Anda di halaman 1dari 11

Kegunaan Sosiologi Pedesaan

Beberapa kegunaan pentingnya sosiologi pedesaan dipelajari, antara lain adalah sebagai berikut;

1. Memberikan dan mengetahuan tentang fungsi desa sebagai strategi dalam pembangunan
yang akan dilakukan.
2. Kegunaan lainnya, dapat memerikan pemahaman kepada masyarakat tentang kemajuan dan
perkembangan desa
3. Memperkaya ilmu pengetahuan dengan penelitian yang dilakukan.

Kegunaan Sosiologi Pedesaan:

1. Desa sebagai strategi dalam pembangunan


Di dalam pedesaan memerlukan sebuah stratergi dalam pembangunan, misalnya dalam
pembangunan jalan atau pembangunan tempat peribadatan. untuk dari itu sosiologi
pedesaan sangatlah berguna dalam pedesaan.
2. Desa merupakan objek ilmu pengetahuan
Seperti misalnya desa yang sering dikunjungi oleh para wisatawan asing seperti ubud yang
merupakan Desa pusat budaya seni.

Lembaga sosial merupakan setiap lembaga yang dibentuk ataupun terbentuk dengan dilandasi tujuan
mulia berupa kepentingan masyarakat. Lembaga sosial merupakan lembaga yang berjalan tanpa
harapan iming-iming harta ataupun keuntungan. Lembaga sosial merupakan setiap lembaga yang
bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Macam-macam Lembaga Sosial


1. Lembaga Keluarga
Pengertian lembaga sosial keluarga merupakan lembaga sosial yang terbentuk dari hubungan
pernikahan ataupun hubungan darah. Lembaga sosial keluarga merupakan lembaga sosial yang
paling kecil akan tetapi memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia.
2. Lembaga Politik

Lembaga sosial politik merupakan lembaga sosial yang terbentuk atas dasar adanya hasrat untuk
membangun dan membagi – bagi pemerintahan ataupun kekuasaan terhadap masyarakat dalam hal
pengambilan kebijakan ataupun keputusan.
3. Lembaga Ekonomi

Lembaga Ekonomi merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pengaturan ekonomi yang
mempengaruhi kehidupan masyarakat. Lembaga ekonomi biasanya sangat berkaitan erat dengan
lembaga sosial politik dan pemerintahan.
4. Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan lembaga sosial yang berperan sebagai lembaga pendidik dan juga
pengajar setiap individu yang ada di masyarakat. Lembaga pendidikan biasanya memegang peranan
yang sangat penting terhadap tingkat keberhasilan seseorang di masa depannya.
5. Lembaga Agama

Lembaga sosial agama merupakan lembaga sosial yang berperan dalam aktivitas pengaturan
kehidupan beragama umat manusia atau pun masyarakat. Lembaga agama pada dasarnya memiliki
peranan yang sangat besar terhadap pembentukan akhlak dan moral masyarakat.
6. Lembaga Budaya

Lembaga sosial budaya merupakan lembaga sosial yang berperan dalam pembentukan,
pengembangan, pencatatan, dan juga publikasi berbagai macam budaya, adat istiadat, ilmu
pengetahuan, seni, lingkungan, dan kebiasaan hidup yang berlaku dalam kelompok masyarakat.
Lembaga budaya biasanya terkelompok-kelompok atas suku ataupun ajaran budaya tertentu.

Lembaga masyarakat adalah lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warga Negara
Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan visi, misi, profesi, fungsi dan kegiatan untuk
berperanserta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, yang terdiri dari organisasi
keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, organisasi swasta, organisasi
sosial, organisasi politik, media massa, dan bentuk organisasi lainnya.

