Anda di halaman 1dari 51

PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI JARAK NYAMAN

MENONTON TELEVISI BERBASIS MIKROKONTROLER


ATMEGA 8535

SKRIPSI

FAKHRUNNISA
150821011

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI JARAK NYAMAN MENONTON
TELEVISI BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega 8535

SKRIPSI

DiajukanUntukMelengkapiTugasdanMemenuhiSyaratMencapaiGelarSarjanaS
ains

FAKHRUNNISA
150821011

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


PERSETUJUAN

Judul : Perancangan Alat Pendeteksi Jarak Nyaman Menonton Televisi


Bebasis Mikrokontroler ATMega8535
Kategori : Skripsi
Nama : Fakhrunnisa
NIM : 150821011
Program Studi : Sarjana (S1) Fisika
Departemen : Fisika
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Universitas Sumatera Utara

DiSetujui di
Medan,Agustus 2017

Pembimbing 2 Pembimbing 1

(Dr. Syahrul Humaidi, M.Sc (Drs.TakdirTamba,M.Eng.Sc)


NIP. 19650517199303100 NIP. 196006031986011002

DisetujuiOleh
Ketua Departemen Fisika FMIPA USU

(Dr. Ferdinan Sinuhaji,MS)


NIP. 195903101987031002

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


PERNYATAAN

PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI JARAK NYAMAN


MENONTON TELEVISI BERBASIS MIKROKONTROLER
ATMega 8535

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah karya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan
ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Agustus 2017

Fakhrunnisa
150821011

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


PENGHARGAAN

Alhamdulillahirabbil’alamiin,
Segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan berkah,
rahmat karunia Nya dan menganugerahkan kemudahan dan kelancaran sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Perancangan Alat Pendeteksi
Jarak Nyaman Menonton Televisi Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535”. Tak
lupa juga shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah
SAW sang pembawa petunjuk dan selalu menjadi inspirasi dan teladan bagi penulis.
Demi kelancaran dalam penyelesaian laporan skripsi ini tidak terlepas dari
bantuan berbagai pihak terutama khususnya kepada orangtua tercinta Ayahanda Alm
Nizaruddin.S.Pd, Ibunda Hayatati.S.Pdi beserta saudara kandung penulis Muhammad
Anshari Ichwan dan Muhammad Afwan Ulya yang telah memberikan bantuan moril
maupun materil, semangat dan do’a yang begitu besar kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa tersusunnya skripsi ini do’a, perhatian, bimbingan,
motivasi dan dukungan berbagai pihak, sehingga dengan keikhlasan dan kerendahan
hati pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarrnya
kepada :
1. Bapak Drs.Takdir Tamba,MEng.Sc. dan Dr.Syahrul Humaidi,M.Sc,sebagai
dosen pembimbingyang telah bekontribusi membantu penulis dalam memberikan
ide, saran, kritik dan bimbingannya kepada penulis selama penulis mengerjakan
skripsi ini
2. Bapak dosen penguji, atas saran dan masukkannya dalam pengerjaan skripsi ini.
3. Bang Johaiddin Saragih, M.Si, sebagai staf pegawai Departemen Fisika Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara yang telah
memberikan saran dan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik Sikonek USU, sebagai tempat
penulis belajar mengenai ilmu elektronika, programming, dan semua teman-
teman UKM Robotik yang telah memberikan semangat dan bantuannya kepada
penulis selama penulis menyelesaikan skripsi ini
5. Robby Yetsun Jaya,S.Si, yang telah banyak membantu penulis dalam
penyelesaian skripsi yang penulis kerjakan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


6. Desy Annisa, Khairiza Nawar dan Bg Syarif yang sangat memotivasi dalam
penyelesaian skripsi ini
7. SahabatBestam, Anie Afrilla, Dian Hermaya, Jepri Purwanto, Vadhya WG,
Andriani Nirwana, Astrid Aprilia Hrp, Nuril Akhyar, Adinda, Irfayani, Faqih
Harseno Sabil terimakasih atas semangat dan dukungan nya.
8. Sahabat – sahabat tersayang Tri Ramadhani, Ryan Pradana, Ferry Fadillah Lubis
yang telah memberikan motivasi, semangat dan dukungannya.
9. Teman – Teman seperjuangan Anie, Fatya, Septia, Raihan, Yuni, Yetti, Nurul
dan suci yang sudah saling bantu membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
10. Teman baru kenal di UKM Robotik Sikonek USU Fadly Tommy,Rizky aja yang
telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

11. Ibu UKM USU dan keluarga yang telah memberikan semangat dan dukungannya
kepada penulis.

12. Teman – Teman mahasiswa Ekstensi Fisika dan Instrumentasi 2015 yang telah
memberikan motivasi dan arahan kepada penulis.

13. Dan semua pihak yang telah membantu penulis namun tidak dapat disebutkan
satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan skripsi ini masih
jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan dari para pembaca.Semoga hasil skripsi ini menjadi Ibadah bagi
penulis dan bermanfaat bagi pembaca.
Aamiin Ya Rabbal’alamin.

Medan, Agustus 2017


Hormat Saya

Fakhrunnisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI JARAK NYAMAN
MENONTON TELEVISI BERBASIS MIKROKONTROLLER
ATMEGA8535

ABSTRAK

Penelitian ini menjelaskan tentang rancang bangun prototype alat pendeteksi


jarak nyaman menonton tv dengan menggunakan mikrokontroller atmega 8535.
Adapun fungsi dari alat ini ialah melakukan pencegahan terutama untuk anak-anak
yang sering menonton tv terlalu dekat yang mengakibatkan kerusakan mata pada saat
menonton televisi, memberikan informasi jarak nyaman yang ideal pada saat
menonton televisi.Dengan menggunakan sensor jarak ultrasonic pada 3 titik untuk
mengukur jarak keberadaan manusia dari tv, buzzer sebagai indikator, dan atmega
8535 sebagai kontrollernya.
Cara kerja alat ini ialah apabila sensor mendeteksi manusia terlalu dekat dari
tv, maka alat ini akan mengeluarkan suara/buzzer aktif memberitahu bahwa mata
manusia dalam posisi tidak nyaman, yang mana akan mengalami kerusakan mata di
kemudian hari apabila selalu menonton pada jarak yang terlalu dekat atau tidak
dengan jarak yang tidak dianjurkan untuk kesehatan mata manusia.

Kata Kunci:Jarak Aman Menonton TV, Mikrokontroller 8535, buzzer

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


THE DESIGN OF DETECTION DISTANCE TOOL COMFORTABLE
WATCHING TELEVISION WITH MICROCONTROLLER ATMEGA 8535

ABSTRACT

Thisresearch describes the architecture of the prototype tool detection


distance comfortably watching tv using the microcontroller Atmega 8535.As for the
function ofthis tool is to do prevention especially for children who are seing
watching tv too closely which resulted in damage to the eye at the time
wachingtelevision,providing the ideal comfortable distance information on while
watching television.By using ultrasonic distance sensor on a 3 point for measuring
distances of human existence from the tv,as an indocator of the buzzer,and
microcontroller atmega 8535 as controller.

The working of these tools is when the sensors detect a human too close from
the tv,then this tool will issue voice/buzzer active informed him that human eye is in
an uncomfortable position,which will damage the eye at a later date when always
watch at a distance too close or not by the distance that is not recommended for the
health of the human eye.

