Anda di halaman 1dari 16

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Ditinjau dari tujuannya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian

ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini dilakukan dengan melakukan

pengujian hipotesis, pengukuran data dan pembuatan kesimpulan. Menurut

Indrianto tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk menguji sebuah teori atau

verifikasi teori, meletakkan teori secara deduktif dan kemudian menjadikan

sebagai landasan dalam hal penemuan dan pemecahan masalah penelitian1.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 Oktober 2014 dan mengambil

lokasi di Pasar Baru Wadungasri yang berada di daerah Waru, Sidoarjo

dengan alamat Jl. Raya Wadungasri Desa Kepuh Kiriman Kecamatan Waru.

Alasan pemilihan tempat penelitian ini karena tersedianya kelengkapan data

yang dibutuhkan dalam penelitian sehingga sangat mempermudah dan sangat

membantu kelancaran dalam melakukan penelitian.

C. Prosedur Pengumpulan Data

1
Nur Indriantoro, dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan
Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 1999), 70.

43

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


44

1. Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Bungin populasi penelitian merupakan keseluruhan

(universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan,

tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan

sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data

penelitian.2 Berdasarkan perumusan masalah dalam penelitian ini yang

ingin mengetahui pengaruh kejujuran pedagang muslim dengan penjualan

produk fashion di pasar Wadungasri Kecamatan Waru. Populasi dalam

penelitian ini adalah pedagang Pasar Wadungasri. Dalam penelitian ini

akan menggunakan teknik pengambilan sampel secara random (acak)

dengan memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap

anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Adapun kriteria

yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut.

a. Pedagang yang hanya menjual produk fashion, seperti pedagang baju,

jilbab, accessories, dan lain-lain.

b. Pedagang fashion yang beragama Islam.

2. Metode Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah menggunakan Random Sampling (sampel acak) untuk menentukan

responden yang akan diteliti dari pasar tersebut.

Kemudian penentuan responden menggunakan Rumus Yamane

dalam Bungin. Pada perencanaan sampel dengan menggunakan rumus

2
Burhan Bungin, Penelitian Kuantitatif:Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan ilmu-ilmu
Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2005), 109.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


45

Yamane dapat memberikan bobot yang representatif sehingga dapat

dilakukan perhitungan secara pasti jumlah besaran sampel untuk populasi

tertentu. Hal ini digunakan rumus ini dikarenakan populasi memiliki

karakter yang sukar digambarkan.

Total populasi pedagang fashion sebanyak 195 orang.

Rumus Yamane:

n= N
N (d)2 + 1

= 195

195(0,1)2 + 1

= 195
2,95

= 66,1 66 Responden

Keterangan:

n = Jumlah sampel yang dicari

N= Jumlah Populasi

d = Nilai Presisi (ditentukan 0,1)

Penentuan jumlah responden dalam penelitian berjumlah 66

responden seperti yang tersaji dalam perhitungan sebelumnya

menggunakan rumus Yamane bertujuan agar mempermudah perhitungan.

D. Variabel Penelitian

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


46

Damin menyatakan bahwa sebuah variabel perlu didefinisikan dengan

alasan agar tidak menimbulkan kekaburan fokus penelitian dan

menghilangkan kemungkinan salah penafsiran terhadap objek yang menjadi

fokus penelitian.3 Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari

dua variabel, yaitu variabel bebas (Independent variabel) dan variabel

tergantung (dependent variabel).

1. Variabel bebas (independent variabel)

Variabel bebas adalah suatu variabel yang menjadi pusat perhatian

dalam penelitian ini, yang variabelnya atau keragamannya merupakan

suatu kondisi yang ingin diselidiki, diteliti dan mempengaruhi variabel

tergantung.

Variabel bebas disebut juga variabel independent. Variabel bebas

dalam penelitian ini adalah kejujuran pedagang Muslim.

2. Variabel tergantung (dependent variabel)

Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah penjualan produk

fashion.

