Anda di halaman 1dari 6

KUFUR

1. Pengertian Kufur
Kata kufur dalam pengertian bahasa Arab berarti menyembunyikan atau menutup.
Sedangkan menurut syari’at adalah menolak kebenaran dan berbuat kufur karena
kebodohannya. Adapun pengertian kufur yang hakiki adalah keluar dan menyimpang dari
landasan Iman.[4] Orang yang melakukan kekufuran, tidak beriman kepada Allah dan Rasul-
Nya disebut Kafir.
Al-Kufr secara bahasa berarti penutup. Sedang menurut deinisi syar’i berarti tidak
beriman kepada Allah dan rasul-Nya, baik dengan mendustakannya ataupun tidak.
Persoalan persoalan kufur timbul dalam sejarah bermula dari tuduhan kufurnya
perbuatan sahabat-sahabat yang menerima arbitrasi sebagai penyelesaian perang Siffin.
Selanjutnya persoalan hukum kafir ini bukan lagi hanya orang yang tidak menentukan hukum
dengan al-Quran, tetapi juga orang yang melakukan dosa besar, yaitu murtakibal-
kabair.Kufur bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
a. Mendustakan atau tidak mempercayai sesuatu yang harus diyakini dalam syariat
b. Ragu terhadap sesuatu yang jelas dalam syariat
c. Berpaling dari agama Allah
d. Kemunafikan yakni menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keislaman
e. Somboong terhadap perintah Allah seperti yang dilakukan iblis
f. Tidak mau mengikrarkan kebenaran agama Allah bahkan dibarengi dengan memeranginya,
padahal hatinya yakin kalau itu benar.
2. Macam-Macam Kufur
Kufur dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Kufur akbar (kufur besar)
Kufur akbar dapat mengeluarkan pelaku dari agama islam. Terkadang kufur besar
terjadi dengan ucapan atau perbuatan yang sangat bertolak belakang dengan iman
seperti mencela Allah dan Rasul-Nya atau menginjak Al Qur`an dalam keadaan tahu
kalau itu adalah Al Qur`an dan tidak terpaksa.
Kufur jenis ini terbagi menjadi lima, yaitu:
1) Kufrut Takdziib (Kafir karena mendustakan) dalilnya ialah firman Allah Ta’ala QS Al-
Ankabuut: 68.
2) Kufrul Ibaa’ wal Istikbaar Ma’at Tashdiiq (kafir karena menolak dan sombong, tapi disertai
dengan pembenaran) dalilnya adalah QS Al-Baqarah: 34.
3) Kufrusy Syakk (kafir karena ragu) dalilnya adalah firman Allah QS Al-Kahfi:35-38.
4) Kufrul I’radh (kafir karena berpaling) dalilnya ialah firman Allah QS Al-Ahqaf: 3.
5) Kufrun Nifaaq (kafir karena nifak) dalilnya adalah QS Al-Munafiqun: 3.

1
b. Kufur ashghar (kufur kecil)
Kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur
amali. Kufur amali ialah dosa yang disebutkan didalam Al-Qur‟an dan As-Sunnah sebagai
dosa dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. yang termasuk kedalam kufur
ashghar di antaranya yaitu, kufur nikmat Allah, membunuh, dan bersumpah selain nama
Allah.
Beberapa ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kufur:

‫َّللاُ فَأُو َٰلَئِكَ ُه ُم ْال َكافِ ُرون‬


‫َو َم ْن لَ ْم يَحْ ُك ْم ِب َما أ َ ْنزَ َل ه‬
“Dan barang siapa tidak memutuskan perkara dengan hukum yang diturunkan Alloh, maka
mereka adalah orang-orang kafir.” (QS. Al Maa-idah: 44)
‫ت‬ ‫سبِي ِل ه‬
ُ ‫الطا‬
ِ ‫غو‬ َ ‫َوالهذِينَ َكفَ ُروا يُقَاتِلُونَ فِي‬
“Dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut.” (QS. An Nisaa’: 76).
‫ُه َو الَّذِي َخلَقَ ُك ْم فَ ِمن ُك ْم َكافِ ٌر َو ِمن ُكم ُّمؤْ ِم ٌن‬
“Dialah yang menciptakan kalian lalu diantara kalian ada yang kafir dan ada yang
mu’min.” (QS. At Taghoobun: 2)

kebanyakan orang-orang kafir itu adalah:


