Anda di halaman 1dari 13

DAMPAK UPDATING PETA

GEMPA INDONESIA
TERHADAP KONSTRUKSI
Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS., Ph.D.
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
HIMPUNAN AHLI KONSTRUKSI INDONESIA (HAKI)
DAFTAR ISI
1. Peraturan SNI Terkait Gempa
2. Update Peta Gempa Baru
3. Dampak Update Peta Gempa Baru
4. Contoh Kasus
5. Evaluasi Linier
6. Evaluasi Non Linier
7. Performance Base
8. Perkuatan – Perkuatan
9. Kesimpulan
PERATURAN SNI TERKAIT GEMPA
Peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait gempa telah dievaluasi dan diperkaya
terkait kondisi gempa yang terjadi di Indonesia. Adapun update yang terjadi adalah tatacara
perhitungan dan yang terpenting adalah peta gempa. SNI yang terkait adalah sebagai berikut :
■ SNI 1726 : 2012 Tatacara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan
gedung dan non gedung
■ SNI 1727 : 2013 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain
■ SNI 2833 : 2013 Perancangan Jembatan terhadap beban gempa
Secara konsep dalam perhitungan tersebut sangat dipengaruhi oleh
1. Waktu periode Ulang gempa (dipergunakan untuk memilih peta gempa desain)
1. 2500 tahun untuk bangunan gedung dan non gedung
2. 500 atau 1000 tahun untuk jembatan
2. Koefisien yang diperoleh dari peta gempa yang digunakan yaitu : Peak Ground
Acceleration (PGA), Respon spectra percepatan 0.2 detik di batuan dasar (Ss) dan Respon
spectra percepatan 1 detik di batuan dasar (S1).
UPDATE PETA GEMPA
Konsekuensi perubahan peta gempa mengakibatkan terjadinya perubahan nilai PGA, SS dan
S1. Perubahan ini akan menyebabkan terjadinya perubahan response spectrum yang
dipergunakan dalam desain. Contoh Kasus desain konstruksi jembatan di Surabaya, Jenis
tanah diperhitungkan adalah SE, periode ulang 1000 tahun. Peta Gempa sesuai SNI 2833 -
2013
PGA = 0.25 g
Ss = 0.5 g
S1 = 0.25 g
SNI 2833 -2013

UPDATE

PGA = 0.3 g
Ss = 0.6 g
S1 = 0.3 g
Peta Baru
UPDATE PETA GEMPA
1.000
Response Spektrum Lama Response Spektrum Baru
0.900
Puncak = 0.85 g Puncak = 0.9 g
Waktu 0.176 – 0.882 dtk 0.800 Waktu 0.187 – 0.933 dtk
0.700

0.600

0.500

0.400

0.300

0.200

0.100

0.000
0.000 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000

■ Perubahan Peta Gempa berarti perubahan dalam desain gempa pada jembatan. Ini berarti
adanya penambahan / penurunan beban gempa / Base Shear (Vb) pada suatu konstruksi.
■ Dengan keluarnya regulasi baru SNI dengan peta gempa yang baru maka konstruksi yang
akan didesain atau telah dibangun harus dievaluasi berdasarkan peta gempa yang terakhir
ditetapkan oleh peraturan
DAMPAK UPDATE PETA GEMPA BARU
Terdapat 3 kondisi yang akan terjadi saat regulasi menetapkan peta gempa baru
1. Masih dalam Tahap Perencanaan  Response Spektrum Gempa diperbaharui
2. Dalam Tahap Pelaksanaan Konstruksi
a) Dilakukan evaluasi ulang atas konstruksi meliputi evaluasi kekuatan dan layan
b) Dilakukan perubahan di lapangan atau perkuatan tambahan atas konstruksi
3. Telah dibangun
a) Dilakukan evaluasi ulang dengan analisa response spectrum baru (Linier analysis)
b) Dilakukan evaluasi menggunakan time history (non linier analysis)
c) Dilakukan evaluasi performance based, (Kemampuan konstruksi harus berada di
antara batas IO – LS).
d) Dilakukan perkuatan tambahan atas konstruksi
Contoh Kasus :
Sebuah Konstruksi LRT di Surabaya telah didesain menggunakan peta gempa berdasarkan SNI
2833 – 2013. Pembangunan telah dilaksanakan. Seiring dengan adanya perubahan atas peta
gempa baru maka pilar LRT harus dievaluasi ulang untuk mengetahui kemampuannya dalam
menghadapi gempa berdasarkan peta gempa baru.
Evaluasi Response Spektrum

Evaluasi yang dilakukan adalah


dengan melakukan perhitungan ulang
dengan menggunakan response
spektrum baru ke model konstruksi
1.000
0.900
0.800
0.700
0.600
Dengan melakukan evaluasi ini maka setiap
0.500 elemen yang ada di konstruksi dihitung ulang
0.400 dan diperiksa kembali apakah safety factornya
0.300 dan lendutan masih dapat memenuhi ijin yang
0.200 ditentukan.
0.100
0.000
Dalam kasus LRT ini meliputi :
0.000 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000
Girder – Pier Head - Pilar – Pilecap – Tiang
Pancang serta tulangan Pile Head Treatment
(PHT)
Evaluasi Non Linier
Alternatif lain adalah evaluasi non linier yang menggunakan time history gempa sebagai
rujukan. Tahapannya adalah dengan menggunakan Response Spektrum kemudian dilakukan
matching ke gaya gempa yang telah tercatat sehingga akan terbentuk Time History local.
Dalam metode ini R diambil = 1

Time History Chi Chi sebelum di Match Time History Chi Chi setelah di Match
Performance Based
Evaluasi ini menggunakan response spektrum baru dan metode pushover. Metode pushover digunakan dengan cara
memodelkan konstruksi sesuai dengan kondisi sebenarnya (penulangan dan kondisi di lapangan). Hasil evaluasi
pushover akan memberikan posisi kerusakan struktur yang pertama kali terjadi. Kurva pushover merujuk ATC 40 akan
dibandingkan untuk dapat dievaluasi gaya gempa sebenarnya yang terjadi pada konstruksi.

Tahap 1 : Melakukan Nilai Vb untuk kondisi IO dan LS


Tahap 2 : Menentukan Evaluasi awal bahwa Vb rencana masih berada dibawah LS
Tahap 3 : Melakukan Evaluasi nilai Performance Base Gempa sebenarya

Pushover Chart
1600
deflection vs Force
1400 CP
IO
1200
1000
LS
800
600
400
200
0
-1.00E-010.00E+001.00E-012.00E-013.00E-01 4.00E-015.00E-016.00E-017.00E-01
PERKUATAN STRUKTUR
Perkuatan untuk konstruksi yang telah dibangun meliputi berbagai metode. Hasil analisa untuk
mencapai angka keselamatan (safety factor) minimum yang ditetapkan menjadi acuan untuk
perkuatan.
1. Concrete jacketing = Metode penambahan tulangan pada kolom / balok kemudian
dilakukan pembungkusan pada elemen tersebut
2. Fiber Reinforcement = Metode penambahan tulangan pada balok / kolom dengan material
tambahan
3. Penambahan Pondasi
4. Penambahan PHT (Pile Head Treatment) dengan metode Pengeboran dan Pemasangan
Besi + aditif
KESIMPULAN

■ Update Peta Gempa adalah salah satu bentuk dalam kesiapan menghadapi bencana alam
yang tidak terduga
■ Update Peta Gempa berarti kesiapan bagi kita untuk menerima dampaknya untuk
konstruksi, baik berupa re-kalkulasi maupun perkuatan sehingga konstruksi akan dapat
bertahan hingga umur desain
■ Berbagai metode untuk evaluasi struktur dan perkuatan struktur akan dapat diterapkan
dalam menghadapi update peta gempa
TERIMA KASIH