Keywords :ATMega8535, Buzzer,Distance Comfortable Watching Televisi,


Microcontroler

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


DAFTAR ISI

Persetujuan ........................................................................................................ i
Pernyataan ......................................................................................................... ii
Penghargaan ...................................................................................................... iii
Abstrak ............................................................................................................... v
Abstract .............................................................................................................. vi
Daftar Isi ........................................................................................................... vii
DaftarTabel........................................................................................................ ix
DaftarGambar ................................................................................................... x
DaftarLampiran ................................................................................................ xi

Bab 1 Pendahuluan ........................................................................................... 1


1.1.LatarBelakang ........................................................................................ 1
1.2.RumusanMasalah ................................................................................... 2
1.3.TujuanPenelitian .................................................................................... 2
1.4.BatasanMasalah ..................................................................................... 2
1.5.ManfaatPenelitian .................................................................................. 2
1.6.MetodologiPenelitian ............................................................................. 3
1.7.SistematikaPenulisan ............................................................................. 3

Bab 2 TinjauanPustaka .................................................................................... 5


2.1.Televisi ................................................................................................... 5
2.2.Kesehatan Mata dalammenontontelevisi ............................................... 5
2.3.Mikrokontroller ATMega8535 .............................................................. 6
2.3.1.Konfigurasi Pin ATMega8535 ………………………………… . 7
1. Port A ........................................................................................ 8
2.Port B ............................................................................................................ 8
3. Port C ………………………………………………………. 9
4. Port D ………………………………………………………. 10
2.4.Sensor Jarak HCSR04 ............................................................................ 11
2.5.LCD (Liquid Crystal Display) ............................................................... 12
2.6. Buzzer ................................................................................................... 14
2.7.MetodePerbandingan Diagonal Layar ................................................... 15

Bab 3MetodologiPenelitiandanPerancanganAlat .......................................... 17


3.1. Diagram Blok ........................................................................................ 17
3.2.FungsiTiap Blok..................................................................................... 17
3.3.RangkaianMikrokontroller ATMega8535 ............................................. 18
3.4.Rangkaian Power Supplay Adaptor (PSA) ............................................ 19
3.5.PerancanganRangkaian LCD (Liquid Crystal Display .………………. 20

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


3.6.PerancanganRangkaian Buzzer ……………………………………... 21
3.7.Rangkaian Sensor HCSR04 …………………………………………. 21
3.8. Flowchart Sistem ……………………………………………………. 23

Bab 4 HasildanPembahasan ............................................................................. 24


4.1.PengujianRangkaianMikrokontrollerATMega 8535 ………………. . 24
4.2.Pengujian Power Supply ........................................................................ 25
4.3.PengujiandanAnalisa Sensor SRF04 ..................................................... 26
4.4.PengujianRangkaianInterfacing LCD ................................................... 26
4.5.Kalibrasi Sensor HCSR04 ………………………………………….... 27
4.6.PengujianKeseluruhanSistem ……………………………………….... 30

Bab 5 Kesimpulandan Saran .......................................................................... 32


5.1.Kesimpulan ............................................................................................ 32
5.2. Saran ..................................................................................................... 32
DaftarPustaka.................................................................................................... 33
Lampiran

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Penjelasan pin pada port A................................................................. 8


Tabel 2.2.Penjelasan pin pada port B .................................................................. 9
Tabel 2.3.Penjelasan pin pada port C .................................................................. 9
Tabel 2.4.Penjelasan pin pada port D.................................................................. 10
Tabel 2.5.Konfigurasi PIN LCD 16x2 ................................................................ 13
Tabel 4.1.Pengujian Vin dan Vout ...................................................................... 25
Tabel 4.2.Pengujian sensor SRF04 ..................................................................... 26
Tabel 4.3.Pengujian Kalibrasi SRF04 ................................................................. 27
Tabel 4.4.Pengujian Seacara Keseluruhan .......................................................... 30

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. (a)Konfigurasi Pin ATMega8535 (b) Bentuk ATMega8535 ...... 11


Gambar 2.2. GambarSensor SRF04 ................................................................. 11
Gambar 2.3. LCD (Liquid Crystal Display) 16x2 ............................................ 12
Gambar 2.4. Gambar Buzzer ............................................................................ 15
Gambar 3.1 Diagram BlokPerancanganAlat ................................................... 17
Gambar 3.2 RangkaianSistem Minimum MikrokontrollerATMega 8535...... 18
Gambar 3.3. Rangkaian PSA ............................................................................ 19
Gambar 3.4. SistemRangkaian LCD ................................................................ 20
Gambar 3.5. SistemRangkaian Buzzer ............................................................. 21
Gambar 3.6. SistemRangkaian Sensor ............................................................. 22
Gambar 3.7. Diagram Alir (Flowchart) ........................................................... 23
Gambar 4.1. PengujianMikrokontrollerATMega 8535 .................................... 25
Gambar 4.2. Pengujian Power Supply.............................................................. 25
Gambar 4.3. Pengujian LCD 16X2 .................................................................. 27
Gambar 4.4. GrafikKalibrasi sensor ................................................................ 29
Gambar 4.5.JarakNyamanMenontonTelevisi...................................................... 30

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Skematik keseluruhan rangkaian ................................................... 34


Lampiran 2 Program Rangkaian........................................................................ 35
Lampiran 3 Gambar alat secara keseluruhan .................................................. 38
Lampiran 5 Datasheet Mikrokontroller Atmega 8535 ...................................... 39
Lampiran 6 Datasheet LCD 16X2 ................................................................... 40
Lampiran 7 Datasheet Sensor HCSR04 ............................................................ 41

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB 1PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang
Kenyamanandalammenontontelevisimemangmenjadiperananpenting yang
membuatkitabetah lama-lama menontontelevisi.Tetapiprilakumasyarakat di
Indonesia yang
Menontontelevisidantidakmemerdulikanposisimerekamenontontelevisi,
dapatmembahayakanKondisikesehatanmata.Dalammenonton televiseianak- anakatau
orang dewasasaatinitidakmemperhatikanjarakmenontontelevisi.

Menurut dr. Hardiono D PusponegoroSpA (K) “mata memiliki peran


terpenting bagiperkembangan kecerdasan manusia”. Matamemiliki lensa mata yang
dapat berubahsejalan dengan usianya, perubahan warnalensa yang menghambat
secara progresif sinarbiru yang melewati lensa. Maka, semakinbertambah usia
manusia, semakin kecil resikoterganggunya lensa akibat sinar biru. Sinarbiru adalah
sinar dengan panjang gelombang400-500 nm (nanometer), sumber terdekatnyaadalah
lampu layar televisi.Resiko kerusakanmata terjadi tergantung dari panjang
cahayayang diterima oleh mata, intensitas durasipaparan yang diterima mata.

Untukmengurangidampakdaripaparan yang diterimaolehmata yang


diakibatkanolehkurangnyakesadaranmanusiaterhadapkeamananmenontontelevisi,ma
kapenelitianinimengambiljudul
“RancangBangunAlatPendeteksiJarakNyamanMenonton TV
MenggunakanMikrokontroler ATMEGA8535”.
Alatiniakanmembantuuntukmemberikaninformasiterhadappenontontelevisimengenaij
arakaman. Cara kerjaalatiniyaitudenganmetodeperbandingan diagonal layar,
dimanatinggidanlebartelevisiataudisebut diagonal televisi
dibandingkandenganpenentuanobjekdidepannya, jadisemakinbesarnya diagonal
televisisemakinjauhjarakamandalammenonton televisi.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut,maka masalah yang dapat
diidentifikasikan
sebagai berikut :
1. Bagaimana menentukan jarak amandalam menonton televisi.
2. Metode apa yang sesuai dalammengatasi masalah yang ada.
3. Bagaimana menentukan rancangansistem yang efektif untuk mengurangiefek
dalam penggunaan televisi, baikperangkat keras maupun perangkat lunak
yangsesuai dan dapatdirealisasikan dan dapat di integrasikanpada semua televisi.

