Anda di halaman 1dari 2

PEMESANAN OBAT

No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD Tanda Tangan Kepala FKTP Hj Yuheni.S.ST, M Kes
PUSKESMAS NIP.19670928 198902 2 003
BANTEN GIRANG

1. Pengertian Pemesanan Obat adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk


memenuhi kebutuhan obat. Pemesanan Obat dilakukan berdasarkan
rencana kebutuhan obat perbulan / tahunan yang sudah dilaporkan
sebelumnya ke Dinkes untuk meminimalisir penggunaan obat yang
tidak bertanggung jawab.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melaksanakan
pemesanan obat.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No Tentang Pelayanan Farmasi.
4. Prosedur 1. Petugas Pengelola Obat melakukan perencanaan kebutuhan obat di
Puskesmas Banten Girang;
2. Petugas Pengelola Obat melakukan pemesanan obat untuk
kebutuhan Puskesmas Banten Girang;
3. Petugas sub unit terkait melakukan pemesanan obat dalam bentuk
LPLPO untuk kebutuhan sub unit kepada petugas farmasi gudang
Puskesmas Banten Girang;
4. Petugas Pengelola Obat membuat Surat Bukti Barang Keluar
(SBBK) dan ditandatangani oleh kepala Puskesmas,
penanggungjawab sub unit dan petugas pengelola obat;
5. Bagan Alir
melakukan perencanaan kebutuhan
obat

melakukan pemesanan obat untuk kebutuhan


Puskesmas

melakukan pemesanan obat dalam bentuk


LPLPO

membuat Surat Bukti Barang Keluar


(SBBK)obat

6. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun


2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang
Tenaga Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
4. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Direktorat
Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Departemen
Kesehatan Republik Indonesia;
7. Dokumen Terkait LPLPO Puskesmas dan Sub Unit
8. Unit Terkait 1. Gudang Obat
2. Sub Unit terkait
9. Evaluasi SOP

10. Rekaman Historis Perubahan

No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan