Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM ZOOLOGI

MODUL II

CRUSTACEA

Disusun oleh

Randi Yuhendrasmiko 26020212130015

M Hafidz Ibnu Khaldun 26020212130016

Asisten

Irma Kusumadewi K2D009047

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI

JURUSAN ILMU KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

Semarang

2013
I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam bahasa Latin, crusta berarti cangkang. Crustacea disebut juga


hewanbercangkang. Telah dikenal kurang lebih 26.000 jenis Crustacea yang
palingumum adalah udang dan kepiting. Habitat Crustacea sebagian besar di air
tawardan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat. Tubuh Crustacea bersegmen
(beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta
abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar,
sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat
beberapa alat mulut, yaitu: 2 pasang antenna, 1 pasang mandibula, untuk
menggigit mangsanya, 1 pasang maksilla, 1 pasang maksilliped. Maksilla dan
maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke
mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan
berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.

Crustacea adalah hewan akuatik yang hidup di air laut, air tawar, dan
tempat yang lembab. Ukurannya bervariasi dari mikroskopis (penyusun
zooplankton) hingga yang berukuran besar seperti kepiting. Sistem peredaran
darahnya terbuka. Darah tidak berwarna karena tidak mengandung hemoglobin,
melainkan hemosianin. Pada umumnya Crustacea bernapas dengan insang kecuali
Crustacea tingkat rendah menggunakan seluruh permukaan tubuhnya untuk
pertukaran gas (Zaldi, 2009)

Reproduksi secara seksual, alat kelamin umumnya terpisah kecuali pada


beberapa Crustacea tingkat rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan
kaki ketiga dan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima.
Pembuahan terjadi secara eksternal. Selama pertumbuhan, Crustasea mengalami
beberapa kali ekdisis atau pergantian kulit. Udang mampu melakukan autotomi
yaitu pemutusan sebagian anggota tubuhnya untuk menghadapi predator. Dari
kaki yang dilepaskan tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi
(Budiyanto, 2013).
1.1 Tujuan
Tujuan mahasiswa melakukan praktikum ini adalah untuk memahami
subfilum Crustaceae. Mulai dari morfologi, anatomi, taksonomi, dan fisiologi.
Dengan praktikum ini mahasiswa mampu mengidentifikasi subfilum Crustaceae.

1.2 Manfaat
Manfaat praktikan melakukan praktikum ini adalah praktikan dapat
mengetahui apa itu Crustaceae secara umum, sampai morfologi, anatomi,
taksonomi dan fisiologi dari Crustaceae dan dapat mengindentifikasi subfilum
Crustaceaemahasiswa memahami subfilum Crustaceae.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Morfologi Brachyura (Kelompok Kepiting)
Gambar 1. Morfologi Kepiting
Kepiting sejati mempunyai 5 pasang kaki, sepasang kaki pertama di
modifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Dihampir
semua jenis kepiting, kecuali beberapasaja perutnya terlipat di bawah
chephalothorax.
Dibagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata, dan bagian
depan dari carapace tidak membentuk sebuah rostum yang panjang, insang
kepiting terentuk dari pelat-pelat yang pipih, mirip dengan insang udang, namun
dengan struktur yang berbeda (nontji,2012)

2.2 Morfologi Anomura (Kelompok Kelomang)

Menurut Cameron (1973) hewan ini mengambil O2 dengan cara


membenankan diri dalam selang waktu tertentu. Hal ini dapat berlangsung karena
insangnya telah teradaptasi dengan ruangan insang yang sudah terbagi menjadi
membrane, sehingga membantu dalam proses pertukaran gas. Dengan fungsi
insang ini ia dapat bertahan cukup lama di daratan.
Harris dan kormanik (1981) menyatakan bahwa abdomen yang besar
merupakan tempat penyimpanan air bagi macrura yang di pergunakannya saat
kekurangan air dan lingkungan yang sangat kering. Dan dengan sistem ini ia dapat
mengurangi kehilangan ion dalam tubuhnya.

