Anda di halaman 1dari 94

Uraian

UraianPendekatan,
Pendekatan,Meodologi
Meodologi
Dan
DanProgram
ProgramKerja
Kerja

E.1 KONSISTENSI URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN


PROGRAM KERJA

E.1.1 Uraian Pendekatan Umum

Sesuai dengan nama proyek ini, pelayanan Konsultan adalah untuk


Pelaksanaan Pengawasan lapangan. Titik berat dari pekerjaan ini
adalah pekerjaan pengawasan teknis untuk peningkatan konstruksi
perkerasan jalan sepeerti yang tercantum dalam Kerangka Acuan
Kerja (KAK).

Alokasi tenaga yang tersedia untuk pekerjaan ini diatur sedemikian


rupa, berdasarkan atas jumlah tenaga yang telah ditentukan dalam
Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan pembangunan lokasi diambil
seefektif dan sesfisien mungkin.

Sasaran pokok dari pekerjaan pelayanan Konsultan ini adalah


membantu Dinas PU dan PR Kab. Ketapang dalam melaksanakan
rekayasa lapangan dan supervisi jalan pada pekerjaan Supervisi
Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri
Kec. Muara Pawan Tahun Anggaran 2018.

Tujuan umum layanan jasa Konsultansi pengawasan pekerjaan di


lapangan adalah untuk menjamin, bahwa :

1. Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan standard dan


ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Dokumen Kontrak.

2. Pelaksanaan pekerjaan berjalan didalam sekuen dan mengikuti


jadual waktu yang ditetapkan didalam program kerja yang telah

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
disetujui, dapat diselesaikan sesuai periode kontrak atau
dengan keterlambatan yang

3. sekecil mungkin dan diusahakan gangguan kenyamanan terhadap


pemakai jalan yang ada (Eksisting Road), maupun terhadap
penduduk setempat menjadi sekecil mungkin.

4. Biaya kostruksi dapat dibuat minimum atau tidak melebihi dari


perkiraan biaya yang tercantum dalam kontrak.

Adalah tidak mudah untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan


rencana dan oleh karena itu menjadi penting untuk mencapai jumlah
yang diperlukan dan mempunyai pengalaman yang memadai.

CV. Sarana Karya Sejahtera sebagai salah satu Konsultan yang


sudah berpengalaman menangani pekerjaan pengawasan merasa
mampu karena mempunyai sumber daya yang baik untuk memenuhi
kebutuhan dan menangani masalah-masalah yang mungkin timbul di
dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pendekatan Masalah dalam rangka layanan pengawasan teknis dapat


dilihat aspek-aspek sebagai berikut :

1). Pengendalian Teknis

Bertindak untuk dan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen


Konsultan Supervisi megendalikan pelaksanaan fisik yang
dilakukan olek Kontraktor.

Lingkup Pengendalian antara lain meliputi :

a. Aspek mutu hasil pekerjaan

b. Aspek volume pekerjaan

c. Aspek waktu penyelesaian pekerjaan

d. Aspek biaya keseluruhan pekerjaan.

Semua aspek diatas akan merujuk dan mengikuti ketentuan dan


syarat-syarat yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.

2). Pengendalian atas Koordinasi Terkait

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Konsultan pengawas daalam rangka melaksanakan tugas
pengendaian teknis tersebut diatas berkewajiban mengendalikan
proses koordinasi dengan pihak lain yang terkait dalam kegiatan
tersebut.

3). Pengendalian Administrasi Kegiatan

Dalam hal ini, Konsultan berkewajiban merancang,


memberlakukan serta mengendalikan pelaksanaan keseluruhan
system administrasi kegiatan yang diawasinya, yaitu mencakup
antar lain surat menyurat, memorandum, risalah rapat, laporan-
laporan, contoh barang, Dokumentasi, berita acara, gambar,
sketsa, brosur, kontrak, addendum dan hal lain yang di anggap
perlu.

Langkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan Konsultan


Pengawas untuk maksud di atas antara lain :

1. Mempelajari, menanggapi, memecakan dan menyelesaikan


sampai tuntas maksud dari surat masuk maupun keluar.

2. Memperhatikan memorandum dan risalah untuk pedoman


dalam pelaksanaan tugas Konsultan

3. Mempersiapkan dan mengecek contoh barang/bahan agar


memenuhi persyaratan yang ditetapkan baik kualitas
maupun kuantitas.

4. Membuat foto (dokumentasi) pada setiap paket pekerjaan.

5. Mempelajari dan mengecek gambar-gambar/sketsa


pelaksanaan agar tidak ada penyimpangan sebelum maupun
sesudah pekerjaan selesai.

6. Membantu menyiapkan addendum serta lsinya yang


dianggap perlu.

4). Monitoring dan Manjemen Teknik

1. Fungsi dan Proses Pengendalian

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pengendalian (Monitoring) adalah usaha yang sistematis untuk
menentukan standar yang sesuai dengan sasaran, merancang
sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan
standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang
diperlukan agar sumber dana digunakan secara efektif dan
efisien dalam rangka mencapai sasaran.

Langkah-langkah Proses Monitoring Kegiatan dapat diuraikan


sebagai berikut :

Menentukan sasaran.

Menentukan definisi lingkup kerja

Menentukan standarkan criteria sebagai patokan dalam


rangka mencapai sasaran, dengan patokan pada :

- Standar-standar Nusantara Indonesia atau Standar


InterNusantara lainnya yang berkaitan.

- Perencanaan perkerasan jalan dengan metoda


perkerasan lentur (Flexible Pavement) sesuai Tata Cara
Perencanaan Tebal Pengerasan Lentur Jalan Raya dengan
analisa Metoda Komponen atau SNI – 1732 – 1989 F
(SKBI-2.3.26.1987).

- Pembebanan, akan sesuai dengan Tata Cara


Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya SNI –
1725 - 1989 F (SKBI-2.3.26.1987).

