Anda di halaman 1dari 22

Lampiran 1

KUESIONER PENELITIAN

Judul Penelitian :

“Pendidikan Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Simulasi Terhadap

Tingkat Pengetahuan Tentang Cara Menghadapi Bencana Gempa Bumi “

Peneliti :

Ryska Dwirahayu

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Program Studi Ilmu Keperawatan, Malang Januari 2017


I. DATA UMUM ( IDENTITAS RESPONDEN )

Bagian ini berisi terkait identitas diri siswa.

Petunjuk Pengisian :

Beri tanda Checklist (√) pada kotak pilihan yang tersedia

1. Kode responden (Diisi oleh peneliti)

2. Jenis kelamin laki-laki perempuan

3. Usia Tahun

4. Kelas SD

5. Pernahkah mendapatkan informasi tentang kesiapsiagaan terhadap

Gempa Bumi? Ya Tidak

6. Apabila pernah, darimanakah adik-adik mendapatkan informasi

tersebut?

Mata Pelajaran Internet

Buku / majalah Lain-lain....

II. KUESIONER

Bagian ini berisi pertanyaan terkait pengetahuan seputar bencana.

Petunjuk pengisian : beri tanda (X) pada jawaban yang menurut anda

paling benar

1. Apa yang seharusnya adik-adik lakukan jika terjadi gempa bumi ?

a. melindungi diri sendiri

b. melindungi teman-teman yang lain

c. menyelamatkan bu guru
2. Apa yang adik-adik lakukan seandainya terjadi gempa bumi dan

sedang berada di dalam kelas ?

a. Segera berteriak minta tolong

b. Segera berlindung di bawah kolong meja

c. Hanya berdiam saja (pasrah)

3. Ketika adik-adik akan pulang sekolah dan masih melakukan

berdoa di dalam kelas, lalu tiba-tiba ada gempa.

Apa yang akan adik-adik lakukan ?

a. Tetap diam di tempat duduk

b. Melanjutkan berdoa

c. Bersembunyi dibawah kolong meja

4. Siapa yang pertama kali adik-adik selamatkan ketika terjadi

gempa bumi saat berada di sekolahan ?

a. Teman dekat

b. Diri sendiri

c. Guru & Kepala sekolah

5. Apa yang adik-adik ketahui dari penyebab terjadinya gempa bumi?

a. Longsor

b. Pengeboran minyak

c. Pergeseran kerak bumi

6. Ketika adik-adik sedang pelajaran olahraga di lapangan , lalu ada

gempa bumi. Apa yang adik-adik lakukan ?

a. Berlari berlindung di bawah pohon yang besar

b. Berlari ke dalam kelas dan sembunyi dibawah kolong meja

c. Tetap berada di lapangan


7. Saat adik-adik melakukan upacara bendera, kemudian ada gempa

bumi. Apa yang akan adik-adik lakukan ?

a. Tetap melanjutkan upacara bendera karena cinta indonesia

b. Mencari tempat yang jauh dari bangunan dan pohon

c. Pulang kerumah

8. Ketika adik-adik menuju sekolahan, lalu tiba-tiba ada gempa maka

apa yang akan adik-adik lakukan ?

a. Kembali ke rumah

b. Tetap berangkat ke sekolah karena wajib

c. Mencari tempat yang jauh dari pohon & gedung yang besar

9. Jika adik-adik sedang bermain di bawah pohon di saat jam istirahat

sekolah, dan terjadi gempa apa yang adik-adik lakukan ?

a. Tetap bermain

b. Berlari menjauh dari pohon

c. Menangis berlari ke dalam kelas

10. Apakah yang dilakukan ketika gempa bumi pertama berhenti, dan

adik-adik berada di kelas?

a. keluar dari bangunan dan melindungi kepala dengan tas

b. panik dan berteriak teriak minta tolong

c. masuk ke dalam ruangan

11. Contoh tindakan kesiapsiagaan gempa bumi , yaitu :

a. pernah menonton video gempa bumi

b. melakukan pendidikan dan latihan kesiapsiagaan

c. suka membaca buku tentang bencana


12. Pergeseran kerak bumi biasa disebut dengan ?

a. gempa bumi

b. tanah longsor

c. tsunami

13. Bagaimana persiapan yang harus adik-adik lakukan apabila sudah

tahu akan terjadi gempa bumi?