Gambar 1. Morfologi Anomura

2.3 Morfologi Macrura (Kelomok Udang)


Morfologi udang menurut Fast dan Laster (1992), mempunyai tubuh yang
bilateral simetris terdiri atas sejumlah ruas yang dibungkus oleh kintin sebagai
eksoskleton. Tiga pasang maksilliped yang terdapat dibagian dada digunakan
untuk makan dan mempunyai lima pasang kaki jalan sehingga disebut
hewan berkaki sepuluh (Decapoda). Tubuh biasanya beruas dan sistem syarafnya
berupa tangga tali. Dilihat dari luar, tubuh udang terdiri dari dua bagian, yaitu
bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan disebut bagian kepala, yang
sebenarnya terdiri dari bagian kepala dan dada yang menyatu. Bagian kepala
tertutup kerapak, bagian perut terdiri dari lima ruas yang masing-masing ruas
mempunyai pleopod dan ruas terakhir terdiri dari ruas perut, dan ruas telson serta
uropod (ekor kipas). Tubuh udang mempunyai rostrum, sepasang mata, sepasang
antena, sepasang antenula bagian dalam dan luar, tiga buah maksilipied, lima
pasang cholae (periopod), lima pasang pleopod, sepasang telson dan uropod.

Gambar 1. Morfologi Udang

Keterangan

a = alat pembantu rahang e = sungut kecil


b = kerucut kepala f = sungut besar
c = mata g = kaki jalan
d = cangkang kepala h = kaki renang
i = anus k = ekor kipas
j = telson
2.3 Anatomi Brachyura (Kelompok Kepiting)

Anatomi tubuh bagian dalam, mulut kepiting terbuka dan terletak pada
bagian bawah tubuh. Beberapa bagian yang terdapat di sekitar mulut berfungsi
dalam memegang makanan dan juga memompakan air dari mulut ke insang.
Kepiitng memiliki rangka luar yang keras sehingga mulutnya tidak dapat dibuka
lebar. Hal ini menyebabkan kepiting lebih banyak menggunakan capit dalam
memperoleh makanan. Makanan yang diperoleh dihancurkan dengan
menggunakan capit, kemudian baru dimakan (shimek,2008)

2.4 Anatomi Anomura (Kelompok Kelomang)

Mereka memiliki bagian-bagian tubuh lembut di ujung belakang tubuh


mereka, termasuk, panjang, perut melengkung yang berisi hati dan gonad. Bagian
luar tikungan perut telah pelengkap kecil yang memungkinkan kepiting untuk
berpegang pada bagian dalam shell. Pasangan 4 dan 5 kaki dikurangi dalam
ukuran untuk tujuan ini. The Terrestrial Hermit Crab memiliki duri lebih sedikit
pada karapas dan kaki dari kelomang lain. eyestalks mereka dikompresi dari sisi
ke sisi. Batang anennule sangat panjang tetapi antena (flagela) yang pendek dan
dikompresi dari sisi ke sisi (Jones & Morgan).

Kelomang berfungsi sebagai indikator pencemaran daerah pantai,


indikator keberadaan keong, juga sebagai rantai makanan di laut dengan
memakan, yaitu sebagai makanan bagi ikan kakatua, kepiting perenang dan
gurita. Kelomang juga berfungsi membantu membersihkan lingkungan laut dari
biota mati dengan cara menghancurkan hewan atau tanaman yang membusuk .

