Anda di halaman 1dari 12

STEERING GEAR SYSTEM

Disusun Oleh :

Ganda Irvan Silitonga


Monica
Shinta
Fitrah
Angga Nugraha

UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERKAPALAN
2017
Sistem Kemudi Kapal
Sistem kemudi adalah sistem yang digunakan untuk mengendalikan arah gerak dari
kapal secara keseluruhan. Kemudi kapal dan instalasinya adalah suatu sistem didalam kapal
yang memegang peranan penting didalam pelayaran dan menjamin kemampuan olah gerak
kapal. Sehubungan dengan peran ini, sebaiknya sebuah kemudi dan instalasinya harus
memenuhi ketentuan didalam keselamatan suatu pelayaran.
Sistem kemudi mencangkup semua bagian alat-alat yang diperlukan untuk mengemudikan
kapal, mulai dari kemudi, poros, dan instalasi penggerak sampai kemudinya sendiri. Instalasi
penggerak kemudi terletak diruang mesin kemudi geladak utama dan peralatan untuk
mengatur gerak kemudi diletakkan didalam ruang kemudi atau ruang navigasi.
Ruang instalasi harus dibuat bebas dari peralatan-peralatan lain, agar tidak menghalagi kerja
instalasi penggerak utama ataupun penggerak bantu kemudi. Ruang tersebut harus
direncanakan terpisah dari ruangan lainnya dari suatu dinding yang terbuat dari baja.
Dibawah ini gambar kemudi dan instalasinya.

Gambar (kemudi dan instalasinya)


Keterangan :
1. Roda kemudi ( jantera )
2. Celaga kemudi
3. Tranmisi
4. Kuadran kemudi
5. Motor listrik
6. Pegas
7. Tongkat kemudi
8. Daun kemudi
9. Roda gigi penggerak
10. Ulir cacing

Macam-Macam Pembagian Kemudi


Ditinjau dari letak daun kemudi terhadap poros kemudi dapat dibedakan atas:
 Kemudi biasa. Yaitu kemudi yang mempunyai luas daun kemudi yang terletak
dibelakang sumbu putar kemudi dan seperti gambar berikut :

Gambar (kemudi biasa)


Kemudi balansir. Yaitu jenis kemudi yang mempunyai luas daun yang terbagi atas dua
bagian, yaitu didepan dan dibelakang sumbu putar kemudi dan seperti gambar berikut :

Gambar (kemudi balansir)


Kemudi setengah balansir. Yaitu jenis kemudi yang bagian atas termasuk kemudi biasa, tetapi
bagian bawah merupakan kemudi balansir. Kemudi bagian bawah dan atas tetap merupakan
suatu bagian dan seperti gambar berikut :

Gambar (kemudi setengah balansir)


kalau ditinjau dari penempatannya, daun kemudi dibedakan menjadi :
Kemudi melekat. Yaitu kemudi yang sebagian besar bebannya ditumpu oleh sepatu kemudi
dan seperti gambar berikut :

Gambar (kemudi melekat)


Kemudi menggantung. Yaitu kemudi yang sebagian besar bebannya disangga oleh bantalan-
bantalan kemudi digeladak dan seperti gambar berikut :

Gambar (kemudi menggantung)


Kemudi setengah mengantung. Yaitu kemudi yang bebannya disanga oleh bantalan-bantalan
pada tanduk kemudi dan seperti gambar berikut :

Gambar (kemudi setengah mengantung)


Untuk semua jenis kemudi, semuanya terletak pada buritan kapal. Besar sudut kemudi ± 350
kekanan dan ± 350 kekiri, dan dapat mencapai maksimal yaitu
370 kekanan dan ± 370 kekiri. Keadaan maksimal ini disebut dengan cikar. Stearing gear atau
sistem kemudi digerakkan oleh tekanan hidraulik, untuk
itu disiapkan sebuah tangki minyak hidraulik dan tidak ada tangki cadangan