Jenis-jenis Lembaga Kemasyarakatan


Menurut (Yuliati dkk, 2003) jenis-jenis lembaga pemasyarakatan dibagi atas berbagai tipe sesuai dengan
berbagai sudut pengamatan yaitu :
 Dari sudut perkembangannya kelembagaan terdiri dari Criscive Institution and Enacted Institution. Yang
pertama merupakan lembaga yang tumbuh dari kebiasaan masyarakat. Sementara yang kedua dilahirkan
dengan sengaja untuk memenuhi kebutuhan manusia.
 Dari sudut sistem nilai kelembagaan masyarakat dibagi menjadi dua yakni Basic institution and Subsidiary
Institution. Yang pertama merupakan lembaga yang memegang peranan penting dalam
mempertahankan tata tertib masyarakat sementara yang kedua kurang penting karena hanya jadi
pelengkap.
 Dari sudut penerimaan masyarakat, terdiri dari dua yaitu Sanctioned Institution and unsanctioned
Institution. Yang pertama merupakan kelompok yang dikehendaki seperti sekolah dll, sementara yang
kedua ditolak meski kehadirannya akan selalu ada. Lembaga ini berupa pesantren sekolah, lembaga
ekonomi lain dan juga lembaga kejahatan.
 Dari sudut faktor penyebabnya dibedakan atas General institutional and Restriktic Institutional. Yang
pertama merupakan organisasi yang umum dan dikenal seluruh masyarakat contoh agama, sementara
yang kedua merupakan bagian dari institusi yakni Islam, Kristen, dan agama lainnya.
 Dari sudut fungsinya dibedakan atas dua yaitu Operatif Institutional and regulatif Institutional. Yang
pertama berfungsi untuk mencapai tujuan, sementara yang kedua untuk mengawasi tata kelakuan nilai
yang ada di masyarakat(Yuliati dkk, 2003).

Pendapat umum yang sering disebutkan adalah karena kita, manusia, adalah
makhluk sosial. Namun studi sosiologi tidak menjawab sekadar sampai disitu.
Sosiologi akan menelisik siapa yang berinteraksi, bagaimana cara berinteraksi,
dan apa tujuannya.

Setiap individu atau kelompok memiliki kepentingan yang beragam. Ragam


kepentingan ini berpengaruh dalam proses interaksi. Akhirnya, cara dan
tujuan interaksi juga beragam.
Tujuan interaksi sosial

 Ingin didegar

Ada kalanya orang curhat ke kita tanpa alasan apapun selain hanya sekadar
ingin didengar. Orang sudah tau kapasitas kita tidak mampu memberi solusi
terhadap masalah yang ia hadapi. Tapi, karena ingin di dengar, ia tetap
curhat ke kita. Tujuan ini juga menyiratkan manusia sebagai makhluk sosial
yang eksistensinya diekspresikan melalui interaksi.

 Menjalin keakraban

Agar akrab dengan tetangga baru, kita mulai mencoba menyapa. Sering
menyapa menimbulkan kedekatan emosional, akhirnya menjadi akrab.
Sekarang, media sosial banyak dimanfaatkan sebagai media interaksi untuk
menjalin keakraban.

 Diplomasi

Tujuan ini dilakukan secara serius dan biasanya formal. Diplomasi tanpa
interaksi adalah mustahil. Presiden mengunjungi perdana menteri negara
asing untuk menjalin diplomasi yang bisa dimaknai juga sebagai kerjasama
politik.

 Resolusi konflik

Interaksi sosial langsung ditujukan untuk menyelesaikan masalah sosial.


Resolusi konflik biasanya dilakukan melalui dialog, pembicaraan, dan diskusi
untuk menemukan solusi yang dianggap bisa memuaskan pihak-pihak yang
berkonflik. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya perdamaian.

 Belajar

Interaksi seringkali melibatkan proses pertukaran informasi. Di sinilah


interaksi sosial dapat bertujuan sebagai proses belajar. Misalnya, kita
bertanya pada mbah dukun tentang cara ia mencari pasien. Kita bisa belajar
dari mbah dukun bahwa mencari pasien tidak mudah di wilayahnya atau
bahkan sangat mudah di wilayah lain.

Pengertian pranata sosial adalah sistem norma yang menata suatu rangkaian tindakan
berpola yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok dari manusia dalam
kehidupan masyarakat yang terbentuk melalui proses pembelajaran.
Faktor-faktor yang menjadi dasar interaksi sosial

 Faktor imitasi

Dorongan untuk meniru perilaku seseorang adalah contohnya. Sukarno


meniru cara berpidato gurunya, HOS Cokroaminoto. Proses interaksi
berlangsung ketika Sukarno mendengarkan gurunya ceramah dari podium ke
podium. Di kamar, Sukarno berlatih pidato seorang diri, berteriak
membayangkan seolah berada di podium sampai mengganggu tetangganya
yang tidur.