2.5 Anatomi Macrura (Kelompok Udang)

Bagian Kepala

Bagian kepala dilindungi oleh cangkang kepala atau Carapace. Bagian depan
meruncing dan melengkung membentuk huruf S yang disebut cucuk kepala atau
rostrum. Pada bagian atas rostrum terdapat 7 gerigi dan bagian bawahnya 3 gerigi
untuk P. monodon. Bagian kepala lainnya adalah :

1. Sepasang mata majemuk (mata facet) bertangkai dan dapat digerakkan.


2. Mulut terletak pada bagian bawah kepala dengan rahang (mandibula) yang
kuat.
3. Sepasang sungut besar atau antena.
4. Dua pasang sungut kecil atau antennula.
5. Sepasang sirip kepala (Scophocerit).
6. Sepasang alat pembantu rahang (Maxilliped).
7. Lima pasang kaki jalan (pereopoda), kaki jalan pertama, kedua dan ketiga
bercapit yang dinamakan chela.
8. Pada bagian dalam terdapat hepatopankreas, jantung dan insang.

Bagian Badan dan Perut (Abdomen)

Bagian badan tertutup oleh 6 ruas, yang satu sama lainnya dihubungkan oleh
selaput tipis. Ada lima pasang kaki renang (pleopoda) yang melekat pada ruas
pertama sampai dengan ruas kelima, sedangkan pada ruas keenam, kaki renang
mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Di antara ekor kipas
terdapat ekor yang meruncing pada bagian ujungnya yang disebut telson. Organ
dalam yang bisa diamati adalah usus (intestine) yang bermuara pada anus yang
terletak pada ujung ruas keenam.

2.6 Habitat Crustaceae

Pantai berlumpur terdapat pada zona pesisir yang terlindung dari aktifitas
gelombang laut. Pantai berlumpur adalah habitat bagi makrofauna yang secara
dominan terdiri dari mollusca dan crustaceae diantaranya adalah udang. Daerah
ini sangat subur bagi tumbuhan pantai seperti bakau (mangrove). Guguran daun
dan ranting sebagai bahan organik mempersubur perairan pantai sehingga banyak
dihuni hewan antara lain jenis ikan dan udang. Habitat ini rentan terhadap
pencemaran yang dilakukan oleh aktifitas manusia di daratan yang membuang
limbah ke sungai diteruskan ke pantai dan secara signifikan mencemari perairan
laut dan kawasan pesisir.

III. MATERI DAN METODE

3.1 Waktu Pelaksanaan


Hari/tanggal : Senin, 15 April 2013
Waktu : 15:30 WIB – Selesai
Tempat : Laboratorium Biologi Laut Gedung E, Jurusan Ilmu Kelautan,
Universitas Diponegoro, Kampus Tembalang, Semarang.

3.2 Alat dan Bahan


3.2.1 Alat
1. Alat tulis
2. Modul praktikum
3. Alat dokumentasi
3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah hewan – hewan
dari subfilum Crustaceae (udang, udang mantis, kelomang, kepiting,
mimi-mintuno).

3.3 Cara Kerja


1. Praktikan memasuki laboratorium dengan menggunakan jas lab.
2. Praktikan menyiapakan modul praktikum.
3. Praktikan mengidentifikasi bahan.
4. Praktikan menggambar bahan identifikasi pada modul praktikum. Telah
tersedia lembar kerja pada modul praktikum.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Brachyura
- Rajungan

- Kepiting
- Mimi dan Mintuno

4.1.2 Anomura

- Kelomang
4.1.3 Macrura
- Mantis

- Udang
4.2 Pembahasan

4.2.1 mimi-mintuno

Kingdom : animalia

filum : arthropoda

kelas : Merostomata

ordo : Xiposura

family : limulidae

genus : limulus

spesies : limulus polyhemus

Bentuk tubuh Mimi terbagi dalam tiga bagian yaitu 1. Bagian depan (anterior
pro-soma) yang menyerupai "Tapal Kuda" . Bagian ini mempunyai tepi yang
licin, menu-tupi ruas-ruas kepala dan ruas-ruas dada (Cephalothorax) ; 2. Bagian
tengah opisthosoma). Bagian ini menutupi 7 ruas perut (abdomen), dimana
tepinya terdapat duri-duri yang panjangnya bervariasi tergan-tung dari jenis
kelamin hewan tersebut ; 3. Bagian yang paling belakang dengan ben-tuk
menyerupai dun yang panjang dan run-cing, disebut sebagai duri ekor (LON-LIPI
1973 ).