‫ص ْنعًا‬ َ ْ‫س ْعيُ ُه ْم فِي ْال َحيَاةِ ال ُّد ْنيَا َو ُه ْم يَح‬
ُ َ‫سبُونَ أَنه ُه ْم يُحْ ِسنُون‬ َ َ‫الهذِين‬
َ ‫ض هل‬
“Orang-orang yang sia-sia perbuatan mereka di dunia sedangkan mereka menyangka bahwa
mereka itu berbuat baik.” (QS.Al Kahfi: 104).

NIFAQ
1. Pengertian Nifaq
Secara bahasa, kata nifak berasal dari kata nafiqa; lobang tempat keluar hewan
sejenis tikus (yarbu’) dari sarangnya, jika hendak ditangkap dari satu lobang maka ia akan
berlari ke lobang lainnya dan keluar darinya. Ada yang berpendapat, berasal dari kata an-
nafaq, lobang terowongan yang digunakan untuk bersembunyi. Sedangkan menurut syar’i,
makna nifaq ialah menampakkan keislaman dan kebaikan serta menyembunyikan kekafiran
dan keburukan.
Secara gramatikal bahasa Arab, kata nifaq merupakan mashdar (kata jadian) dari
tsulatsi mazid biharfin wahid, yaitu naafaqa, yunaafiqu, munaafaqah, dan nifaaq yang berarti
memasukkan sesuatu dengan mengeluarkan yang lain. Sedangkan kata munafiq adalah kata
sifat atau isim fa’il dari kata naafaqa yang menunjukkan orang yang menyandang sifat

2
tersebut. Sedangkan kata munafiq adalah kata sifat atau isim fa’il dari kata naafaqa yang
menunjukkan orang yang menyandang sifat tersebut. Berdasarkan pengertian kebahasan di
atas, maka orang munafik adalah orang yang menampakkan kebaikan pada satu sisi dan
menyembunyikan keburukan pada sisi lain, atau melaksanakan ajaran agama pada satu sisi
dan menyembunyikan kekufuran pada sisi lain.
Sedangkan makna nifaq secara terminologi adalah menampakkan Islam dengan
menyembunyikan kekufuran. Kata nifaq merupakan suatu termasuk yang diperkenalkan oleh
al-Qur’an. Oleh karena itu masyarakat Arab tidak mengetahui makna lain selain makna yang
dimaksud oleh al-Qur’an itu sendiri. Sementara itu, menurut Quraish Shihab, kata munafiq
terambil dari kata nafiqa’, yang bermakna sejenis lubang tikus, semacam terowongan yang
memiliki dua lubang tempat ia keluar masuk. Jika dikejar di sini ia keluar di sana, demikian
pula sebaliknya. Quraish melanjutkan bahwa seperti itu lah sifat orang-orang munafik, ia
masuk dalam kelompok orang-orang yang beriman dengan pengakuan mereka“saya
beriman”, dan masuk pula dalam kelompok orang-orang yang kufur dengan ucapan “aku
seperti kalian.”
Dalil Tentang Nifaq:
‫ورا‬ ُ ‫سولُهُ إِ هَّل‬
ً ‫غ ُر‬ ُ ‫َّللاُ َو َر‬
‫ع َدنَا ه‬ ٌ ‫َوإِ ْذ يَقُو ُل ْال ُمنَافِقُونَ َوالهذِينَ فِي قُلُوبِ ِه ْم َم َر‬
َ ‫ض َما َو‬
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam
hatinya berkata: "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu
daya".(Qs.Al-Ahzab 33:12)
ِ ‫ض ۚ َيأ ْ ُم ُرونَ ِب ْال ُم ْن َك ِر َو َي ْن َه ْونَ َع ِن ْال َم ْع ُر‬
‫وف‬ ٍ ‫ض ُه ْم ِم ْن َب ْع‬ ُ ‫ْال ُمنَا ِفقُونَ َو ْال ُمنَا ِفقَاتُ َب ْع‬
َ‫َّللا فَنَ ِسيَ ُه ْم ۗ إِ هن ْال ُمنَافِ ِقينَ ُه ُم ْالفَا ِسقُون‬
َ ‫سوا ه‬ ُ َ‫َويَ ْقبِضُونَ أ َ ْي ِديَ ُه ْم ۚ ن‬
"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah
sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan
mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah
melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang
fasik."(Qs.At-Taubah 9:67)
2. Macam-Macam Nifaq
Nifaq terbagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Nifaq i’tiqadi (nifak keyakinan)
Disebut juga dengan nifaq besar. Yaitu, menampakkan keislaman dan
menyembunyikan kekafiran. Nifaq jenis ini dapat menyebabkan pelakunya keluar dari agama
Islam secara total dan menempatkannya di neraka yang paling bawah. Allah menyifati
pelakunya dengan segala sifat buruk; kafir, tidak mempunyai iman, tindakan mengolok-olok
dan mengejek Islam dan pemeluknya, serta kecenderungan total kepada musuh-musuh Islam
karena keikutsertaan mereka dalam memusuhi Islam.

