Anda di halaman 1dari 35

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas penyertaanNya
penulis dapat mengikuti praktek Konstruksi Acuan dan Perancah.

Adapun hasil-hasil yang penulis dapatkan saat praktek dirangkum dalam


laporan ini yang berjudul “Laporan Praktikum Acuan & Perancah”.

Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada dosen pembimbing karena


telah mengayomi,menuntun selama praktek berlangsung.Ucapan terima kasih
juga penulis ucapkan kepada teman-teman seperjuangan TPJJ B karena
membantu penulis selama praktek dan dalam penyusunan laporan ini.

Besar harapan penulis jikalau laporan ini dapat berguna di waktu yang
akan datang. Terima kasih.

Kupang, 29 Oktober 2017

Fenny Monicha Bandaso

1|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
1.1LATAR BELAKANG 3
1.2TUJUAN PRAKTEK 3
1.3MANFAAT PRAKTEK 3
BAB II : PEMBAHASAN 4
2.1 JOB 1 : PEMASANGAN BOUWPLANK 4
2.2 JOB 2 : ACUAN & PERANCAH KOLOM 8
2.3 JOB 3 : ACUAN & PERANCAH BALOK 13
2.4 JOB 4 : ACUAN & PERANCAH LANTAI 19
2.5 JOB 5 : ACUAN & PERANCAH TANGGA 24
2.6 JOB 6 : PEMBONGKARAN 31

BAB III : TABEL PEKERJAAN PENEMPATAN ACUAN 34

BAB IV : PENUTUP 35
4.1 KESIMPULAN 35
4.2 SARAN 35

2|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada masa sekarang ini bangunan-bangunan yang dibangun baik gedung, jembatan
maupun lainnya mayoritas komponen bangunannya terbuat dari beton. Beton merupakan
struktur utama pada sebuah bangunan yang terdiri dari campuran semen,air dan agregat kasar
yang berfungsi untuk mrnopang beban yang terjadi. Pada asalnya beton merupakan bahan
yang elastis, tetapi setelah umur tertentu akan mengeras dan mempunyai kekuatan tertentu
pula, sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk membentuk beton menjadi yang
diinginkan diperlukan suatu alat bantu yang biasa dikenal dengan sebutan Acuan dan
Perancah/Bekisting/Form Work yang berupa cetakan,atau suatu konstruksi sementara dari
suatu bangunan yang berfungsi untuk mendapatkan konstruksi beton yang diinginkan sesuai
dengan porsinnya sebagai bangunan pembantu.

Acuan Perancah bersifat sementara yang harus kuat dan kokoh, namun udah
dibongkar agar tidak menimbulkan kerusakan pada beton. Baik buruk dari pekerjaan Acuan
dan Perancah dapat mempengaruhi hasil akhir dari mutu beton yang dikerjakan. Acuan yang
kurang baik dapat menimbulkan kerugian seperti kehilangan material,perubahan dimensi
beton,perubahan struktur bangunan dan juga dapat mempengaruhi keselamatan pekerja.
Dalam pelaksanaannya seorang ahli dibidang tersebut harus mempunyai keterampilan khusus
dan mempunyai pengetahuan dasar yang cukup tentang Acuan dan Perancah.

1.2 TUJUAN PRAKTEK

 Menyelesaikan target materi perkuliahan semester tiga jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Kupang.
 Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori tentang pekerjaan beton yang
mana harus menggunakan acuan ataupun perancah.
 Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan acuan dan perancah secara
nyata di lapangan.
 Mahasiswa diharapkan dapat lebih mengerti manajemen waktu,biaya,dan mutu dalam
pekerjaan beton khususnya pada bagian pekerjaan acuan dan perancah.

1.3 MANFAAT PRAKTEK

 Mahasiswa dapat memperkaya diri guna bekal dikemudian hari mengenai konstruksi
Acuan dan Perancah serta dapat mengetahui teknik pengerjaan acuan perancah yang
baik dan benar.
 Mahasiswa dapat menyadari akan keberadaan potensi dirinya serta kondisi
lingkungan yang menunjang untuk dapat dikembangkan dan berupaya menjadikan
diri sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.

3|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


BAB II
PEMBAHASAN

JOB. 1 PEMASANGAN BOUWPLANK

1. PENGERTIAN DASAR
Bouwplank berfungsi untuk membuat titik-titik as bangunan sesuai dengan gambar
denah bangunan yang diperlukan untuk penentuan jalur/arah pondasi dan juga sebagai
dasar ukuran tinggi/level/peil penentuan ketinggian lantai dalam rumah dengan
permukaan jalan.
Pembuatan bowplank biasanya dilakukan setelah observasi lapangan dan setelah
dilakukan pemetaan. Syarat pembuatan bowplank yaitu :
 Harus kuat dan kokoh.
 Jarak antara bowplank dengan dinding kerja tidak terlalu rapat.
 Bowplank harus berhadapan dengan bangunan.
 Semua elevasi harus sama.

2. TUJUAN
 Mahasiswa dapat mengetahui langkah kerja pemasangan papan duga dilapangan.
 Mahasiswa dapat menetukan kedataran dan kesikuan suatu konstruksibangunan.
 Mahasiswa dapat menentukas as bangunan.

3. GAMBAR KERJA

4|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


4. ALAT
 Palu
 Benang
 Unting-unting
 Gergaji potong
 Linggis
 Pensil
 Selang Plastik
 Waterpass
 Alat ukur
 Siku

5. BAHAN
 Usuk (5/7)
 Papan (5/7)
 Paku 7 cm

6. PERHITUNGAN BAHAN
6.1 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Gelagar
Kaso 5/7 x 400 cm
 Diketahui :
Panjang 1 Batang Kaso 5/7 = 4 m
Jumlah Gelagar = 12 batang
Panjang 1 Batang Gelagar = 1 m

 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m


 Tebal Kaso ( t ) = 0.05 m

 Panjang Kaso untuk Pekerjaan Gelagar Papan Duga ( p )


= Panjang 1 Batang gelagar x Jumlah gelagar
= 1 m x 12 batang
= 12 m

 Volume Kaso 5/7 untuk pekerjaan Papan Duga


V=pxlxt
= 12 m x 0.07 m x 0.05 m
= 0.042 m3

 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk pekerjaan Papan Duga


= Panjang kaso 5/7 untuk pekerjaan patok papan duga
Panjang 1 batang kaso 5/7
= 12 m
4m
= 3 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan papan
duga adalah 3 batang.