a. menginformasikan kepada orang sekitar

b. mempersiapkan cadangan makanan

c. berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa

14. Salah satu cara menghadapi Gempa Bumi adalah..

a. melakukan reboisasi

b. melakukan latihan menghadapi bencana

c. tidak membuang sampah sembarangan

15. Gelombang Tsunami muncul ketika terjadi gempa di...

a. dasar laut

b. permukaan laut

c. tengah laut

16. Gejala susulan akibat gempa bumi yang berpusat di dasar laut

adalah...

a. tanah longsor

b. banjir bandang

c. tsunami
17. Peristiwa yang disebabkan oleh gempa bumi adalah

a. longsor

b. kekeringan

c. angin puting beliung

18. Getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga dari

dalam bumi mengakibatkan...

a. banjir

b. luapan air sungai

c. gempa bumi

19. Alat untuk mengukur kekuatan gempa bumi adalah ..

a. rain fues

b. seismograf

c. seismologi

20. Contoh gempa bumi buatan yaitu...

a. gempa bumi vulkanik

b. peledakan bom/nuklir

c. runtuhan karena tanah longsor


Lampiran 2. Kisi-kisi Kuesioner

Variabel Indikator Nomor Jumlah Item

Pengetahuan Definisi Gempa 8, 12, 17, 19, 5


siswa SD dalam Bumi
kesiapsiagaan 20
menghadapi
gempa bumi Penyebab 5, 15, 16, 18 4
terjadinya
gempa bumi

Cara 1, 2, 3, 4, 6, 11
Menghadapi
Gempa bumi 7, 9, 10, 11,

13, 14

Total 20

Tabel 3. Kisi-kisi Kuesioner

Kunci Jawaban Kuesioner

NO. Jawaban NO. Jawaban

1. A 11. B

2. B 12. A

3. C 13. A

4. B 14. B

5. C 15. A

6. C 16. C

7. B 17. A

8. C 18. C

9. B 19. B

10. A 20. B
Lampiran 3

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi

A. Pengantar

Pokok bahasan : Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Gempa Bumi

Sasaran : Siswa SDN Argotirto 01 kelas 4 dan 5

Hari, tanggal : Rabu, 22 Maret 2017

Waktu : 90 Menit

Tempat : Ruang Kelas dan Halaman Sekolah

Penyuluh : Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana

Daerah)

B. Tujuan Penyuluhan

1. TujuanUmum

Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai kesiapsiagaan dalam

menghadapi gempa bumi siswa diharapkan dapat siap siaga bila terjadi

gempa bumi

2. TujuanKhusus

Setelah dilakukan penyuluhan tentang kesiapsiagaan dalam

menghadapi gempa bumi pada siswa, diharapkan siswa:

a. Mengetahui pengertian gempa bumi

b. Mengetahui penyebab gempa bumi

c. Mengetahui cara penanganan gempa bumi


C. Sasaran

Siswa SDN Argotirto 01 kelas 4 dan 5

D. Materi Pengajaran

Materi penyuluhan meliputi:

a. Pengertian gempa bumi

b. Penyebab terjadinya gempa bumi

c. Cara penanganan gempa bumi

E. Metode Pembelajaran

Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan metode

simulasi, metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan

dalam kesiapsiagaan siswa menghadapi gempa bumi

F. Media

1. Microphone/megaphone

2. Speaker

G. Materi

Terlampir
H. Proses Kegiatan/Rencana Pembelajaran

No Kegiatan penyuluhan Kegiatan Peserta Metode & Waktu


Media
1 Kegiatan Pra Penyuluhan 1. Menjawab salam Ceramah 15 menit
1. Persiapan materi pembuka dan
2. Persiapan media penutup
pembelajaran 2. Menyimak
3. Kontrak Waktu informasi yang
4. Persiapan media disampaiakan oleh
pembelajaran pemateri
5. Kontrak waktu
6. Persiapan
tempat/lingkungan dan
sarana prasana lainnya.
Pembukaan
a. Menyampaikan
salam
b. Memperkenalkan
diri
c. Menjelaskan tujuan
d. Menyampaikan
kontrak waktu

e. Apersepsi (tujuan
untuk memotivasi)
2 Pelaksanaan: a. Mendengarkan, Simulasi 50 menit
1. Menjelaskan tentang memperhatikan
langkah-langkah yang saat pemateri
perlu dilakukan saat menjelaskan apa
simulasi gempa bumi yang harus
dilakukan pada
saat simulasi.
b. Melakukan
simulasi , atau
mempraktekan
kejadian saat
menghadapi gempa
bumi.
3 Evaluasi Menjawab pertanyaan Tanya Jawab 15 menit
1. Mengevaluasi
penerimaan informasi
2. Memberikan
pertanyaan lisan
4 Penutup
1. Menyimpulkan hasil 1. Aktif bersama 1. Mendengark 10 menit
simulasi dalam an
2. Mengucapkan menyimpulkan 2. Menjawab
terimakasih 2. Membalas Salam
salam