 Faktor sugesti

Teman kita yang sedang menawarkan kita menjadi downline-nya adalah


gambaran interaksi sosial berdasarkan sugesti. Kita mendengarkan ceritanya
tentang kerja keras dan suskses, hingga mimpi mendapatkan kapal pesiar.
Proses interaksi melalu obrolan, ceramah, atau pidato di ruangan berisi
sugesti yang secara emosional berusaha menarik diri kita.

 Faktor identifikasi

Contoh sederhana yang bisa disaksikan adalah anak kecil yang nonton bola.
Ketika CR7 tampil dengan potongan rambut cepak dan tipis di samping, anak
kecil yang menontonnya besok pergi ke tukang cukur untuk potong mirip CR7.
Anak itu mengidentifikasi dirinya dengan CR7 dengan pedenya. Interaksi
berlangsung ketika nonton bola. Disitu terjadi proses identifikasi diri penonton
dari apa yang ditontonnya.

 Faktor simpati

Ucapan selamat menjalani bahtera rumah tangga buat teman kita yang baru
menikan adalah salah satu contohnya. Kita bersimpati mengucapkan selamat
pada salah satu moment terpenting dalam hidupnya. Faktor simpati
melibatkan rasa keterikatan emosional untuk ikut merasakan apa yang
dirasakan orang lain. Proses interaksi terjadi ketika kita mengucapkan selamat
menikah padanya.

Macam-Macam Pranata Sosial dalam Masyarakat


Berikut ini adalah macam-macam pranata sosial.

Pranata keluarga
Keluarga adalah bagian terkecil dalam suatu masyarakat. Pranata keluarga merupakan
suatu sistem nilai atau aturan-aturan yang mengatur segala aktivitas anggota keluarga
di lingkungannya. Keluarga terbentuk melalui perkawinan. Keluarga memiliki beberapa
fungsi, yaitu :

Fungsi Nyata (Manifes)


Fungsi nyata atau manifes diantaranya adalah :

 Fungsi afeksi (kasih sayang). Dalam suatu keluarga tentunya akan ada kasih
sayang yang akan menyebabkan keharmonisan dalam keluarga tersebut.
 Fungsi sosialisasi (penanaman nilai dan norma). Keluarga berperan mengajarkan
nilai dn norma kepada setiap anggota keluarganya.
 Fungsi biologis. Laki-laki dan perempuan yang menikah dapat meneruskan garis
keturunannya.
 Fungsi proteksi (rasa aman). Keluarga merupakan tempat berlindung bagi
anggota masyarakat.
 Fungsi pengendalian sosial. Keluarga berperna membimbing anggota
keluarganya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
 Fungsi religius (beragama). Keluarga berperan mengajarkan agama yang telah
dianut ole orang tuanya.
 Fungsi ekonomi. Keluarga berfungsi memenuhi kebutuhan lahiriah anggota
keluarganya.

Fungsi Tersembunyi (Laten)


Adapun fungsi laten atau fungsi tersenbunyi keluarga adalah, sebagai berikut.

 Memelihara nama baik keluarga. Nama baik suatu keluarga dapat dijaga dengan
selalu mematuhi nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
 Menjaga harta milik keluarga. Harta milik keluarga dapat dijaga dengan
mewariskan harta tersebut kepada ahli waris, yaitu anggota keluarganya.
 Memberikan status. Melalui keluarga, bayi yang lahir dapat memperoleh status
sosial dan identitas dalam masyarakat.
 Menjaga gelar yang dimilikinya. Anggota keluarga dapat mewarisi gelar
keluarganya, terutama gelar kalangan bangsawan.

Baca Juga : Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli !

Pranata Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses yang terjadi disebabkan oleh proses interaksi berbagai
faktor yang menghasilkan penyadaran diri dan penyadaran lingkungan sehingga
memberikan rasa percaya akan lingkungan.