5|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


6.2 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Papan Acuan
Papan Borneo 3/2
 Diketahui :
Panjang 1 Lembar Papan Borneo 3/20 = 4 m
Jumlah Papan Acuan = 8 lembar
Panjang 1 Lembar Papan Duga = 1 m

 Lebar Papan Borneo ( l ) = 0.20 m


 Tebal Papan Borneo ( t ) = 0.03 m

 Panjang Papan Borneo untuk Pekerjaan Papan Acuan ( p )


= Panjang 1 lembar Papan Acuan x Jumlah Papan Acuan
= 1 m x 8 lembar
=8m

 Volume Papan Borneo 3/20 untuk pekerjaan Papan Duga


V=pxlxt
= 8 m x 0.20 m x 0.03 m`
= 0.048 m3
 Jumlah lembar Papan Bormeo 1.2/20 untuk pekerjaan Papan Duga
= Panjang papan borneo untuk pekerjaan papan acuan
Panjang 1 lembar papan 3/20
=8m
4m
= 2 lembar

Jadi jumlah Papan Borneo 3/20 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan
papan duga adalah 2 lembar.

7. K3
 Tempatkan alat-alat kerja pada tempatnya.
 Berdoalah sebelum melakukan praktek.
 Pakailah pakaian praktek, helm praktek, sepatupengaman dan sarung tangan.
 Fungsikan peralatan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
 Jangan bercanda gurau sewaktu praktek.
 Apabila pekerjaan ragu-ragu sebaiknya tanyakan pada instruktur.

8. LANGKAH KERJA
 Pakailah Perlengkapan K3 sebelum bekerja.
 Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan.
 Tancapkan gelagar pertama pada sebagai acuan ( apabila tanah
mempunyaikemiringan, maka gelagar pertama harus ditancapkan di aera tanah
yangpaling tinggi).
 Ukur dan berilah tanda menggunakan pensil 30 cm dari permukaan tanah pada
gelagar pertama sebagai penanda tinggi pondasi dari muka tanah.
 Isi penuh slang plastik dengan air, lalu tanam gelagar lainya sesuai gambar kerja.
 Dalam memasang gelagar usahakan harus lurus dan siku menggunakan rumus
Phitagoras c = √𝑎2 + 𝑏 2 .

6|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


 Gunakan slang plastik yang telah terisi air sebagai pengatur elevasi tanah untuk
mengukur tinggi pondasi dari muka tanah pada gelagar lainyadengan gelagar
pertama sebagai acuan.
 Setelah semua gelagar telah diberi tanda pasang papan duga pada gelagar-gelagar
tersebut.
 Tentukan as bangunan menggunakan benang sesuai gambar kerja dengan penyetelan
menggunakan unting-unting.
 Ukur kesikuan sudut dengan menggunakan perbandingan 3:4:5.
 Tunjukan hasi kerja kepada dosen pembimbing untuk dikoreksi.

9. HASIL KERJA

Hasil Kerja Job 1


Papan Duga / Stake Out
(Bowplank)

7|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


Job 2.Acuan Dan Perancah Kolom
1. Teori Dasar
Bekisting kolom segi empat merupakan bentuk kolom yang sering dilaksanakan
karena mudah dalam pelaksanaan baik pembuatan bekistingnya maupun pekerjaan
finishingnya. Berikut adalah bagian-bagian bekisting kolom segi empat :
 Acuan merupakan bagian bekisting yang berhubungan dan membentuk
langsung terhadap kolom beton yang dibuat
 Klam .Klam merupakan bagian bekisting yang berfungsi untuk merangkai
papan-papan acuan agar menjadi satu kesatuan.
 Penguat atau pengaku tegak Penguat atau pengaku tegak merupakan bagian bekisting
yang menempel langsung pada klam di sisi luar acuan.
 Penguat atau pengaku mendatar Pengaku mendatar berfungsi untuk menyatukan
acuan kolom sekaligus menopang tekanan samping oleh beton.

2. Tujuan Praktek
 Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam bentuk kolom.
 Mahasiswa dapat membuat acuan kolom segi empat
 Mahasiswa dapat merangkai bekisting kolom segi empat
 Mahasiswa dapat menyetel bekisting dalam satu garis lurus

3. Gambar Kerja

8|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


4. Daftar bahan yang diperlukan
b. Multipleks 15 mm
c. Kaso 5/7 x 400
d. Paku 3 cm
e. Paku 5 cm

5.Daftar peralatan yang diperlukan


f. Meteran Baja
g. Pensil
h. Selang Plastik
i. Gergaji Tangan
j. Gergaji Mesin
k. Benang
l. Palu Cakar
m. Unting-Unting
n. Waterpass
o. Mistar Siku

6. PERHITUNGAN BAHAN
6.1 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Papan Acuan Kolom
Multipleks 15 mm
 Diketahui :
Panjang 1 lembar multipleks (p) = 2.44 m
Lebar 1 lembar multipleks (l) = 1.44 m
Tebal 1 lembar multipleks (t) = 0.015 m

 Tinggi Kolom = 2.44 m


 Dimensi Kolom = 0.20 m x 0.20 m

 Kebutuhan Multipleks Untuk 1 Kolom


Sisi A = 0.20 m x 2 irisan = 0.40 m
Sisi B = 0.20 m x 2 irisan = 0.40 m
Sisi A+B = 0.40 m + 0.40 m = 0.80 m

 Kebutuhan Multipleks Untuk 2 Kolom


= 0.80 m x 2 kolom
= 1.60 m

 Jumlah lembar Multipleks untuk pekerjaan Bekisting Kolom


= Kebutuhan Multipleks Untuk 2 Kolom
Lebar 1 lembar multipleks
= 1.60 m
1.44 m
= 1.1 lembar2 lembar multipleks
Jadi jumlah Multipleks yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan papan
acuan kolom adalah 2 Lembar.

9|Laporan Konstruksi Acuan dan Perancah


6.2 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Klam Perangkai Bekisting Kolom
Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 Batang Kaso 5/7 =4m
Jumlah Klam Vertikal Untuk 1 kolom = 8 batang
Jumlah Klam Horisontal Untuk 1 kolom = 5 batang
Panjang 1 Klam Horisontal = 0.14 m
Panjang 1 Klam Horisontal Untuk 1 kolom = 0.14 m x 5 batang
= 0.7 m x 4 sisi
= 2.8 m x 2 kolom = 5.6 m
Tinggi kolom = 2.44 m
 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m
 Tebal Kaso( t ) = 0.05
 Panjang Kaso untuk pembuatan Klam Perangkai Bekesting Klom ( p )
= ((Tinggi 1 Kolom x Jumlah Klam Vertikal Untuk 1 Kolom) + Panjang Klam
Horisontal )
= (( 2.44 m x 8 batang ) + 5.6 m )
= ((19.52 m x 2 kolom) + 5.6 m )
= 39.04 m + 5.6 m
= 44.64 m
 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Tiang Klam Bekisting Kolom
V=pxlxt
= 44.64 m x 0.07 m x 0.05 m`
= 0.156 m3

 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk Pembuatan Tiang Klam Bekisting Kolom
= Panjang Kaso untuk Pembuatan Klam Perangkai Bekisting Kolom
Panjang 1 lembar papan 3/20
= 44.64 m
4m
= 11.16 batang 12 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan klam
perangkai kolom adalah 12 batang.