1.3. Pembatasan Masalah


Agar pembahasan ini tidak menyimpangdari tujuan, maka perlu dibuat suatu
batasanmasalah yaitu sebagai berikut :
1. Rancang bangun ini berbasis mikrokontroler Atmega 8535 sebagai proseskendali.
2. Sensor yang akan digunakan merupakan sensor SRF04sebagai pengukurjarak.
3. Rancang bangun ini menggunakan tampilan display yaitu LCD 16x2 karakter.
4. Rancang bangun ini menggunakan Buzzer untuk mengetahui nyaman atau tidak
kita menonton televisi.
5. TV yang digunakan ukuran 14 inchi & 17 inchi

1.4. Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dari penelitianperancangan sistem ini adalah sebagai berikut:
1. Merancang sebuah alat kenyamanan jarak dalam menonton televisi.
2. Penggunaan metode perbandingan diagonal layar.

1.5 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat yang diperoleh daripenyusunan penelitian ini antara lain
sebagaiberikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


1. Dapat menghasilkan suatu alat yang bermanfaat untuk bidang kesehatan yaitu,
dalam hal pencegahan kerusakan mata pada saat menonton televisi.
2. Dapat mengurangi pengaruh yang tidak baik dari radiasi televisi yang dapat
menyebabkan kerusakan mata.
3. Bermanfaat sebagai sarana untuk belajar dan mendalami ilmu mikrokontroler
danaplikasinya.

1.6.Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan pada rancang bangun alat pendeteksi kualitas minyak
goreng berdasarkan warna RGB berbasis mikrokontroler ATMega 8535adalah :
1. Studi literatur
Pada tahap ini penulisan dimulai dengan studi kepustakaan yaitu proses
pengumpulan bahan-bahan referensi baik dari buku-buku, artikel-artikel,
maupun dari hasil penelitian mengenai Mikrokontroler ATMega 8535 dan
Sensor SRF04.
2. Perancangan Sistem
Merancang alat sesuai dengan rencana, yaitu meliputi perancangan desain
hardware dan software.
3. Implementasi
Pada tahap ini akan dibangun alat pendeteksi jarak nyaman dalam menonton
televise berbasis mikrokontroller ATMega 8535 sebagai sistem yang memproses
semua input dan output.Buzzer sebagai alat pendeteksi jarak nyaman atau tidak
dan hasil pengukuran ditampilkan di LCD 16x2
4. Pengujian Alat
Pada tahap ini dilakukan pengujian alat dan program.
5. Dokumentasi
Proses dokumentasi hasil penelitian dilakukan selama penelitian dengan
menyusun laporan dalam bentuk skripsi.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


1.7.Sistematika Penulisan
Sistematika yang digunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi 5 bab.
BAB 1: Pendahuluan
Menjelaskan Mengenai latar belakang, perumusan masalah, Batasan masalah tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
BAB 2 : Landasan Teori
Menjelaskan tentang dasar teori yang melandasi dan sebagai acuan dalam penelitian
ini antara lain teori tentang Mikrokontroler,Sensor SRF04,Buzzer.

BAB 3 : PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM


Bab ini akan membahas mengenai perancangan yang digunakan dan
pengimplementasian sistem dari masing-masing sensor. Untuk menjelaskan setiap
pembahasan tersebut akan dijelaskan menggunakan blok diagram beserta penjelasan
dari setiap bagian dari blok diagram yang digunakan. Rangkaian – rangkaian yang
diperlukan untuk membangun perangkat Pendeteksi Jarak Nyaman Menonton
Televisi.

BAB 4 : Hasil Penelitian


Menjelaskan Tentang hasil pengujian alat-alat,hasil pengukuran,pengoperasian dan
spesifikasi alat.

BAB 5 : Kesimpulan dan Saran


Merupakan kesimpulan dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan
pengembangan alat

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Televisi
Televisi merupakan media telekomunikasi yang popular yang berfungsi
sebagai alat penerima siaran berupa gambar yang bergerak dan disertai suara,baik
monokrom (Hitam Putih) berwarna. Televisi sendiri berasal dari bahasa yunani Tele
yang artinya jauh serta Visio yang artinya penglihatan.
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak
televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi
disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah
peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV
(dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan
sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun
institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi
media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan
kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat
materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah
dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui Player dan Hulu.

2.2 Kesehatan mata dalam menonton televise

Sebenarnya menonton televisi merupakan hal yang aman bagi mata, karena
peregangan di mata saat melihat televisi tidak terlalu berlebihan dibanding saat
membaca. Dengan memperhatikan hal berikut, mata Anda aman saat melihat
televisi

1. Pencahayaan yang memadai, tidak terlalu besar dan terlalu rendah. Pencahayaan
yang terlalu kuat dapat mengurangi kontras di layar dan
mengaburkan pandangan. Sebaiknya tidak menempatkan sumber cahaya
yang dapat mengakibatkan pantulan di televisi. Sebaiknya warna di sekitar
televisi bercorak netral.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


2. Sebaiknya cahaya di ruang televisi tidak gelap total. Ruangan yang gelap
total mengakibatkan kontras televisi menjadi berlebihan sehingga
mengganggu kenyamanan mata. Warna di ruangan tidak menyesuaikan
dengan televisi, melainkan televisi yang menyesuaikan kondisi ruangan.
3. Perhatikan jarak menonton. Setidaknya jarak antara mata dan televisi
adalah lima kali diameter layar. Pada jarak tersebut, gambar dapat terlihat
jelas dan tidak mengganggu mata. Jika sering menonton dalam jarak dekat,
sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan mata. Rabun jauh(myopia)
sering terjadi pada anak yang menonton televisi dalam jarak
dekat.
4. Pastikan televisi telah diatur dengan baik. Posisi televisi sebaiknya sejajar
dengan mata sehingga ketika menonton tidak harus mendongak atau
membungkuk.
5. Jika diharuskan memekai kacamata, gunakan kacamata tersebut saat
menonton televisi.

2.3 Mikrokontroler Atmega8535

ATMega8535 adalah mikrokontroler CMOS 8 bit daya rendah berbasis


arsitektur RISC.Instruksidikerjakan pada satu siklus clock, ATMega8535
mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz, hal ini membuat ATMega8535
dapat bekerja dengan kecepatan tinggi walaupun dengan penggunaan daya rendah.
Mikrokontroler ATmega8535 memiliki beberapa fitur atau spesifikasi yang
menjadikannya sebuah solusi pengendali yang efektif untuk berbagai keperluan.
Fitur-fitur tersebut antara lain:
1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yang terdiri atas Port A, B, C dan D
2. ADC (Analog to Digital Converter)
3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan
4. CPU yang terdiri atas 32 register
5. Watchdog Timer dengan osilator internal
6. SRAM sebesar 512 byte
7. Memori Flash sebesar 8kb dengan kemampuan read while write

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


8. Unit Interupsi Internal dan External
9. Port antarmuka SPI untuk men-download program ke flash
10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi
11. Antarmuka komparator analog
12. Port USART untuk komunikasi serial.