Sistem Hidrolik Di kapal


Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya
oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja
berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu
akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang
kekuatannya Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair,
biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini
bekerja berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka
tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau
berkuran g kekuatannya Hukum Archimedes. Steering gears adalah suatu
mesin yang menggunakan sistem hidrolik untuk menggerakkan daun kemudi
kapal. Sifat dari sistem hidrolik yang tidak berisik (silent operation), gerakan
mulus, mampu bekerja pada berbagai cuaca
sangat cocok untuk diterapkan pada steering gears kapal. esin Hidrolik !angan
( anual) "igunakan pada non propeller barges (tongkang tak bermesin) dan
juga dipakai
pada kapal#kapal bertonase rendah serta dipakai untuk stand $ by bagi mesin
hidrolik yang bertenaga mesin.
Konstruksi Steering Gear Hidrolik
a) Wheel Pump
b) Shut Off Valve
c) Non return valve
d) Selenoid Valve
e) Pompa Hidrolik
f) Silinder
g) Tiller
h) Base Plate
i) By Valve Plate
j) Flexible Hose
k) Sistem Hidrolik
Sistem Hidrolik
1. Oil Reservoir
2. Return Filter
3. Slenoid Valve
4. Oil Lock
5. Relief Valve
6. Shut Off Valve
7. Distributor
8. Throttle Valve
9. Shock Valve
D. Instalasi Sistem Kontrol Steering Gear hidrolik
Mekanisme Kerja Sistem Kontrol Steering Gear
Prinsip Kerja Kemudi
 Menggunakan satu motor listrik dan satu dash board untuk pengoperasian. Dash
board ini terletak diruang kemudi.
 Motor kemudi disupply oleh dua jala-jala yang terpisah. Hal ini bertujuan agar jika
jala-jala lambung kanan off maka masih bisa menggunakan jala-jala lambung kiri.
 Terdapat saklar emergency yang fungsinya untuk menjamin adanya pensupplyan
dari sisi kesisi lainnya (sisi jala-jala). Jadi jika motor oleh jala-jala kanan maka
jala-jala kiri akan off. Demikian juga sebalikknya. Jadi hal ini untuk menjamin agar
pensupplyan diberi oleh satu sisi jala-jala.
 Jala-jala pokok disupply dari ruang kontrol dan jala-jala control disupply dari ruang
anjungan.
 Jala-jala listrik pokok selalu “ on” setiap saat kecuali pada saat maintenance “ off”
Jala- jala listrik kontrol di “ on “ manakala kemudi akan dioperasikan .
Sistem kontrol disupply oleh arus bolak balik 110 volt 50 hz / 220/380.
 Sistem kontrol listrik merupakan sistem kontrol terputus dengan sistem mekanik.
 Repeater dari pada kedudukan kemudi ada 4 :
 Mekanik
 diruang kemudi
 dianjungan tertutup
 dianjungan terbuka

 Untuk indikator kemudi juga ada 4 :

 pada pompa
 diruang kemudi
 dianjungan tertutup
 dianjungan terbuka
Prinsip Pengoperasian Kemudi
 Cek level minyak hidraulik pada peralatan manual.
 Cek katup bypass pada posisi off atau close. Dan katup cerat dalam kedudukan off.
 Buka katup yang menuju dan dari silinder kerja.
 Yakinkan supply listrik untuk motor telah siap.
 Pastikan supply listrik untuk sistem kontrol telah siap.
 Cek dan pastikan bahwa indikator yang diruang pompa, ruang kemudi dan yang
dianjuanga mampu tertutup dan terbuka. Ini bukan indikator total melainkan indikator
listrik
 Cek atau coba posisi kemudi secara bertahap antara 50 hingga cikar maksimum yaitu
370
 Cek dan sesuaikan bahwa feed back mekanik sama dengan feed back electrik.
 Cek kecepatan gerak daun kemudi dari 370 kanan ke 370 kiri. Standart waktu yang
ditetapkan 28 detik.
 Pastikan bahwa kedudukan kemudi harus stabil.
 Pada motor juga terdapat suatu relay beban lebih. Relay ini bekerja hanya
mengirimkan isyarat sinyal saja, sehingga jika terjadi beban lebih, motor tetap
bekerja. Untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi beban motor (kurangi sudut
kemudi atau kurangi kecepatan kapal)
 Motor termasuk jenis motor yang cukup kuat, namun oleh karena lebih besar dari
standard, maka kemungkinan rusak relatif lebih besar
 Sistem darurat yang ada mempunyai tenaga lebih kecil sehingga untuk operasi yang
sama membutuhkan waktu relatif lebih lama
 Sistem darurat juga bisa menggunakan rantai sebagai penarik.
 Dengan cara mengkopel salah satu daun kemudi juga dapat mempercepat oleh gerak.
 Jika ada gangguan motor atau pompa maka dapat menggunakan motor atau pompa
kemudi emergenc