E. Definisi Operasional

Penelitian ini akan meneliti mengenai apakah ada pengaruh kejujuran

pedagang muslim terhadap penjualan produk fashion. Definisi operasional

3
Sudarman Danim, Metode Penelitian untuk Ilmu-Ilmu Perilaku Acuan Dasar bagi Mahasiswa
Program Sarjana dan Peneliti Pemula. ( Jakarta: Penerbit Bumi Aksara, 1997), 72.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


47

merupakan penentuan dari abstraksi fenomena-fenomena kehidupan nyata

yang diamati sehingga menjadi variabel yang dapat diukur.4

1. Variabel bebas (X)

Kejujuran adalah suatu pernyataan atau tindakan yang sesuai

dengan faktanya sehingga dapat dipercaya dan memberikan pengaruh bagi

kesuksesan seseorang. Apa yang salah dikatakan salah, apa yang benar

dikatakan benar itulah kejujuran. Sedangkan menurut Tabrani Rusyan,

jujur adalah perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran.5 Jujur

merupakan induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). Jujur juga disebut

dengan benar, memberikan sesuatu yang benar atau sesuai dengan

kenyataan. Variabel kejujuran diukur menggunakan indikator sebagai

berikut6:

a. Ketepatan

1) mengakui kelemahan dan kekurangan (tidak ditutup-tutupi)

2) menjauhkan diri dari berbuat bohong dan menipu

Variabel X diukur dengan menggunakan kuesioner (pertanyaan

tertutup) dan menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi, yaitu

jawaban tengah yang dihilangkan, sehingga pilihan jawaban menjadi

sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju

4
Nur Indriantoro, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan
Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 1999), 85.
5
A. Tabrani Rusyan, Pendidikan Budi Pekerti, (Jakarta: Inti Media Cipta Nusantara, 2006), 25.
6
Kelana, Muslim, ABCDE Rasul : Muhammad SAW is a Great Enterpreneur, (Bandung:Dinar
Publishing, 2008), 115.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


48

(STS). Penelitian ini tidak menggunakan kategori jawaban tengah

(ragu-ragu), 7karena

1) Memungkinkan sering memiliki arti ganda

2) Menimbulkan kecenderungan menjawab pada jawaban tengah-

tengah

3) Tidak dapat menunjukkan kecenderungan bagaimana pendapat

responden kearah setuju atau tidak setuju, sehingga banyak data

penelitian dan informasi pada penelitian yang tidak dapat

ditangkap oleh peneliti

a) 1 = Sangat Tidak Setuju

b) 2 = Tidak Setuju

c) 3 = Setuju

d) 4 = Sangat Setuju

2. Variabel Tergantung (Y)

Yaitu penjualan produk fashion. Definisi dari penjualan adalah

suatu kegiatan yang harus dilakukan oleh perusahaan dengan memasarkan

produknya baik berupa barang atau jasa. Namun Kotler menyatakan

bahwa Penjualan merupakan sebuah proses dimana kebutuhan pembeli

dan kebutuhan penjual dipenuhi, melalui antar pertukaran informasi dan

kepentingan.8 Variabel penjualan ini diukur dengan indikator:

a. Jumlah unit produk yang terjual pada produk fashion

7
Ansori Muslich, Buku Ajar Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Surabaya: Airlangga University
Press, 2009), 67-68.
8
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, terjemahan oleh Benyamin Molan, Jilid 1, (Jakarta:
Indeks, 2006), 457.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


49

b. Mendapatkan laba pada produk fashion

c. Nilai produk yang terjual (omzet penjualan) pada produk fashion.

F. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data.

Penelitian ini menggunakan jenis data, yaitu: Data jumlah

pedagang Muslim pada produk fashion yang dipakai diperoleh dari Kantor

pasar baru Wadungasri Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

2. Sumber Data

a. Data Primer

Data Primer (Primary data) adalah data yang dihimpun secara

langsung dari sumbernya dan diolah sendiri oleh lembaga

bersangkutan untuk dimanfaatkan. Data primer dapat berbentuk opini

subjek secara individual atau kelompok, dan hasil observasi terhadap

karakteristik benda (fisik), kejadian, kegiatan dan hasil suatu pengujian

tertentu Ruslan.9Data primer dalam penelitian ini diperoleh secara

langsung dari pedagang muslim produk fashion di Pasar Wadungasri

Sidoarjo yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh secara

langsung melalui kuisioner oleh pedagang muslim pasar Wadungasri.

Kuisioner yang digunakan menggunakan kuisioner semi terbuka. Agar

penelitian ini dapat memperoleh fakta yang sebenarnya,maka akan

dilakukan indepth interview dalam beberapa pertanyaan penting.

9
Ruslan, Rosady, Metode Penelitian: Public Relation & Komunikasi, (Jakarta: PT.Raja Grafindo
Pesada, 2003).

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


50

b. Data Sekunder

Yaitu data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung

melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).