Pranata pendidikan atau lembaga pendidikan dalam masyarakat dibedakan menjadi 3


macam, yaitu formal, nonformal dan informal. Walaupun demikian, pranata pendidikan
mempunyai fungsi nyata (manifes). Fungsi tersebut diantaranya sabagai berikut.

 Mempersiapkan anggota masyarakat guna mencari nafkah.


 Mananamkan keterampilan dalam demokrasi.
 Mengajarkan peranan sosial sesuai dengan status sosialnya.
 Mengajarkan nilai dan norma.
 Mengembangkan kreativitas masyarakat.
 Meningkatkan kemajuan melalui keikutsertaan dalam penelitian ilmiah.

Selain fungsi nyata (manifes), ada juga fungsi tersembunyi (laten) pranata pendidikan
antara lain :

 Mengurangi pengawasan orang tua terhadap anak.


 Memperpanjang masa remaja dan menunda masa dewasa peserta didik.
 Mengajarkan anak berpikir kritis dalam lingkungan sosial.
 Mempertahankan sistem kelas sosial masyarkat.

Pranata Agama
Pranata agama adalah sebuah pranata yang mempunyai andil penting dalam menuntun
serta mengatur jalan hidup seorang manusia.

Menurut Paul B. Horton, pranata agama atau lembaga agama adalah suatu sistem
keyakinan dan praktik keagamaan yang telah dilakukan dan dirumuskan, serta dianut
luas oleh masyarakat karena dipandang perlu dan benar.

Pranata agama merupakan pranata yang berperan penting gun menjaga harmoni sosial
dimuka bumi dan mempersiapkan umat beragama agar selamat didunia dan diakhirat.
Guna mencapai tujuan tersebut, pranata agama mempunyai fungsi nyata (manifes)
sebagai berikut ini.

 Memberi pedoman hidup bagi para pemeluknya dan mengajarkan menusai nia-
nilai yang baik.
 Mengajarkan kebenaran bagi pemeluknya.
 Mengajarkan kerukunan dan keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.
 Meningkatkan kualitas kehidupan sosial bagi pemeluknya yang tata beragama.

Selain fungsi nyata (manifes), berikut ini adalah fungsi tersenbunyi (laten) pranata
agama adalah :

 Mengajarkan hidup harmonis dan kerukunan antar umat beragama.


 Menanamkan dogma bagi pemeluknya.
 Sebagai spirit dalam pembangunan.

Pranata Ekonomi
Pranata ekonomi merupakan sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku
individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa. Pranata
ekonomi berperan sebagai lembaga yang menjalankan proses pemenuhan kebutuhan
manusia yang meliputi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.

Fungsi nyata (manifes) pranata ekonomi adalah sebagai berikut.

Fungsi Produksi
Fungsi produksi adalah mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau
barang jadi dan barang setengah jadi menjadi barang jadi yang siap pakai. Barang hasil
produksi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dai produsen kepad konsumen.
Proses penyaluran barang dan jasa dpat dilakukan secara langsung kepada konsumen
maupun lewat pengecer (retail).

Fungsi Konsumsi
Fungsi konsumsi berkaitan dengan menghabiskan daya atau menggunakan suatu
barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan. Fungsi konsumsi harus diwaspadai guna
mencegah pola hidup boros.

Selain itu, fungsi laten pranata ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan


masyarakat sebab meningkatnya kegiatan ekonomi. Pranata ekonomi dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan, komersialisasi, merusak budaya tradisional dan
kearifan lokal, serta menyebabkan timbulnya gaya hidup konsumtif, ketergantungan,
dan alienasi (keterasingan) dalam masyarakat.

Pranata Politik
Pranata politik adalah suatu peraturan-peraturan guna memelihara tata tertib,
mendamaikan pertentangan-pertentangan, dan memilih pemimpin yang berwibawa.
Tujuan pranata politik adalah mengatur kepentingan bersama yang berkaitan dengan
dunia politik dan pemerintahan. Fungsi manifes (nyata) pranata politik adalah sebagai
berikut.

 Fungsi pemaksaan adalah pranata politik bisa memaksa warga negaranya guna
mematuhi peraturan yang berlaku dalam pranata politik.
 Fungsi mengarahkan adalah usaha mengajak masyarakat berperan aktif dalam
memilih pimpinan yang baik melalui kampanye.
 Fungsi mengengahi suatu pertentangan dalam masyarakat yang memungkinkan
terjadinya suatu perselisihan.
 Fungsi melindungi rakyat adalah usaha melindungi masyarakat melalui langkah
diplomasi.
 Fungsi menyalurkan aspirasi rakyat adalah pranata politik sebagai wadah bagi
masyarakat yang terjun dalam dunia politik.
 Melaksanakan undang-undang yang telah dibuat demi ketertiban bersama.
Pranata politik berfungsi mengawasi, mengatur, dan mengajak masyarakat untuk
taat pada undang-undang.

Pranata Hukum
Tujuan pranata hukum adalah menjaga keteraturan dalam masyarakat. Oleh karena itu,
pranata hukum memiliki aparatur seperti polisi, hakim, dan jasa yang dapat memperkuat
posisi dalam masyarakat. Fungsi pranata hukum adalah :

 Melindungi masyarakat. Pranata hukum bersama wewenangnya dapat


melindungi masyarakat dengan cara preventif (mencegah) dan represif
(memperbaiki).
 Menegakan dan memajukan aturan hukum.
 Memberi sanksi kepada masyarakat yang melanggar hukum.
 Memberi teladan bagi masyarakat.
 Sebagai alat mengubah perilaku masyarakat.

Pranata Adat
Pranata adat mencakup orgnisasi kemasyarakatan baik yang sengaja dibentuk maupun
yang secara wajar tumbuh dan berkembang dalam masyarakat adat tertentu. Pranata
adat merupakan mitra pemerintah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat adat.
Berikut adalah fungsi pranata adat, yaitu :

 Membantu kelancaran penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan


pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan, terutama dalam pemanfaatan
hak-hak adat dan harta kekayaan adat.
 Memelihara stabilitas nasional yang sehat dan dinamis sehingga mampu
memberikan peluang luas kepada aparat pemerintah dalam melaksanakan
tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
 Menciptakan suasana yang menjamin tetap terpeliharanya kebinekaan
masyarakat adat dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa.

Pranata adat juga berperan penting dalam mencegah dan menyelesaikan konflik sosial
yang terjadi di daerah. Dalam upaya pencegahan dan penyelesaian konflik sosial
tersebut pranata adat melalui pendekatan secara budaya.

Contohnya, masyarakat Maluku menggunakan pendekatanbudaya, terutama budaya


lokal (pranata adat) sebagai sarana atau media bagi masyarakat serta pemerintah untuk
membangun perdamaian.

Norma dalam sosiologi adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan
sosialnya. Sanksi yang diterapkan oleh norma ini membedakan norma dengan produk sosial
lainnya seperti budaya dan adat. Ada/ tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan
pengaruh atas bagaimana seseorang berperilaku.

Dalam kehidupannya, manusia sebagai mahluk sosial memiliki ketergantungan dengan manusia
lainnya. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok, baik kelompok komunal maupun kelompok
materiil.

Kebutuhan yang berbeda-beda, secara individu/kelompok menyebabkan benturan kepentingan.


Untuk menghindari hal ini maka kelompok masyarakat membuat norma sebagai pedoman
perilaku dalam menjaga keseimbangan kepentingan dalam bermasyarakat

pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu
manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat

Contoh Norma agama ialah..


a. Melaksanakan ketentuan agama, seperti : membantu sesama manusia, menghormati orang
lain, tidak semena-mena terhadap orang yang lemah.
b. Menjauhi larangan agama, seperti melakukan perjudian, minuman-minuman keras, mencuri,
berbuat fitnah, membunuh, berbut zina, berbuat riba;
c. Melaksanakan Sholat/ sembahyang, ibadah tepat pada waktunya
Contoh Norma kesusilaan ialah :

a. dilarang membunuh
b. berkata jujur, benar
c. menghormati, menghargai orang lain
d. berbuat baik terhadap sesama manusai
e. berlaku adil terhadap sesama
Contoh Norma Kesopanan/adat ialah...

a. Tidak meludahi di sembarang tempat


b. Bertutur kata yang sopan, tidak menyakitkan kepada siapa pun
c. masuk rumah orang lain dengan permisi
d. menghormati orang yang lebih tua atau dituakan
e. Mempersilahkan/ memberikan tempat duduk pada wanita dalam Bus, atau kereta api.

