Anda di halaman 1dari 3

Pengertian merkantilisme dan tujuan mereka

Last modified: 11/02/2018 Ekonomi


Merkantilisme adalah sistem ekonomi yang berpusat pada keyakinan bahwa pemerintah dapat
membuat suatu bangsa yang lebih sejahtera dengan mengatur perdagangan dan menggunakan
tarif dan upaya perlindungan lainnya untuk mencapai keseimbangan ekspor atas impor.
Ketika pemerintah menetapkan peraturan perdagangan dan membebankan tarif untuk
memastikan bahwa ada keseimbangan yang tepat antara ekspor atas impor, metode pemerintah
ini adalah contoh dari merkantilisme.

Pengertian Perdagangan Internasional


Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat
berupa antarperorangan, antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah
suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional
menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.

Teori perdagangan internasional merkantilisme


Merkantilisme adalah praktek dan teori ekonomi, yang dominan di Eropa dari 16 ke abad ke-18,
yang dipromosikan lewat peraturan ekonomi pemerintahan suatu negara untuk tujuan menambah
kekuasaan negara dengan mengorbankan kekuatan nasional saingannya. Ini adalah mitra dari
politik ekonomi absolutisme atau monarki absolut.
Tujuan Merkantilisme
Merkantilisme termasuk kebijakan ekonomi nasional yang bertujuan untuk mengumpulkan
cadangan moneter melalui keseimbangan perdagangan positif, terutama barang jadi. Secara
historis, kebijakan tersebut sering menyebabkan perang dan juga termotivasi untuk melakukan
ekspansi kolonial.
Pandangan Merkantilis mengenai perdagangan internasional
“ Bahwa satu-satunya cara bagi sebuah negara menjadi kaya dan kuat adalah dengan melakukan
sebanyak mungkin eksport dan sedikit mungkin import”. Surplus eksport selanjutnya dibentuk
dalam aliran emas lantakan, atau logam-logam mulia khususnya emas dan perak.
Setiap negara tidak secara simultan dapat menghasilkan surplus eksport, juga karena jumlah
emas dan perak adalah tetap pada suatu saat tertentu, maka sebuah negara hanya dapat
memperoleh keuntungan dengan mengorbankan negara lain. Oleh karenanya, para Merkantilis
ini menyebarluaskan nasionalisme ekonomi dan percaya bahwa disini akan timbul konflik
kepentingan nasional.

