Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KELOMPOK

DIABETES MELLITUS TIPE 2

Mata Kuliah : Patofisiologi

Dosen Mata Kuliah : Linda Widyarani,M.Kep.

Disusun

Kelas 1A

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO

YOGYAKARTA

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan sebaik mungkin. Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi
salah satu syarat tugas Etika Umum dan sebagai bahan pertanggung jawaban
selama melaksanakan perkuliahan di Akademi Keperawatan Notokusumo.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari
bantuan beberapa pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengucapkan
terima kasih
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,
serta dapat menjadi sumber pengetahuan dan referensi bagi pembaca.

Yogyakarta,

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I

LATAR BELAKANG

TUJUAN
BAB II

PEMBAHASAN

I. Pengertian Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetik dan klinis
termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat,
jika telah berkembang penuh secara klinis maka diabetes mellitus ditandai dengan
hiperglikemia puasa dan postprandial,asterosklerosis dan penyakit vaskular
mikroangiopati.Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit hiperglikemi akibat
insensivitas sel terhadap insulin. Kadar insulin menurun atau berada dalam rentan
normal. Karena insulin dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas, maka diabetes
mellitus tipe 2 dianggap sebagai non insulin dependent diabetes mellitus. Diabetes
mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan
gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas atau gangguan
fungsi insulin. Akibatnya, pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang
cukup untuk mengkompensasi insulin resistance. Diabetes mellitus tipe 2
umumnya terjadi pada usia > 40 tahun. Pada kelompok diabetes mellitus tipe 2
sering ditemukan komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. (Fatimah,
Restyana. 2015)
II. Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Peningkatan jumlah penderita DM yang sebagian besar Dm tipe 2, berkaitan


dengan beberapa faktor yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah, faktor risiko
yang dapat diubah, dan faktor lain. menurut American Diabetes Association
(ADA) bahwa Dm berkaitan dengan faktor risiko yang tidak dapat diubah
meliputi riwayat keluarga dengan DM (first degree relative), umur lebih kurang
45 tahun, etnik, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir bayi >4000
gram atau riwayat pernah menderita DM gestasional dan riwayat lahir dengan
berat badan rendah (<2,5 kg). Faktor risiko yang dapat diubah meliputi obesitas
berdasarkan IMT kurang lebih 25 kg/m2 atau lingkar perut lebih dari 80 cm pada
wanita dan lebih dari 90 cm pada laki-laki, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi,
dislipidemi dan diet tidak sehat. Faktor lain yang terkait dengan risiko diabetes
adalah penderita Polycystic Ovarysindrome (PCOS), penderita sindrom metabolik
memiliki riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa
terganggu (GDPT) sebelumnya, memiliki riwayat penyakit kardiovaskuler seperti
stroke, PJK, atau Peripheral Rrterial Diseases (PAD), konsumsi alkohol, faktor
stres, kebiasaan merokok, jenis kelamin, konsumsi kopi dan kafein.

1. Obesitas (Kegemukan)
Terdapat korelasi bermakna antara obesitas dengan kadar glukosa darah,
pada derajat kegemukan dengan IMT >23 dapat menyebabkan
peningkatan kadar glukosa darah menjadi 200 mg%.
2. Hipertensi
Peningkatan tekanan darah pada hipertensi berhubungan erat dengan tidak
tepatnya penyimpanan garam dan air, atau meningkatnya tekanan dari
dalam tubuh pada sirkulasi pembuluh darah kapiler.
3. Riwayat Keluarga Diabetes Miellitus
Seorang yang menderita Diabetes Mellitus diduga mempunyai gen
diabetes. Diduga bahwa bakat diabetes merupakan gen resesif. Hanya
orang yang bersifat homozigot dengan gen resesif tersebut yang menderita
Diabetes Meliitus.
4. Dislipedimia
Adalah keadaan yang ditandai dengan kenaikan kadar lemak darah
(Trigliserida >250 mg/dl). Terdapat hubungan antara kenaikan plasma
insulin dengan rendahnya HDL (<35 mg/dl) sering didapat pada pasien
Diabetes.
5. Umur
Berdasarkan penelitian, usia yang terbanyak terkena Diabetes Mellitus
adalah >45 tahun.
6. Riwayat Persalinan
Riwayat abortus berulang, melahirkan bayi cacat atau berat badan bayi
>4000 gram.
7. Faktor Genetik
DM tipe 2 berasal dari interaksi genetis dan berbagai faktor mental.
Penyakit ini sdah lama dianggap berhubungan dengan agresgasi familial.
Risiko emperis dalam hal terjadinya DM tipe 2 akan meningkat dua
sampai enam kali lipat jika orang tua atau saudara kandung mengalami
penyakit ini.
8. Alkohol dan Rokok
Perubahan-perubahan dalam gaya hidup berhubungan dengan peningkatan
frekuensi DM tipe 2. Walaupun kebanyakan peningkatan ini dihubungkan
dengan peningkatan obesitas dan pengurangan ketidak aktifan fisik,
faktor-faktor lain yang berhubungan dengan perubahan dari lingkungan
tradisional kelingkungan kebarat-baratan yang meliputi perubahan-
perubahan dalam konsumsi alkohol dan rokok, juga berperan dalam
peningkatan DM tipe 2. Alkohol akan mengganggu metabolisme gula
darah terutama pada penderita DM, sehingga akan mempersulit regulasi
gula darah dan meningkatkan tekanan darah. Seseorang akan meningkat
tekanan darah apabila mengkonsumsi etil alkohol lebih dari 60 ml/hari
yang setara dengan 100 ml proof wiaki, 240 ml winw atau 720 ml.
III. Tanda dan Gejala