Total waktu 90 menit


I. Pengorganisasian

1. Pengorganisasian

Moderator : Rosi Slamet Saputri

Penyuluh : Yohan Wicaksono

Fasilitator : Ryska Dwi Rahayu

Observer : Novita Devy Ratnasari

2. Rincian tugas

a. Moderator

1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.

2. Memperkenalkan diri.

3. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.

4. Menyebutkan materi yang akan diberikan.

5. Memimpin jalannya penyuluhan dan menjelaskan

waktu penyuluhan (kontrak waktu).

6. Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan

pemberi materi.

7. Mengatur waktu simulasi.

b. Pemateri

1. Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai simulasi.

2. Memotivasi para siswa agar berpartisipasi dalam simulasi.

3. Menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan saat

terjadi.
4. Memotivasi para siswa untuk mengajukan pertanyaan saat

moderator memberikan kesempatan bertanya.

c. Observer

1. Mengobservasi jalannya proses kegiatan.

2. Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama

kegiatan penyuluhan berlangsung.

3. Memberikan penjelasan kepada pembimbing tentang

evaluasi hasil kegiatan simulasi.

E. Evaluasi Pembelajaran

1. Evaluasi Struktur

a. Persiapan Media

Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan

yang digunakan dalam penyuluhan yaitu :

 Microphone/megaphone

 Speaker

b. Persiapan Materi

Materi disiapkan dalam bentuk makalah, ditulis, dan dibuatkan

power point dengan menarik, dan mudah dimengerti oleh

sasaran penyuluhan.

c. Kontrak

Dalam penyuluhan mengenai car dalam menghadapi Gempa

Bumi telah dilakukan kontrak mengenai waktu, tempat serta

materi yang akan disampaikan pada tanggal 22 Maret 2017.


2. Evaluasi Proses

Sasaran penyuluhan mampu mengikuti jalannya penyuluhan dengan

baik dan penuh antusias. Selama proses penyuluhan berlangsung,

sasaran aktif melakukan simulasi,sehingga sasaran tidak

meninggalkan tempat diadakannya penyuluhan saat acara akan

berlangsung dan berjalan dengan baik.

3. Evaluasi Hasil

Peserta penyuluhanmengerti 80% tujuan dariapa yang telah

disimulasikan dengan kriteria para peserta mampumempraktikan

skenario simulasi gempa bumi dengan baik.Evalusi dilakukan secara

langsung (lisan).

F. Skenario Simulasi Gempa Bumi

Sebelum simulasi dimulai responden dikumpulkan di 1 kelas untuk

bersiap mendapatkan materi mengenai gempa bumi oleh petugas BPBD

dengan menggunakan bantuan media pengeras suara/ megaphone.

Petugas BPBD akan memberikan materi tentang penyebab dan

bagaimana cara mengatasi gempa bumi. Setelah selesai memberikan

materi, petugas BPBD segera menginstruksikan alur kegiatan yang akan

di lakukan dalam proses simulasi.


Petugas BPBD menginstruksikan proses simulasi gempa bumi,

sebagai berikut :

1. Ketika berada di dalam ruangan

Pada saat proses belajar mengajar, tiba –tiba terdengar

suara sirine selama semenit sebagai tanda terjadinya gempa

bumi. Dan saat terjadi gempa bumi seluruh siswa dan guru yang

ada di kelas menyelamatkan diri. Para siswa dan guru terlihat ada

yang panik, dan sebagian siswa mampu melindungi diri di bawah

kolong meja, ada yang melindungi kepalanya dengan tas, ada

berlari ke luar kelas.

2. Ketika berada di luar ruangan

Ketika semua guru dan siswa sudah berada di luar kelas,

mereka berkumpul satu titik kumpul atau lapangan yang letaknya

berada jauh dari pohon yang besar atau jauh dari bangunan

sekolah.
Lampiran 4

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian

Gempa bumi merupakan peristiwa pergerakan kulit/lempeng bumi

yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara

tiba-tiba.

Gempa bumi terjadi karena pergeseran antar lempeng tektonik yang berada

di bawah permukaan bumi. Dampak dari pergeseran itu menimbulkan

energy luar biasa dan menimbulkan goncangan di permukaan dan

seringkali menimbulkan kerusakan hebat pada sarana seperti

rumah/bangunan, jalan, jembatan, tiang listrik. Gempa bumi merupakan

bencana alam yang sering melanda wilaya Indonesia, kira-kira 400 kali

dalam setahun. Hal ini terjadi karena Indonesia dilalui oleh dua lempeng

(sabuk) gempa bumi, yaitu lempeng Mediterania (Alpen-Himalaya) dan

lempeng pasifik.

EM-DAT (2011), mencatat bahwa dalam tenggang waktu 1980-

2010 di Indonesia terdapat 76 kejadian bencana gempa bumi dengan

dampak yang cukup besar dari semua kejadian bencana yaitu sekitar 39

persen. Tercatat dalam beberapa tahun terakhir ini banyak terjadi gempa

yang cukup besar di Indonesia dan dalam interval waktu yang pendek,

seperti gempa di Aceh tahun 2004 dengan kekuatan 9.2 SR disertai dengan

Tsunami, gempa Nias tahun 2005 dengan kekuatan 8.7 SR, Gempa

Yogyakarta tahun 2006 dengan kekuatan 6.3 SR, dan Gempa Padang yang
terjadi tahun 2009 dengan kekuatan 7.6 SR. Gempa-gempa tersebut

menelan banyak korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan bangunan serta

berbagai infrastruktur lainnya, menghabiskan dana trilyunan rupiah untuk

rehabilitasi dan rekontruksi.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa

gempa bumi menjadi pemicu bencana besar paling mematikan dalam satu

decade terakhir dan masih menjadi ancaman utama bagi juta orang di

seluruh dunia, terutama yang tinggal di kota besar. Sebuah penelitihan

yang di dukung PBB mengatakan sejak tahun 2000 hingga 2009 hampir 60

persen dari sekitar 780 ribu orang yang tewas akibat bencana alam, dan

bencana alam itu adalah gempa bumi (Christanto, 2011).

Kondisi ini mengisyaratkan bahwa Indonesia tidak akan pernah

luput dari kejadian bencana terutama gempa bumi, oleh karena itu

kesiapsiagaan menjadi kesatuan dalam manajemen bencana sebagaimana

diisyaratkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun

2007 tentang “Penanggulangan Bencana” haruslah menjadi perhatian kita.

B. Penyebab terjadinya gempa bumi

Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Penyebab-penyebab terjadinya gempa bumi antara lain karena :

a. Pelepasan Energi Lempeng Tektonik

Sebagaian besar gempa bumi terjadi akibat pelepasan

energy secara tiba-tiba pada lempeng bumi. Pelepasan energy ini

terjadi karena tekanan yang dilakuakn oleh pergerakan lempeng-

lempengtektonik secara terus-menerus. Semakin lama tekanan


itu akan semakin besar, yang akhirnya tekanan tersebut tidak

mampuditahan lagi oleh pinggiran lempeng-lempeng bumi. Pada

saat itulah pelepasan energy secara tiba-tiba sehingga

mengakibatkan gempa bumi. Gempa bumi terjadi di perbatasan

lempeng-lempeng tektonik bumi. Gempa bumi yang paling parah

biasanya terjadi di daerah-daerah perbatasan lempeng-lempeng

tektonik bumi.

b. Proses Subdukasi

Beberapa gempa bumi terbesar di dunia terjadi karena

proses subdukasi. Dalam proses ini, terjadi tumbukan antara dua

lempeng bumi, di mana salah satu lempeng bumi terdorong ke

bawah lempeng bumi yang lain. Biasanya proses subdukasi ini

terjadi karena lempeng samudera di laut menumbuk lempeng

benua yang lebih tipis di darat. Lempeng samudera yang jauh

dan bergeser dengan lempeng benua di atasnya dapat melelehkan

kedua bagian lempeng tersebut. Akibat tumbukan ini dapat

menghasilkan gunung api dan menyebabkan gempa bumi dengan

kekuatan yang besar.

c. Pergerakan Magma

Jenis gempa bumi yang lain juga dapat terjadi karena

pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti

itu dapat menjadi pertanda awal akan terjadinya letusan gunung

berapi.
d. Penumpukan Massa Air

Jenis gempa bumi yang lain terjadi karena menumpuknya

massa air yang sangat besar di balik dam. Contoh gempa bumi

akibat penumpukan massa air ini adalah gempa bumi yang

terjadi pada Dam Karibia di Zambia, afrika. Jenis gempa bumi

seperti ini jarang sekali terjadi.