Sedangkan Bungin menjelaskan bahwa data sekunder adalah data yang

diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita

butuhkan.10 Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau

laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter)

yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.11 Data sekunder

dalam penelitian ini diperoleh melalui buku panduan, tinjauan pustaka,

tulisan-tulisan dalam jurnal ilmiah, skripsi, internet.

G. Teknik Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara:

1. Studi Lapangan

a. Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya

jawab dengan pimpinan pasar Wadungasri mengenai jumlah pedagang

fashion.

b. Observasi yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap

obyek penelitian data terkait dengan masalah yang diteliti.

c. Kuesioner yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengajukan

daftar pertanyaan untuk memperoleh data penilaian dari responden.

10
Burhan Bungin, Penelitian Kuantitatif:Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan ilmu-ilmu
Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2005), 132.
11
Nur Indriantoro, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan
Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 1999), 147.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


51

d. Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mendapatkan

data dengan cara mendapatkan data secara langsung dari gambar, data,

atau arsip pasar.

2. Studi Pustaka

Mempelajari dan mencari literatur atau buku yang relevan dengan

permasalahan yang ada, yang akan digunakan sebagai landasan teoritis

yang digunakan dalam pemecahan masalah.

H. Uji Kualitas Data

Selanjutnya agar dapat menjadi ukuran yang memadai, definisi

operasional harus dianggap sebagai variabel yang reliabel dan valid. Penelitian

ini menggunakan pengujian reliabilitas dan validitas.

1. Uji Validitas

Gumilar dkk menjelaskan bahwa, uji validitas digunakan untuk

mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam

mendefinisikan variabel.12 Sedangkan Arikunto mengemukakan bahwa

instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa saja yang

diiinginkan dan mengungkapkan data yang berasal dari variabel yang

diteliti secara tepat.13 Hasil pengukuran validitas ini adalah valid atau

tidaknya pernyataan yang diajukan peneliti kepada responden. Uji validitas

dilakukan atas ítem-item pernyataan pada kuisioner yaitu dengan jalan

12
Ivan, Gumilar dkk, Modul Praktikum: Metode Riset Untuk Bisnis dan Manajemen,
(Bandung:Utama Universitas Widyatama, 2007), 20.
13
Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), 136.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


52

menghitung corrected ítem to total correlation. Untuk menentukan

instrumen valid atau tidak adalah dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jika r hitung ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 0,05, maka instrumen

tersebut dikatakan valid.

b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf sigifikansi 0,05, maka instrumen

tersebut dikatakan tidak valid.

Hasil uji validitas variabel X disajikan pada tabel 3.1.

Tabel 3.1

No soal Rhitung Rtabel Keterangan


1 0,674 0,279 Valid
2 0,759 0,279 Valid
3 0,539 0,279 Valid
4 0,420 0,279 Valid
5 0,541 0,279 Valid
6 0,530 0,279 Valid
7 0,416 0,279 Valid
8 0,454 0,279 Valid
9 0,414 0,279 Valid
10 0,439 0,279 Valid

Dari hasil diatas maka semua ítem soal pada variabel X dinyatakan

sebagai ítem yang valid, karena nilai pada Rhitung lebih besar dari Rtabel.

Jadi angket yang digunakan untuk meneliti sampel asli sebanyak 50 adalah

sebanyak 10 item. Pengujian validitas instrumen penelitian ini dilakukan

dengan bantuan program SPSS.

2. Uji Reliabilitas

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


53

Sebuah alat ukur dapat dikatakan reliabel jika selalu mendapatkan

hasil yang sama dari pengukuran gejala yang tidak berubah yang

dilakukan pada waktu yang berbeda-beda. Nazir mengemukakan bahwa

“Suatu alat ukur disebut memiliki reliabilitas atau dapat dipercaya jika alat

ukur itu mantap, dalam pengertian bahwa alat ukur tersebut stabil (tidak

berubah-ubah) pengukurannya, dapat diandalkan dan dapat diramalkan,

karena penggunaan alat ukur tersebut akan memberikan hasil yang

serupa”.14

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan

menggunakan teknik ini, bila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6. Atau dengan

dibandingkan dengan r Tabel (Product Moment). Jika nilai koefisien

reliabilitas alpha cronbach lebih besar dari r Tabel, maka dikatakan

Reliabel, dan sebaliknya.15Hasil uji reliabilitas variabel X disajikan pada

tabel 3.2.