2.3.1. Konfigurasi Pin ATMega8535

Mikrokontroler AVR ATMega 8535 memiliki 40 pin dengan


32 pin diantaranya digunakan sebagai port paralel. Satu port paralel terdiri dari
8 pin, sehingga jumlah port pada mikrokontroler adalah 4 port,
yaitu port A, port B, port C dan port D.Sebagai contoh adalah port A
memiliki pin antara port A.0 sampai dengan port A.7, demikian selanjutnya
untuk port B, port C, port D.

Berikut deskripsi Pin pada Atmega8535 :


VCC : berfungsi sebagai suplay digital 5 volt
GND : berfungsi sebagai ground
RESET : Input reset level rendah, pada pin ini selama
lebih dari panjang pulsa minimum akan
menghasilkan reset walaupun clock sedang berjalan. RST
pada pin 9 merupakan reset dari AVR. Jika pada pin ini
diberi masukan low selama minimal 2 machine cycle maka
sistem akan di-reset
XTAL 1 : Input penguat osilator inverting dan input pada
rangkaian operasi clock internal
XTAL 2 : Output dari penguat osilator inverting
Avcc : Pin tegangan suplai untuk port A dan
ADC. Pin ini harus dihubungkan ke Vcc walaupun ADC
tidak digunakan, maka pin ini harus dihubungkan ke Vcc
melalui low pass filter
Aref : pin referensi tegangan analog untuk ADC

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


AGND : pin untuk analog ground. Hubungkan kaki ini ke GND,
kecuali jika board memiliki analog ground yang terpisah

Berikut ini adalah penjelasan dari pin mikrokontroler ATMega8535 menurut port-
nya masing-masing:

1. Port A
Pin 33 sampai dengan pin 40 merupakan pin dari port A. Merupakan 8 bit
directional port I/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up
resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port A dapat memberi arus 20 mA dan
dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port A
(DDRA) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port A digunakan. Bit-bit DDRA
diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port A yang disesuaikan sebagai input, atau
diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin pada port A juga memiliki fungsi-
fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel:

Tabel 2.1 Penjelasan Pin pada port A


Pin Keterangan
PA.7 ADC7 (ADC Input Channel 7)
PA.6 ADC6 (ADC Input Channel 6)
PA.5 ADC7 (ADC Input Channel 5)
PA.5 ADC4 (ADC Input Channel 4)
PA.3 ADC3 (ADC Input Channel 3)
PA.2 ADC2 (ADC Input Channel 2)
PA.1 ADC1 (ADC Input Channel 1)
PA.0 ADC0 (ADC Input Channel 0)

2. Port B

Pin 1 sampai dengan pin 8 merupakan pin dari port B. Merupakan 8 bit
directional port I/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up
resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port B dapat memberi arus 20 mA dan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port B
(DDRB) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port B digunakan. Bit-bit DDRB
diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port B yang disesuaikan sebagai input, atau
diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port B juga memiliki fungsi-fungsi
alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel:

Tabel 2.2. Penjelasan Pin pada port B

Pin Keterangan
PB.7 SCK (SPI Bus Serial Clock)
PB.6 VISO (SPI Bus Master Input/Slave Output)
PB.5 VOSI (SPI Bus Master Output/Slave Input)
PB.4 SS (SPI Slave Select Input)
PB.3 AIN1 (Analog Comparator Negative Input)OCC (Timer/Counter0 Output
Compare Match Output)
PB.2 AIN0 (Analog Comparator Positive Input)INT2 (External Interrupt2 Input)

PB.1 T1 (Timer/Counter1 External Counter Input)


PB.0 T0 (Timer/Counter0 External Counter Input)XCK (JSART External Clock
Input/Output)

3. Port C

Pin 22 sampai dengan pin 29 merupakan pin dari port C. Port C sendiri
merupakan port input atau output. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up
resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port C dapat memberi arus 20 mA dan
dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port C
(DDRC) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port C digunakan. Bit-bit DDRC
diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port C yang disesuaikan sebagai input, atau
diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port D juga memiliki fungsi-fungsi
alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam berikut ini :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Tabel 2.3. Penjelasan Pin pada Port C
Pin Keterangan
PC.7 TOSC2 (Timer Oscillator Pin 2)
PC.6 TOSC1 (Timer Oscillator Pin 1)
PC.1 SDA (Two-Wire Serial Bus Data Input/Output Line)

PC.0 SCL (Two-Wire Serial Bus Clock Line)

4. Port D

Pin 14 sampai dengan pin 20 merupakan pin dari port D. Merupakan 8 bit
directional port I/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up
resistor (dapat diatur per bit). Output buffer port D dapat memberi arus 20 mA dan
dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port D
(DDRD) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port D digunakan. Bit-bit DDRD
diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port D yang disesuaikan sebagai input, atau
diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port D juga memiliki fungsi-fungsi
alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel:

Tabel 2.4. Penjelasan Pin pada Port D


Pin Keterangan
PD.0 RDX (UART input line)
PD.1 TDX (UART output line)
PD.2 INT0 (external interrupt 0 input)
PD.3 INT1 (external interrupt 1 input)
PD.4 OC1B (Timer/Counter1 output compareB match output)
PD.5 OC1A (Timer/Counter1 output compareA match output)
PD.6 ICP (Timer/Counter1 input capture pin)
PD.7 OC2 (Timer/Counter2 output compare match output)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


(a) (b)

Gambar 2.1. (a)Konfigurasi pin ATMega8535, (b) Bentuk ATMega8535

2.4 Sensor Jarak HCSR 04


Sensor jarak adalah sensor yangbekerja berdasarkan prinsip
pantulangelombang suara dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara
yangkemudian menangkapnya kembali denganperbedaan waktu sebagai
dasarpenginderaanya.Perbedaan waktu antaragelombang suara dipancarkan
denganditangkapnya kembali gelombang suarautersebut adalah berbanding lurus
dngan jarakatau tinggi objek yang memantulkannya.Jenisyang dapat dipantulkan
adalah padat, cair,butiran, maupun tekstil yang digunakan untukmendeteksi
keberadaa suatu objek tertentu didepannya. Frekuensi kerja sensor ultrasonikini ada
pada daerah diatas gelombang suarayaitu dari 40 KHz hingga 400 KHz.
Sensorultrasonik terdiri dari dua unit, yaitu unitpemancar dan unit penerima.

Gambar 2.2 Sensor HCSR 04

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Sensor Ultrasonik HCSR 04 dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Bekerja pada tegangan DC 5 volt
2. Beban arus sebesar 30 Ma – 50 Ma
3. Menghasilkan gelombang dengan frekuensi 40 KHz
4. Jangkauan jarak yang dapat dideteksi 3 cm – 400 cm
5. Membutuhkan trigger input minimal sebesar 10 Us
6. Dapat digunakan dalam dua pilihan mode yaitu input trigger dan output
echo terpasang pada pin yang berbeda atau input trigger dan output echo
terpasang dalam satu pin yang sama.

2.5. LCD (Liquid Crystal Display)


LCD (liquid crystal display) adalahsuatu alat penampil dari bahan cairan
kristalyang pengoperasiannya menggunakan sistemdot matriks. Fungsi LCD pada
rancangan inidigunakan untuk menampilkan hasil dariproses perhitungan
mikrokontroler. Padaperancangan ini, LCD yang digunakan adalahLCD 16x2 yang
memiliki backlamp. LCDtersebut dihubungkan dengan Port B padamikrokontroler
Atmega 8535.