3
Seorang munafik akan menampakkan keimanan kepada Allah, para Malaikat, Kitb-
Kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan keimanan pada Hari Akhir. Padahal dalam batinnya ia
terlepas dari itu semua dan mendustakannya.
Nifaq jenis ini ada empat macam:
1) Mendustakan rasul atau mendustakan sebagian ajaran yang beliau bawa.
2) Membenci rasul atau membenci sebagian ajaran beliau bawa.
3) Senang jika melihat agama islam kemunduran
4) Tidak senang melihat islam menang

b. Nifaq Amali
Yaitu, melakukan suatu amalan orang-orang munafik dengan masih menyisakan iman
di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak sampai menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Hanya
saja ia dapat menghantarkannya pada hal tersebut. Di dalam diri pelakunya terdapat iman dan
nifaq. Semakin banyak ia mengerjakan amalan (nifaq) ini, itu akan menyebabkannya menjadi
seorang munafiq tulen.[14]
Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:
“ada empat sifat, jika semuanya ada dalam diri seseorang maka ia seorang munafik tulen.
Barangsiapa dalam dirinya terdapat salah sifat itu, berarti dalam dirinya ada satu sifat
kemunafikan hingga ia meninggalkannya, yaitu jika dipercaya ia berkhianat, jika ia
berbicara ia berdusta, jika berbanji ia menyalahinya, dan jika bertikai ia berkata
kotor.” (HR Mutaffaq ‘Alaih).
3. Bahaya Nifaq dalam Kehidupan Dunia
Al-Qur’an telah menjelaskan dalam berbagai ayatnya bahwa nifaq termasuk salah
satu penyakit kejiwaan atau abnormalitas dalam diri manusia. Semua itu menegaskan bahwa
lemahnya iman dalam diri seseorang yang akan mengendalikan perilakunya. Dalam surat al-
Baqarah ayat 10 dapat dipahami dalam konteks ini yang artinya:
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa
yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS. 2: 10)
Syaikh Mutawally Sya’rawi ketika menafsirkan ayat ini menyatakan, “Allah
mengumpamakan hati orang munafik dengan penyakit. Seakan-akan hati mereka tidak
memiliki kesehatan iman yang menghidupkan hati dan menjadikannya memiliki stamina dan
kekuatan”. Mental mereka sakit, dalam hati mereka ada penyakit, dan ini lah yang
memalingkan mereka dari jalan yang terang dan lurus, serta menjadikan mereka pantas
mendapatkan tambahan penyakit dari Allah.[15] Penyakit yang bersemayam dalam hati orang-
orang munafik berdampak dalam kehidupan mereka dengan senantiasa membuat kerusakan
di pentas bumi ini.