Di alam bentuk Mimi (betina) dan Mintuno (jantan), hampir sama, hanya
pada hewan betina bagian depan tubuhnya (anterior prosoma) agak lebar dan
dipenuhi ribuan telur, sedangkan yang jantan bagian depan lebih kecil. Tubuh
dapat mencapai ukuran 23 - 24 cm, sedangkan duri ekornya yang runcing, keras
dan berwarna hitam pekat dapat mencapai sampai dengan 24 cm. (Pratiwi, 1993)
4.2.2 Mantis

Kingdom : Animalia
Filum : Crustacea
Kelas : Malacostraca
Subkelas : Hoplocarida
Ordo : Stomatopoda
Subordo : Unipeltata
Superfamili : Squilloidea
Famili : Harpiosquillidae
Genus : Harpiosquilla
Spesies : Harpiosquilla raphidea (Fabricius 1798)
Nama Umum : Mantis shrimp (Inggris)
Nama lokal : Udang ketak, ronggeng, belalang, kipas atau udang nenek

Secara morfologi udang mantis mempunyai garis hitam pada bagian


belakang antara antena dan ophthalmic somite (Gambar 2). Karapas udang mantis
hanya menutupi bagian belakang kepala dan tiga ruas pertama dari thorax. Udang
mantis memiliki sepasang antena pertama atau sering disebut dengan antennulla
yang tumbuh dan melekat dari labrum. Antennulla ini bercabang tiga pada
ujungnya. Organ ini berfungsi sebagai organ sensori. Sedangkan antena kedua
atau sering disebut antenna, tidak memiliki cabang pada ujungnya, juga berfungsi
sebagai organ sensori (Wardiatno et al. 2009).
Stomatopoda mempunyai mata bertangkai yang dapat bergerak naik turun
oleh tangkainya yang fleksibel dan merupakan mata yang unik dan menarik,
kemampuannya melebihi kemampuan mata manusia dan hewan lainnya (Cohen
2001 in Azmarina 2007). Mata Stomatopoda ini bersifat “trinocular vision” yang
sangat akurat dalam melihat mangsanya meskipun dalam keadaan gelap (DBW
1998 in Azmarina 2007). Bagian mulut udang mantis terdiri dari mandible dan
maxilla. Mandible berfungsi untuk menggiling makanan yang masuk. Maxilla
berfungsi untuk memotong dan memamah makanan. Maxilla ini berbentuk seperti
gigi-gigi tajam di luar mandible, yang terdiri dari maxilla I dan maxilla II
(Wardiatno et al. 2009).
4.2.3 Udang

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Class : Crustacea
Ordo : Decapoda
Famili : Penaeidae
Genus : Penaeus
Species : Paneus .sp

Dalam tubuh udang tedapat sistem alat yang khas yang terdapat pada
hewan tingkat tinggi, rongga coelom sebagian besar terdiri oleh alat-alat
reproduksi. Alat pencernaan makanan terdiri atas mulut, oesophagus, lambung
yang terdiri dari cardiac dan pylorus, usus dan anus. Didalam lambung terdapat
alat chitine yang berguna untuk mengilas makanan. Adapun makanan udang
adalah udang-udang kecil gastropoda atau larva insect atau bahan-bahan lainnya
bahan lainnya yang rapuh. Darah mempunyai cairan yang tidak berwarna dan
mengandung sel amuboid dan corpuscular. Fungsi utama adalah sebagai alat
pengangutan. Darah yang lepas dari arteri akan masuk ke rongga jaringan yang di
sebut sinus-sinus. Alat ekskresi terdiri atas sepasang badan yang disebut kelenjar
hijau yang terletak pada bagian ventral dari cephalothorax di muka oesophagus.
Sistem saraf seperti cacing, sentralsnya terdiri atas gas ganglion yang disebut
otak, dua circum penghubung oesophagus. Alat indera, amta udang adalah mata
majemuk yang bertangkai terletak pada bagian rostrum. Secara normal udang
adalah diocious, hanya dalam keadaan luar biasa mereka adalah hermaprodit. Alat
reproduksi jantan berupa testis sedangkan alat reproduksi betina berupa ovarium.

