Anda di halaman 1dari 2

Nama : Novita Aulia Rahmah

Kelas/no : X.6/26

GAYA DADA

Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke
permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap.
Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan.
Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih
cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya
katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan
tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.Gaya dada merupakan gaya berenang paling
populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam
waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya
bebas.
Inilah teknik dasar cara renang gaya dada. Renang gaya dada atau yang biasa disebut
juga dengan gaya katak (dalam istilah inggris, gaya ini biasa dikenal dengan
nama breaststroke)
 Gerakan Tangan
Kedua tangan lurus ke depan. Pastikan jari-jari rapat. Tarik kedua belah tangan ke arah
samping seolah-olah seperti sedang membelah air. Lalu pertemukan kedua tangan
tersebut menuju arah dada bagian bawah. Kemudian dorong ke arah depan.

 Gerakan Kaki
Posisi kedua kaki renang gaya dada diluruskan ke belakang, lalu tekuk kaki dan tarik ke
arah samping, kemudian seperti membentuk putaran, pertemukan kedua kaki itu disertai
dengan lecutan.Ada 2 teori mengenai gerakan kaki, yaitu:
1. Teori Gerakan Baji
Teori ini dikembangkan oleh Davis Delton pada tahun 1907, yang menyatakan bahwa
gerakan maju atau luncuran ke depan yang diperoleh dari gerakan kaki ialah karena
meluruskan atau menyentakan dua kaki dengan kuat. Akibatnya dari gerakan itu air
ditekan antara kaki-kaki dan mendorong badan maju. Teori ini bertentangan dengan
teori Hukum Aksi Reaksi Newton, yang menyatakan bahwa gerakan maju ke depan
(luncuran ke depan) akibat dari desakan ke belakang. Teori gearakan baji ini sudah
jarang atau tidak di lakukan lagi.
2. Teori Gerakan Cambuk
Teori gerakan cambuk pertama kali dilakukan oleh Chet Jastremseki pada tahun 1961.
Teori ini menyatakan bahwa gerakan maju atau luncuran ke depan yang di peroleh
dari gerakan kaki ialah dari gerakan mendesak air ke belakang dengan telapak kaki.
Teori mendasarkan pada teori Hukum Reaksi Newton. Sampai sekarang teori ini
masih dikembangkan di mana-mana.
Cara melakukan latihan teori gerakan mencambuk sebagai berikut:
- Kedua kaki rapat lurus dan rileks ada di permukaan air
- Kedua telapak kaki mulai ditarik pelan-pelan, kedua lutut mulai ditarik ke bawah
- Tekukkan kedua lutut mendekati selesai, dan tumit terbuka selebar panggul, telapak
kaki menghadap ke atas
- Tekukkan kedua lutut selesai, telapak kaki tetap menghadap ke atas dan sudah dekat
dengan pantat
- Lutut masih tetap dalam posisi tekuk, kedua kaki bawah mulai merenggang lebih
lebar ke samping dan telapak kaki mulai memutar ujung-ujung jarinya ke arah luar
- Kedua kaki bawah lebih merenggang ke samping diikuti kedua lutut untuk memulai
tendangan. Kedua lutut mulai melurus
- Tendangan cambuk kedua kaki yang kuat, kedua lutut mendekati lurus
- Akhiri dari tendangan kedua kaki. Lutut sudah lurus
- Selesai tendangan kedua kaki. Lutut, tumit lurus dan rapat rileks

 Pernapasan
Cara melakukan gerakan mengambil napas renang gaya dada. Pernapasan pada renang
gaya dada dilakukan ketika kedua tangan anda ditarik lebar ke samping, seketika itu pula
anda harus mengangkat kepala anda ke atas permukaan air, lalu anda mengambil udara
melalui mulut. Kemudian ketika di dalam air, anda harus membuang nafas melalui
hidung.
Beberapa poin penting untuk menghindari kesalahan dalam renang gaya dada :
1) Usahakan badan dalam kondisi serileks mungkin
2) Pastikan lutut tidak terdorong terlalu ke depan
3) Pastikan pantat tidak ikutan naik
4) Ketika tangan sedang mangayuh, pastikan jari tetap rapat
5) Pengambilan napas dilakukan dengan mengangkat kepala ke atas