- Petunjuk/Manual/Standar lainnya yang dikeluarkan oleh


Direktorat Jenderal Bina Marga/Prasarana Wilayah.

- Petunjuk / Manual Studi : Amdal

- HCM (Higway Capasity Manual) Indonesia 1992

- Referensi lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Merancang / menyususn system informasi, pemantauan,


pelaporan hasil pelaksanaan pekerjaan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Mengkaji, investigasi dan menganalisis hasil pekerjaan
terhadap standar, criteria dan sasaran yang telah
ditentukan.

Mengadakan tindakan pembetulan.

Untuk langkah Proses Pengendalian Kegiatan yang


ditunjukan pada flow chart berikut :

Siklus pengendalian kegiatan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
SIKLUS PENGENDALIAN KEGIATAN

Dasar-dasar dari pelayanan jasa Konsultan ini secara garis besar


dapat dijelaskan seperti dibawah ini :

Melakukan survey kondisi jalan sesuai dengan paket proyek yang


tersedia dalam Kearangka Acuan, yang bertujuam untuk memperoleh

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
gambaran dan masukan setiap lokasi atau memerlkan penyelidikan
teknis lebih rinci.

Berdasarkan dari masukan data tersebut diatas dan hasil dari


perencanaan yang ada, dilakukan evaluasi kemudian didiskusikan
kepada pengguna jasa apabila perlu perubahan, maka dibuatkan detil
desain yang lebih rinci lengkap dengan perhitungan dan gambar-
gambar teknis, seterusnya diajukan kepada pengguna jasa untuk
disetujui sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Mengalokasikan tenaga pengawasan secara efektif dalam


pengawasan pekerjaan konstruksi, sebagai jaminan terhadap kualitas
dari setiap produk pekerjaan sesuai dengan standar yang diminta
dalam kontrak pekerjaan fisik dan spesifikasi teknis.

Seluruh kegiatan pekerjaan pengawasan meliputi antara lain :

1. Melakukan review desain, mengijinkan permohonanan pekerjaan


yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor, memonitoring schedule
pelaksanaan fisik, mengecek kelengkapan dari mobilisasi
Kontraktor seperti alat, personil bahan-bahan, mengontrol dan
menghitung kuantitas pekerjaan, melakukan pengendalian
terhadap mutu, menyetujui atau menolak hasil pekerjaan fisik,
memeriksa sertifikat pembayaran bulanan Kontraktor, menyajikan
dan mengusulkan untuk disetujui pengguna jasa setiap perubahan
rencana pekerjaan yang mungkin terjadi dan sangat diperlukan
dalam melengkapi pekerjaan, serta penilaian terhadap usulan
penambahan waktu sebagai dasar penguna jasa dalam
pengambilan keputusan dan pemecahan permasalahan yang
mungkin muncul berdasakan atar interpprestasi terhadap
Dokumen Kontrak, juga membantu dalam penyiapan gambar
sesuai pelaksanaan (As Bult Drawing).

2. Menyiapkan dan menghimpun semua data-data proyek,


menyiapkan laporan-laporan berkala seperti laporan, mingguan,
bulanan dan laporanakhir setelah selesai pekerjaan fisik

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
pengawasan dan ermasalahan serta cara penanggulangannya
unytuk direkomendasikan kepada pengguna jasa.

Untuk memudahkan pekerjaan monitoring lapangan terhadap


tugas para pengawas lapangan serta memudahkan
pengendalian mutu pekerjaan

lapangan, pemakaian formulir-formulir kerja stadar akan dipakai


untuk pekerjaan (flow chart) terhadap pengendalian mutu dan
pengendalian voume pekerjaan, pembuatan sertifikat
pembayaran bulanan Kontraktor serta laporan-laporan.

Dalam pelaksanaan proyek, team pengawas akan melaksankan


pengawasan secara continue di lapangan. Pengawasan terutama
akan ditekankan terhadap pengendalian kontrak, pengendalian
mutu dan pentendalian volume pekerjaan.

Dalam permasalahan pengawasan terhadap pengendalian volume


pekerjaan yang menyebabkan timbunya pekerjaan tambah
maupun pekerjaan kurang, beberapa usulan terhadap perintah
perubahan (change order) akan diajukan

kepada pengguna jasa utnuk mencegah kelebihan pembiayaan


dari dana yang tersedia dalam kotrak bersifat estimasi.

Koordinasi dan rapat regular dengan Dinas PU dan PR Kab.


Ketapang, seperti pengguna jasa dan Kontraktor akan
dilaksanakan secara continue untuk tujuan kemajuan proyek.

E.2 METODOLOGI PELAKSANAAN

E.2.1 Pekerjaan Review Desain, Revisi Desain dan Shop Drawing

1. Review Desain

Pekerjaan Review desain akan dilakukan oleh Team Leader/Site


Engineer dibantu oleh inspector, dimana data-data lapangan akan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
dikumpulkan dan diproses. Pekerjaan ini akan dilakukan dengan
berpedoman pada buku panduan yang dikeluarkan oleh Dinas PU
dan PR Kab. Ketapng.

Berdasarkan masukan data akan diperoleh kesimpulan apakah


desain yang ada layak atau perlu dilakukan perbaikan yang
mengacu kepada biaya fisik yang tersedia.

2. Data Perencanaan yang Tersedia & Analisa Hasil


Perencanaan

Data untuk perencanaan, hasil perencanaan, perkiraan volume dan


biaya serta gambar teknis yang telah dilaksanakan oleh Dinas PU
dan PR Kab. Ketapang, akan dianalisa berdasarkan pada buku
panduan perencanaan yang dikeluarkan oleh SNI.