Gambar 2.3 Display 16x2

LCD dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian depan panel LCD yang terdiri
dari banyak dot atau titik LCD dan mikrokontroler yang menempel pada bagian

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


belakang panel LCD yang berfungsi untuk mengatur titik-titik LCD sehingga dapat
menampilkan huruf, angka, dan simbol khusus yang dapat terbaca.

Fungsi Pin-Pin LCD

Modul LCD berukuran 16 karakter x 2 baris dengan fasilitas backlighting


memiliki 16 pin yang terdiri dari 8 jalur data, 3 jalur kontrol dan jalur-jalur catu
daya, dengan fasilitas pin yang tersedia maka lcd 16x2 dapat digunakan secara
maksimal untuk menampilkan data yang dikeluarkan oleh mikrokontroler, secara
ringkas fungsi pin-pin pada LCD dituliskan pada Tabel 2.1.

Tabel 2.5. Konfigurasi Pin LCD 16x2

Sedangkan secara umum pin-pin LCD diterangkan sebagai berikut :

1. Pin 1 dan 2 Merupakan sambungan catu daya, Vss dan Vdd. Pin Vdd
dihubungkan dengan tegangan positif catu daya, dan Vss pada 0V atau
ground. Meskipun data menentukan catu 5 Vdc (hanya pada beberapa mA),
menyediakan 6V dan 4.5V yang keduanya bekerja dengan baik, bahkan 3V
cukup untuk beberapa modul.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


2. Pin 3 merupakan pin kontrol Vee, yang digunakan untuk mengatur kontras
display. Idealnya pin ini dihubungkan dengan tegangan yang bisa diubah
untuk memungkinkan pengaturan terhadap tingkatan kontras display sesuai
dengan kebutuhan, pin ini dapat dihubungkan dengan variable resistor
sebagai pengatur kontras.
3. Pin 4 merupakan Register Select (RS), masukan yang pertama dari tiga
command control input. Dengan membuat RS menjadi high, data karakter
dapat ditransfer dari dan menuju modulnya.
4. Pin 5 Read/Write (R/W), untuk memfungsikan sebagai perintah write maka
R/W low atau menulis karakter ke modul. R/W high untuk membaca data
karakter atau informasi status dari register-nya.
5. Pin 6 Enable (E), input ini digunakan untuk transfer aktual dari perintah-
perintah atau karakter antara modul dengan hubungan data. Ketika menulis ke
display, data ditransfer hanya pada perpindahan high atau low. Tetapi ketika
membaca dari display, data akan menjadi lebih cepat tersedia setelah
perpindahan dari low ke high dan tetap tersedia hingga sinyal low lagi.
6. Pin 7 sampai 14 adalah delapan jalur data/data bus (D0 sampai D7) dimana
data dapat ditransfer ke dan dari display.
7. Pin 16 dihubungkan kedalam tegangan 5 Volt untuk memberi tegangan dan
menghidupkan lampu latar/Back Light LCD.

2.6Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah
getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir
sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang
pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi
elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari
arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka
setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga
membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan
sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


alat (alarm). Dalam simulasi membuat rangkaian buzzer kali ini bahan yang
digunakan seperti ATMEGA32, buzzer, dan Osciloscope. Komponen – komponen
tersebut disusun pada ISIS proteus lalu dibuatkan program menggunakan cv avr yang
dimana program tersebut berguna untuk menjalankan simulasi buzzer pada ISIS
proteus. Setelah program selesai, program dimasukkan ke dalam IC Atmega32 lalu
simulasi dijalankan.Pada simulasi buzzer ini dapat dideteksi gelombangnya
menggunakan osciloscope.

Gambar 2.4. Gambar Buzzer

Cara kerja buzzer sebenarnya mirip dengan prinsip kerja dari loud speaker,
komponen buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan
kemudian saat kumparan tersebut dialiri arus dan tercipta medan elektromagnet,
kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan
polaritas magnetnya.
Karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan
akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar
yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa
proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).

2.6 Metode Perbandingan Diagonal Layar


Menonton tv ada aturan-aturan yangharus kita taati jika kita tidak ingin efek
burukmenghampiri kita. Salah satunya adalah jarak layar monitor televisi ke mata
harus mengikutiperhitungan standar yang berlaku secarainternasional. Rumus jarak
layar televisi kemata penonton adalah 5 kali diagonal layar.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Rumus jarak aman nonton TV = Ukuran layartelevisi (inchi) x 5
Untuk itu perkiraan jarak aman menonton
televisi dapat disajikan sebagai berikut:
1. 14 inchi = 14 x 5 x 0,0254.= 1,78 meter

2. 17 inchi = 17 x 5 x 0,0254.= 2,16 meter

3. 20 inchi = 20 x 5 x 0,0254.= 2,54 meter

4. 21 inchi = 21 x 5 x 0,0254.= 2,67 meter

5. 29 inchi = 29 x 5 x 0,0254.= 3,67 meter

6. 32 inchi = 32 x 5 x 0,0254.= 4,07 meter

7. 50 inchi = 50 x 5 x 0,0254.= 6,35 meter

Keterangan :
diagonal layar adalah jarak ujung layar kiri ataske ujung layar kanan bawah.inchi (")
adalah satuan jarak non standarinternasional dimana 1 inch = 0.0254m.untuk ukuran
layar televisi yang lain anda bisa hitung sendiri dengan mengalikan diagonallayar
dengan 5 lalu dikali lagi 0,0254.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB 3 METODEPENELITIAN DAN PERANCANGAN ALAT

3.1 Diagram Blok


Diagram merupakan pernyataan hubungan yang berurutan dari satu atau lebih
komponen yang memiliki satuam kerja tersendiridan setiap blog komponen
mempengaruhi komponen yang lainnya. Diagram blok merupakan salah satu cara
yang paling sederhana untuk menjelaskan dan menganalisa salah satu kerja dari
suatu sistem. Dengan diagram blok kita dapat mengaanalisa cara kerja rangkaian
dan merancang hardware yang dibuat secaraumum.

Gambar 3.1 Blok Diagram PerancanganAlat

3.2 Fungsi Tiap Blok


Fungsi tiap blok yaitu :
a. Blok PSA 5 V sebagai sumber tegangan DC pada sensor
b. Blok sensor sebagai mendeteksi jarak benda yang berada di depan televisi
c. Blok Mikrokontroller ATMega 8535 sebagai pengolah data dari
sensor,meberikan keluaran LCD

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


d. Blok LCD di gunakan sebagai hasil keluaran jarak nyaman menonton
televisi
e. Blok Buzzer digunakan sebagai Suara

3.3 Rangkaian Mikrokontroller ATMega 8535


Rangkaiansistem minimum mikrokontroler ATMEGA 8535
dapatdilihatpadagambardi bawahini :

Gambar 3.2.Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler ATMega 8535

Dari gambar
3.2,Rangkaiantersebutberfungsisebagaipusatkendalidariseluruhsistem yang
ada.Komponenutamadarirangkaianiniadalah IC Mikrokontroler ATMega8535.Semua
program diisikanpadamemoridari IC inisehinggarangkaiandapatberjalansesuaidengan
yang dikehendaki.
Untuk men-download file heksa decimal kemikrokontroler, Mosi, Miso, Sck,
Reset, VccdanGnddari kaki mikrokontrolerdihubungkankeUSB via
programmer.Kaki Mosi, Miso, Sck, Reset,
VccdanGndpadamikrokontrolerterletakpada kaki 17, 18, 19, 20 dan 1.
ApabilaterjadiketerbalikanpemasanganjalurkeISP Programmer,

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


makapemrogramanmikrokontrolertidakdapatdilakukankarenamikrokontrolertidakaka
nbiasmerespon.

