Anda di halaman 1dari 2

Ranjang Tua Ibu

Karya : Octa Priyanti, S.Pd

Terkesan indah kini aku kenang


Dahulu aku engkau timang
Engkau sapih, lalu engkau tidurkan aku
Di ranjang tua, tempat aku memelukmu

Matamu menggambarkan hadirku


Hadir tulus menjiwai hariku
Hingga dewasa telah banyak aku mengurai air mata mu
Hingga di ranjang tua itu, aku kembali padamu

Kadang nasihatmu aku abaikan


Kata panjang penuh bualan
Aku pergi dan aku sepelekan
Dan di ranjang tua itu, engkau berduka dengan tangisan

Ibu…
Jika tiada lagi mata yang akan aku tatap
Jika tiada lagi senyum yang aku lihat
Kemana lagi akan aku cari ?
Apakah dunia akan lebih kejam tanpa engkau di sampingku ?

Ibu..
Bersama ranjang itu, aku ada
Tanpa ibu disana, aku buta
Jika Aku Pergi

Octa Priyanti, S.Pd

Lembayung sore menyibak keindahan malam

Menghantarkan keheningan pada pejaman mata

Mengarungi gelap mimpi panjang

Luka batin menahan perih

Sembilan bulan engkau dikandung

Penat dan letih tetap ku mendayung

Siang malam terus merenung

Demi lahirnya engkau Si Sulung

Tangisan mungil kini telah hilang

Telah berganti kata yang malang

Seperti duri yang kadang tajam

Sering menusuk hati ibu yang dalam

Anak ku,

Kelak nanti aku telah pergi

Titipkan aku rindu pada semesta alam

Tanyakan aku pada mentari

Bahwa kasih ku, bagai sinarnya yang tak pernah mati