14
Mohammad Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), 161.
15
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik., (Jakarta: Rineka Cipta,
2002), 193.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


54

Tabel 3.2

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.700 10

Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel di cari

pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n)=50, maka di

dapat r tabel sebesar 0,279. Oleh karena r11= 0,700 > r tabel = 0,361 maka

dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut reliabel.

I. Teknik Analisa Data

1. Uji Normalitas

Menurut Ghozali, uji normalitas adalah sebuah uji yang digunakan

untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak.16 Nilai

regresi yang baik adalah jika memiliki nilai residual yang terdistribusi

normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel,

tetapi pada nilai residualnya.

Pengujian normalitas pada penelitian yang dilakukan ini

mengetahuinya dengan cara melihat grafik P-P plot. Jika grafik normal

pola menunjukkan penyebaran titik-titik di sekitar garis diagonal dan

mengikuti arah garis diagonal mengindikasikan model regresi memenuhi

asumsi normalitas.

2. Uji Heteroskedastisitas
16
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, (Semarang : BP UNDIP,
2006), 162.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


55

Uji heteroskedastisitas merupakan sebuah uji keadaan dimana pada

nilai variabel bebas tertentu masing-masing kesalahan (ei) mempunyai

nilai varian yang sama besar σ2. Jika dalam model yang dianalisis terjadi

heteroskedatisitas, maka nilai-nilai estimator (koefisien regresi) dari model

tersebut menjadi tidak efisien meskipun estimator tersebut tidak bias dan

konsisten. Uji heteroskedastisitas ini dapat dilakukan dengan

menggunakan Spearman’s Rank Correlation Test yaitu dengan

mengkorelasikan masing-masing variabel bebas dengan nilai residual. Jika

signifikansi Rank Spearman > 0,05 (α=5%), maka tidak ada

heteroskedastisitas.

3. Regresi Linier Sederhana

Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan metode regresi

linier sederhana (Simple Linier Regression Model). Model análisis ini

dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan variabel bebas

(Kejujuran pedagang muslim = X) dan variabel tergantung (Penjualan

produk fashion = Y). Berdasarkan variabel yang digunakan, maka

hubungan antar variabel dapat dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut:

Y = f(X)……………………………………………………….(1).

Sedangkan bentuk persamaan regresinya dapat dirumuskan sebagai

berikut:

Y = β0 + β1X + ε…………………………………..………......(2).

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


56

Keterangan:

Y = Penjualan Produk Fashion

X = Kejujuran Pedagang Muslim

β0 = Konstanta

β1X = Variabel error

4. Koefisien Determinan (R2)

Koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui seberapa

besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien

determinasi adalah kuadrat koefisien korelasi yang menyatakan besarnya

presentase perubahan y yang bisa diterangkan oleh x melalui hubungan y

dan x.17 Besar koefisien determinasi (R2) didapat dari menguadratkan

koefisien korelasi (r). Rumus yang digunakan untuk mencari nilai

koefisien determinasi adalah :

R2 = r2 x 100 %

Keterangan:

R2 = Koefisien Determinasi

r2 = Koefisien Korelasi

Karena sudah diketahui bahwa 0 ≤ r2 ≤ 1, maka koefisien

determinasi tidak pernah negatif dan paling besar sama dengan (1). Dalam

penggunannya koefisien determinasi dinyatakan dalam bentuk persen (%).

Koefisien korelasi dapat dihitung dengan rumus yaitu sebagai berikut18:

17
Mc Maryati, Statistik Ekonomi dan Bisnis Plan, (Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2001), 171.
18
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2007),182.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


57

n xy    x  y 
r
n x 2
   x 2 n y 2    y 2 
Keterangan:

n = jumlah data

r = Koefisien Korelasi

5. Uji F.

Menurut Sugiyono (2008, p264) uji F digunakan untuk menguji

variabel – variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.19

Selain itu dengan uji F ini dapat diketahui pula apakah model regresi linier

yang digunakan sudah tepat atau belum. Rumusnya adalah :

F= R2 /k
(1-R2) / (n-k-1)

Keterangan:

F = Fhitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan Ftabel

R = Korelasi parsial yang ditemukan

n = Jumlah sampel

k = Jumlah variabel bebas

Dasar pengambilan keputusan pengujian adalah:

Bila F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya semua

variabel bebas secara bersama-sama merupakan penjelas yang signifikan

terhadap variabel terikat.

19
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2008), 264.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id


58

Bila F htung < F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya semua

variabel bebas secara bersama-sama bukan merupakan variabel penjelas

yang signifikan terhadap variabel terikat.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id