Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT

UMUM TATALAKSANA PASIEN DENGAN HAMBATAN


TEUNGKU KOMUNIKASI
PEUKAN
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:
1/2lembar
Tanggal terbit
Ditetapkan oleh
…………………
Direktur RSU TEUNGKU PEUKAN
2017
KAB. ACEH BARAT DAYA

STANDAR
dr. Adi Arulan Munda
PROSEDUR
NIP. 19750808 200804 1 001
OPERASIONAL
Pengertian Tata cara tatalaksana hambatan komunikasi terhadap
pelayanan yang dapat diberikan oleh rumah sakit.
Tujuan Sebagai acuan tatalaksana pasien dengan hambatan
komunikasi
Kebijakan SK Direktur No.Tentang Panduan Identifikasi dan
Tatalaksana hambatan dalam populasi
Prosedur 1. Petugas mengalami hambatan komunikasi terhadap
pasien dan keluarganya untuk melakukan pelayanan
dikarenakan:
a. Faktor usia: lansia/ anak-anak
Petugas bekerjasama dengan keluarga pasien yang
dianggap mampu untuk mengatasi hambatan
tersebut.
b. Faktor bahasa
1) Petugas bekerjasama dengan keluarga pasien
yang dianggap mampu untuk mengatasi
hambatan tersebut.
2) Jika keluarga pasien juga mengalami kendala
dalam berkomunikasi maka
a) Petugas dapat langsung menghubungi
petugas penerjemah sesuai dengan daftar
penerjemah bahasa.
b) Apabila petugas penerjemah yang terdaftar
tidak dapat dihubungi maka petugas dapat
menghubungi staf lain yang mampu untuk
bahasa tersebut.

c. Faktor fisik / difabel


1) Pasien dengan kondisi cacat penglihatan petugas
dapat membacakan tentang edukasi, informasi
atau peraturan yang perlu untuk diketahui
pasien.
2) Pasien dengan kondisi cacat pendengaran
petugas dapat menuliskan edukasi, informasi
atau peraturan yang perlu untuk diketahui
pasien agar dapat dibaca oleh pasien.
3) Pasien dengan kondisi tuna wicara petugas dapat
membacakan tentang edukasi, informasi atau
RUMAH SAKIT
TATALAKSANA PASIEN DENGAN HAMBATAN
UMUM TEUNGKU
KOMUNIKASI
PEUKAN
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman:
2/2lembar
Tanggal terbit
Ditetapkan oleh
…………………
Direktur RSU TEUNGKU PEUKAN
2017
KAB. ACEH BARAT DAYA

STANDAR
dr. AdiArulan Munda
PROSEDUR
NIP. 19750808 200804 1 001
OPERASIONAL
Prosedur peraturan yang perlu untuk diketahui pasien
secara lisan.

4) Pasien dengan kondisi cacat pendengaran dan


cacat penglihatan petugas dapat meminta
bantuan dengan penanggung jawab pasien agar
dapat menjelaskan tentang edukasi, informasi
atau peraturan yang perlu untuk diketahui
pasien
5) Pasien dengan kondisi tuna aksara (tidak dapat
menulis) dapat melakukan proses administrasi
dengan melakukan pengecapan jari pasien
tersebut (cap jempol).
6) Pasien dengan kondisi tuna grahita disediakan
gambar seperti yang di poliklinik mata.
7) Pasien dengan kondisi tuna wicara yang tidak
bisa menulis dan membaca disediakan gambar
sesuai dengan gambar yang disediakan di
poliklinik mata.

Unit Terkait 1. Costumer Service/PetugasPendaftaran


2. Poliklinik
3. IGD
4. InstalasiRawatInap
5. Intensive Care Unit