6.2 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Gelagar Bekisting Kolom


Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 batang Kaso 5/7 = 4 m
Panjang 1 batang Gelagar = 2.1 m
Jumlah Gelagar pada 1 Kolom = 8 batang
 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m
 Tebal Kaso ( t ) = 0.05 m
 Panjang Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Gelagar 1 Kolom
= Panjang 1 batang Gelagar x Jumlah Gelagar Pada 1 Kolom
= 2.1 m x 8 batang
= 16.8 m
 Panjang Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Gelagar 2 Kolom ( p )
= Panjang Gelagar untuk 1 kolom x Jumlah Kolom
= 16.8 m x 2 kolom

10 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
= 33.6 m
 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Gelagar Bekisting Kolom
V=pxlxt
= 33.6 m x 0.05 m x 0.07 m`
= 0.1176 m3
 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk Pembuatan Gelagar Bekisting Kolom
= Panjang Kaso untuk Pembuatan Gelagar Bekisting Kolom
Panjang 1 batang kaso 5/7
= 33.6 m
4m
= 8.4 batang 9 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan gelagar
kolom adalah 9 batang.

7. Langkah Kerja
a. Pakailah Perlengkapan K3 sebelum bekerja
b. Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan
c. Pelajari gambar kerja secara seksama
d. Pilihlah dan perhitungkanlah kebutuhan bahan yang diperlukan
e. Potonglah bahan sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja dan
rangkailah bahan-bahan tersebut
f. Rangkaikan papan-papan acuan dengan menggunakan klam dari kaso yang telah
di potong
g. Rangkaikanlah papan-papan acuan pada langkah 5 menjadi cetakan kolom
segi empat dan kontrol kesikuannya mengunakan penyiku.
h. Pasangkanlah gelagar kaso 5/7 di setiap sisi luar acuan, yaitu pada kedua
bagian tepi dan tengah sepanjang acuan kolom
i. Setel-lah acuan tersebut menggunakan unting-unting
j. Jika sudah mempunyai jarak yang sama, maka pakukan sekur dengan
blok-blok atau balok kayu, dengan demikian kedudukannya telah vertikal
k. Periksalah sekali lagi semua hubungan maupun sambungan kayu yang ada
agar didapat kedudukan bekisting yang betul betul kokoh.
l. Tunjukan hasi kerja kepada dosen pembimbing untuk dikoreksi.

8. Keselamatan Kerja
a. Tempatkan alat-alat kerja pada tempatnya
b. Pergunakan alat dengan cara yang benar dan sesuai dengan fungsinya
c. Pakailah pakaian kerja yang lengkap dan benar
d. Konsentrasikan perhatian pada waktu kerja
e. Tempatkan bahan-bahan dan alat sedemikian rupa, sehingga tidak terganggu selama
pekerjaan berlangsung
f. Ikuti arahan atau petunjuk instruktur
g. Periksalah kondisi alat apakah layak digunakan atau tidak

11 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
9. HASIL KERJA

Hasil Kerja Job 2


Acuan dan Perancah Kolom

12 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
Job 3 Acuan dan Perancah Balok
1. Teori Dasar
Balok beton adalah bagian dari struktur bangunan atau konstruksi bangunan
yang berfungsi untuk menopang lantai diatasnya,balok juga berfungsi sebagai
penyalur momen menuju kolom-kolom.Balok dikenal sebagai elemen lentur,yaitu
elemen struktur yang dominan memikul gaya dalam berupa momen lentur dan juga
geser. Berikut adalah bagian-bagian bekisting balok :
 Papan acuan dan papan perangkai klam Seperti halnya dengan papan acuan
kolom, maka acuan balok ini tidak ada perbedaan teknik penyambungan maupun
perangkaiannya. Yang membedakan adalah kedudukan dari acuan balok yang
mendatar. Papan acuan balok terdiri dari 2 macam :
a. Papan acuan samping
b. Papan acuan bawah
 Gelagar Gelagar adalah bagian pendukung langsung dari papan acuan bagian
bawah
 Penjepit Penjepit berfungsi untuk menjaga agar acuan samping balok bagian
bawah tidak bergeser keluar akibat tekanan beton segar sewaktu pengecoran
 Sekur acuan Sekur acuan berfungsi untuk memprtahankan agar acuan samping
tetap tegak walaupun mendapat gaya yekan dari dalam acuan
 Sekur tiang preancah Sekur ini akan memperkokoh kedudukan bekisting balok.
Sekur tiang perancah ada 2 macam yaitu :
a. Sekur miring
b. Sekur horizontal

2.Tujuan Praktek
 Mahasiswa dapat mengetahui langkah-langkah pembuatan acuan dan perancah balok
 Mahasiswa dapat melakukan penyetelan acuan dan pereancah balok
 Mahasiswa dapat memperhitungkan kebutuhan bahan dalam membuat acuan dan
perancah balok
 Mahasiswa mengetahui bagian-bagian acuan dan perancah balok
3. GAMBAR KERJA

13 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
4 Daftar bahan yang diperlukan
a. Multipleks 15 mm
b. Kaso 5/7 x 400
c. Paku 3 cm
d. Paku 5 cm

5 Peralatan Daftar peralatan yang diperlukan


e. Meteran Baja
f. Pensil
g. Selang Plastik
h. Gergaji Tangan
i. Gergaji Mesin
j. Benang
k. Palu Cakar
l. Unting-Unting
m. Waterpass

6. PERHITUNGAN BAHAN
6.1 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Papan Acuan Balok
Multipleks 15 mm
 Diketahui :
Panjang 1 lembar multipleks (p) = 2.44 m
Lebar 1 lembar multipleks (l) = 1.44 m
Tebal 1 lembar multipleks (t) = 0.015 m
 Panjang Balok = 2.80 m
 Dimensi Balok = 0.20 m x 0.30 m
 Kebutuhan Multipleks Untuk Balok
Sisi A = 0.30 m
Sisi B = 0.20 m

14 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
Sisi C = 0.15
Sisi A+B + C = 0.30 m + 0.20 m + 0.15 m = 0.65 m
 Kebutuhan Multipleks Untuk 2 Balok
= 0.65 m x 2 balok
= 1.30 m
 Jumlah lembar Multipleks untuk pekerjaan Bekisting Balok
= Kebutuhan Multipleks Untuk 2 Balok
Lebar 1 lembar multipleks
= 1.30 m
1.44 m
= 0.90 lembar 1 lembar multipleks
Jadi jumlah Multipleks yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan papan
acuan kolom adalah 1 Lembar.

