Anda di halaman 1dari 4

LEADERSHIP

“Case Study : Gen Y in the Workforce”

Disusun oleh :

IKRA NUROHMAN
5416221089

MAGISTER ILMU KEFARMASIAN FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PANCASILA

JAKARTA

2018
1. Apa yang menjadi masalah dalam kasus ini?

Josh yang merupakan fresh graduated, baru-baru ini bergabung dengan


perusahaan Rising Entertainment dengan ambisi untuk mewujudkan potensi
kreatifnya dan membuat perbedaan bagi masyarakat tetapi sebaliknya, bekerja
sebagai junior di departemen pemasaran menangani proyek-proyek pendukung

Hubungan josh dengan manajernya “sarah” tampaknya cukup baik di permukaan


tetapi kurang pemahaman, nilai keselarasan, dan kepercayaan. ini adalah alasan
paling penting mengapa josh tidak berbagi kegembiraan manajernya tentang
proyeknya saat ini dan ketika josh membuat saran berharga selama pertemuan tim
manajernya sarah tidak ingin membahasnya lebih lanjut. (gambar)
Alasan lain untuk kurangnya perhatian sarah adalah bahwa tenggat waktu
semakin dekat kemudian budget yang ada minim dan barangkali tidak ada cukup
waktu untuk merombak strategi pemasaran.

Namun, karena josh tidak sepenuhnya menghargai tantangan pekerjaan sarah dan
secara langsung dan membuat janji untuk mempersiapkan pitch untuk pertemuan
berikutnya. mempersiapkan pitch mengambil waktu dari penugasan bahwa
manajernya dengan penuh semangat menunggu untuk diselesaikan baik karena
pertemuan sudah dekat dan masalah pribadinya membutuhkan perhatian.

Manajer josh benar-benar tidak menyadari langkahnya dan menuntut penjelasan.

Sehingga komunikasi antara manajer dan anggotanya ini tidak jalan.


2. Apa alternatif keputusan yang harus diambil?
Gen Y adalah generasi yang tumbuh di tengah hiruk pikuknya
perkembangan teknologi wireless. Paparan teknologi juga memengaruhi
kepekaan gen Y terhadap perubahan. Mereka tidak takut perubahan,
namun sering kali tak sabar melalui proses menuju perubahan itu. Mereka
adalah generasi yang akrab dengan internet dan sangat aktif dalam media
jejaring sosial. Gen Y dikenal sebagai generasi yang egosentris, berpusat
pada diri sendiri dan senang unjuk diri. Majalah Time menyebut generasi
ini sebagai ‘me me me generation’.
Josh adalah salah satu dari Gen Y tersebut.
- Sebagai permulaan, Sarah harus menegur Josh karena telah langsung
memaparkan ide nya kepada CEO langsung padahal dia memiliki
atasan (manager) sarah harus memberikan pengertian urutan koordinasi
dalam suatu organisasi.
- Sarah harus memberikan pengertian bahwa setiap keputusan ataupun
usulan yang diajukan tidak semerta-merta kemudian diaplikasikan, ada
beberapa pertimbangan yang mungkin ide-ide dari josh untuk sekarang
belum di terima, mungkin dilain waktu.
- Mengundang trainer atau motivator.
3. Keputusan Akhir seperti apa?
Tidak bisa dipungkiri dalam sebuah organisasi atau perusahaan terdapat
banyak karakter yang didalamnya terdapat “Gen Y”, Gen Y ini memang
dalam beberapa aspek sangat dibutuhkan perannya, seperti contoh dalam
hal penggunaan teknologi, tetapi kekurangannya gen Y ini seringkali ingin
instan, tidak sabar pada proses. Maka dari itu jalan keluar yang saya pilih
untuk mengatasi masalah ini adalah :
Perusahaan atau organisasi harus mengadakan kegiatan yang bersifat
membangun kebersamaan, seperti mengadakan seminar motivasi,
mengadakan gathering yang berisi game yang membangun kebersamaan.