Program ini akan menghasilkan catatan mengenai seluruh


pekerjaan antara lain :

 Catatan kuantitas ruas demi ruas

 Biaya setiap nota pembayaran yang besar

 Total dari kuantitas kontrak dan biaya setiap mata pembayaran

 Schedule dari kuantitas

 Schedule penawaran

Selain Hal-hal diatas data-data lain yag diperlukan dan digambar


dengan ditulis tangan adalah :

 Gambar lokasi kontrak

 Gambar alinemen jalan

 Gambar sumber-sumber material

 Gambar perkiraan kebutuhan material

3. Pengecekan Terhadap Hasil Akhir Dengan


Membandingkannya Terhadap Kondisi Kenyataan Lapangan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pengecekan ini dilakukan dengan membawa hasil desain ke lokasi
untuk mengevaluasi apakah desain sudah sesuai dengan kondisi
yang ada lapangan. Hasil pengecekan yang tertuang dalam gambar
revisi desain beserta hasil pengecekan volumenya akan diajukan ke
Dinas Pu dan PR Kab. Ketapang, bersamaan dengan
perencanaan aslinya.

4. Revisi Desain

Pengguna jasa dapat melakukan beberapa perubahan atas bentuk,


mutu atau volume pekerjaan atau sebagian pekerjaan yang
dianggap perlu atau lebih baik.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, maka revisi desain akan


dilaksanakan bila dianggap perlu berikut beberapa alternative lain,
analisa desain akan dikerjakan secara komputerisasi dan penyajian
laporan-laporan dalam bentuk proposal beserta perubahan desain
serta kuantitas pembayaran yang terkait.

Perubahan-perubahan pekerjaan tidak boleh dilaksanakan oleh


Kontraktor tanpa suatu perintah, seperti perintah perubahan yang
diberikan secara tertulis. Petunjuk tindakan turun tanan (PT3) suatu
perubahan dipersiapka oleh Konsultan Supervisi beserta Staf
Teknik.

5. Shop Drawing

Shop drawing adalah gambar-gambar pelaksanaan yang dibuat oleh


Kontraktor yang menggambarkan sesuatu bagian dari pekerjaan.

Bagian-bagian pekerjaan yang memerluka Shop Drawing tidak


boleh dimulai pelaksaaannya sebelum shop drawing disetujui oleh
Konsultan Supervisi dan Pengguna Jasa.

Shop Drawing diajukan oleh Kontraktor dalam waktu singkat dan


disesuaikan dengan jadwal pelaksanaa pekerjaan.

Shop Drawing yang telah mendapat persetujuan dapat dilaksanakan


oleh Kontraktor. Kontraktor wajib membuat koreksi-koreksi daripada

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Shop Drawing sesuai dengan pengarahan Konsultan Supervisi dan
Pengguna Jasa.

E.2.2 Pengendalian Kontrak

1. Penyusunan Program Pelaksanaan

Setelah peandatangan kontrak, Kontraktor akan segera


mengajukan rencana kerja yang akan disetujui oleh Konsultan
Supervisi dan Pengguna Jasa.

Rencana Kerja yang diperlukan antara lain :

 Rencana mobililisasi

 Rencana yang memperlihatkan tahap-tahap pelaksanaan dan


cara yang dipakai dalam pelaksanaan tersebut.

 Rencana penyedia bahan/material dan peralatan yang


disesuaikan dengan tahap pelaksanaan(jadwal pelaksanaan
atau cotruction schedule).

 Rencana pekerjaan tambahan apabila disyaratkan dalam


kontrak.

 Rencana pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan pekerjaan.

2. Pertemuan Pendahuluan (Pre Contruction Meeting)

Pertemuan ini dilakukan antara employer (PPK/Pengguna Jasa dan


Staf) bersama Konsultan dan Kontraktor yang diselenggarakan
secepatnya pada masa pelaksanaan mobilisasi.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk membahas dan mendapatkan


persamaan pengertian terhadap pasal demi pasal dari Dokumen
Kontrak, mengingat masih sering adanya kelemahan dan
ketidakjelasan dari isi Dokumen Kontrak yang memerlukan
pembahasan dan perbaikan.

Laporan hasil peretemuan tersebut dipakai sebagai perlengkapa


Dokumen Kontrak.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
E.2.3. Pengendalian Pelaksanaan Pekerjaan

Sesuai dengan Kerangka Acuan di mana Team Konsultan merupakan


Wakil dari Dinas Pu dan PR Kab. Ketapang, maka tugas dalam
pengendalian pelaksanaan pekerjaan pengawasan terhadap
pekerjaan konstruksi adalah :

1. Menjamin bahwa kualitas dari pekerjaan yang dilaksanakan selalu


di cek secara terus menerus.

Pekerjaan ini termasuk :

a. Pelaksanaan inspeksi harian pekerjaan yang dilaksanakan untuk


menjamin bahwa material, tenaga kerja dan pelaksanaan
pekerjaannya tidak menyimpang dari dokumen kontrak dan
peraturan peraturan SNI.

b. Menjamin bahwa instruksi-instruksi tertulis dikeluarkan kepada


Kontraktor dengan menerangkan gambaran secara detail yang
lebih baik mengenai titik-titik yang berhubungan dengan lokasi
pekerjaan dan bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan menjadi
lebih baik dan meningkatkan efisiensi Tenaga Kerja.

c. Menjamin bahwa seluruh material yang tiba dilapangan sesuai


dengan persyaratan spesifikasi teknis dan secara keseluruhan
test terhadap material tersebut secara teliti.

d. Menjamin bahwa gambar-gambar kerja, gambar-gambar detail


dan gambar-gambar pelaksanaan diperiksa dan disetujui
sebagaimana mesti-nya, untuk jaminan bahwa kebutuhan
kontrak dipenuhi.

e. Menjamin jika diperlukan instruksi-instruksi tertulis akan


dikeluarkan untuk Kontraktor guna memperbaiki setiap
kerusakan-kerusakan dalam peker-jaan dan melengkapi
kekurangan-kekurangan yang masih belum diselesai-kan.

f. Membantu dengan melakukan inspeksi akhir dari pekerjaan


sebelum serah terima pekerjaan Kontraktor.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
2. Menjamin besar kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan ditentukan
dengan diukur secara cermat dan benar.

3. Menjamin bahwa seluruh laporan yang diminta dikirimkan dalam


waktu yang tepat serta dengan isi laporan mengenai progres dan
permasalahan di proyek secara cermat dan baik.

Pekerjaan ini termasuk :

a. Menyusun dan mengirimkan laporan bulanan dalam waktu yang


tepat secara cermat mengenai kemajuan fisik dan pembiayaan
dari pekerjaan.

b. Melaporkan secepatnya dengan tertulis tanpa ditunda setiap


mendapat kesulitan dalam pelaksanaan pekerjaan yang tidak
diharapkan dikarena-kan kondisi lapangan yang tidak terduga
atau sebab lain, laporan ini harus termasuk usulan cara
penanganannya untuk menyelesaikan jalan keluar dari kesulitan
tersebut.

c. Melaporkan secara tertulis dengan usulan yang sesuai, antara


lain untuk memperbaiki kekurangan waktu, adanya kemacetan
pekerjaan atau keterlambatan kritis, yang akan membahayakan
target waktu penyele-saian pekerjaan yang telah ditetapkan.

d. Membuat dan menyimpan laporan harian proyek, mencatat


keadaan lapangan dengan lengkap, seperti pemakaian material,
cuaca dan keadaan keadaan khusus sesuai kontrak.

e. Menyimpan catatan-catatan hasil pekerjaan konstruksi


termasuk arsip dari hasil-hasil test material, sertifikat
pembayaran pengukuran volume lapangan dan perhitungan
pendukung serta gambar yang sesuai pelaksa-naan.

f. Menyimpan arsip surat menyurat dengan Kontraktor, Dinas Bina


Marga dan Pengairan Kab. Kubu Raya, Team Supervisi, dan lain-
lainnya.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
g. Membuat laporan hasil-hasil pengecekan pre-final, mencatat
setiap kekurangan dari seluruh pekerjaan yang belum selesai
dengan sempurna.

h. Menyajikan laporan akhir dengan segala permasalahannya dan


dilampir-kan arsip-arsip Surat Perintah Perubahan (Change
Order), serta gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan
dan data hasil test.

4. Bekerja sama dengan wakil dari Dinas Bina Marga dan Pengairan
Kab. Kubu Raya di lapangan untuk setiap langkah-langkah
persoalan teknik.

Pekerjaan ini meliputi :

a. Bersama-sama memeriksa sertifikat pembayaran bulanan


Kontraktor dan sertifikat pembayaran dari Pengguna jasa.

b. Membuat rekomendasi terhadap klaim-klaim Kontraktor,


menyelesai- kan perselisihan, penambahan waktu kontrak dan
masalah-masalah lainnya.

c. Menyiapkan change order yang ada hubungan dengan masalah


di atas, merekomendasikan revisi dari kegiatan pekerjaan
dengan spesifikasi dan membuat perkiraan mata pembayaran
yang baru sebagai dasar Negosiasi dengan data penunjang
yang lengkap.

d. Selalu mengontrol kelengkapan peralatan Kontraktor seperti


kantor lapangan, Bengkel, Gedung, dan alat-alat konstruksi
yang telah ditentukan dalam kontrak.

5. Konsultan akan melakukan Konsultansi dengan Pengguna jasa


selaku wakil dari Dinas PU dan PR Kab. Ketapang dalam
melakukan serah terima lokasi pekerjaan.

Dinas PU dan PR kab. Ketapang akan mengundang wakil dari


Kontraktor dalam pelaksanaan serah terima lokasi pekerjaan
tersebut.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Seluruh titik-titik control pengukuran yang telah direncanakan
akan ditentukan tempatnya bersama Kontraktor di lapangan,
sebagai arsip untuk waktu yang akan datang, Berita Acara serah
terima lokasi pekerjaan akan dikeluarkan oleh Pengguna jasa
lengkap dengan tanggal waktu serah terima pekerjaan yaitu
waktu dimana Kontraktor mulai diizinkan untuk mengerjakan
pekerjaan sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui.

6. Bersama-sama dengan Team Survey dari Kontraktor, ditentukan


titik-titik yang diperlukan seperti elevasi, dan as dari pekerjaan
sesuai dengan gambar kerja.

7. Selama masa pelaksanaan pekerjaan konstruksi Konsultan akan


melakukan pengawasan dan memberikan saran-saran bila
diperlukan. Hal ini bertujuan agar dapat dipenuhi apa yang telah
ditentukan dalam kontrak

dan Spesifikasi Teknis, juga akan mengadakan inspeksi dan kontrol


pada pekerjaan tanah, bangunan, pengetesan material dan
kegiatan-kegiatan pekerjaan lainnya,

termasuk pengambilan sampel dan pengetesan dari bagian-


bagian pekerjaan yang mewakili untuk menjamin agar pekerjaan
sesuai dengan ketentuan Dokumen Kontrak. Konsultan akan
melakukan review desain dan jika dapat di terima akan
mengusulkan kepada Pengguna jasa untuk disetujui beserta
seluruh gambar kerja yang dibuat oleh Kontraktor. Konsultan akan
memberikan saran kepada Pengguna jasa dan membantu
menghitung Quantitynya, menyiapkan Perintah Perubahan
(Change Order), gambar dan spesifikasi teknisnya. Setiap standar
profil melintang Dermaga dan saluran drainase, jembatan dan
lokasi gorong-gorong yang tidak sesuai dengan kondisi di
lapangan akan diperbaiki untuk dilakukan perubahan desain
selanjutnya diajukan kepada Pengguna jasa untuk disetujui.

Apabila pada waktu rapat antara Kontraktor dengan Konsultan


didapatkan permasalahan yang melampaui batas wewenang

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Konsultan, maka masalah tersebut akan dibawa secepat mungkin
ke Pengguna jasa disertai pandangan, cara perbaikan, informasi,
data-data sebagai pendukung untuk bahan pertimbangan dan
keputusan.