3.4 Rangkaian Power Supplay Adaptor (PSA)

Gambar 3.3 Rangkaian PSA

Ketika switch(S1) ditutup (On), arus dari sumber DC 12Volt akan mengalir
menuju diode yang berfungsi sebagai pengaman polaritas. Kondensator C5 yang
berfungsi sebagai filter dapat dihilangkan jika tegangan input merupakan tegangan
DC stabil misalnya dari sumber baterai (Accu/Aki).
Pada power supply ini menggunakan IC LM7805. IC LM7805 merupakan
salah satu tipe regulator tetap. Regulator tegangan tipe ini merupakan salah satu
regulator tegangan tetap dengan tiga terminal, yaitu terminal Vin, Gnd, Vout.
Setelah melalui IC 7805, tegangan akan diturunkan menjadi 5 Volt stabil.
Fungsi C6 adalah sebagai filter terakhir yang berfungsi mengurangi noice(ripple
tegangan) sedangkan LED yang dipasang dengan resistor berfungsi sebagai
indicator.
Pada umumnya power supply selalu dilengkapi dengan regulator tegangan.
Tujuan pemasangan regulator tegangan pada power supply adalah untuk
menstabilkan tegangan keluaran apabila terjadi perubahan tegangan masukan pada
power supply. Fungsi lain dari regulator tegangan adalah untuk perlindungan dari
terjadinya hubung singkat pada beban. IC LM7805 mampu mengeluarkan tegangan
+5V dengan memberikan kapasitor pada masing-masing
kakinya.Rangkaian penyearah gelombang penuh kemudian dilanjutkan dengan filter

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


kapasitor C yang dipasang setelah diode bridge. Dengan filter ini bentuk gelombang
tegangan keluarnya bisa menjadi rata atau terjadinya pengosongan dan pengisian
terhadap kapasitor yang disebut tegangan rippel.
Rangkaian regulator ini dapat dipakai untuk menurunkan tegangan 12 volt
pada sebuah perangkat elektronika atau pada sebuah kendaraan menjadi stabil.Power
supply ini juga menggunakan IC LM 7805 yang berfungsi sebagai
regulator. Regulator tegangan dengan menggunakan komponen utama IC (integrated
circuit) mempunyai keuntungan karena lebih kompak (praktis) dan umumnya
menghasilkan penyetabilan tegangan yang lebih baik. Fungsi-fungsi seperti
pengontrol, sampling, komparator, referensi, dan proteksi yang tadinya dikerjakan
oleh komponen diskrit, sekarang semuanya dirangkai dan dikemas dalam
IC. Regulator yang menggunakan IC LM 7805 selalu menghasilkan keluaran yang
bernilai positif.

3.5 Perancangan Rangkaian LCD (Liquid Crystal Display)


Pada alat ini, display yang digunakan adalah LCD (Liquid Crystal Display)16
x 2. Untuk blok ini tidak ada komponen tambahan karena mikrokontroler dapat
memberi data langsung ke LCD, pada LCD Hitachi - M1632 sudah terdapat driver
untuk mengubah data ASCII output mikrokontroler menjadi tampilan karakter.
Pemasangan potensio sebesar 5 KΩ untuk mengatur kontras karakter yang
tampil.Gambar 3.5 berikut merupakan gambar rangkaian LCD yang dihubungkan ke
mikrokontroler.Merupakan output yang berfungsi untuk menampilkan nilai
pembacaan pada sensor.

Gambar 3.4 Sistem Rangkaian LCD

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


3.6 Perancangan Rangkaian Buzzer
Buzzer merupakan salah satu komponen elektronika atau sinyal audio yang
dapat menghasilkan bunyi atau suara.Buzzer biasanya digunakan pada alat seperti
alarm, safety Box yang berbunyi saat tombol di tekan.Buzzermerupakan pembangkit
bunyi, dalam sistem ini digunakan sebagai tanda peringatan bahwa sensor
mendeteksi adanya gangguan. Adapun skematik dan realisasi rangkaian dari
buzzeradalah sebagai berikut:

Gambar 3.5 Sistem Rangkaian Buzzer

3.7 Rangkaian Sensor HCSR04


Di dalam blok sensor HCSR04 ada 2 rangkaian yang saling berhubungan yaitu
Transmitter sebagai pengirim data dari objek ke benda dan Receiver sebagai
penerima data dari benda ke objek
Jarak antara ultrasonic tranducer Rx dan Tx mempengaruhi kinerja alat dalam
aplikasi ini. Pengaturan resistor variabel R6 pada rangkaian receiver dapat dilakukan
saat rangkaian dinyalakan yaitu dengan acuan tampilan LCD. Bila LCD selalu
menampilkan “Distance = 001 cm” berarti jendela komparator terlalu sempit
sehingga dapat di-trigger oleh gelombang ultrasonic langsung dari Tx bukan
pantulan dari benda di depannya.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Gambar 3.6 Sistem Rangkaian Sensor

Proses pengukuran jarak dipicu dengan mengirimkan pulsa negatif (logika 0


/ 0 V) selama 20 µs. Setelah perintah diterima dan dikenali, modul ultrasonic akan
mulai mengukur jarak dengan menggunakan ultrasonic ranger. Selama modul sedang
dalam proses mengukur jarak Proses pengukuran jarak akan berlangsung antara 100
µs – 25 ms tergantung pada berapa jarak obyek dan pengukuran apa saja yang
dilakukan. Proses pengukuran tersebut memberi waktu untuk mengganti pin
mikrokontroler yang dihubungkan ke pin SIG menjadi input dan menyiapkan
mikrokontroler untuk menghitung lebar pulsa.
Setelah proses pengukuran selesai, modul ultrasonik akan mengirimkan data
hasil pengukuran berupa pulsa negatif yang lebarnya proporsional terhadap jarak
obyek yang diukur/dideteksi. Pulsa selebar 10 µs menyatakan jarak 1 mm. Jadi
misalkan lebar pulsa yang dikirim adalah 10 ms, maka hasil pengukuran adalah 100
cm.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


3.8 Diagram Alir ( Flowchart)
Dalam perancangan dan pembuatan alat pendeteksi jarak nyaman menonton
televisiini perlu dilakukan langkah-langkah untuk mewujudkannya, dari tahap
awal sampai akhir seperti yang ditunjukkan pada diagram alir Gambar 3.6

mulai

Inisialisasi
Sistem

Baca Baca Baca


sensor1 sensor2 sensor3 TIDAK

terbaca

YA

AtMega 8535

Proses kalibrasi
TIDAK

x<20 || x>30

YA

Buzzer ON

Tampil LCD

Akhir

3.7. Gambar Diagram Alir

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Pengujian Rangkaian Mikrokontroler ATMega8535

Pengujian pada rangkaian mikrokontroler ATMega8535 ini dapat dilakukan


dengan menghubungkan rangkaian ini dengan rangkaian power supply sebagai
sumber tegangan. Kaki 10 dan 30 dihubungkan dengan sumber tegangan 5 volt,
sedangkan kaki 11 dan 31 dihubungkan dengan ground. Kemudian tegangan pada
kaki 10 diukur dengan menggunakan Voltmeter. Dari hasil pengujian didapatkan
tegangan pada kaki 10 sebesar 4,9 Volt. Langkah selanjutnya adalah memberikan
program sederhana pada mikrokontroler ATMega 8535 untuk menguji port port yang
terdapat pada AtMega8535, program yang diberikan adalah sebagai berikut:

#include <mega8535.h>
#include <delay.h>
#include <stdio.h>

while (1)

{
// Place your code here
PORTA = 0xFF;
PORTB = 0xFF;
PORTC = 0xFF;
PORTD = 0xFF;
delay_ms(2000);
PORTA = 0x00;
PORTB = 0x00;
PORTC = 0x00;
PORTD = 0x00;
delay_ms(2000);
}

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Gambar 4.1 Pengujian Mikrokontroller ATMega8535

4.2. Pengujian Power Supply


Power supply berfungsi untuk menyuplai tegangan ke alat tersebut.Tegangan
yang dibutuhkan alat adalah 5 volt. Pengujian power supply dilakukan untuk
mengetahui apakah tegangan yang masuk ke alat tersebut bernilai 5 volt.

Gambar 4.2. Pengujian Power Supply

Vin (V) Vout (V)


12 5.14

Tabel 4.1 Pengujian Vin dan Vout

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


4.3 Pengujian Dan Analisa Sensor HCSR04

Pengujian jarak pendeteksian sensor HCSR04 dilakukan dengan


mendekatkan dan menjauhkan posisi objek yang ada didepan sensor, dengan kondisi
objek merupakan benda padat yang tidak menyerap atau terbuat dari bahan yang
lunak.

Tabel 4.2 Pengujian Sensor HCSR04

Jarak (cm) Sensor1 (cm) Sensor (cm) Sensor3 (cm)


1 8 10 11
2 10 11 10
3 12 14 15
4 14 16 17
5 18 19 20

4.4 Pengujian Rangkaian Interfacing LCD


LCD dot matriks 2 x 16 karekater dapat dihubungkan langsung dengan
mikrokontroler ATMega8535, disini fungsi LCD adalah sebagai tampilah hasil
pengukuran dan diberi beberapa keterangan.Pada penelitian ini LCD dihubungkan
kemikrokontroler melalui PortC.2 ~ PortC.7 yang berfungsi bus data. Adapaun data
yang dikirimkan oleh mikrokontroler merupakan kode ASCIIdata dalam bentuk
bilangan biner, dimana data tersebut dapat diterjemahkan oleh LCD ke bentuk
karakter.
Pengiriman data yang dari mikrokontroler diatur oleh pin EN, RS dan RW.
Jalur EN dinamakan Enable. Jalur ini digunakan untuk memberi tahu LCD bahwa
ada data yang sedang dikirimkan. Untuk mengirim data ke LCD, maka melalui
program EN harus dibuat berlogika “low” dan set (high) pada dua jalur kontrol yang
lain (RS dan RW). Jalur RW adalah jalur kontrol Read/write. Ketika RW berlogika
low (0), maka informasi pada bus akan dituliskan pada LCD. Ketika RW berlogika
high (1), maka program melakukan pembacaan memori dari LCD. Dalam penelitian
ini umumnya pin RW selalu diberikan logika low(0)
Dengan mengikuti keterangan diatas kita dapat membuat program untuk
menampilkan karakter pada LCD. Program yang diisikan ke mikrokontroler untuk
menampilkan karakter pada LCD adalah sebagai berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


#include <mega8535.h>
#include <alcd.h>
#include <stdio.h>
#include <delay.h>

void main()
{
lcd_init(16);
while(1)
{
lcd_gotoxy(0, 0);
lcd_putsf("Fachrunnisa");
lcd_gotoxy(0, 1);
lcd_putsf("Fisika Ekstensi");
}

Gambar 4.3. Pengujian LCD

4.5 Kalibrasi Sensor HCSR04


Pada pengujian ini dibutuhkan pengambilan data sebagai pembanding
dari nilai digital yang berasal dari sensor HCSR04.Di bawah ini merupakan
data yang didapat dari sensor HCSR04.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Pembacaan sensor1 sensor2 Sensor3
Asli (cm) (cm) (cm) (cm)
1 8 10 11
2 10 11 10
3 12 14 15
4 14 16 17
5 18 19 20
6 21 21 22
7 24 24 25
8 28 28 29
9 30 31 31
10 33 34 34
11 36 36 37
12 39 38 38
13 42 43 43
14 46 45 46
15 48 48 49
16 48 51 52
17 50 51 51
18 54 52 53
19 57 55 55
20 58 60 61
21 62 63 64
22 64 64 64
23 67 67 68
24 68 70 71
25 71 73 73
26 74 74 75
27 77 77 78
28 80 81 82
29 85 84 84
30 86 87 88
31 88 88 89
32 91 93 93
33 94 95 95
34 97 97 98
35 100 101 101
36 103 104 104
37 107 106 107
38 109 110 111
39 111 113 114
40 113 115 116
41 116 119 119

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


42 119 121 122
43 121 123 123
44 123 125 125
45 127 129 130
46 130 131 131
47 134 133 133
48 136 139 139
49 139 140 140
50 140 143 144

Tabel 4.3. Pengujian Kalibrasi SRF04

Grafik Kalibrasi Sensor HCSR04


Dari tabel di atas jarak dari mulai pembacaan 1cm hingga 50cm, mistar sebagai
perbandingan sensor HCSR04.Hasil yang didapatkan hampir linear, hal ini
ditunjukkan pada grafik diawah ini.

160
y1 = 0.003x2 + 2.582x + 6.666
140 R² = 0.999

y = 0,000x2 + 2,673x + 5,357


120 R² = 0,999

100
sensor1
80 sensor2
Poly. (sensor2)
60
Poly. (sensor2)

40

20

0
0 10 20 30 40 50 60

4.4. Grafik Kalibrasi Sensor SRF04

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


4.6 Pengujian Keseluruhan Sistem
Pengujian keseluruhan sistem dilakukan untuk mengetahui apakah
seluruh rangkaian dapat berjalan dengan baik.Didapat hasil seluruh sistem dan
rangkaian berjalan dan berfungsi dengan baik.

Gambar 4.5 Jarak Nyaman Menonton Telivisi


Sesuai dengan prinsip kerja,jika jarak nyaman menonton televisi di baca oleh
sensor lebih kecil dari 178cm.Jika jarak yang terbaca oleh sensor lebih kecil dari
178cm maka mikrokontroller akan mengaktifkan Buzzer akan berbunyi (ON).
Buzzer akan mati(OFF) secara otomatis jika jarak yang terbaca oleh ketiga sensor
menunjukkan lebih besar dari 178cm sehingga nyaman untuk menonton TV.