Sumber:
www.sridianti.com/pengertian-merkantilisme.html
Pengertian Merkantilisme, Kapitalisme, Komunisme, Sosialisme, Facisme,
Demokrasi Ekonomi, Perbedaan bisnis Yang Mengejar Keuntungan Dengan
Bisnis Yang Tidak Mengejar Keuntungan Serta Perbedaan Pandangan
Masyarakar Sekarang Dengan Pandangan Masyarakat Zaman Dulu Tentang
Profesi Bisnis
22.50 |
Sistem perekonomian merupakan suatu hal yang penting karena akan mempengaruhi kegiatan
bisnis tersebut dijalankan :
1. Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan
internasional dengan tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara.
Merkantlisme tertuang dalam peraturan negara yang berbentuk proteksionisme dan politik
kolonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah negara mendukung ekspor
dengan insentif dan menghadang impor dengan tarif. Contoh negara yang menganut paham
merkantilisme adalah Inggris, Belanda, Portugal, Perancis, dan Spanyol.
2. Kapitalisme
Kapitalisme secara etimologis berasal dari kata caput, yang artinya kepala, kehidupan, dan
kesejahteraan. Makna modal dalam kapital, seharusnya diinterprestasikan sebagai titik
kesejahteraan, dengan makna kesejahteraan, definisi kapital mulai dikembangkan dengan arti
akumulasi keuntungan yang diperoleh dalam setiap transaksi ekonomi. Oleh sebab itu,
interprestasi awal dari kapitalisme adalah proses pengusahaan kesejahteraan untuk bias
memenuhi kebutuhan. Dalam definisi ini sebetulnya kapitalisme mempunyai definisi yang
konstruktif-manusiawi. Kapitalisme didefinisikan sebagai paham yang mau melihat serta
memahami proses pengambilan dan pengumpulan modal balik (tentu saja yang sudah
dikumpulkan secara akumulatif) yang diperoleh dari setiap transaksi komoditas ekonomi. Pada
saat itu pula, kapitalisme tidak hanya dilihat sebagai ideologi teoristis tapi berkembang menjadi
paham yang mempengaruhi perilaku ekonomi manusia. Contoh negara yang menganut paham
kapitalisme adalah AS, Inggris, dan Jerman.
3. Komunisme
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya.
Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu
mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh. Istilah komunisme sering
dicampur adukkan dengan marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai
komunis diseluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula
disebut Marxisme-Leninisme. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika
dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi tumpul dan tidak lagi
diminati. Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat
kekuasaan, di mana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Secara umum komunisme
sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prisip agama dianggap candu yang membuat
orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata.
Contoh negara yang menganut paham komunisme adalah Vietnam, Kuba, Laos, dan Korea
Utara.
4. Sosialisme
Sosialisme atau sosialis dapat mengacu kebeberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau
kelompok ideologi, sistem ekonomi dan negara. Penggunaan istilah ekonomi sering digunakan
dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok tetapi hampir semua sepakat
bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19
hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat
egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak
daripada hanya segelintir elite. Contoh negara yang menganut paham sosialisme adalah Laos,
Jerman.
5. Fasisme
Fasisme bekerja pada setiap lapisan masyarakat. Fasisme memanfaatkan secara psikologis
kesamaan-kesamaan pokok yang ada seperti: frustasi, kemarahan dan perasaan tak aman.
Terutama hal ini jelas terjadi di Jerman. Fasisme bergerak untuk menciptakan kejayaan dimasa
sekarang, karena bagi mereka hanya negara yang pernah unggul berhak atas sejarah dimasa
sekarang. Dan inilah yang juga diandalkan oleh Hitler maupun Mussolini, dimana mereka
mampu meyakinkan rakyatnya atas dasar keyakinan sejarah yang demikian. Contoh negara yang
menganut paham fasisme adalah Itali, Jerman, dan Jepang.
6. Demokrasi Ekonomi
Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD
1945. Oleh karena itu, Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD
1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat
didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari
falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari,
oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi
ekonomi terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat
untuk mencapai kemakmuran.

Perbedaan bisnis yang hanya mengejar keuntungan dan bisnis yang tidak mengejar
keuntungan.
Bisnis yang hanya mengejar keuntungan saja yaitu usaha yang dilakukan oleh si pembisnis
tersebut yang menawarkan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan/laba sebesar
besarnya. Contoh : Bisnis di bidang industri, tekstil, dll. Tetapi jika bisnis yang tidak mengejar
keuntungan yaitu pembisnis yang menjual barang dan jasa guna untuk memberikan manfaat
produk yang mereka jual supaya produk tersebut bermanfaat bagi konsumen yang membelinya
dan tidak terlalu mementingkan seberapa besar keuntungan yang mereka dapat. Contoh;
Koperasi

Pandangan masyarakat sekarang dengan pandangan masyarakat zaman dulu tentang profesi
bisnis
Pada masa lalu, orang tua kita memandang sebelah mata terhadap pekerjaan bisnis. Bisnis tidak
dianggap sebagai profesi. Orang terpandang, kaum intelektual, ahli agama menutup minatnya
terhadap bisnis, ada rasa malu menerjuni bidang ini. Namun sekarang masyarakat sudah tidak
memandang rendah lagi, karena bisnis sudah diangkat menjadi sebuah profesi. Saat ini
masyarakat menjadi termotivasi untuk terjun ke dunia bisnis, karena bisnis ini dapat
mengahasilkan keuntungan. Bagi para remaja bisnis juga sangat menyenangkan dan bisa menjadi
sebuah kesibukan diwaktu luang maupun sebagai pekerjaan yang paling utama dan
menghasilkan keuntungan untuk masa depan mereka. Apalagi sekarang banyak sekali bisnis
yang mudah di lakukan seperti bisnis pakaian, sepatu, dll secara online.

Sumber:
http://ahmadsuryana47.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-merkantilisme-kapitalisme.html