Anda di halaman 1dari 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PEMASANGAN IUD
NO.DOKUMEN NO.REVISI HALAMAN

1/2

STANDARD TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


OPERSIONAL DIREKTUR RSUD LUBUK BASUNG
PROSEDUR
Dr. Bakhrizal, MKM
NIP. 19670425 1999031003
PENGERTIAN IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
adalah alat kontrasepsi yang disisipkan ke dalam rahim, terbuat dari bahan
semacam plastik, ada pula yang dililit tembaga.

TUJUAN Menjarangkan dan menghentikan kehamilan

KEBIJAKAN Agar pasien mendapatkan pelayanan alat kontrasepsi IUD yang optimal

PERALATAN a. Bak instrument berisi:


 Handscoon
 speculum cocor bebek
 kochel tang/ tenakulum
 pensterklem
 uterus sonde
 gunting
 kom kecil berisi betadine
 kassa steril
 duk steril
b. Copper T 380A IUD
c. Kapas cebok
d. Kom besar berisi larutan klorin
e. IUD steril
f. Tempat sampah
g. Lampu sorot

PROSEDUR  Menyapa klien dengan ramah


PELAKSANAAN  Memposisikan pasien dengan baik
 Menutup ruangan/menjaga privasi klien
 Menjelaskan pada pasien prosedur yang akan dilakukan
mempersilahkan pasien untuk mengajukan pertanyaan.
 Menyampaikan pada pasien kemungkinana akan merasa sakit pada
beberapa langkah waktu pemasangan dan nanti akan diberitahu bila
sampai pada langkah-langkah tersebut.
 Menyiapkan pasien, pasien diminta untuk BAK terlebih dahulu.
 Memposisikan pasien diatas tempat tidur dengan posisi lithotomi
 Mendekatkan peralatan, mengatur lampu sorot
 Mencuci tangan
 Membuka bak instrument
 Memasang handscoon, memasang duk steril di bawah bokong
pasien
 Memeriksa genetalia eksterna
 Melakukan vulva hygiene
 Melakukan pemeriksaan dengan speculum cocor bebek untuk
menemukan serviks dan menemukan jika ada cairan vagina,
servisitis dan pemeriksaan mikroskopis bila perlu
 Usap serviks dengan kassa yang diberi larutan betadine 2 sampai 3
kali, periksa apakah ada nyeri goyang serviks atau kavum douglasi
 Masukkan lengan AKDR Copper T 380A di dalam kemasan
 Masukkan speculum dan usap vagina dan serviks dengan larutan
antiseptik
 Jepit serviks dengan tenakulum secara hati-hati
 Masukkan sonde uterus dengan tehnik tidak menyentuh yaitu tehnik
hati-hati memasukkan sonde ke dalam kavum uteri dengan sekali
masuk tanpa menyentuh dinding vagina ataupun bibir speculum
 Tentukan posisi dan ke dalaman kavum uteri dan keluarkan sonde
kemudian cocokkan kedalaman uteri dengan panjang tabung
inserter kemudian masukkan sonde ke dalam bak berisi larutan
klorin
 Masukkan kedua ujung IUD kedalam tabung inserter, masukkan
pendorong ke dalam tabung inserter
 Pegang tabung IUD dengan leher biru dalam posisi horizontal
(sejajar dengan IUD), sementara melakukan tarikan hati-hati pada
tenakulum, masukkan tabung inserter kedalam uterus sampai leher
biru menyentuh serviks atau sama terasa adanya tahanan.
 Pegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan
 Lepaskan lengan IUD dengan menarik keluar tabung inserter
sampai pangkal pendorong dengan tetap menahan pendorong.
 Keluarkan pendorong kemudian tabung inserter di dorong kembali
ke servik sampai leher biru menyentuh serviks atau terasa adanya
tahanan.
 Keluarkan sebagian dari tabung inserter dan gunting benang IUD
kuranglebih 3-4 cm
 Keluarkan seluruh tabung inserter, buang ke tempat sampah
 Lepaskan tenakulum dengan hati2
 Periksa serviks dan bila ada perdarahan dari bekas jepitan
tenakulum, tekan dengan kassa selama 30-60 detik.
 Keluarkan speculum dengan hati-hati
 Rendam speculum dan tenaculum dalam bak berisi larutan klorin.
 Lepas handscoon dan buang ke tempat sampah
 Mencuci tangan
 Pasien di anjurkan untuk istirahat sebentar
 Dokumentasikan asuhan kebidanan
UNIT TERKAIT Instalasi rawat Inap dan instalasi rawat jalan
Kasir / bagian keuangan