1. TV LCD 14 Inchi
NO Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3 Buzzer Ket
(cm) (cm) (cm)
1 89 63 70 ON Tdk Aman
2 60 93 99 ON Tdk Aman
3 83 63 53 ON Tdk Aman
4 69 168 99 ON Tdk Aman
5 90 170 178 OFF Nyaman
6 100 176 178 OFF Nyaman

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


2. TV Tabung 14 Inchi
NO Sensor Sensor 2 Sensor 3 Buzzer Ket
(cm) (cm) (cm)
1 78 61 70 ON Tdk Aman
2 60 73 80 ON Tdk Aman
3 81 63 60 ON Tdk Aman
4 63 158 99 ON Tdk Aman
5 70 170 98 ON Tdk Aman
6 90 176 178 OFF Nyaman

3. TV LCD 17 Inchi
NO Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3 Buzzer Ket
(cm) (cm) (cm)
1 83 63 71 ON Tdk Aman
2 87 93 100 ON Tdk Aman
3 89 95 80 ON Tdk Aman
4 70 170 99 ON Tdk Aman
5 70 170 179 OFF Nyaman
6 68 176 180 OFF Nyaman

4. TV Tabung 17 Inchi
NO Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3 Buzzer Ket
(cm) (cm) (cm)
1 80 90 78 ON Tdk Aman
2 70 73 81 ON Tdk Aman
3 81 63 60 ON Tdk Aman
4 63 158 99 ON Tdk Aman
5 70 170 98 ON Tdk Aman
6 80 176 179 OFF Nyaman

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
Dari beberapa tahap perancangan dan pengujian yang telah dilakukan dapat dimabil
kesimpulan yaitu :
1. Hasil pengujian ketiga sensor HCSR04 membuktikan bahwa hasil
pembacaan sensor sudah sesuai dengan jarak nyaman menonton televisi.
2. Hasil pengujian alat pada jarak nyaman menonton televisi dengan berukuran
14 inchi menunjukkan bahwa jarak nyaman pada tv 14 inchi sebesar 178 cm
dari TV 14 inchi dan 17 inchi sebesar 216 cm.
3. Dengan adanya alat ini, maka kita dapat memperkecil terjadinya gangguan
mata yang disebabkan karena menonton televisi terlalu dekat (tidak sesuai
dengan jarak nyaman menonton televisi).

5.2 SARAN
Berikut ini adalah saran yang dapat digunakan untuk tahap pengembangan penelitian
sistem ini antara lain :
1. Diharapkan dalam pemakaian alat ini tidak dalam area yang memiliki radiasi
yang kuat karena akan mengganggu frekuensi dari gelombang ultrasonik ini
sehingga terjadi gangguan yang disebut gangguan interverensi frekuensi.
2. Diharapkan ketika menggunakan sensor ini agar jangan terdapat angin sehingga
untuk mengurangi gangguan saat pemantulan sensor terhadap benda.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


DAFTAR PUSTAKA

Iswanto. 2013. Belajar Mikrokontroller AT89S51.


Yogyakarta: Penerbit Andi.
Bagushari Sasongko. 2013. Pemograman Mikrokontroller dengan Bahasa C.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
Jaka.Otomatisasi Pendeteksi Jarak AmanMenonton Televisi dengan Metode
Perbandingan Diagonal Layar Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535 .Vol. 13, No.
3. 2014. SAINTIKOM

Heryanto, M. Ary dan P., Wisnu Adi.Pemroraman Bahasa C untuk


Mikrokontroler ATMega8535.Yogyakarta : Andi Offset.

Suyadhi, Taufiq Dwi Septian. Buku PintarRobotika Edisi I. Yogyakarta : Andi.2010

http://www.organisasi.org/1970/01/jauh-jaraknonton-televisi-tv-yang-sehat-dan-
baik-untukkesehatan-mata.html [diakses 26/02/2015]

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


Lampiran 1

Gambar A layout alat pengukur jarak nyaman

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


LAMPIRAN 2
PROGRAM
#include <mega8535.h>
#include <stdio.h>
#include <delay.h>
#include <alcd.h>

#define Trig1 PORTA.3


#define Echo1 PINA.2
#define Trig2 PORTA.5
#define Echo2 PINA.4
#define Trig3 PORTA.7
#define Echo3 PINA.6
#define buzzer PORTD.6

char buff[33];
char buff2[16];
int jrk1, jrk2, jrk3, count = 0;
unsigned int jarak, k;
int j = 30;
int d = 20;

void sensor1()
{
DDRA.3 = 1;
PORTA.3 = 0;
DDRA.2 = 0;

count=0;
Trig1=1; delay_us(15);
Trig1=0;

while(Echo1==0){};
while(Echo1==1)
{ count++; delay_us(2);
};
jrk1 = count;
jrk1 = ((jrk1-2)/3);
}

void sensor2()
{
DDRA.5 = 1;
PORTA.5 = 0;

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


count=0;
Trig2=1; delay_us(15);
Trig2=0;

while(Echo2==0){};
while(Echo2==1)
{ count++; delay_us(2);
};
jrk2 = count ;
jrk2 = ((jrk2-2)/3);

void jarak3()
{
DDRA.7 = 1;
PORTA.7 = 0;
DDRA.6 = 0;

jarak=0;
Trig3=0; delay_us(2);
Trig3=1; delay_us(15);

while(Echo3==0);
for(k=0; k<300; k++)
{ if(Echo3==1)jarak++;
delay_us(58);
}
jrk3=jarak;
jrk3 = ((jrk3-2)/3);
}

void buzzer_ON()
{ PORTD.6=1; }

void buzzer_OFF()
{ PORTD.6=0; }

void main(void)
{
// Input/Output Ports initialization
// Port A initialization
// Function: Bit7=In Bit6=In Bit5=Out Bit4=In Bit3=In Bit2=Out Bit1=In Bit0=In
DDRA=(0<<DDA7) | (0<<DDA6) | (1<<DDA5) | (0<<DDA4) | (1<<DDA3) |
(1<<DDA2) | (0<<DDA1) | (0<<DDA0);
// State: Bit7=T Bit6=T Bit5=T Bit4=T Bit3=T Bit2=0 Bit1=T Bit0=T

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


PORTA=(0<<PORTA7) | (0<<PORTA6) | (0<<PORTA5) | (0<<PORTA4) |
(0<<PORTA3) | (0<<PORTA2) | (0<<PORTA1) | (0<<PORTA0);

// Port D initialization
// Function: Bit7=In Bit6=In Bit5=In Bit4=In Bit3=In Bit2=In Bit1=In Bit0=In
DDRD=(0<<DDD7) | (1<<DDD6) | (0<<DDD5) | (0<<DDD4) | (0<<DDD3) |
(0<<DDD2) | (0<<DDD1) | (0<<DDD0);
// State: Bit7=T Bit6=T Bit5=T Bit4=T Bit3=T Bit2=T Bit1=T Bit0=T
PORTD=(0<<PORTD7) | (0<<PORTD6) | (0<<PORTD5) | (0<<PORTD4) |
(0<<PORTD3) | (0<<PORTD2) | (0<<PORTD1) | (0<<PORTD0);

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
// Mode: Normal top=0xFF
// OC0 output: Disconnected
TCCR0=(0<<WGM00) | (0<<COM01) | (0<<COM00) | (0<<WGM01) | (0<<CS02)
| (0<<CS01) | (0<<CS00);
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;

lcd_init(16);

lcd_gotoxy(0, 0); lcd_putsf("Fachrunnisa");


lcd_gotoxy(0, 1); lcd_putsf("Fisika Ekstensi");
delay_ms(2000);
lcd_clear(); delay_us(10);

while(1)
{ sensor1(); sensor2(); jarak3();
tampil();
if(jrk1<d || jrk2<d || jrk3<d)
{
buzzer_ON();
lcd_gotoxy(11, 1);
lcd_puts("B=ONN");
}

else if(jrk1>j || jrk2>j || jrk3>j)


{
buzzer_OFF();
lcd_gotoxy(11, 1);
lcd_puts("B=OFF");
}
delay_ms(1000);
}
}

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


LAMPIRAN 3
Gambar

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA