Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR PELAYANAN RESUSITASI

KASUS TRAUMA DEWASA

No. Dokumen No. Revisi : 0 Halaman

SK/RSUM/I/2017 1/3
Ditetapkan,
Direktur RSU MELATI
Tanggal terbit
PROSEDUR
02 Januari 2017
TETAP
(dr. Lusi Nurlina Nasution)

Pengertian Resusitasi merupakan sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak,


jantung, dan organ-organ vital lainnya melalui tindakan yang meliputi
pemijatan jantung dan menjamin ventilasi yang adekuat.

Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pelayanan resusitasi


kasus trauma dewasa

Kebijakan Keputusan Direktur RSU Melati Perbaungan No. /SK/RSUM/I/2017


tentang pelayanan resusitasi di RSU Melati Perbaungan

Prosedur 1. Petugas melakukan tindakan pengamanan dengan


menggunakan alat pelindung diri (APD)
2. Petugas memastikan keamanan lingkungan sekitar
3. Petugas menilai respon pasien dengan cara menggoncangkan
bahu smabil memanggil namanya atau Pak!!!/ Bu!!!
4. Petugas meminta pertolongan, misalnya : pasien apneu
5. Petugas memperbaiki posisi pasien dalam posisi terlentang dan
diletakkan pada permukaan yang rata dan keras.
6. Petugas mengatur posisi penolong; berlutut sejajar dengan
bahu pasien agar saat memberikan bantuan napas dan
sirkulasi, penolong tidak perlu mengubah posisi atau
menggerakkan lutut.
7. Petugas memeriksa jalan napas pasien, ada tidaknya
penyumbatan jalan napas, jika berupa cairan dinbersihkan
dengan jari telunjuk di lapisi dengan kain, jika benda keras
dapat dikorek dengan jari telunujuk di bengkokkan, atau
suction, mulut di buka dengan teknik cross finger dimana ibu
jari diletakkan berlawanan dengan telunujukj pada mulut
pasien.
8. Petugas membuka jalan napas pasien dengan cara temngadah
kepala topang dangu (Headtill-Chin lift) dan manuver
pendorongan mandibula (Jaw trust)
PELAYANAN RESUSITASI KASUS
TRAUMA DEWASA

Halaman :
NO. DOKUMEN :
NO. REVISI : 0
/SK/RSUM/II/2017
2/3
DITETAPKAN
PROSEDUR DIREKTUR
TANGGAL TERBIT :
TETAP

02 Januari 2017
Dr. Lusi Nurlina Nasution

9. Petugas memastikan pasien tidak bernapas dengan cara


Prosedur melihat pergerakan naik turunnya dada (look), mendengar
bunyi napas (listen), merasakan hembusan napas pasien (feel)
10. Petugas memberikan bantuan napas pasien memalui mulut ke
mulut, mulut ke hidung, mask ke mulut dan hidung, bag valf
mask ke mulut dan hidung dengan cara memberikan hembusan
napas 2x 1,5-2 detik tiap hembusan dengan volume udara
700mL-1000mL atau sampai dada pasien terlihat
menggembung.
11. Petugas memastikan ada tidaknya denyut jantung pasien
dengan meraba arteri karotis dengan jari telunjuk dan jari
tengah meraba trakhea, kemudian jari digeser kesisi kanan
atau kira-koira 1-2 cm raba dengan lembut selama 5-10 detik.
12. Petugas memberikan bantuan sirkulasi atau disebut kompresi
jantung luar dengan cara :
a. Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri
tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dnegan tulang
dada (sternum)
b. Dari pertemuan tulang iga (sternum) diukur kurang lebih 2
atau 3 jari keatas untuk menempatkan tangan petugas
untuk bvntuan sirkulasi
c. Letakkan kedua tangan pada posisis tersebut diatas dengan
cara menumpuk satu telapak tangan diatas telapak tangan
yang lainnya, jari-jari tangan dpaat diluruskan atau
menyiolang
d. Dengan posisi badan tegtak lurus, petugas menekan
dinding dada pasien dnegan tenaga dari berat bedannya
secara teratur sebanyak 30 kali dengan kedalaman berkisar
antara 1,5-2 inci atau 3-5 cm
PELAYANAN RESUSITASI KASUS TRAUMA
DEWASA
Halaman :
NO. DOKUMEN :
NO. REVISI : 0
/SK/RSUM/2017
3/3
TANGGAL TERBIT :
PROSEDUR DI TETAPKAN DIREKTUR
TETAP
02 Januari 2017
Dr. Lusi Nurlina Nasution

Prosedur e. Tekanan pada dada harus dilepaskan secara


keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembangkan
kembali keposisi semula setiap klai melakukan kompresi.
Waktu yang digunakan untuk melepaskan kompresi harus
sama pada saat melakukan kompresigan tidak boleh lepas
dari permukaan dada atau merubah posisi tangan saat
melepaskan kompresi
f. Rasio pemberian bantuan sirkulasi dan pemberian napas
ada;lah 30:2 dilakukan dengan 1 ataupun 2 penolong
dengan kecepatan kompresi 100x/mnt atau 5 siklus untuk
kemudian dinilai apakah perlu dilakukan siklus berikutnya
atau tidak
13. Petugas mengevaluasi setiap sirkulasi

Unit terkait 1. ICU


2. IGD