur di Indonesia. Menteri Kesehatan RI waktu itu (Prof. Dr. Satrio) meresmikan

sebuah Tim Riset Akupunktur dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSCM Jakarta. Tim riset

inilah yang selanjutnya mengembangkan diri menjadi Sub Bagian Akupunktur dari Bagian

Ilmu Penyakit Dalam. Dan selanjutnya sampai saat ini Sub Bagian ini telah berdiri sendiri

sebagai Unit Pelayanan Akupunktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Kemudian

dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor: 1186/Menkes/Per/XI/1996

tentang Pemanfaatan Akupunktur di Sarana Pelayanan Kesehatan, akupunktur resmi dapat

diterapkan pada sarana pelayanan Universitas Sumatera Utara kesehatan formal sebagai
pengobatan alternatif disamping pelayanan kesehatan lain pada umumnya baik pemerintah

atau swasta di Indonesia. (http://binakesehatankerja.com/detail_berita.php/21/09/07)

Kini Pengobatan Tusuk Jarum merupakan salah satu alternatif Pengobatan yang

sangat diminati masyarakat. Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang kini berkurang

kepercayaannya terhadap obat-obat modern yang ditelan atau diminum. Salah satu alasannya,

mereka tidak mendapatkan perubahan berarti setelah menelan atau meminum obat. Kalaupun

sembuh, tidak untuk waktu lama, sehingga, mereka kemudian beralih ke pengobatan

alternatif, termasuk terapi dengan Akupunktur. Dengan akupunktur hasilnya bisa terlihat

hanya dengan 2 – 3 kali terapi (akupunkturis, Bapak Puadi syamputra)

Selain hasil yang belum tentu baik, dari segi biaya, akupunktur juga lebih murah

dibandingkan berobat jalan. Jika untuk berobat jalan seseorang harus mengeluarkan duit

ratusan ribu rupiah, maka dengan akupunktur, hanya dibutuhkan sekitar Rp.45 ribu sampai

Rp. 100 ribu untuk sekali terapi, termasuk jarum. Memang, jumlah terapi disesuaikan dengan

berat tidaknya penyakit.


DAFTAR PUSTAKA

Erry, Andy, LS, Raharni & Rini, SH 2014, Kajian Implementasi Kebijakan Pengobatan
Komplementer Alternatif dan Dampaknya Terhadap Perijinan Tenaga Kesehatan Praktek
Pengobatan Komplementer Alternatif Akupuntur, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan –
Vol. 17 No. 3 Juli 2014: 275–284

Hamijoyo, L, 2003, Complementary medicine in Reumatology, <http://medikaholistik.Com>.

Snyder, M & Lindquist, R, 2002. Complementary/alternative therapies in nursing. 4th ed. New
York: Springer.

Widyatuti, 2008, Terapi Komplementer dalam Keperawatan, Jurnal Keperawatan Indonesia,


Volume 12, No. 1, Maret 2008; hal 53-57