4.2.4 Kelomang

Kingdom : animalia
Phylum : arthropoda
Subphylum : crustacea
Class : malacostraca
Orde : decapodia
Infraorder : anomura
Superfamily : paguroidea
Genus : hermit

species : hermit crab

Kelomang atau umang-umang (Kepiting Pertapa) adalah krustasea


dekapod dari superfamili Paguroidea. sebagian besar dari 1100 spesies memiliki
perut asimetris yang bersembunyi dalam cangkang siput laut yang telah kosong
yang dibawa-bawa oleh olehnya.

Sebagian besar spesies memiliki perut spiral melengkung yang panjang


dan lembut, tidak seperti kalsifikasi perut keras yang terlihat pada krustasea
terkait. Perut rentan dilindungi dari predator oleh cangkang kerang kosong yang
dibawa oleh kepiting ini, di mana seluruh tubuh yang dapat ditarik kembali.
Paling sering kelomang menggunakan cangkang siput laut (meskipun cangkang
bivalvia dan scaphopods dan bahkan potongan kayu berlubang dan batu yang
digunakan oleh beberapa spesies). Ujung perut kepiting pertapa disesuaikan
dengan mencengkram kuat ke columella dari cangkang siput.

Karena kepiting pertapa harus bertumbuh, ia harus menemukan cangkang


lebih besar dan meninggalkan yang sebelumnya. Kebiasaan hidup seperti ini
menyebabkannya populer dikenal sebagai "kepiting pertapa" sesuai analogi ke
pertapa yang tinggal sendirian. Beberapa spesies kepiting pertapa, baik darat dan
laut, menggunakan "rantai lowong" untuk menemukan cangkang baru: ketika
cangkang baru yang lebih besar telah tersedia, kepiting pertapa berkumpul di
sekitarnya dan membentuk semacam antrian dari terbesar ke terkecil. Ketika
kepiting terbesar berpindah ke cangkang baru, kepiting terbesar kedua pindah ke
cangkang yang baru dikosongkan, sehingga membuat cangkang sebelumnya
tersedia untuk kepiting ketiga, dan seterusnya.

4.2.5 Kepiting

Kingdom : animalia
Filum : arthropoda

Kelas : malacostraca

Ordo : decapoda

Family : portunidae

Genus : Scylla

Spesies : S.serrata

Bentuk tubuhnya melebar melintang. Mempunyai karapas berbentuk pipih


atau agak cembung dan berbentuk heksagonal atau persegi. Ujung pasang kaki
terakhir mempunyai bentuk agak pipih dan berfungsi sebagai alat pendayung pada
saat berenang. Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang
pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak.
Di hampir semua jenis kepiting, kecuali beberapa saja (misalnya, Raninoida),
perutnya terlipat di bawah cephalothorax. Bagian mulutkepiting ditutupi
oleh maxilliped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk
sebuah rostrum yang panjang . Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang
pipih ("phyllobranchiate"), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur
yang berbeda .

4.2.6 Rajungan

Kingdom : animalia

Divisi : Eucoelomata

Filum : arthropoda

Kelas : Crustacea

Ordo : decapoda

Seksi : brachura

Family : branchyryncha
Secara umum rajungan bebrbeda dengan kepiting bakau, dimana ia
memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping dengan capit yang lebih panjang dan
memiliki berbagai warna yang menarik pada karapasnya. Duri akhir pada kedua
sisi kerapas relative lebih panjang dan lebih runcing. Rajungan hanya hidup pada
lingkungan air laut dan hanya kedarat saat mencari makan.

