Anda di halaman 1dari 2

12 prinsip komunikasi :

1. Komunikasi adalah proses simbolik


Salah satu kebutuhan pokok manusia, seperti dikatakan oleh Susanne K. Langer, adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan
lambang
- Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok
orang (Lambang adalah salah satu kategori tanda, contoh : memasang bendera di halaman rumah untuk menyatakan
penghormatan atau kecintaan kepada negara)
- Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan indeks tidak
memerlukan kesepakatan
- Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga dimensi) yang menyerupai apa yang direpresenasikannya. Representasi ini ditandai
dengan kemiripan (contoh : patung Soekarno adalah ikon Soekarno)
- indeks adalah tanda yang secara alamiah mempresentasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks
adalah sinyal ( signal), yang dalam bahasa sehari-hari disebut juga gejala (symptom), contoh : awan gelap adalah indeks hujan
yang akan turun

2. Setiap prilaku mempunyai potensi komunikasi


- Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh
orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi
- Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus
- Amat sulit bagi seseorang untuk tidak berkomunikasi, karena setiap perilakunya punya potensi untuk ditafsirkan

3. Komunikasi mempunyai dimensi isi dan dimensi hubungan


- Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang
ada di antara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi
- Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal
- Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan
- Dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta
komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan

4. Komunikasi berlangsung dengan berbagai tingkat kesengajaan


- Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya
tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan
detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap
tujuannya tercapai)
- Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi
- Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita
- Niat atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi

5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu


- Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, di
mana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung
- Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang (termasuk iklim, suhu, intensitas cahaya, dan sebagainya), waktu,
sosial dan psikologis

6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi


- Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa
seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita
- Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi
- Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata lain, komunikasi juga
terikat oleh aturan atau tatakrama
- Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya

7. Komunikasi bersifat sistematik


- Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan
pendidikan
- Setidaknya dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi itu: Sistem Internal dan Sistem Eksternal
- Sistem internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia cerap
selama sosialisasinya dalam berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat,setempat, kelompok suku, kelompok agama,
lembaga pendidikan, kelompok sebaya, tempat kerja, dan sebagainya)
- sistem eksteernal terdiri dari unsur-unsur dalam lingkungan di luar individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk berbicara,
isyarat fisik peserta komunikasi, kegaduhan di sekitarnya, penataan ruangan, cahaya, dan temperatur ruangan

8. Semakin mirip latar belakang sosial budaya, semakin efektiflah komunikasi


- Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak
tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan
- Namun adanya kesamaan sekali lagi akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan pada gilirannya karena kesamaan
tersebut komunikasi mereka menjadi lebih efektif

9. Komunikasi bersifat nonsekuensial


- sebenarnya komunikasi manusia dalam bentuk dasarnya (komunikasi tatap-muka) bersifat dua-arah (sifat sirkuler)
- sebetulnya komunikasi itu bersifat dua-arah, karena orang-orang yang kita anggap sebagai pendengar atau penerima pesan
sebenarnya juga menjadi “pembicara” atau pemberi pesan pada saat yang sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka

10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional


- komunikasi terjadi sekali waktu kemudian menjadi bagian dari sejarah kita
- Dalam proses komunikasi itu, para peserta saling mempengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal
ataupun lewat komunikasi nonverbal
- Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah, dari
sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dan perilakunya

11. Komunikasi bersifat irreversible


- Suatu perilaku adalah suatu peristiwa
- Dalam komunikasi, sekali Anda mengirimkan pesan, Anda tidak dapat mengendalikan pengaruh pesan tersebut bagi khalayak,
apalagi menghilangkan efek pesan tersebut sama sekali

12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah


- Banyak persoalan dan konflik antar manusia disebabkan oleh masalah komunikasi
- Namun komunikasi bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelasaikan persoalan yang mungkin berkaitan dengan masalah
structural
- Agar komunikasi efektif, kendala struktural ini juga harus diatasi