Anda di halaman 1dari 3

A.

Anatomi fisiologi ovarium


1. Ovarium
Adalah gonad wanita, dua struktur kecil yang terletak pada kedua sisi uterus. Kelenjar yanng
berada di bawah pengaruh sikliis hormon hipofise ini menghasilkan oosit dan hormon
ovarium (Brooker, 2012)
Ovarium adalah salah satu di antara beberapa organ reproduksi wanita yang berfungsi untuk
menghasilkan sel telur. Setiap wanita memiliki dua ovarium, terletak pada rongga panggul
sebelah kiri dan kanan. (Ilmu Dokter, 2014)
Ovarium merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Setiap wanita memiliki dua
ovarium. Mereka oval, sekitar empat sentimeter panjang dan berbaring di kedua sisi rahim
(uterus) terhadap dinding panggul di daerah yang dikenal sebagai fossa ovarium. Mereka
diadakan di tempat oleh ligamen melekat pada rahim, tetapi tidak secara langsung melekat pada
sisa saluran reproduksi wanita, misalnya saluran telur. (Kliksama, 2015)
2. Fungsi ovarium
A. Menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu setiap bulan, ovum akan melalui tuba fallopi
tempat fertilisasi dengan adanya sperma kemudian memasuki uterus, jika terjadi proses
pembuahan (fertilisasi) ovum akan melekat (implantasi) dalam uterus dan berkembang menjadi
janin (fetus), ovum yang tidak mengalami proses fertilisasi akan dikeluarkan dan terjadinya
menstruasi dalam waktu 14 hari setelah ovulasi.
B. Memproduksi hormon estrogen dan progesteron, kedua hormon ini berperan terhadap
pertumbuhan jaringan payudara, gambaran spesifik wanita dan mengatur siklus menstruasi.
C. Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen danprogesteron.
Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen
dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah
dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal
kepadahipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi.
3. Letak Ovarium
Ovarium adalah dua organ kecil, seukuran ibu jari Anda, yang terletak di
panggul perempuan.Mereka melekat pada rahim, satu di setiap sisi, dekat pembukaan tuba
fallopi. Ovarium berisi selgamet wanita, disebut oosit. Dalam istilah
non medis, oosit disebut “telur”. Ovarium merupakan bagian dari sistem reproduksi
wanita. Setiap wanita memiliki dua indung telur. Mereka oval, sekitar empat sentimeter
panjang dan berbaring di kedua sisi rahim (uterus) dinding panggul di wilayahyang dikenal
sebagai fossa ovarium. Mereka ditahan oleh ligamen melekat pada rahim tetapi tidaksecara
langsung melekat pada sisa saluran reproduksi wanita. (Hikmat, 2014)
4. Bagian bagian ovarium
Struktur ovarium terdiri atas :
a. Korteks disebelah luar yang diliputi oleh epitelium germinativum yang berbentuk kubik dan di
dalam terdiri dari stroma serta folikel-folikel primordial.
b. Medulla di sebelah dalam korteks tempat terdapatnya stroma dengan pembuluh-pembuluh
darah, serabut-serabut saraf dan sedikit otot polos.Diperkirakan pada wanita terdapat kira-kira
100.000 folikel primer. Tiap bulan satu folikel akan keluar, kadang-kadang dua folikel, yang
dalam perkembangannya akan menjadi folikel de Graff. Folikel-folikel ini merupakan badian
terpenting dari ovarium dan dapat dilihat di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam dan
pula dalam tingkat-tingkat perkembangan dari satu sel telur dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel
saja sampai menjadi folikel de Graff yang matang terisi dengan likuor folikulli, mengandung
estrogen dan siap untuk berovulasi.

