Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MASYARAKAT dan

KELOMPOK SOSIAL

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan taklupa
pula kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Masyarakat dan Kelompok Sosial yang membahas tentang masyarakat , definisi masyarakat,
kelompok social, definisi kelompok sosial menurut para ahli, dan hubungan terketaitan antara
kelompok social dengan masyarakat. Dan juga kami berterima kasih kepada Ibu Handayani
Sura . Selaku Dosen mata kuliah Sosial Budaya dan Antropologi Kesehatan UIT yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.

Adapun makalah Masyarakat dan Kelompok Sosial ini telah kami usahakan semaksimal
mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai referensi buku dan referensi internet,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan bayak terima kasih kepada seluruh referensi-referensi yang telah membantu
kami dalam pembuatan makalah ini.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai masyarakat dan kelompok social yang baik serta keterkaitan
antara masyarakat dengan kelompok masyarakat . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa
di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Makassar, November 2015

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................................1


KATA PENGANTAR ......................................................................................................2
DAFTAR ISI ....................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ..........................................................................................4
B. RUMUSAN MASALAH......................................................................................4
C. TUJUAN PENULISAN .......................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN MASYARAKAT ........................................................................5
2. MASYARAKAT MENURUT PARA AHLI .......................................................6
3. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL...............................................................7
4. CIRI KELOMPOK SOSIAL................................................................................7
5. KLASIFIKASI KELOMPOK SOSIAL ...............................................................8
6. MASYARAKAT dan KELOMPOK SOSIAL.....................................................12
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN ....................................................................................................13
B. SARAN ................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masyarakat adalah sekumpulunan individu yang hidup bersama di suatu tempat atau
disuatu pemukiman yang membentuk sebuah system dalam suatu pemukiman tersebut,
sekumpulan indivisdu yang saling berinteraksi satu sama lain. Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang
teratur. Kelompok social adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi
satu sama lain, memiliki harapan dan tujuan yang sama , serta mempunyai kesadaran akan diri
sebagai anggota kelompok yang diakui pihak luar. Tidak ada satupun individu yang dpat hidup tanpa
individu lainnya. Walaupun seberapa banyak harta yang dimiliki oleh seorang individu, itu sama
sekali tidak berharga jika tidak ada individu lain. Masyarakat dan kelompok social hamper memiliki
kesamaan yang terkait dalam kata “sekumpulan” hampir juga menerupai kelompok satu sama lain.
Masyarat berbeda dengan kelompok social , masyarakat yaitu sekumpulan individu sedangkan
kelompok social yaitu sekelompok social.

B. Rumusan masalah
1. Apakah pengertian dari masyarakat ?
2. Bagaimana pengertian masyarakat menurut para ahli ?
3. Apakah pengertian dari kelompok sosial ?
4. Apa saja ciri-ciri dari kelompok sosial ?
5. Apa saja klasifikasi kelompok sosial ?
6. Apa hubungan kelompok social dan masyarakat ?

C. TUJUAN
Makalah ini dibuat dengan maksud untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca
tmengenai pengertian masyarakat, kelompok social dan sebagai bahan bacaan untuk
memperluas ilmu pengetahuan .

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Masyarakat
Masyarakat berasal dari bahasa Arab “syaraka” yang berarti ikut serta, berpartisipasi, atau
“masyaraka” yang berarti saling bergaul. Di dalam bahasa Inggris dipakai istilah “society”, yang
sebelumnya berasal dari kata lain “socius” berarti “kawan” . Masyarakat juga bisa diartian
sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah system , dimana sebagian besar interaksi
adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat"
sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab “musyarak “. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat
adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar makhluk sosial. Masyarakat adalah sebuah
komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang
teratur.
Dalam bahasa Inggris, kata masyarakat diterjemahkan menjadi dua pengertian, yaitu
society dan community.
1. Menurut Abdul Syani (1989), masyarakat sebagai community dapat dilihat dari dua
sudut pandang.
2. Memandang community sebagai unsure statis, artinya community terbentuk dalam
suatu wadah atau tempat dengan batas-batas tertentu, maka ia menunjukkan
bagiandari kesatuan-kesatuan masyarakat sehingga ia dapat pula disebut sebagai
masyarakat setemnpat, misalnya kampong, dusun atau kota-kota kecil. Masyarakat
setempat adalah suatu wadah dan wilayah dari kehidupan sekelompok orang yang
ditandai oleh adanya hubungan sosial. Disamping itu, dilengkapi pula oleh adanya
perasaan sosial, nilai-nilai dan norma-norma yang timbul atas akibat dari adanya
pergaulan hidup atau hidup bersama manusia.
3. Community dipandang sebagai unsure yang dinamis, artinya menyangkut suatu proses
(nya) yang terbentuk melalui faktor psikologi dan hubungan antar manusia, maka di
dalamnya ada yang sifatnya fungsional. Dalam hal ini dapat diambil contoh tentang
masyarakat pegawai negeri sipil, masyarakat ekonomi, masyarakat, mahasiswa dan
sebagainya.
4. Dari kedua ciri khusus yang dikemukakan di atas, berarti dapat diduga bahwa apabila
suatu masyarakat tidak memenuhi ciri-ciri tersebut, maka ia dapat disebut masyarakat

5
society. Masyarakat dalam pengertian society terdapat interaksi sosial, hubungan-
hubungan menjadi bersifat pamrih dan ekonomis (Abdul Syani, 2002).

B. Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

1. Koentjaraningrat
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem
adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa
identitas bersama.
2. Ralp Linton
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah cukup lama dan bekerja sama,
sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya sebagai salah satu kesatuan
sosial dengan batas tertentu.
3. Paul B. Horton & C. Hunt
Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-
sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai
kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau
kumpulan manusia tersebut.
4. Abdul Syani
Masyarakat merupakan kelompo-kelompok makhluk hidup dengan realitas-realitas
baru yang berkembang menurut hokum-hukumnya sendiri dan berkembang
menurut pola perkembangan tersendiri.
5. Emile Durkheim
Masyarakat adalah suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antar anggota
sehingga menampilkan suatu realitas tertentu yang mempunyai ciri-cirinya sendiri.
6. Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau
perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi
secara ekonomi.

Dari pengertian menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa


masyarakat adalah kelompok manusia yang hidup bersama disuatu wilayah tertentu
dalam waktu yang cukup lama yang saling berhubungan, berinteraksi satu sama lain.
Mempunyai suatu kebiasaan tradisi ada , sikap dan rasa persatuan yang sama serta
saling merhagai.

6
C. Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan
keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok
juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Kelompok sosial merupakan salah satu
fokus perhatian dari pusat pemikiran sosiologi. Hal ini dikarenakan titik tolaknya adalah
kehidupan bersama. Kita telah mengetahui bahwa semua manusia atau individu yang ada
di dunia ini pada awalnya merupakan kelompok sosial yang bernama keluarga, kemudian
berkembang ke dalam lingkungan masyarakat. Istilah kelompok sosial merupakan
terjemahan dari bahasa Inggris “sosial groups”, social berarti sosial/kemasyarakatan,
sedangkan groups berarti kelompok.
Menurut para ahli tentang kelompok sosial :
Hendro Puspito mendefinisikan bahwa “Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata,
teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan perannya secara berkaitan
guna mencapai tujuan bersama.”
Robert K. Merton berpendapat bahwa “Kelompok sosial adalah kelompok yang saling
berinteraksi sesuai dengan pola-pola yang telah matang.”
Paul B. Horton dan Cheaster L.Hunt menjelaskan bahwa “Kelompok sosial adalah
kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling
berinteraksi.”
Mayor Polak mengatakan bahwa “Kelompok sosial adalah sejumlah orang yang saling
berhubungan dalam sebuah struktur.”
Mack Iver dan Charles H. Page berpendapat bahwa “Kelompok sosial adalah himpunan
atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan antarmanusia dalam
himpunan tersebut”.

D. Ciri-Ciri Kelompok Sosial

1. Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain.
Suatu kelompok sosial akan dapat dibedakan dengan kelompok sosial yang lain,
misalnya kelompok formal dengan informal.
2. Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
3. Setiap anggota dalam kelompok sosial tentunya memiliki peran masing masing, baik
itu secara tertulis atau secara tidak tertulis.

7
4. Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya.
5. Dalam hubungan antar anggota dalam suatu kelompok sosial ada norma, hukum,
peraturan, maupun kode etik sesuai dengan jenis kelompok sosialnya.
6. Memiliki kepentingan bersama.
7. Kelompok sosial terbentuk pastinya ada tujuan yang melatar belakangi yang salah
satunya adalah kesamaan kepentingan, sehingga diharapkan dengan kepentingan yang
sama tersebut dapat diusahakan secarabersama-sama.
8. Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.
9. Kelompok sosial dapat lahir, tumbuh, dan berkembang tidak terlepas dengan adanya
komunikasi sosial dan interaksi sosial.
10. Dengan adanya interasi dan komunikasi sosial, masing-masing individu dapat
menyampaikan ide/ gasannya demi mencapai tujuan bersama dalam kelompok sosial
tersebut.