e. Injeksi atau Akstraksi Cairan

Sebagian lagi gempa bumi juga dapat terjadi karena injeksi

atau akstraksi cairan dari atau ke dalam bumi. Contoh gempa

bumi akibat injeksi atau akstraksi cairan ini terjadi pada beberapa

pembangkit listrik tenaga panas bumi di Roky Mountain Arsenal,

Inggris. Jenis gempa bumi seperti ini juga jarang sekali terjadi.

f. Penggunaan Bahan Peledak

Jenis gempa bumi yang lain dapat terjadi karena aktivitas

peledakan menggunakan bahan peledak dengan kekuatan yang

besar. Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia

seperti ini dinamakan seismisitas terinduksi. Penggunaan bahan

peledak pada aktivitas industry pertambangan dapat

menyebabkan terkadinya gempa bumi.

Dan ada juga penyebab lain terjadinya gempa bumi yaitu:

a. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng/bumi

b. Aktivitas sesar di permukaan bumi

c. Pergerakan geomorfologi secara local, contohnya terjadi

runtuhan tanah

d. Aktivitas gunung api


e. Ledakan nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energy getaran gempa

dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi,

getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya

bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran

gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan

bantuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak

permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan

bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan, industri dan

transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun

tanggul penanganan lainnya.

C. Penanganan jika terjadi gempa bumi

Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk

yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada

a. Di dalam rumah

Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda

harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda.

Masuklah kebawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan

benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungilah kepala anda

dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan

segera untuk mencegah kebakaran.

b. Di sekolah

Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungilah kepala dengan tas

dan buku, jangan panic, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai
dari jarak yang terjauh dipintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri

dekat gedung, tiang, dan pohon.

Tindakan yang seharusnya dilakukan apabila terjadi gempa bumi di

area sekolah :

1. Saat terjadi gempa

a. Jika anda berada dalam bangunan kelas

1. Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan

2. Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan

3. Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan

b. Jika berada diluar bangunan kelas

1. Menghindari dari bangunan sekitar

2. Perhatikan tempat berpijak dari retakan tanah

2. Sesaat setelah gempa bumi pertama berhenti

a. Jika anda berada dalam bangunan kelas:

1. Jangan panik

2. Keluar dari bangunan dengan tertib

3. Jangan gunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa

jika ada

4. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.

5. Minta pertolongan pada petugas aparat keamanan atau petugas

kesehatan.

b. Periksa lingkungan sekitar

c. Jangan masuk ke dalam bangunan yang sudah terjadi gempa,

karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.


d. Jangan berjalan disekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya

susulan masih ada.

e. Mendengarkan informasi gempa dari petugas atau radio.

c. Di luar rumah

Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Didaerah

perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya

kaca-kaca.

d. Di dalam lift

Jangan menggunakan lift saat terjadi benca bumi atau papan-papan

reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau

apapun yang anda bawah.

e. Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti

semua petunujuk dari petugas atau peran kebakaran. Jika anda

merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka

tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat

keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift,

hubungilah manajer gedung dengan menggunakan interpon jika

tersedia.

f. Di kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan

terjatuh seandainya kereta di hentikan secara mendadak. Bersikap

tenanglah mengikuti penje;lasan dari petugas kereta. Salah mengerti

terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan

kepanikan berat.
g. Di dalam mobil

Saat terjadi gempa bumi besar anda akan merasa seakan-akan roda

mobil anda gundul. Anda akan kehilangan control terhadap mobil dan

susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda

di kiri jalan dan berhentilah ikuti instrusi dari radio mobil. Jika harus

mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

h. Di gunung/pantai

Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah

langsung ketempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari

tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami,

cepatlah mengungsi kedataran yang tinggi.

i. Beri pertolongan

Sudah dapat di ramalkan bahwa banyak orang segera saat terjadi

gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah sakit akan

mengalami kesulitan datang ketempat kejadian, maka bersiaplah

memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada

disekitar anda.

j. Dengarkan informasi

Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya.

Cegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan

bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat

memperoleh informasi yang benar dari pihak yang berwenang atau

polisi. Jangan bertindak dari informasi orang yang tidak jelas.