Bilamana pekerjaan yang sedang dilaksanakan ditemukan


persoalan dalam mengintepretasikan kontrak dokumen, Konsultan
akan menyarankan kepada Pengguna jasa interpretasi dari
kontrak dokumen tersebut berdasarkan pengalaman profesi
Konsultan sehingga tidak menimbulkan kesulitan.

Seluruh Team Pengawas Konsultan akan menyimpan laporan


harian kegiatan pekerjaan yang mencatat semua kejadian secara
detail dan informasi-informasi yang penting lainnya. Dalam
beberapa hal yang berkenaan dengan pengalaman Konsultan,
maka dalam laporan harian dicatat beberapa informasi yang
dianggap penting untuk disajikan, seperti laporan kemajuan
bulanan, laporan teknik dll.

8. Konsultan akan melakukan pengontrolan terhadap volume


pekerjaan, pembayaran dan nilai kontrak serta besarnya volume
pekerjaan dilapangan dari masing-masing mata pembayaran
karena hal tersebut merupakan dasar untuk penyusunan alokasi
dana sesuai dengan dokumen kontrak atau atas keperluan dari
Pemberi Tugas. Penyusunan alokasi dana tersebut timbul biasanya
dikarenakan volume estimasi nilai kontrak pada saat penanda-
tanganan kontrak dengan volume kenyataan dilapangan sangat
jauh berbeda. Dalam hal ini maka beberapa volume pekerjaan
akan menjadi lebih atau kurang, dimana di setiap pekerjaan
tambah akan diperhitungkan berdasarkan harga satuan yang telah
ditetapkan, sedang untuk pekerjaan yang tidak ada harga
satuannya ditetapkan berdasarkan penentuan dari panitia kecil
yang ditunjuk oleh Pengguna jasa untuk menetapkan harga
satuan pekerjaan tersebut.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Harga Pekerjaan kurang akan diperhitungkan berdasarkan harga
satuan seperti harga kontrak.

Pekerjaan tambah-kurang yang melebihi ketentuan dalam kontrak


diperhitungkan dengan harga satuan pekerjaan baru yang telah
ditetapkan oleh Panitia tersebut diatas dan disetujui oleh kedua
belah pihak.

Dalam monitoring terhadap kemajuan dari pekerjaan konstruksi,


persiapan dari material konstruksi, kontrol terhadap pendanaan
dll. secara periodik akan dilakukan Engineer dengan membuat
perbaikan-perbaikan terhadap volume pekerjaan dan
pembiayaannya.

Hal tersebut diatas juga diperlukan untuk memberikan masukan


data kepada Pengguna jasa dan Kontraktor, dan diharapkan dapat
digunakan sebagai nara sumber dalam penentuan langkah-
langkah kerja seperti pembuatan Addenda, Perintah Perubahan
(Change Order), Laporan-laporan dan Evaluasi terhadap kemajuan
pekerjaan.

9. Penyiapan dan proses pembuatan sertifikat pembayaran meliputi :

9.1. Sertifikat pembayaran bulanan Kontraktor

Sertifikat pembayaran Kontraktor seperti sertifikat


pembayaran bulanan dibuat secara periodik yang disiapkan
oleh Kontraktor, berdasarkan hasil opname bersama terhadap
pekerjaan-pekerjaan yang layak untuk dibayarkan sesuai
ketentuan dalam Spesifikasi dan Dokumen Kontrak.
Pemeriksaan terhadap draft sertifikat pembayaran diatas akan
dilakukan oleh Engineer yang kemudian akan dikembalikan
kepada Kontraktor untuk diperbaiki.

Sertifikat pembayaran bulanan Kontraktor yang telah


diperiksa Engineer akan diajukan ke Pengguna jasa untuk
diperiksa dan disetujui untuk diproses lebih lanjut.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pengajuan draft sertifikat bulanan harus telah disiapkan oleh
Kontraktor setiap lokasi sebelum akhir bulan berjalan dengan
dilampirkan back-up perhitungan-perhitungan volume
pekerjaan lengkap dengan gambar dan data-data ukuran serta
hasil test dari pekerjaan yang telah di opname bersama
dengan Team Pengawas yaitu Surveyor atau Inspector.

Surveyor dan Inspector akan mengecek data-data tersebut


dan setelah diterima akan diajukan ke Team Leader untuk
diproses lebih lanjut.

Bagan dari proses penyusunan sertifikat pembayaran bulanan


Kontraktor adalah sebagai berikut :

Hasil opname terhadap pekerjaan yang telah lengkap

Kontraktor mengajukan data pendukung sertifikat


bulanan

Team Supervisi memeriksa dan memperbaiki pengajuan

Penyusunan draft sertifikat bulanan oleh Kontraktor


berdasarkan data yang telah diperiksa oleh Konsultan

Site Engineer memeriksa dan menyetujui draft sertifikat

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Draft sertifikat dikembalikan ke Kontraktor untuk
dikonfirmasikan dan penyiapan pengajuan lengkap jumlah
salinannya dan tanda tangan

Site Engineer mengecek dan menandatangani diteruskan ke


Pemimpin Pelaksana

Pemimpin Pelaksana menerima dan menandatangani,


kemudian diproses untuk pembayarannya

9.2. Sertifikat Pembayaran Akhir

Sertifikat pembayaran akhir dibuat setelah pekerjaan selesai


dan dilengkapi oleh Kontraktor, sebelumnya Team Leader dan
wakil Kontraktor akan melakukan pengukuran dan
perhitungan-perhitungan sebagai data untuk pembuatan
sertifikat akhir pekerjaan tersebut.