E. Klasifikasi Kelompok Sosial

1. Klasifikasi Berdasarkan Cara Terbentuknya


A. Kelompok semu, yaitu: kelompok yang terbentuk secara spontan
Ciri-ciri kelompok semu :
1) Tidak direncanakan
2) Tidak terorganisir
3) Tidak ada interaksi secara terus menerus
4) Tidak ada kesadaran berkelompok
5) Kehadiranya tidak konstan
Kelompok semu dibagi menjadi tiga yakni crowd (kerumunan), publik dan massa.
I. Crowd (kerumunan), dibagi menjadi :
a) Formal audiency / pendengar formal
Contoh: orang-orang mendengarkan khotbah, Orang-orang nonton di bioskop
b) Inconvenient Causal Crowds adalah: Kerumunan yang sifatnya terlalu sementara
tetapi ingin menggunakan fasilitas-fasilitas yang sama, contoh : orang antri tiket
kereta api.
c) Panic Causal Crowds adalah kerumunan yang terjadi karena suasana panik.
Contoh: Kerumunan orang-orang panic akan menyelamatkan diri dari bahaya.

8
d) Spectator Causal Crowds adalah kerumunan orang yang terbentuk karena ingin
menyaksikan peristiwa tertentu.
Contoh: Kerumunan penonton atau orang-orang ingin melihat peristiwa tertentu.
e) Lawless Crowds adalah kerumunan yang tidak tunduk pada pemerintah, contoh : aksi
demo.
f) Immoral low less crowds adalah kerumunan orang-orang tak bermoral, contoh :
kerumunan orang yang minum- minuman keras.
II. Massa
Massa merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hampir sama
dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan.
Contoh : mendatangi gedung DPR dengan persiapan sehingga tidak bersifat spontan.
III. Publik,
Publik adalah sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri hampir sama
dengan massa, perbedaannya publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu
tempat yang sama. Terbentuknya publik karena ada perhatian yang disatukan oleh
alat-alat komunikasi, seperti : radio, tv, surat kabar, jejaring sosial dan lain-lain.

B. Kelompok Nyata, mempunyai beberapa ciri khusus sekalipun mempunyai berbagai macam
bentuk, kelompok nyata mempunyai 1 ciri yang sama, yaitu kehadirannya selalu konstan.

I. Kelompok Statistical Group


Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan
sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun
di sebuah kecamatan.
II. Societal Group / Kelompok Kemasyarakatan
Kelompok societal memiliki kesadaran akan kesamaan jenis, seperti jenis kelamin,
warna kulit, kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi di antara
anggota dan tidak terlihat dalam organisasi.
III. Kelompok sosial / social groups
Para pengamat sosial sering menyamakan antara kelompok sosial dengan
masyarakat dalam arti khusus. Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur
yang sama seperti tempat tinggal, pekerjaan, kedudukan, atau kegemaran yang sama.
Kelompok sosial memiliki anggota-anggota yang berinteraksi dan berkomunikasi secara

9
terus menerus. Contoh : ketetanggaan, teman sepermainan, teman seperjuangan, kenalan,
dan sebagainya.
IV. Kelompok asosiasi / associational group
Kelompok asosiasi adalah kelompok yang terorganisir dan memiliki struktur formal
(kepengurusan).
Ciri-ciri kelompok asosiasi :
 Direncanakan
 Terorganisir
 Ada interaksi terus menerus
 Ada kesadaran kelompok
 Kehadirannya konstan

2. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Solidaritas Antara anggota


Istilah ini dipopulerkan oleh seorang sosiolog yang bernama Emile Durkheim.
a. Solidaritas Mekanik
Solidaritas mekanik adalah solidaritas yang muncul pada masyarakat yang masih
sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belum mengenal adanya pembagian
kerja diantara para anggota kelompok.
b. Solidaritas Organik
Solidaritas organik adalah solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah
kompleks dan telah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh
saling ketergantungan antar anggota.

3. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Erat Longgarnya Ikatan dalam Kelompok.


Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Ferdinand Tonnies
a. Gemeinschaft / paguyuban
Merupakan kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin
yang murni, bersifat alamiah dan kekal.
Ferdinand Thonies membagi menajdi 3 bagian :
a. Gemeinschaff by blood: Paguyuban karena adanya ikatan darah. Contoh : kerabat,
klien
b. Gemeinschaft of place: Paguyuban karena tempat tinggal berdekatan.

10
c. Gemeinschaft of mind: Paguyuban karena jiwa dan pikiran yang sama. Contoh :
kelompok pengajian, kelompok mahzab (Sekte)
b. Gesselschaft / patembayan
Merupakan ikatan lahir yang bersifat kokoh untuk waktu yang pendek, strukturnya
bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Contoh : ikatan antar
pedagang, organisasi dalam sebuah pabrik.

4. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Indentifikasi Diri


a) In-Group
In group : suatu perasaan perikatan antara satu orang dengan orang lain dalam suatu
kelompok sosial tertentu. Perasaan tersebut sangat kuat sehingga membentuk suatu
perilaku – perilaku sosial tertentu seperti : Solidaritas, kesediaan berkorban, kerja
sama, konformitas, obediance, dll.
b) Out-Group
Out group : Out-side feeling, seseorang merasa bukan bagian dari kehidupan
kelompok. Out-group feeling selalu ditandai munculnya perilaku antogonistik dan
antipati. Sehingga muncul gejala prejudiace, paranoid, etnocentristic, non koperatif,
lalai, dan sebagainya.

5. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Kualitas Hubungan diantara Para Anggotanya.


a) Kelompok Primer
Merupakan suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya saling kenal mengenal
dan bersifat informal. Contoh : keluarga, kelompok sahabat, teman, teman
sepermainan.
b) Kelompok Sekunder
Kelompok Sekunder adalah kelompok sosial yang terbentuk karena Merupakan
hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas
manfaat. Contoh : sekolah, PGRI

11
6. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Pencapaian Tujuan
a. Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja
dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh : Parpol, lembaga
pendidikan
b. Kelompok Informal.
Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang
dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama.Contoh : anggota OSIS

F. Hubungan Antara Kelompok Sosial dan Masyarakat

Kelompok social yang dipandang dari sudut individualisme secara langsung dari
seseorang warga masyarakat telah menjadi anggota dari kelompok – kelompok kecil ,
kelompok –kelompok kecil yang dimaksud adalah atas dasar keakraban , usia , pekerjaan atau
kedudukan. Hubungan antara masyarat dan kelompok social mempunyai keterkaitan satu
sama lain , dalam menjalin hubungan sebagai makhluk sosial bila ingin mendapatkan
kesejahteraan dalam bermasyarakat harus dengan ikut serta dalam kelompok sosial .
Masyarakat bisa membentuk kelompok sosial yang diminati perindividu dan dikelompokkan
menjadi datu kesatuan. Sehingga berbagai kelompok social pun bermunculan dillakangan
masyarakat dan tidak pernah akan bisa dipisahkan satu sama lain.

Kelompok social tidak akan terbentuk jika tidak ada masyarakat yang aktif dalam
pemukiman nya atau tempat tinggalnya tersebut. Ini menandakat bahawasannya tingkah laku
masyarakat pun menjadi peran penting dalam pembentukan kelompok social yang aktif dan
positif. Kelompok social yang aktif dan positif sangat lah penting untuk membangun suatu
daerah yang adil, makmur , rukun, aman ,nyaman , dan sentosa. Jika masyarakat tidak mau
ikut serta berperan aktif dalam pemukimannya ini bisa menyebabkan runtuhnya kelompok
social, karena yang paling penting dalam kelompok social adalah interaksi individu terhadap
individu lainnya dalam arti lainnya iyalah keaktifan bersosialisasi antara individu dengan
individu lainya. Dalam masyarakat, kelompok-kelompok social melakukan kontak dengan
pola berbeda. Ada yang menghasilkan kerja sama , namun tak sedikitpun berujung konflik
social jika tidak memiliki batasan –batasan. Batasan batasan memang harus dimiliki disuatu
kelompok social agar tidak menjadikan konflik dalam bermasyarakat, agar hidup menjadi
aman dan tentram.

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah kami paparkan di dalam makalah masyarakat dan

kelompok sosial maka dari itu, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat dan

kelompok sosial merupakan suatu kesatuan yang berpadu dalam social hubungan masyarakat

dengan kelompok sosial . Masyarakat dan kelompok social tidak akan pernah bisa dipisahkan

satu sama lain dan senantiasa ada di dalam setiap hubungan anatara makhluk sosial , untuk

bisa menjadi masyarakat yang makmur dan sejahtera.

B. Saran

Dalam makalah masyarakat dan kelompok sosial ini masih terdepat banyak kekurangan dan

kesalahan , baik dari segi bahasa maupun dari seri penyusunan kalimatnya. Dari segi isi juga

masih terdapat banyak kekurangan dan kurang lengkapnya penjelasan dan pemaparan dari

segi isi tersebut. Oleh karena itu, kami dari tim pembuat makalah ini sangat mengharapkan

kepada para pembaca makalah kami ini agar dapat memberikan kritk dan saran yang bersifat

membangun untuk masa depan yang cerah bagi generasi muda saat ini.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://rofiah11s4.blogspot.co.id/2013/02/a.html
https://www.facebook.com/permalink.php?id=107370379433239&story_fbid=17571376593
2233
https://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial
Soekanto, Soerjono (2013). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada

14