V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Crustacea adalah hewan akuatik yang hidup di air laut, air tawar, dan
tempat yang lembab. Ukurannya bervariasi dari mikroskopis (penyusun
zooplankton) hingga yang berukuran besar seperti kepiting. Sistem peredaran
darahnya terbuka. Darah tidak berwarna karena tidak mengandung hemoglobin,
melainkan hemosianin. Pada umumnya Crustacea bernapas dengan insang kecuali
Crustacea tingkat rendah menggunakan seluruh permukaan tubuhnya untuk
pertukaran gas (Zaldi, 2009) dan masing masing dari jenis spesies Crustasea
memiliki morfologi dan anatomi tersendiri yang membedakan satu spesies dengan
spesies lainnya.

5.2 Saran
Dalam melakukan praktikum sebaiknya mahasiswa teliti dan serius dalam
segala kegiatan praktikum. Dan selalu mempersiapkan bahan atau materi yang
akan di gunakan pada praktikum yang akan di laksanakan..
DAFTAR PUSTAKA

Agrie.2010. Klasifikasi dan Morfologi Kepiting.


http://zonaikan.wordpress.com/2010/01/21/klasifikasi-dan-morfologi-kepiting-
bakau/ diakses pada tanggal 20 april 2013
Andre. 2012. Morfologi dan Anatomi Kepiting.
http://andre4088.blogspot.com/2012/02/morfologi-dan-anatomi-kepiting.html.
Diakses pada hari Sabtu tanggal 20 April 2013.
Anonym. 2011. Contoh laporan artropoda.
http://mitanhamy.blogspot.com/2011/07/contoh-laporan-artropoda.htmldiakses
pada tanggal 20 april 2013
Anonim.2013. Kelomang.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelomang diakses tanggal 20 April 2013
Anonym. 2013. Klasifikasi Kepiting Scylla serrate.
http://liaoersted.blogspot.com/2012/10/klasifikasi-kepiting-scylla-serrata.htmldi
akses tanggal 20 april 2013
Anonym. 2013. Udang.
http://id.wikipedia.org/wiki/Udang diakses pada tanggal 20 april 2013
David. 2012. Kelas Xiposura (mimi).http://konservasi-
laut.blogspot.com/2011/08/kelas-xiphosura-mimi.html diakses tanggal 20 april
2013.
LEMBAGA OSEANOLOGI NASIONAL-LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN
IN-DONESIA .1973. Bahan Makanan Dari Laut. Pusat Dokumentasi Ilmiah
Nasional h. 78-79.
Musriana, Agus. 2012. Averbrata Air di Blanakan. http://reynmz-msp-
46.blogspot.com/2010/12/avertebrata-air-di-blanakan.html diakses pada tanggal
20 april 2013
Nurhayati, Asih. 2009. Morfologi Kepiting.
http://asihnurhayati.blogspot.com/2009/02/morfologi-kepiting.html. Diakses pada
hari Sabtu tanggal 20 April 2013.
Pratiwi, Rianita.1993. MiMI (HORSE SHOE CRAB) PENYEBAR MAUT
YANG DILINDUNGI. LIPI. Jakarta .Oseana vol XVIII no 1
Ruppert, E. E. and R. D. Barnes (1994). Invertebrate Zoology. San Diego,
Harcourt Brace College Publishers.
Sambas, Zaldi. 2010. Klasifikasi Rajungan.
http://zaldibiaksambas.wordpress.com/2010/06/21/klasifikasi-rajungan/ diakses
tanggal 20 April 2013
Scribd .2012.Pembahasan Crustacea.
http://www.scribd.com/doc/56945780/7/Pembahasan-Crustacea
Diakses tanggal 20 april 2013