Anda di halaman 1dari 4

Asuhan Keperawatan Pada Anak Yang Akan Diimunisasi

A. Pengkajian Pra Imunisasi :


1. Tulis biodata klien secara lengkap.
2. Pengkajian secara umum mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
3. Riwayat penyakit yang pernah diderita oleh ibu
- Seperti ibu pernah menderita TBC, Hepatitis B, dll.
4. Riwayat imunisasi yang pernah didapatkan o/ anak
- Tanyakan kepeda ibu imunisasi apa saja yang pernah didapat oleh anak –
anaknya, apakah imunisasinya lengkap atau tidak.
5. Riwayat prenatal
- Tanyakan penyakit yang pernah diderita oleh ibu saat hamil. Seperti ibu menderita
hepatitis B ataupun TB saat hamil.
6. Riwayat kejang
- Tanyakan apakah sebelumnya anak pernah mengalami kejang.
7. Riwayat penyakit keluarga ( Disfungsi imunologi,HIV/ AIDS, Kanker )
- Tanyakan adanya penyakit infeksi yang menular dari anggota keluarga, seperti
anggota keluarga menderita TB, HIV /AIDS, dll.
8. Riwayat obat- obatan
- Tanyakan obat – obatan yang dikonsumsi oleh bayi.
- Obat yang pernah dikonsumsi oleh ibu saat hamil.
9. Riwayat alergi terhadap obat tertentu.

B. Diagnosa NANDA, Hasil NOC, dan Intervensi NIC


Nanda NOC NIC
1. Kesiagaan untuk Kontrol imun yang hipersensitif Pemberian imunisasi/vaksin
meningkatkan status  Status respirasi, nadi,  Mengajarkan orang tua daftar
imunisasi gastrointestinal,dan ginjal imunisasi yang
dalam batas IER direkomendasikan, cara
 Bebas reaksi alergi imunisasi diberikan, alas an,
 Bebas respon imflamasi keuntungan, reaksi
local berlawanan, dan efek samping
 Bebas dari kejadian  Sediakan informasi imunisasi
autoimun dalam bentuk tertulis
 Tidak ada auto antibody  Sediakan teknik pemberian
atau auto-antigen yang tepat
Status imun  Identifikasi rekomendasi
 Infeksi ulangan tidak terbaru tentang imunisasi
terjadi  Memantau pasien selama
 Tidak ada bengkak periode khusus setelah
 Berat IER pemberian obat
 Imunisasi sekarang  Menahan anak selama
Perilaku imunisasi imunisasi
 Menyatakan resiko penyakit  Jadwal imunisasi sesuai
tampa imunisasi dengan interval waktu
 Mendeskripsikan resiko Persiapan vaksin
yang berhubungan dengan
imunisasi khusus
 Mendeskripsikan
kontraindikasi imunisasi
khusu
 Membawa kartu vaksin
setiap berkunjung
 Konfirmasi jadwal imunisasi
selanjutnya
2. Kecemasan Control kecemasan Pengurangan kecemasan
 Memantau intensitas  Berbicara dengan tenang
kecemasan  Jelaskan keadaan harapan
 Membuang penyebab cemas untuk sikap pasien
 Menurunkan rangsangan  Jelaskan semua prosedur
lingkungan ketika cemas termasuk sensasi seperti
 Merencanakan strategi pengalaman pada prosedur
koping pada situasi yang  Sediakan informaasi nyata
menekan tentang diagnosis, perlakuan
 mempertahankan hubungan dan prognosis
social  Tinggal bersama pasien untuk
memperkenalkan keselamatn
 laporan adukuat tidur dan mengurangi rasa takut
 mengontrol kecemasan Teknik tenang
Control dorongan  Pegang dan nyamankan bayi
 mengidentifikasi sikap yang atau anak
membahayakan  Menguncang bayi jika perlu
 identifikasi perasaan utama  Bicara lembut atau bernyanyi
yang mendorong aksi pada bayi atau anak
impulsive  Pertahankan kontak mata
 identifikasi akibat aksi  Duduk dan bicara dengan
impulasif bagi diri dan orang pasien
lain  Tawarkan minuman hangat
 identifikasi dukungan sosial atau susu
Keahlian interaksi social Kehadiran
 pengungkapan  Deminstrasikan sikap
 kemudahan menerima menerima
 kerjasama  Komunikasi verbal berempati
 sensitifitas  Tegakkan kepercayaan dan
 konfrontasi perhatian yang positif
 kehangatan  Dengarkan kecemasan pasien
 rileks  Pegang pasien untuk
 pertimbangan mengurangi kecemasan
Control penyerangan  Tawarkan atau hubungi orang
 Menahan diri dari luapan lain yang bisa mendukung

 Menahan diri dari tempat Manajemen rasa khawatir

personal orang lain berlebihan

 Menahan diri dari  Ikutsertakan keluarga dalam

membahayakan orang lain perencanaan, penyediaan,

 Menahan diri dari merusak evaluasi, dan perawatan

property  Pantau fungsi koognitif

 Kebutuhan komunikasi tang menggunakan standar alat

tepat pengkajian

 Komunikasi perasaan yang  Sediakan cahaya yang cukup


tapi tidak menyilaukan
yang tepat  Perkenalkan diri pada inisiasi
kontak
 Berikan arah sederhana pada
waktu yang tepat
 Berbicara jelas, lembut,hangat,
dengan suara yang respek

C. Intervensi Keperawatan Saat akan melakukan penyuntikan vaksin


1. Komunikasi teraupeutik dengan ortu/klg
2. Informasi tentang efek samping vaksin dan resiko apabila tdk imunisasi.
3. Periksa kembali persiapan u/ imunisasi untuk mengantisipasi hal- hal yg tdk diinginkan.
4. Baca dgn teliti informasi tentang produk
5. Tinjau kembali apakah ada indikasi kontra thd vaksin yang akan diberikan.
6. Periksa jenis vaksin dan yakinkan kalau vaksin disimpan dgn baik
7. Periksa vaksin yang akan diberikan, apakah ada tanda- tanda perubahan pada vaksin
tersebut, periksa tanggal kadaluawarsa, dan catat hal- hal istimewa, seperti ada
perubahan warna.
8. Yakinkan bahwa vaksin yang akan diberikan sesuai jadwal, dan tawarkan tawarkan
vaksin lain untuk mengejar imunisasi yang tertinggal.
9. Berikan vaksin dgn tehnik yang benar.

D. Setelah selesai pemberian vaksin


1. Memberitahu ulang tentang efek samping vaksin dan resiko apabila tdk imunisasi.
2. Dokumentasikan kestatus klien
3. Periksa status imunisasi anggota klg lainnya.
4. Laporan imunisasi secara rinci hrs dilaporkan ke Puskesmas induk  Dinas
kesehatan ( Bag P2M )
5. Penyuluhan tentang imunisasi
6. Berikan petunjuk, sebaiknya tertulus kepada ortu/ klg atau pengasuh apa yg harus
dikerjakan dalam kejadian biasa atau kejadian yg lebih berat.misalnya pemberian
parasetamol bila anak demam.