Anda di halaman 1dari 3

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas XI Teknik Pemesinan
B SMK Negeri 2 Depok dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya dilaksanakan
dalam empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3)
observasi dan interprestasi, dan (4) analisis dan refleksi tindakan. Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilaksanakan mengenai penerapan
model pembelajaran project work untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa
pada mata pelajaran Praktik Pemesinan Frais kelas XI-B di SMK N 2 Depok,
maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Penerapan model pembelajaran project work pada mata pelajaran Praktik
Pemesinan Frais kelas XI-B di SMK N 2 Depok dapat meningkatan rasa percaya
diri siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rasa percaya diri siswa
dalam melakukan praktik pemesinan frais yang diperoleh dari pengamatan oleh
dua orang observer. Pada lembar pengamatan di pra siklus rata-rata presentase
rasa percaya diri siswa hanya 40% atau baru terdapat 12 siswa yang memiliki
rasa percaya diri dari 30 siswa yang ada dikelas tersebut. Pada siklus I
didapatkan hasil rata-rata presentase rasa percaya diri meningkat menjadi
56,6%. Hasil pada siklus I ini masih di bawah indikator keberhasilan yang telah
ditetapkan yaitu 76,6%, hal ini disebabkan siswa baru pertama kali menggunkan
atau menerapkan model pembelajaran project work. Dikarenakan pada siklus I
hasil yang didapat belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan
maka untuk memaksimalkannya peneliti melanjutkan tindakan pada siklus II.
Pada siklus II, nilai rata-rata presentase pengamatan rasa percaya diri meningkat
menjadi 86,6%. Hasil pengamatan rasa percaya diri pada siklus II sudah
tergolong tinggi ditunjukkan dengan hasil yang didapatkan sudah melebihi
indikator keberhasilan yaitu 76,6%.
Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan
model pembelajaran project work yang telah dilakukan, dapat dilihat terdapat
peningkatan rasa percaya diri siswa yang signifikan sebelum menggunkan model
pembelajaran project work dan sesudah menggunakan model pembelajaran project
work. Peningkatan terjadi dari pra siklus, siklus I sampai dengan siklus II yang

1
pada hasil akhirnya sudah mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya yaitu
lebih dari 76,6%. Dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas telah
berhasil sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan siklus berikutnya.
B. Implikasi
1. Implikasi Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian yang dilakukan dalam mata pelajaran
Praktik Pemesinan Frais dengan menerapkan project work dapat meningkatkan
rasa percaya diri siswa di dalam melakukan praktik. Hal tersebut dapat terjadi
karena dalam model pembelajaran project work menekankan pada siswa untuk
menekankan pada siswa sebelum mengerjakan sesuatu job tertentu siswa
diharuskan untuk merencanakan job yang diberikan terlebih dahulu mulai dari
menghitung, membuat langkah-langkah pengerjaan dengan benar, membuat
jadwal kemajuan proyek yang diberikan , dan mengevaluasi hasil proyek, jadi
dengan adanya pembelajaran yang seperti itu maka siswa dibiasakan untuk
membuat langkah-langkah pengerjaan proyek dengan benar sehingga siswa akan
lebih percaya diri dalam melakukan praktik karena semua langkah-langkah
pengerjaan sudah dipastikan benar dan terencana dengan baik.
2. Implikasi Praktis
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa melalui penerapan
model pembelajaran project work dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa
pada mata pelajaran Praktik Pemesinan Frais di SMK Negeri 2 Depok. Hal ini
dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk guru mata pelajaran Praktik
Pemesinan Frais sebagai alternatif pilihan dalam meningkatkan rasa percaya diri
siswa dalam melakaukan praktik. Guru mata pelajaran dalam kegiatan
pembelajaran dapat menggunakan model-model pembelajaran yang variatif dan
inovatif sebagai contoh model pembelajaran project work ataupun yang lain
sebagai model pembelajaran yang nantinya dipakai dalam pembelajaran.
Penerapan model pembelajaran project work dapat mempermudah siswa
untuk lebih percaya diri lagi ketika melakukan praktik karena sebelum praktik
dilaksankan siswa terlebih dahulu harus merencanakan, menghitung, membuat
langkah-langkah kerja dan lain-lain, sehingga siswa menjadi lebih percaya diri
karena ketika melaksanakan praktik siswa sudah membuat langkah-langkah
pengerjaan dengan benar dan terencana dengan baik. Siswa juga tidak malu lagi
bertanya kepada guru apabila terjadi kesulitan ketika praktik berlangsung.

2
Pemberian tindakan mulai dari siklus I sampai dengan siklus II
memberikan deskripsi bahwa terdapat peningkatan rasa percaya diri siswa ketika
melakukan praktik di mesin frais pada mata pelajaran Praktik Pemesinan Frais.
C. Saran
Berkaitan dengan simpulan di atas, maka peneliti dapat memberikan saran
yang membangun yaitu:
1. Kepada Kepala Sekolah
a. Dikarenakan masih banyak guru yang mengembangkan model pembelajaran
dengan maksimal dan pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada
guru (teacher centered) jadi diharapkan kepala sekolah memberikan suatu
pelatihan tambahan bagi guru mengenai pembekalan model-model
pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pengembangan pembelajaran,
menyiapkan fasilitas-fasilitas sebagai penunjang pembelajara inovatif, dan
memberikan motivasi dan dorongan bagi semua guru agar mampu dan mau
menerapkan pembelajaran inovatif.
2. Kepada Guru
a. Dikarenakan sudah terbukti pengembangan pembelajaran dengan model
project work dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa maka diharapkan
guru dapat menerapkan pembelajaran dengan model project work dalm
proses kegiatan belajar dengan materi yang tentunya sesuai untuk tipe
pembelajaran project work.
3. Kepada Siswa
a. Karena siswa ketika praktik mengerjakan job praktiknya ragu-ragu dan hanya
ikut temannya yang belum tentu benar langkah kerjanya maka diharapkan
siswa dapat lebih membiasakan diri untuk merencanakan dahulu job yang
diberikan sehingga siswa tidak ragu lagi dan tidak asal-asalan ketika
mengerjakan praktik.