CONTOH BUDAYA

1. Kesenian Daerah

Kesenian daerah di Indonesia sangat beraneka ragam seperti tari daerah, lagu daerah, alat musik,
dan masih banyak lagi yang lainnya.

Masing-masing kesenian tersebut memiliki tujuan yang bermacam-macam antara lain sebagai bentuk
rasa syukur, menyambut tamu kehormatan, upacara pernikahan, hari besar keagamaan, hiburan atau
dengan tujuan yang lainnya.

Berikut contoh-contoh budaya kesenian daerah :

a. Contoh Tarian Daerah

 Tarian dari Aceh : Tari saman, Tari Seudati dan Tari Pukat
 Tarian dari Sumatra Utara : Manduda, Tortor dan Serampang Dua Belas
 Tarian dari Jawa Timur : Ngremo dan Reog
 Tarian dari Jawa Tengah : Serimpi, Gambyong, Bedaya'
 Tarian dari Jawa Barat : Jaipong, Topeng, Merak
 Tarian dari Bali : Janger, Pendet, Kecak dan Legong

b. Contoh Lagu Daerah

 Lagu Daerah Aceh : Beungong Jeumpa


 Lagu Daerah Jambi : Injit-injit semut
 Lagu Daerah Riau : Soleram, Jawa Barat, Bubuy Bulan
 Lagu Daerah Jakarta : Kicir-kicir
 Lagu Daerah Jawa Tengah : Suwe Ora Jamu
 Lagu Daerah Sulawesi Selatan : Angin Mamiri
 Lagu Daerah Kalimantan Selatan : Ampar-ampar Pisang
 Lagu Daerah Papua : Apuse
c. Contoh Alat Musik Daerah

 Alat Musik dari Jawa barat : Angklung


 Alat Musik dari Nusa Tenggara : Sasando
 Alat Musik dari Sulawesi : Kolintang
 Alat Musik dari Jawa Tengah : Gamelan

2. Rumah Adat di Indonesia

 Rumah Gadang : Minangkabau/Sumatera Barat


 Rumah Limas : Sumatra Selatan
 Rumah Joglo : Jawa tengah dan jawa timur
 Rumah Kesepuhan : Jawa Barat dan Banten
 Rumah panjang : Kalbar dan Kalsel
 Rumah Lamin : Kaliman Timur
 Rumah Tongkonan : Sulawesi Selatan
 Rumah Honai : Papua

3. Pakaian dan Senjata Adat di Indonesia

Pakaian adat masing-masing daerah juga berbeda-beda, pakaian adat ini umumnya dipakai pada
acara-acara tertentu atau ritual-ritual tertentu. Misal saja dipakai pada saat pernikahan, upacara adat
dan acara-acara yang lainnya. Berikut adalah contoh pakaian adat beserta dengan daerah asalnya :

 Baju Inong : Aceh


 Kain Ulos : Batak/Sumatra Utara
 Baju Kurung : Minangkabau
 Kebaya : Jawa
 Baju Bodo : Sulawesi Selatan

Umumnya pakaian adat dipakai disertai dengan senjatanya, sebagai contohnya adalah sebagai
berikut:

 Keris : Jawa tengah dan DIY


 Rencong : Aceh
 Kujang : Jawa Barat
 Golok : Jakarta
 Clurit : Jawa timur dan Madura
 Badik : Sulawesi Selatan

4. Tradisi di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa contoh tradisi yang dilakukan suku-suku di Indonesia
 Suku jawa : Mitoni, Tedah siti, ruwatan, kenduri, grebegan
 Suku Sunda : Seren taun, ngeuyeuk seureuh (upacara adat perkawinan di Jawa Barat)
 Suku Tengger/Jawa Timur : Kasodo (upacara mempersembahkan sesajenn ke kawah Gunung Bromo
 Suku Bali : Ngaben, Nelubulanin, Ngutang mayit (upacara kematian di Trunyan)
 Suku Toraja : Rambu solok