Gejala diabetes melitus dibedakan menjadi akut dan kronik. Gejala akut diabetes
melitus yaitu poliphagia (banyak makan),polidipsia (banyak minum), poliuria
(banyak kencing atau sering kencing di malam hari), nafsu makan bertambah
namun berat badan turun dengan cepat (5-10 kg dalam waktu 2-4 minggu), mudah
lelah. Gejala kronik diabetes melitus yaitu: lemah badan,mata kabur, disfungsi
ereksi pada pria, serta pruritusvulva pada wanita, kelemahan otot, peningkatan
angka infeksi,kesemutan, kulit terasa panas atau seperti tertusuk tusuk jarum, rasa
kebas di kulit, kram kelelahan , mudah lepas, kemampuan seksual menurun
bahkan pada pria bisa terjadi impotensi, pada ibu hamil sering terjadi keguguran
atau kematian pada janin dalam kandungan atau bayi berat lahir lebih dari 4 kg
dan luka bisul yang sulit disembuhkan.

Lebih lanjut maka dilakukan pemeriksaan glukosa darah yaitu:

1. Glukosa Plasma Vena sewaktu.


2. Glukosa 2 jam Post Prandial.
3. Tes Toleransi Glukosa Oral.

IV. Perbedaan DM Tipe 1 dengan DM Tipe 2

Menurut R. Djokomoedjianto, (2002) dibedakan menadi 2 yaitu :

Diabetes Mellitus Tipe 1 :

- Kerusakan pada sel pembuat insulin.


- Dalam sel 8 pankreas dapat rusak sehingga kadar insulin rendah.
- Sering atau mudah mengalami ketosis (koma).
- Kebutuhan insulin dalam mengendalikan kadar glukosa harian.
- Umumnya penderita diabetes mellitus memiliki berat badan kurus.
- Biasanya berusia muda.

Diabetes Mellitus Tipe 2 :

- Bersifat familial / penyakit keturunan.


- Sering terjadi resistensi insulin.
- Jarang terdapat ketotis (koma).
- Dalam insulin yang beredar dalam jumlah yang cukup maka jaringan
tubuh kurang bereaksi baik.
- Umumnya penderita gemuk.
- Biasanya berusia lebih dari 40 tahun.

V. Patofisologi

Dalam patofisiologi DM tipe 2 terdapat beberapa keadaan yang berperan yaitu :

1. Resistensi insulin

2. Disfungsi sel B pancreas

Diabetes melitus tipe 2 bukan disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin,


namun karena sel sel sasaran insulin gagal atau tidak mampu merespon insulin
secara normal.Keadaan ini lazim disebut sebagai “resistensi insulin”.1,8
Resistensi insulinbanyak terjadi akibat dari obesitas dan kurang nya aktivitas fisik
serta penuaan.Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dapat juga terjadi produksi
glukosa hepatik yang berlebihan namun tidak terjadi pengrusakan sel-sel B
langerhans secara autoimun seperti diabetes melitus tipe 2. Defisiensi fungsi
insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 hanya bersifat relatif dan tidak
absolut.4,5

Pada awal perkembangan diabetes melitus tipe 2, sel B menunjukan gangguan


pada sekresi insulin fase pertama,artinya sekresi insulin gagal mengkompensasi
resistensi insulin. Apabila tidak ditangani dengan baik,pada perkembangan
selanjutnya akan terjadi kerusakan sel-sel B pankreas. Kerusakan sel-sel B
pankreas akan terjadi secara progresif seringkali akan menyebabkan defisiensi
insulin,sehingga akhirnya penderita memerlukan insulin eksogen. Pada penderita
diabetes melitus tipe 2 memang umumnya ditemukan kedua faktor tersebut, yaitu
resistensi insulin dan defisiensi insulin.

VI. Kesimpulan

Diabetes militus adalah gangguan metabolisme. Diabetes militus tipe 2


merupakan penyakit hiperglikemi akibat insentivitas sel terhadap insulin dan
insulin menurun, terjadilah gangguan fungsi insulin. Akibatnya pancreas tidak
mampu memproduksi insulin yang cukup. Diabetes militus tipe 2 ini biasanya
terjadi pada usia >40 tahun.
Faktor resiko diabetes militus tipe 2 ada obesitas, hipertensi, riwayat keluarga
diabetes militus, dislipedimia,umur, riwayat persalinan, faktor genetik, alkohol
dan rokok.

Gejala diabetes militus dibagi menjadi 2 yaitu akut dan kronis. Gejala diabetes
militus akut yaitu poliphagia, polidipsa, poliuria, mudah lelah dan gejala diabetes
militus kronik yaitu lemah badan, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria, serta
pruitusvulva pada manusia, kelemahan otot,rasa kebas dikulit,dsb.

Patofisiologi diabetes militus tipe 2 terdapat 2 faktor yang berperan yaitu


Resistensi insulin atau kurangnya sekresi insulin karena sel sel sasaran insulin
gagal atau tidak mampu merespon insulin yang kedua Disfungsi sel B pancreas
jika sekresi insulin pertama gagal dan terjadi kerusakan pancreas secara progresif.

VII. Saran

Untuk medis melakukan penyuluhan diavetes militus agar masyarakat tidak


bertambah banyaknya yang mengalami penyakit itu. Dan untuk pembaca atau pun
masyarakat agar lebih menjaga pola hidup karena diabetes militus ini sangat cepat
sekali menyerang.

DAFTAR PUSTAKA