Pekerjaan ini dilakukan bersamaan dengan persiapan untuk


pelaksanaan serah terima pekerjaan sementara (PHO). Final
sertifikat ini diajukan Kontraktor sesuai dengan volume akhir
pekerjaan yang telah disepakati bersama dan sesuai dengan
persyaratan-persyaratan dokumen kontrak dan langkah-
langkah penyiapan final sertifikat dapat dilihat seperti bagan
dibawah ini :

Inspector dan Site Engineer melakukan pengukuran final dan


menghitung volume pekerjaan yang telah diselesaikan

Site Engineer mengirimkan hasil perhitungan dan lampiran


dari Quantity Akhir kepada Kontraktor untuk dikonfirmasikan

Final Quantity disetujui dan ditandatangani oleh Kontraktor,


Site Engineer dan Pemimpin Pelaksana
Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Site Engineer mengajukan final sertifikat sesuai dengan
Quantity Akhir

Final Quantity diajukan Kontraktor untuk ditandatangani

Engineer dan Pemimpin Pelaksana menandatangani final


sertifikat untuk diproses selanjutnya

9.3. Sertifikat Pengembalian Uang Jaminan

Seperti pada kontrak-kontrak pekerjaan pelaksanaan fisik, bisa


diambil 10 persen dari nilai setiap sertifikat pembayaran
bulanan harus di potong sebagai jaminan untuk pekerjaan.
Uang yang dipotong tersebut akan dikembalikan kepada
Kontraktor setelah pelaksanaan pekerjaan fisik mencapai 75
persen dari nilai kontrak, dengan memberi garansi Bank
senilai 7,5 persen nilai kontrak.

Pengembalian uang tersebut disebut sebagai pengembalian


uang jaminan pertama. Pengembalian uang jaminan kedua
akan dilakukan setelah peng-ajuan sertifikat akhir
pekerjaan,dengan memberi jaminan Bank kepada pemberi
tugas senilai 10 persen dari nilai kontrak, dan Jaminan Bank
yang terdahulu akan dikembalikan kepada Kontraktor, Jaminan
Bank ini dimaksud-kan sebagai jaminan untuk masa
pemeliharaan pekerjaan selama waktu yang ditentukan dalam
kontrak.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
10.Pengukuran final dari akhir pekerjaan akan kami kerjakan kembali
meskipun quantity dan volume dari pekerjaan telah diukur selama
pekerjaan konstruksi berlangsung.

Dari hasil pengukuran tersebut kemudian dibuatkan memorandum


yang ditanda tangani bersama oleh pemberi tugas, Kontraktor dan
Engineer, untuk selajutnya diajukan kepada panitia serah terima
sementara untuk dipelajari dan disetujui.

Setelah Final Quantity oleh Employer disetujui, maka diajukan final


sertifikat berdasarkan final quantity seperti yang telah
diterangkan pada 9.2 diatas.

11.Pengendalian Mutu,

Secara umum pengendalian mutu untuk setiap kegiatan pekerjaan


dilakukan untuk menjamin pekerjaan yang telah diselesaikan,
akurat dan mempunyai hasil yang baik, seragam, kuat dan tidak
mengimpang dari Spesifikasi Teknis.

Pengendalian mutu dilakukan untuk membantu Kontraktor dalam


mencapai tujuan diatas dan mudah dalam pelaksanaannya sesuai
kebutuhan dari kualitas yang ditentukan dalam kontrak,
perencanaan spesifikasi dll.

Kontraktor harus menyadari bahwa pekerjaan konstruksi yang


dilakukannya harus dapat diterima, sehingga tidak akan terjadi
kegagalan dan resiko biaya pekerjaan akan lebih sedikit. Dalam
hal ini maka pengawasan Konsultan dalam pengendalian mutu
sangat penting agar tidak timbul biaya yang sia-sia karena
pekerjaan yang gagal.

Secara objektif pengendalian mutu dari pekerjaan jalan dan


jembatan seperti berikut ini.

a. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan seekonomis mungkin yang


sesuai dengan persepsi dari kontrak, spesifikasi dll.

b. Untuk menjaga keseragaman secara keseluruhan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
c. Untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi.

d. Untuk menghilankan/memperkecil kejadian kegagalan-


kegagalan akibat rendahnya mutu setelah pekerjaan selesai.

11.1. Proses dari pengendalian mutu

Untuk maksud agar pelaksanaan pekerjaan dapat digunakan


secara praktis, beberapa pertimbangan akan dibuat dan
dilaksanakan seperti :

a. Menentukan batas-batas setiap kualitas material

Batas-batas dari setiap kualitas material ditentukan dari


beberapa sifat untuk mengevaluasi material.

b. Membakukan standar kualitas dari material termasuk


batasan- batasan-nya standar dari kualitas material
berarti tingkat dari kualitas yang dihasil-kan material
tersebut, oleh karenanya jika penentuan produk sesuai
persyaratan spesifikasi standar, maka hanya material
yang mempunyai tingkatan mutu yang diminta yang
akan diproduksi.

c. Menetapkan standar pekerjaan untuk merealisasikan


produksi yang disyaratkan.

Meskipun banyak cara untuk menetapkan maksud diatas,


jalan yang terbaik adalah prosedur material harus
dibakukan dengan metoda standar kerja.

d. Mengajukan seluruh bagian kegiatan yang berhubungan


dengan peker-jaan tentang standard-standard kerja yang
diminta.

e. Pelaksanaan pekerjaan.

f. Mengecek keadaan cuaca yang sedang berlangsung


karena ada hubungannya dengan standar pekerjaan.

g. Melakukan perhitungan ukuran-ukuran kalau diperlukan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
11.2. Teknis Pengendalian Mutu

Quality Engineer berusaha keras untuk menentukan


keseragaman mutu dengan mempelajari atau mengecek dari
pengendalian mutu agar mendapat-kan hasil kualitas yang
baik.

- Prosedur Pengendalian Mutu

Prosedur pengendalian mutu material dapat ditetapkan


seperti bagan pada halaman berikut.

Pengendalian
Mutu

Cek terhadap
Cek terhadap
bentuk & ukuran
mutu material

Test Pemeriksaan
Laboratorium Lapangan

Prosedur diatas juga termasuk metoda pelaksanaan


pekerjaan dan penanganan setelah selesainya pekerjaan.