6.2 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Klam Perangkai Bekisting Kolom


Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 Batang Kaso 5/7 =4m
Jumlah Klam Vertikal Untuk 1 Balok = 6 batang
Jumlah Klam Horisontal Untuk 1 Balok = 5 batang
Panjang Klam Horisontal untuk 2 Balok
 Sisi A = 0.24 x 5 batang = 1.2 m
 Sisi B = 0.14 m x 5 batang = 0.7 m
 Sisi A + Sisi B = 1.2 m + 0.7 m
= 1.9 m x 2 balok = 3.8 m

Panjang 1 Klam Vertikal = 2.80 m


Panjang Klam Vertikal Untuk 1 Balok = 2.80 m x 6 batang
= 16.8 m x 2 balok
= 33.6 m
Panjang 1 Balok = 2.80 m'
 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m
 Tebal Kaso( t ) = 0.05
 Panjang Kaso untuk pembuatan Klam Perangkai Bekesting Balok ( p )
= (( Panjang 1 Balok x Jumlah Klam Vertikal Untuk 1 Balok ) + ( Panjang Klam
Horisontal untuk 2 Balok))
= (( 2.80 m x 6 batang ) + ( 3.8 ))
= ( 16.8 m + 3.8 m )
= 20.6 m

 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Klam Perangkai Bekisting Balok


V=pxlxt
= 20.6 m x 0.07 m x 0.05 m`
= 0.0721 m3

 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk Pembuatan Klam Bekisting Balok


= Panjang Kaso untuk Pembuatan Klam Perangkai Bekisting Balok
Panjang 1 Batang Kaso 5/7

15 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
= 20.6 m
4m
= 5.15 batang 6 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan klam
perangkai bekesting balok adalah 6 batang.

6.3 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Gelagar Bekisting Balok


Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 batang Kaso 5/7 = 4 m
Panjang 1 batang Gelagar = 0.50 m
Jumlah Gelagar pada 1 Kolom = 5 batang
 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m
 Tebal Kaso ( t ) = 0.05 m
 Panjang Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Gelagar 1 Balok
= Panjang 1 batang Gelagar x Jumlah Gelagar Pada 1 Balok
= 0.50 m x 5 batang
= 2.5 m
 Panjang Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Gelagar 2 Balok ( p )
= Panjang Gelagar untuk 1 Balok x Jumlah Balok
= 2.5 m x 2 Balok
=5m
 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Gelagar Bekisting Balok
V=pxlxt
= 5 m x 0.05 m x 0.07 m`
= 0.0175 m3

 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk Pembuatan Gelagar Bekisting Balok


= Panjang Kaso untuk Pembuatan Gelagar Bekisting Balok
Panjang 1 batang kaso 5/7
= 5m
4m
= 1 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan gelagar
bekisting balok adalah 1 batang.

6.4 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Sekur Bekisting Balok


Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 batang Kaso 5/7 = 4 m
Panjang 1 batang Gelagar = 0.50 m
Jumlah Gelagar pada 1 Kolom = 5 batang
 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m
 Tebal Kaso ( t ) = 0.05 m
 Panjang Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Sekur 1 Balok
= Panjang 1 batang Sekur x Jumlah Sekur Pada 1 Balok
= 0.50 m x 5 batang
= 2.5 m

16 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
 Panjang Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Sekur 2 Balok ( p )
= Panjang Sekur untuk 1 Balok x Jumlah Balok
= 2.5 m x 2 Balok
=5m
 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Gelagar Bekisting Balok
V=pxlxt
= 5 m x 0.05 m x 0.07 m`
= 0.0175 m3
 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk Pembuatan Sekur Bekisting Balok
= Panjang Kaso untuk Pembuatan Sekur Bekisting Balok
Panjang 1 batang kaso 5/7
= 5m
4m
= 1 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan sekur
bekesting balok adalah 1 batang.

7. K3
a. Tempatkan alat-alat kerja pada tempatnya.
b. Pergunakan alat dengan cara yang benar dan sesuai dengan fungsinya.
c. Pakailah pakaian kerja yang lengkap dan benar.
d. Konsentrasikan perhatian pada waktu kerja.
e. Tempatkan bahan dan alat sedemikian rupa, sehingga tidak terganggu.
f. Ikuti arahan atau petunjuk instruktur.
Periksalah kondisi alat apakah layak digunakan atau tidak

8. LANGKAH KERJA
a. Pakailah Perlengkapan K3 sebelum bekerja.
b. Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan.
c. Pelajari gambar kerja secara seksama.
d. Pilihlah dan perhitungkanlah kebutuhan bahan yang diperlukan.
e. Potonglah bahan sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja danrangkailah bahan-
bahan tersebut.
f. Rangkaikan papan-papan acuan dengan menggunakan klam dari kaso yangtelah di
potong.
g. Rangkaikanlah papan-papan acuan pada langkah 5 menjadi cetakan balokdan
kontrol kesikuannya mengunakan penyiku.
h. Rencanakan jarak tiang perancah agar didapat jarak yang sama dan segarislurus
dengan tiang perancah kolom jika ada.
i. Pasanglah papan landasan tiang perancah yang membujue diatas tanah/lantai
sepanjang bawah acuan balok.
j. Dirikan tiang perancah pertama yang berkedudukan dekat dengan bekistingkolom.
k. Agar tiang perancah bisa berdiri, maka pasanglah sekur mendatar dan
miringsepanjang balok yang akan dibuat acuannya.
l. Pada bagian atas kedua tiang perancah yang berdekatan dengan kolom dipasang
papan gelagar horisontal melintang terhadap balok dengan elevasi sama dengan sisi
bawah papan acuan balok.
m. Tentukan elevaasi gelagar yang berdekataan dengan kedua kolom yang dibuat pada
langkah 8 dengan mengggunakan selang plastik berisi air.

17 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
n. Tariklah dengan kencang dua helai benang pada sisi atas kedua gelagar tersebut dan
ikatkan pada sebuah paku.
o. Pasanglah gelagar-gelagar dari papan yang berpedoman pada benang yang telah ada
pada setiap pasangan tiang perancah.
p. Pasanglah acuan bagian bawah balok di atas gelagar, berpedoman pada benang yang
ada dan perkuat memakai paku secukupnya terhadaap gelagar.
q. Pasanglah rangkaian papan acuan samping pada kedua sisi samping balok.
r. Pasanglah papan penjepit pada bagian baah acuan.
s. Pada tepi luar atas acuan samping dipasang gelagar/pengaku memanjang dan dipaku
di atas klam.
t. Papan acuan samping diukur kesikuannya dan diperkokoh dengan sekur-sekur dari
bahan kaso menghubungkan pengaku sisi tau dengan tiang perancah.
u. Pasanglah papan dengan panjang secukupnya di atas acuan balok agar lebar balok
beton dab kelurusan acuan tetap terjaga.
v. Periksalah sekali lagi semua hubungan maupun sambungan kayu yang ada agar
didapat kedudukan bekisting yang betul betul kokoh.
w. Tunjukan hasi kerja kepada dosen pembimbing untuk dikoreksi.

9. HASIL KERJA

18 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
JOB. 4 ACUAN DAN PERANCAH LANTAI
1. PENGERTIAN DASAR
Pelat beton bertulang sangat banyak digunakan pada bangunan teknik sipil, baik
sebagai lantai bangunan, lantai atap dari suatu gedung, lantai jembatan maupun lantai
pada dermaga. Beban yang bekerja pada pelat umumnya diperhitungkan terhadap beban
gravitasi (beban mati atau beban hidup). Beban tersebut mengakibatkan terjadi momen
lentur (seperti pada kasus balok).
Papan acuan lantai merupakan bagian bekisting yang mempunyai kontak langsung
dengan beton pada sisi bawah lantai. Dengan adanya kontak langsung ini perlu
dipersiapkan secara khusus terhadap permukaan acuan agar didapat hasil yang
memuaskan.

2. TUJUAN
a. Mahasiswa dapat mengetahui langkah kerja pembuatan bekisting plat lantai.
b. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi lantai.
c. Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian bekisting lantai.
d. Mahasiswa dapat melakukan penyetelan acuan dan perancah lantai.

3. GAMBAR KERJA

19 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
20 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
a. Kaso 5/7 x 400
b. Papan Borneo 3/20 x 400
c. Paku 3 cm dan 7 cm
d. Multipleks 15 mm

5. ALAT
a. Gergaji tangan
b. Meteran
c. Pensil
d. Selang plastik
e. Benang
f. Palu cakar
g. Waterpass
h. Unting – unting

1. PERHITUNGAN BAHAN
6.1 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Papan Acuan Lantai
Multipleks 15 mm
 Diketahui :
Panjang 1 lembar multipleks (p) = 2.44 m
Lebar 1 lembar multipleks (l) = 1.44 m
Tebal 1 lembar multipleks (t) = 0.015 m

 Luas 1 lembar Multipleks = 2.44 m x 1.44 m = 3.51 m2


 Luas lantai = 2.80 x 2.80 = 7.84 m2
 Kebutuhan Multipleks Untuk 1 Balok
= Luas Lantai
Luas 1 lembar Multipleks
= 7.84 m2
3.51 m2
= 2.23 lembar 3 lembar

21 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
Jadi jumlah Multipleks yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan papan
acuan lantai adalah 3 Lembar.

6.2 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Tiang Penopang Papan Acuan Lantai
Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 Batang Kaso 5/7 ( p ) =4m
Lebar 1 Batang Kaso 5//7 ( l ) = 1.44 m
Tinggi 1Batang Kaso 5/7 ( t ) = 0.015 m

 Tinggi 1 Tiang Penopang = 2.30 m


 Jumlah Tiang Penopang = 25 batang
 Panjang Seluruh Tiang = 2.30 m x 25 batang = 57.5 m
 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Tiang
V=pxlxt
= 57.5 m x 0.07 m x 0.05 m`
= 0.201 m3
 Kebutuhan Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Tiang Penopang
= Panjang seluruh tiang
Panjang 1 Batang Kaso
= 57.5 m
4m
= 14.375 lembar 15 lembar
Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan papan
acuan lantai adalah 15 lembar.
7. K3
a. Tempatkan alat-alat kerja pada tempatnya.
b. Pergunakan alat dengan cara yang benar dan sesuai dengan fungsinya.
c. Pakailah pakaian kerja yang lengkap dan benar.
d. Konsentrasikan perhatian pada waktu kerja.
e. Tempatkan bahan dan alat sedemikian rupa, sehingga tidak terganggu.
f. Ikuti arahan atau petunjuk instruktur.
g. Periksalah kondisi alat apakah layak digunakan atau tidak.

8. LANGKAH KERJA
a. Pakailah Perlengkapan K3 sebelum bekerja.
b. Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan.
c. Pelajari gambar kerja secara seksama.
d. Pilihlah dan perhitungkanlah kebutuhan bahan yang diperlukan.
e. Ukur dan potong bahan sesua dengan gambar kerja.
f. Dirikan tiang perancah.
g. Buatlah gelagar untuk menahan atau menopang cetaakaan plat lantai.
h. Pasang bekesting lantai di atas gelagar yang telah dibuat.

22 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
9. HASIL KERJA

23 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
JOB. 5 ACUAN DAN PERANCAH TANGGA
1. PENGERTIAN DASAR.
Tangga pada masa lampau mempunyai kedudukan sangat penting karena
membawa prestise bagi penghuni bangunan tersebut. Tetapi sekarang bila membuat
bangunan disertai tangga sudah bukan barang kemewahan lagi. Ini tidak lain karena
tanah yang dipunyai tidak luas maka pengembangannya harus ke atas dan pasti
memerlukan tangga.
a. Bagian – Bagian Tangga
 Fondasi tangga
Sebagai dasar tumpuan agar tangga tidak mengalami penurunan dan pergeseran
 Anak tangga (trede)
Berfungsi untuk memijakkan atau melangkakan kaaki pada arah horizontal dan
vertikal.Bagian anak tangga yaitu :
 Antrede merupakan anak tangga yang mendatar, maka mempunyai ukuran
sesuai dengananjang telapak kaki orang dewasa.
 Optrede merupakan bagian anak yang tegak atau vertikal, maka ukurannya
tergantung dari jenis tangga yang berkaitan dengan fungsi gedungnya.
 Ibu tangga ( boom )
Ibu tangga merupakan bagian tangga yang berfungsi mendukug anak tangga
.
 Bordes
Adalah bagian tangga yang berfungsi untuk beristirahat sebentar setelah
mendaki atau menuruni sejumlah anak tangga.
b. Tiang Sandaran dan Pagar Tangga
Tiang sandaran merupakan pelengkap pada tangga yang berfungsi untuk mendukung
sandaran
c. Bentuk – bentuk tangga
1. Tangga lurus
2. Tangga miring ( membilut )
3. Tangga lengkung
4. Tangga siku
5. Tangga lingkar atau tangga poros

d. Perencanaan Anak Tangga ( Trede )


Tangga berfungsi sebagai penghubung antara lantai tingkat satu dengan lainnya pada
suatu bangunan. Sudut tangga yang mudah dijalani dan efisien sebaiknya
mempunyai kemiringan ± 40º. Jika mempunyai kemiringan lebih dari 45º pada
waktu menjalani akan berbahaya terutama dalam arah turun. Agar supaya tangga
tersebut menyenangkan dijalani, ukuran optrade (tegak) dan aantrede (mendatar)
harus sebanding.

RUMUS TANGGA:
1ANTRADE + 2 OPTRADE = 57 SAMPAI DENGAN 60 CM

Pertimbangan :
Panjang langkah orang dewasa dengan tinggi badan normal itu rata-rata 57– 60 cm.
Menurut penelitian pada saat mengangkat kaki dalam arah vertikal untuk tinggi
tertentu dibutuhkan tenaga 2 kali lipat pada saat melangkah dalam arah horizontal.
Misal sebuah bangunan bertingkat dengan tinggi lantai 2,25 m anak tangga tegak
(optrade) ditaksir 14 cm.

24 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
Jadi jumlah optrade = 225 : 14= 16,07 buah dibulatkan = 17 buah sehingga
optradenya menjadi 225: 17 = 13,23 cm serta lebar aantradenya adalah 24cm dan
mencari besar sudut dari tangga tersebut adalah :

Tan a =o÷a
Tan a = 14 ÷ 24 = 0,583
Jadi, a = 30,02 º

Ukuran ini harus diteliti benar sampai ukuran dalam milimeter.


Menurut rumus tangga:
1 aantrade + 2 optrade = 57 – 60 cm
Lebar aantrade (57 a’ 60 ) – 2 x 18,4 = 20, 2 a’ 23,2 cm dalam ini ukurannya boleh
dibulatkan menjadi antara 20 dan 23 cm.

e. Lebar Anak Tangga


Sebuah tangga yang memungkinkan:
 Dilalui 1 orang lebar ± 80 cm
 Dilalui 2 orang lebar ± 120 cm
 Dilalui 3 orang lebar ± 180 cm
 Tangga pada rumah tinggal mempunyai lebar 80 cm - 120 cm
 Tangga untuk umum berkisar antar 120 cm – 200 cm

f. Bekisting Tangga
Bekisting tangga mempunyai kesulitan yang lebih tinggi dari bekisting lainnya.
Secara umum, bekisting tangga menyerupai bekisting balokndan bekistin lantai.
Bagiaan – bagian bekisting tanggaa anatra lain :
 Papan acuan
 Papan acuan samping
 Pengaku, penjepit, dan sekur acuan
 Papan optrede
 Pengaku papan optrede
 Gelagar
 Tiang perancah dan sekur

2. TUJUAN
a. Mahasiswa dapat mengetahui langkah kerja pembuatan bekisting tangga.
b. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi tangga.
c. Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian bekisting tangga.
d. Mahasiswa dapat melakukan penyetelan acuan dan perancah tangga.
e. Mahasiswa dapat merencanakan bordes tangga.
f. Mahasiswa dapat merencanakan tata letak tangga.
g. Mahasiswa dapat memilih bahan yang tepat dalam membuat bekisting tangga.

25 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
3. GAMBAR KERJA

26 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
4. BAHAN
 Kaso 5/7 x 400
 Papan Borneo 3/20 x 400
 Paku 3 cm dan 7 cm
 Multipleks 15 mm

5. ALAT
 Gergaji tangan
 Meteran
 Pensil
 Selang plastik
 Benang
 Palu cakar
 Waterpass
 Unting – unting

6. PERHITUNGAN BAHAN

6.1 perhitungan perencanaan anak tangga


Sebagai dasar perencanaan digunakan rumus sebagai berikut :
a + 2O = 60 - 65 cm
Diketahui :
 Tinggi Lantai 230 cm
Perencanaan
 Antrade ( a ) 30 cm
 Optrade ( o ) 17 cm
a + 2O = 30 + (2 x 17 cm) = 64 cm, anak tangga layak dilalui, boleh dipakai

 Jumlah Optrade = 230 cm : 17 cm = 13.52 dibulatkan 14 buah


 Dikoreksi Ukuran Optrade = 230 cm : 14 buah = 16.42 cm
a + 2O = 30 + (2 x 16.42 cm) = 63 cm OK

 Jadi dipakai Optrade


Ukuran = 16.42 cm 17 cm
Jumlah = 14 buah

6.2 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Acuan Tangga


Multipleks 15 mm
 Diketahui :
Panjang 1 lembar Multipleks (p) = 2.44 m
Lebar 1 Lembar Multipleks (l) = 1.44 m
Tebal 1 lembar Multipleks (t) = 0.015 m

 Tinggi Lantai = 2.3 m


 Dinding cetakan = 0.2 m x 2 sisi
= 0.4 m
 Cetakan bawah = 0.6 m
 Lebar Anak Tangga = 0.6 m
 Kebutuhan Multipleks Untuk Acuan Tangga
= Dinding cetakan + Cetakan bawah + Lebar Anak Tangga

27 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
= 0.4 m + 0.6 m + 0.6 m
= 1.6 m

 Volume multipleks untuk pekerjaan acuan tanggaa


V=pxlxt
= 2.3 m x 1.44 m x 0.015 m`
= 0.04968 m3
 Jumlah lembar Multipleks untuk pekerjan Acuan Tangga
= Kebutuhan Multipleks Untuk Acuan Tangga
Lebar 1 lembar multipleks (l)
= 1.6 m
1.44 m
= 1.1 lembar 2 lembar.

Jadi jumlah Multipleks yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan acuan
tangga adalah 2 Lembar.

6.3 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Tiang Penopang Papan Acuan Lantai
Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 Batang Kaso 5/7 ( p ) =4m
Lebar 1 Batang Kaso 5//7 ( l ) = 1.44 m
Tinggi 1Batang Kaso 5/7 ( t ) = 0.015 m

 Tinggi 1 Tiang Penopang =1m


 Jumlah Tiang Penopang = 5 batang
 Panjang Seluruh Tiang = 1 m x 5 batang = 5 m

 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Tiang


V=pxlxt
= 5 m x 0.07 m x 0.05 m`
= 0.0175 m3
 Kebutuhan Kaso 5/7 Untuk Pembuatan Tiang Penopang
= Panjang seluruh tiang
Panjang 1 Batang Kaso
= 5m
4m
= 1.25 batang 2 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan acuan
tangga adalah 2 batang.
6.4 Analisa Perhitungan Bahan Untuk Klam Perangkai Acuan Tangga
Kaso 5/7
 Diketahui :
Panjang 1 Batang Kaso 5/7 =4m
Jumlah Klam Vertikal untuk Tangga = 2 batang
Jumlah Klam Horisontal untuk Tangga = 5 batang
Panjang Klam Horisontal untuk Tangga
 Sisi A + Sisi B = 0.2 + 0.2 m x 5 batang = 1.2 m
= 0.4 m x 5 batang =2m

28 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
Panjang 1 Klam Vertikal untuk Tangga = 2.30 m x 2 batang
= 4.60 m
Panjang Tangga = 2.30 m

 Lebar Kaso ( l ) = 0.07 m


 Tebal Kaso( t ) = 0.05
 Panjang Kaso untuk pembuatan Klam Perangkai Acuan Tangga ( p )
= (( Panjang Tangga x Jumlah Klam Vertikal ) + ( Panjang Klam Horisontal ))
= (( 2.30 m x 2 batang ) + ( 2 m ))
= ( 4.60 m + 2 m )
= 6.60 m

 Volume Kaso 5/7 Pembuatan Klam Perangkai Bekisting Balok


V=pxlxt
= 6.60 m x 0.07 m x 0.05 m`
= 0.0231 m3

 Jumlah batang Kaso 5/7 untuk Pembuatan Klam Acuan Tangga


= Panjang Kaso untuk Pembuatan Klam Perangkai Acuan Tangga
Panjang 1 Batang Kaso 5/7
= 6.60 m
4m
= 1.65 batang 2 batang

Jadi jumlah Kaso 5/7 yang harus diorder untuk digunakan pada pekerjaan klam
perangkai acuan tangga adalah 2 batang.

7. K3
 Tempatkan alat-alat kerja pada tempatnya.
 Pergunakan alat dengan cara yang benar dan sesuai dengan fungsinya.
 Pakailah pakaian kerja yang lengkap dan benar.
 Konsentrasikan perhatian pada waktu kerja.
 Tempatkan bahan dan alat sedemikian rupa, sehingga tidak terganggu.
 Ikuti arahan atau petunjuk instruktur.
 Periksalah kondisi alat apakah layak digunakan atau tidak

8. LANGKAH KERJA
 Pakailah Perlengkapan K3 sebelum bekerja.
 Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan.
 Pelajari gambar kerja secara seksama.
 Pilihlah dan perhitungkanlah kebutuhan bahan yang diperlukan.
 Ukur dan potong bahan sesuai dengan gambar kerja.
 Dirikan tiang perancah.
 Buatlah gelagar.
 Timbanglah gelagar.
 Memasang cetakan bawah dan samping.
 Memasang penjepit dan sekur atas.
 Sebelumnya dicek ketegakan dan kesikuan cetakan.

29 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
 Melukis antrdade dan optrade pada cetakan samping.
 Memasang klos untuk optrade
 Memasang cetakan optrade.
 Memasang penguat cetakan optrade.

9. HASIL KERJA

30 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
JOB. 6 PEMBONGKARAN
1. PENGERTIAN DASAR

Pada konstruksi tertentu kita bisa membongkarnya lebih awal, misalnya pada
pekerjaan pondasi, pekerjaan kolom, dll; biasanya pada konstruksi yang tidak
menggantung. Pembongkaran terpaksa dilakukan karena waktu yang diperlukan oleh
pekerjaan lain yang tergantung dari pekerjaan beton tersebut untuk konstruksi yang
menggantung jangan sekali– kali dilakukan pembongkaran acuan / perancah sebelum
beton cukup umur, misalnya pada balok, lantai, konsol, luifel, dll. Apabila hal ini
dilakukan, maka akan berakibat buruk, misalnya retak pada beton, atau lepasnya ikatan
beton dengan tulangan.
Syarat-syarat Pembongkaran Acuan dan Perancah :
 Syarat Ekonomis
Pada saat acuan dibongkar usahakan bekas bahan bongkaran supaya bisa
dipergunakan kembali agar dapat mnghemat biaya seminimal mungkin. Hal ini
dapat dilakukan apabila dalam pembongkaran dilakukan secara hati –hati.
 Syarat Keamanan
Selain syarat ekonomis harus juga diperhatikan syarat–syarat keamanan. Hal
ini penting sekali, jangan sampai di dalam pembongkaran urutan
pembongkaran tidak diperhatikan sehingga bagian yang belum terbongkar
ataupun yang sudah terbongkar dapat mencelakakan pekerja yang sedang
bekerja. Misalnya di dalam pembongkaran acuan dan perancah lantai. Pertama
dibongkar dahulu skur–skurnya kemudian tiang-tiangnya. Dalam
pembongkaran tiang, harus hati–hati karena tiang ini yang menyangga seluruh
beban di atasnya. Kalau tidak hati–hati maka apa–apa yang ada di atasnya bisa
rubuh dan menimpa pekerja yang sedang berada di bawahnya. Gunakan
pakaian keamanan ( sepatu safety, helm, tali, sarung tangan, dan kaca mata ).
 Syarat Konstruktif
Pembongkaran tiang secara teoritis perlu diperhatikan bidang momen yang
timbul harus sama dengan bidang momen yang direncanakan. Jadi pada
pembongkaran tiang perancah lantai harus dimulai dari tengah dulu kemudian
ke arah tepi. Hal ini dimaksudkan agar bidang momen yang timbul akan sama
dengan bidang momen yang direncanakan. Sedang pada pembongkaran konsol
( balok kantilever ), dimulai dari ujung. Dengan maksud untuk mendapatkan
bidang momen yang sama. Syarat konstruktif untuk pembongkaran acuan dan
perancah dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Berdasarkan Waktu
Berdasarkan waktu pembongkaran dibagi menjadi dua, yaitu :
 Untuk cetakan samping atau yang tidak menahan momen, acuan ini
boleh dibongkar setelah bentuk beton stabil (cetakan dinding balaok,
cetakan dinding) ± > 24 jam.
 Untuk penyangga datar yang menahan momen : boleh dibongkar
setelah beton mencapai kekuatan penuh, dibuktikan dengan hasil uji
kubus di laboratorium, untuk beton konvensional ± 28 hari ( beton
tanpa bahan tambahan )
b. Berdasarkan Metode
Urutan-urutan pembongkaran acuan dan perancah harus sesuai dengan
momen yang telah direncanakan..
Metode-metode yang digunakan dalam pembongkaran acuan dan perancah
adalah :