4
SYRIK
1. Pengertian Syirk
Syrik ialah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang seharusnya
ditujukan khusus untuk Allah, seperti berdoa meminta kepada selain Allah disamping berdoa
memohon kepada Allah. Atau, memalingkan suatu ibadah tertentu seperti dzabh
(penyembelihan kurban), bernadzar, doa dan lain sebagainya kepada selain Allah.
Adapun dari segi syara’, syirik adalah segala sesuatu yang membatalkan tauhid atau
mencemarinya, dari apa saja yang dinamakan syirik dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan
kata lain syirik adalah mempersekutukan Tuhan dengan menjadikan sesuatu selain diri-Nya
sebagai sembahan, obyek pemujaan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan.
Allah tidak mengampuni orang musryik yang mati diatas kesyrikan. Allah Ta’ala
berfirman:
ۚ ‫َّللا ََّل يَ ْغ ِف ُر أ َ ْن يُ ْش َر َك بِ ِه َويَ ْغ ِف ُر َما دُونَ َٰ َذ ِل َك ِل َم ْن يَشَا ُء‬
َ ‫إِ هن ه‬
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa
yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (Qs An-Nisa:48)
Selain itu, surga juga diharamkan atas orang musryik. Allah ta’ala berfirman:
َ ‫لظا ِل ِمينَ ِم ْن أ َ ْن‬
‫صار‬ ُ َّ‫علَ ْي ِه ْال َجنَّةَ َو َمأ ْ َواهُ الن‬
َّ ‫ار ۖ َو َما ِل‬ َ ُ‫َّللا‬ َّ ‫ِإنَّهُ َم ْن يُ ْش ِر ْك ِب‬
َّ ‫اَّللِ فَقَ ْد َح َّر َم‬
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-
orang zalim itu seorang penolongpun." (Qs.Al-Maidah:72)
Kesyrikan itu menghapus amal kebajikan. Allah ta’ala berfiman:
َ‫ع ْن ُه ْم َما َكانُوا يَ ْع َملُون‬ َ ِ‫َولَ ْو أ َ ْش َر ُكوا لَ َحب‬
َ ‫ط‬
"Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang
telah mereka kerjakan."(Qs.Al-An'am : 88)
Jadi syirik merupakan dosa yang paling besar. Nabi bersabda, “maukah kalian
kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?’ para sahabat menjawab ‘Ya, wahai
Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘(Yaitu) menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang
tua.”
2. Macam-Macam Syirk
Terdapat dua macam Syirk yaitu:
a. Syirik Besar
Definisi Syirik al-akbar yakni menjadikan sekutu bagi Allah, baik dalam masalah
rububiyah, uluhiyah atau asma dan sifat-Nya. Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya
dari Islam dan menempatkannya kekal di dalam neraka bila hingga meninggal dunia ia
belum bertobat darinya.
Terdapat empat macam Syirk besar, yaitu:
1) Syirkud Da’wah (syirik do’a). Berdo’a memohon kepada selain Allah disamping memohon
kepada Allah.

5
2) Syirkun Niyyah wal Iradah wal Qashd (syirik niat), yaitu memperuntukkan dan meniatkan
suatu ibadah kepada selain Allah.
3) Syirk Tha’ah (syirik ketaatan); yaitu mentaati selain Allah dalam bermaksiat kepada-Nya.
4) Syirkul Mahabbah (syirik kecintaan); menyamakan kecintaan kepada selain Allah dengan
kecintaan.
b. Syirk Kecil
Syirik kecil tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam tapi dapat mengurangi
(nilai) tauhid dan dapat menjadi perantara kepada syirik besar.
Terdapat dua macam Syirk kecil, yaitu:
1) Syirik Dzahir/al-Jaliy (Syirik yang Nampak); berupa perkataan dan perbuatan.
2) Syirik Khafiy (Tidak Nampak); yaitu kesyirikan yang terdapat pada keinginan dan niat,
seperti riya (ingin dilihat orang).

A . MENYEMBAH ZIN LEIH BERAT DOSANYA KARENA TIDAK DIAMPUNI ATAU SYIRIK DARI PADA

BERZINA

B. MEMBUAT SESAJEN KE POHON KERAMAT ADALAH PERBUATAN SYIRIK DOSA NYA TIDAK DI

AMPUNI LEIH BESAR DARI PADA DOSA MENCURI

C. MEMPERSEKUTUKAN ALLAH LEBIH BESAR DOSANYA DARI PADA DOSA MEMBUNUH