Klasifikasi dari pengecekan kualitas material akan dibagi


dalam kelompok besar yang menyangkut :

a. Syarat produk material jadi yang digunakan.

b. Test untuk pengendalian mutu.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Secara rinci kegiatan pekerjaan dijelaskan sebagai berikut :

a. Syarat dari produk yang digunakan

Bahan-bahan seperti aspal, besi beton, besi bangunan dan


semen yang digunakan dalam proyek ini, sangat sulit
diperiksa mutu materialnya bila dilakukan oleh Kontraktor
dan Konsultan, maka pengecekan hanya dilakukan dengan
mengecek brosur yang diterbitkan oleh pabrik bahan
tersebut dan disesuaikan dengan persyaratan spesifikasi
teknis. Untuk besi beton atau baja bangunan selain brosur
diatas juga akan diusahakan untuk melakukan kerjasama
dengan laboratorium pengujian di lokasi setempat yang
ada untuk dilakukan pengetesan.

b. Test untuk pengendalian mutu pada waktu pelaksanaan

Test ini akan dilakukan untuk beberapa kegiatan


pekerjaan seperti :

- Pekerjaan timbunan/embankment

- Pekerjaan sub base/base course termasuk pekerjaan


shoulder.

- Pekerjaan beton

- Pekerjaan aspal/pavement.

Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

Test dari material timbunan

Untuk pekerjaan timbunan beberapa test laboratorium akan


dilakukan setelah pengambilan sampel lapangan agar mutu
material tersebut dapat ditentukan.

Test tersebut antara lain adalah :

- test berat jenis tanah

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
test ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tanah yang
akan dipakai.

- test gradasi tanah

- test batas cair dan batas plastis dari tanah

- test pemadatan tanah

- test CBR Lapangan & laboratorium

Test setelah pelaksanaan berupa test kepadatan lapangan,


berat jenis tanah dan test pembebanan jika diperlukan.

Test dari material Base Course/Shoulder

Jenis test yang dilakukan akan sama dengan pekerjaan


diatas, kecuali jenis materialnya adalah material campuran
antara agregat kasar dan halus dengan mengikuti
persyaratan spesifikasi teknis untuk test berat jenis dari
agregat, diusahakan mendapatkan hasil berat jenis yang
besar, karena semakin besar berat jenisnya akan berarti
semakin keras base course yang digunakan.

Dalam test gradasi disebut juga test untuk menyortir


agregat-agregat yang diluar dari ambang batas gradasi yang
ditentukan dalam spesifikasi teknis dengan test ini dapat
diketahui apakah campuran cocok dengan persyaratan atau
tidak.

c. Pengendalian mutu pekerjaan beton

Beberapa test akan dilakukan antara lain :

- test material

- test berat jenis

- test absorpsi air

- test gradasi

- test berat isi

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
- test abrasi

- test pada saat pelaksanaan

- test slump

- sampel kubus/selinder (test kekuatan pada umur beton


tertentu)

d. Pengendalian mutu pekerjaan aspal (AC-BC, AC-WC/HRS-


WC)

Untuk material aspal pengendalian mutu tergantung dari


pabrik yang bersangkutan, Konsultan hanya akan
mengetes kualitas agregat yang digunakan, test agregat
akan dilakukan sama seperti pada test material base
course dan test abrasi, juga akan dilakukan test untuk
mengetahui proporsi dari rencana campuran termasuk
penelitikan terhadap unit campurannya. Pada saat
pelaksanaan akan dilakukan test berat jenis, stability
marshal test, kadar aspal.

Pengecekan Peralatan Konstruksi

Sebelum proyek dimulai, seluruh peralatan konstruksi


akan diperiksa yang meliputi pemeriksaan kapasitas,
efisiensi dan fungsi peralatan apakah cukup atau tidak
dalam hubungannya dengan kapasitas rencana dari setiap
peralatan.

Pengecekan terhadap peralatan-peralatan tersebut adalah


sebagai berikut :

- Hammer Test

- Dump Truck

- concrete Mixer

- Concrete Vibrator

- Water Pump

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Frequensi test :

1. Test lapisan perkerasan AC-BC, AC-WC/HRS-WC

Test untuk lapisan perkerasan (AC-BC, AC-WC/HRS-WC)


akan dilaksanakan dalam frekuensi sebagai berikut :

NAMA PENGETESAN FREKUENSI PENGETESAN


Temperatur Dibutuhkan setiap waktu
Gradasi Minimum 2 kali/hari (pagi/sore)
Kadar Aspal Minimum 2 kali/hari (pagi/sore)
Kepadatan Setiap 500 m2
Kenampakan Visual Setiap waktu
Marshall Test Minimum 2 kali/hari (pagi/sore)

2. B e t o n

NAMA PENGETESAN FREKUENSI PENGETESAN


Slump Dibutuhkan setiap waktu
Kekuatan(Uji Tekan ) Minimum Umur 7 /hari,14 hari
dan 28 hari

3. Base Course

NAMA PENGETESAN FREKUENSI PENGETESAN


Kepadatan Setiap 500 m2
Pemadatan Setiap 500 m2
Gradasi Beberapa tempat
Optimum Kadar Air Beberapa tempat

4. Shoulder

NAMA PENGETESAN FREKUENSI PENGETESAN


Kepadatan Setiap 500 m2

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
NAMA PENGETESAN FREKUENSI PENGETESAN
Pemadatan Setiap 500 m2
Gradasi Beberapa tempat
Optimum Kadar Air Beberapa tempat

E.3. KESESUAIAN DENGAN PROGRAM KERJA

E.3.1. Umum

Secara umumKonsultan akan menyediakan jasa pengawasan teknik


dan jasa dalam hal adanya perubahan desain untuk proyek, guna
menjamin bahwa pelaksanaan mengikuti gambar rencana dan
dokumen kontrak fisik.