31 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
 Urutan-urutan pembongkaran acuan dan perancah harus sesuai dengan
momen yang telah direncanakan, sehingga momen yang terjadi akibat
pembongkaran sama dengan momen yang telah direncanakan.
 Pembongkaran acuan dan perancahnya dimulai dari ujung untuk
mendapatkan bidang momen yang sama.
 Pembongkaran tiang perancahnya harus dimulai dari tengah dan
diteruskan di kiri kanannya sampai ke tepi.
Kesimpulannya adalah ketika melakukan pembongkaran, tidak merusak
konstruksi yang telah jadi.

2. TUJUAN
 Mahasiswa dapat menjelaskan teknik pembongkaran bekisting dengan baik.
 Mahasiswa dapat melakukan pembongkaran bekisting kolom.
 Mahasiswa dapat melakukan pembongkaran bekisting balok.
 Mahasiswa dapat melakukan pembongkaran bekisting lantai dan tangga.

3. ALAT
 Palu cakar
 Linggis kecil
 Palu

4. K3
g. Tempatkan alat-alat kerja pada tempatnya.
h. Pergunakan alat dengan cara yang benar dan sesuai dengan fungsinya.
i. Pakailah pakaian kerja yang lengkap dan benar.
j. Konsentrasikan perhatian pada waktu kerja.
k. Tempatkan bahan dan alat sedemikian rupa, sehingga tidak terganggu.
l. Ikuti arahan atau petunjuk instruktur.
m. Periksalah kondisi alat apakah layak digunakan atau tidak.

5. LANGKAH KERJA
Pembongkaran acuan dan perancah
a. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan.
b. Bongkarlah sekur-sekur yang ada.
c. Lepaskanlah tiang-tiang perancah yang ada.
d. Cabutlah gelagar-gelagar yang terpasang.
e. Bongkarlah papan acuan satu persatu.
f. Cabutlah paku yang masih tertancap pada kayu atau papan acuan.
g. Simpanlah bahan kerja acuan dan perancah yang masih layak dipakai pada
tempatnya.
h. Bersihkan tempat kerja dari bahan bekas bekisting tadi.

32 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
6. PROSES PEMBONGKARAN

33 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
BAB 3
TABEL PEKERJAAN PENEMPATAN ACUAN

No Bagian-Bagian Panjang Lebar Tebal Jumlah Volume Total


BOUWPLANK : 3 batang 3 batang
 Gelagar 12 m 0.07 m 0.05 m kaso 5/7 0.042 m3 kaso 5/7
1. 2 lembar +
 Papan Acuan 8m 0.20 m 0.03 Papan 0.048 m3 2 lembar
3/20 Papan 3/20
KOLOM : 2 lembar
 Papan Acuan 2.44 m 0.20 m 0.015 m 0.00732 m3 2 lembar
Multipleks
Multipleks
12 batang
2.  Klam 44.64 m 0.07 m 0.05 m 0.156 m3 +
kaso 5/7
21 batang
9 batang
 Gelagar 33.6 m 0.07 m 0.05 m 0.1176 m3 kaso 5/7
kaso 5/7
BALOK : 1 lembar
0.0273 m3
 Papan Acuan 2.80 m 0.65 m 0.015 m multipleks
1 lembar
6 batang
 Klam 20.6 m 0.07 m 0.05 m 0.0721 m 3
multipleks
kaso 5/7
3. +
1 batang
 Gelagar 5m 0.07 m 0.05 m 0.0175 m3 8 batang
kaso 5/7
kaso 5/7
1 batang
 Sekur 5m 0.07 m 0.05 m 0.0175 m3
kaso 5/7
PLAT LANTAI : 3 lembar 3 lembar
 Papan Acuan 2.80 m 2.80 m 0.015 m multipleks 0.0527 m 3
multipleks
4. +
15 batang
 Tiang Penopang 57.5 m 0.07 m 0.05 m` 0.201 m3 15 batang
kaso 5/7
kaso 5/7
TANGGA :
 Anak Tangga,
2 lembar 2 lembar
Dinding cetakan, 2.30 m 1.44 m 0.015 m 0.04968 m3
multiplkes multipleks
Cetakan bawah
5. +
2 batang
 Tiang Penopang 5m 0.07 m 0.05 m 0.0175 m3 4 batang
kaso 5/7
kaso 5//7
2 batang
 Klam 6.60 m 0.07 m 0.05 m 0.0231 m3
kaso 5/7
51 batang
kaso 5/7, 2
TOTAL BAHAN YANG DIPAKAI lembar papan
3/20, 8 lembar
multipleks

34 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
 Dari laporan ini penulis menyimpulkan bahwa baik buruk dari pengerjaan acuan dan
perancah dapat mempengaruhi hasil akhir dari mutu beton yang dikerjakan. Acuan
yang kurang baik dapat menimbulkan kerugian bagi siapa saja terutama perusahaan
yang menangani bangunan tersebut. Dengan kegiatan ini,mahasiswa dapat mengerti
hal-hal baru yang berkembang dalam proyek,mendapatkan pengalaman,dapat
memahami situasi nyata di lapangan,dan mengetahui aplikasi mata kuliah yang telah
diajarkan.

4.2 SARAN
 Sebaiknya praktikum dilakukan oleh pengawasan dosen mata kuliah itu sendiri dan
dosen pembimbing praktek.
 Dalam pembagian job sebaiknya dilakukan oleh 2-4 orang untuk mengantisipasi
mahasiswa yang tak peduli dengan praktikum.
 Dalam pelaksanaan praktek mahasiswa diharapkan tetap fokus agar tidak tertinggal
ilmu praktek apapun.
 Mahasiswa sebaiknya menjaga kebersihan alat yang akan digunakan selama praktek
berlangsung.

35 | L a p o r a n K o n s t r u k s i A c u a n d a n P e r a n c a h