B. Pengertian
Kanker ovarium adalah tumor ganas yang tumbuh pada ovarium (indung telur) yang
paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar
melalui system getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru –
paru.
Kanker ovarium adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan
mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan tidak normal, cepat dan tidak
terkendali. (Apotik Online dan Media Informasi Obat-Penyakit).
Kanker indung telur atau kita sebut dengan kanker ovarium, adalah kanker yang berasal
dari sel-sel ovarium atau indung telur. (Sofyan, 2006)
Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana ovarium yang
dimiliki wanita memiliki perkembangan sel-sel abnormal. Secara umum, kanker ovarium
merupakan suatu bentuk kanker yang menyerang ovarium. Kanker ini bisa berkembang sangat
cepat, bahkan, dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun saja.
Kanker ovarium merupakan suatu proses lebih lanjut dari suatu tumor malignan di ovarium.
Tumor malignan sendiri merupakan suatu bentuk perkembangan sel-sel yang tidak terkontrol
sehingga berpotensi menjadi kanker. Wikipedia Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang
cenderung menyerang jaringan disekitarnya dan menyebar ke organ tubuh lain yang letaknya
jauh (Corwin, 2009, Hal; 66).
Kanker ovarium merupakan tumor dengan histogenesis yang beraneka ragam, dapat
berasal dari ketiga demoblast (ektodermal, endodermal, mesoderal) dengan sifat-sifat histologis
maupun biologis yang beraneka ragam (Smeltzer & Bare, 2002).
Terdapat pada usia peri menopause kira-kira 60%, dalam masa reproduksi 30% dan 10%
terdapat pada usia yang jauh lebih muda. Tumor ini dapat jinak (benigna), tidak jelas jinak dan
tidak jelas pasti ganas (borderline malignancy atau carsinoma of low-maligna potensial) dan jelas
ganas (true malignant)(Priyanto, 2007).

Kanker ovarium sebagian besar berbentuk kista berisi cairan maupun padat. Kanker

ovarium disebut silent killer, karena ovarium terletak dibagian dalam sehingga tidak mudah

terdeteksi 70-80% kanker ovarium baru ditemukan pada stadium lanjut dan telah menyebar

(metastasis) kemana-mana (Wiknjoasastro, 1999).


C. Manifestasi klinis ca ovarium
Manifestasi klinis terutama berupa rasa tidak enak perut bawah atau tenesmus, pada stadium
awal dapat timbul asites; dengan cepat kanker tumbuh melampaui kavum pelvis hingga ke
abdomen hingga teraba massa; haid tidak teratur, dapat timbul perdarahan per vaginam. Tanda &
Gejala pada pasien Kanker Ovarium, Gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium
awal berupa :
a. Haid tidak teratur
b. Ketegangan menstrual yang terus meningkat
c. Menoragia
d. Nyeri tekan pada payudara
e. Menopause dini
f. Rasa tidak nyaman pada abdomen
g. Dyspepsia
h. Tekanan pada pelvis
i. Sering berkemih
j. Flatulenes
k. Rasa begah setelah makan makanan kecil
l. Lingkar abdomen yang terus meningkat
D. Cara mencegah kanker ovarium
i. Menghentikan ovulasi.
ovulasi dapat memicu terjadinya kanker apabila sel-sel yang pada mulanya berfungsi untuk
memperbaiki sel-sel yang rusak setelah proses ovulasi mengalami kelainan. Oleh karena itu, hal-
hal yang dapat menghentikan ovulasi seperti melahirkan dan menyusui, penggunaan KB, dan
operasi sterilisasi atau hysterectomy (pengangkatan rahim), dapat mencegah munculnya kanker
ovarium.
ii. Pola hidup.
Pola hidup adalah cara yang tidak hanya digunakan untuk mencegah kanker rahim, namun
juga penyakit lainnya. Untuk kanker rahim, obesitas merupakan salah satu faktor pemicunya.
Sehingga, pola hidup sehat dengan olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi,
serta melakukan diet sehat akan dapat mengurangi resiko anda terkena kanker ovarium.
iii. regular check-up.
Gen penyebab kanker ovarium dapat menurun, beberapa tes seperti tes darah dan USG
transvagina untuk mendiagnosa kanker ovarium secara lebih akurat.
Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik