Anda di halaman 1dari 1

Pada kasus yang dilaporkan, terdapat kondisi edentulous berujung bebas pada kedua sisi (free

end bilateral) maksila dan mandibula disertai kehilangan gigi anterior pada maksila. Pada kondisi
ini dikhawatirkan terjadinya sindroma kombinasi karena adanya gigi asli anterior mandibula
yang berantagonis dengan edentulous anterior maksila. Kondisi ini biasanya ditandai dengan
kehilangan tulang dari bagian anterior ridge maksila, overgrowth pada maxillary tuberosities,
hyperplasia papilla pada mukosa palatum keras, ekstrusi gigi anterior RB, dan kehilangan tulang
alveolar dan tinggi ridge dibawah protesa gigi tiruan lepasan RB/anterior hyperfunction
syndrome.[1] Untuk menghindari terjadi kondisi ini, maka dilakukan beberapa modifikasi dalam
perawatan yang dilakukan, dalam hal ini dilakukan modifikasi penyusunan gigi geligi.

Metode mukofungsional yaitu kombinasi antara metode mukostatis dan mukokompresi. Hal ini
dilakukan karena adanya perbedaan kompresibilitas antara jaringan mukosa dengan gigi. Teknik
mukokompresi untuk daerah tidak bergigi dengan bahan cetak elastomer, dan teknik mukostatis
untuk daerah bergigi dengan bahan cetak hidrokoloid irreversible. Penggunaan teknik
pencetakan mukofungsional diharapkan dengan mukokompresi yang disesuaikan dengan
kemampuan jaringan menerima beban (mukofungsional) jaringan lunak alveolaris berada di
bawah penekanan, sehingga pada waktu tekanan pengunyahan hanya sedikit terjadi pergerakan
dari jaringan lunak hingga dapat mengurangi efek torsi gigi penyangga.