Perlu adanya suatu program kerja yang konsepsional, efektif dan


efisiense demikian rupa untuk pekerjaan Konsultan pengawas,
sehingga setiap aktivitas kerja terpogram dengan baik dalam rangka
mencapai target sukses pekerjaan.

Program kerja yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan ketentuan


dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Dalam penyusunan program kerja antara lain dan tidak terbatas


berdasarkan :

o Ruang lingkup pekerjaan


o Volume pekerjaan
o Batas waktu
o Jumlah personil
o Peralatan yang dipakai
o Arahan pemberi tugas/pengguna jasa
o Aspek-aspek teknis dan non-teknis lainnya.

Secara garis besar program kerja tersebut diuraikan seperti berikut ini.
Melaksanakan pekerjaan secar tepat waktu, tepat mutudan tepat
biaya, maka akan dilaksanakan pengawasan sesuai dengan jadwal
kerja dan tugas masing-masing personil.

E.3.2. Jasa Konsultan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Jasa Konsultansi selamamasa mobilisasi dan masa konstruksi
dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1. Masa Mobilisasi Kontraktor

Pada masa mobilisasi Kontraktor, kegiatan Konsultan pengawas


diantaranya adalah ;

1. Memeriksa data survey yang akan digunakan dalam


menganalisa kondisi lapangan

2. Memberikan rekomendasi bagi pemberi tugas didalam


tahapan kegiatan pelaksanaan.

3. Membantu rekomendasi pemberi tugas didalam tahapan


kegiatan pelaksanaan.

4. Memeriksa dan menyetujui daftar bahan/material, peralatan


dan personil yang akan didatangkan, fasilitas base camp dan
lokasi penempatan peralatan.

5. Memeriksa dan mempersiapkan cara perhitungan kuantitas


dan prosedur pemeriksaan mutu (Quality Control).

6. Memeriksa pemasangan patok garis tengah jalan dan DAMIJA


(ROW).

7. Memeriksa dan menyetujui segi keamanan dari pengaturan


lalulintas didalam proyek.

8. Memeriksa dan menyetujui jumlah dan mutu bahan/material


yang disediakan oleh Kontraktor.

9. Memeriksa dan menyetujui jadwal pewlaksanaan yang


dubuat oleh kontaraktor.

10. Memeriksa dan menyetujui gambar kerja dan stake out yang
disiapkan oleh Kontraktor.

Sebagaimana diatur dalam persyaratan kontrak, komtraktor harus


menyerahkan rencana kerja terinci dan cara ataui metode
pelaksanaan. Hal ini harus diperhatikan didalam format Critical Path

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Network (CPN), dan didukung oleh jadwal-jadwal sumber daya yang
menjelaskan tentang jenis dan jumlah peralatan yang dipergunakan,
jumlah personil yang meliputi pekerjaan manajemen teknik tenaga
terampil, semi terampil, buruh dan lain sebagainya yang akan
dipekerjakan.

Begitu jadwal untuk mengantisipasoi pengiriman material-material


penting, terutama untuk pengiriman jangka panjang dan akibat cuaca
buruk. Selain itu, memuat pula ketentuan metoda pelaksanaan kerja,
lokasi fasilitas utnuk borrow pits, spoil tips, quarries, jalan-jalan ntuk
pengangkutran material, stock piles, concrete atau asphalt baching
plants. Perlu dipertimbangkan faktor--faktor seperti kondisi geologis
setempat, potensi dampak lingkungan, metode pelaksanaan kerja
yang ekonomis terutama yang berkaitan dengan sumber-sumber
material agar supaya tidak terjadi pemboirosan sumber-sumber alami.

Data-data yang dikirim Kontraktor, perlu dikaji ulang secara hati-hati


oleh Konsultan pengawas dan bila perlu diidskusikan dengan
Kontraktor, agar detail program yang sudah diterima atau disetujui
oleh engioneer dapat disepakati kedua belah pihak.

Pada bagian ini Konsultan ingin lebih menekan/menjelaskan secara


rinci kegiatan pada masa mobilisasi Kontraktor ini, terutama adalah
mengenai kegiatan rapat/pertemuan sebelum konstruksi.

2. Rapat Pra Konstruksi (Pre Contruction Meeting)

Sebelum memulai kegiatan/pekerjaan, perlu sekali diadakan


terlebih dahulu pertemuan antara unsur proyek, Dinas terkait,
Kontraktor dan Konsultan. Hal ini dilakukan agar semua pihak
dapat menyamakan persepsi terhadap bagian yang tertuang
didalam Dokumen Kontrak Fisik, sehingga dalam pelaksanaan
pekerjaan nanti akan terjadi penafsiran yang berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya, baik perbedaan penafsiran dari segi
administrasi maupun segi teknisnya.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Dalam Rapat Pra Konstruksi ada bebarapa yang perlu disepakati
bersama, antara lain :

a. Kesamaan Pengertian Terhadap Pasal-pasal Dokumen Kontrak


yang menyangkut ;

- Pekerjaan tambah kurang


- Termination atau for feature
- Mobilisasi
- Maintenace dan Protection of Traffic
- Asuransi

b. Kesamaan Tentang Tata Cara dan Prosedur Administrasi


menyangkut :

- Request, Approval dan Examination of works


- Drawing
- MC dan Eskalasi

c. Kesamaan Tentang Tata Cara dan Prosedur Teknis Pelaksanaan


Pekerjaan Utama Major (Items) menyangkut :

- PHO dan FHO


- Addendum Kontrak
- Pondasi Jembatan dan Bangunan Atas
- Rigid Pavement pada segmen yang ber LHR tinggi + Traffic
Man
- Pondasi LPB,LPA pada Perkerasan Jalan
- Produksi Agregat untuk Pondasi Jalan

d. Kemungkinan adanya perubahan komposisi jumlah peralatan


atau urutan kegiatan pekerjaan yang telah dituangkan kedalam
mobilisation program an construction schedule yang telah
disepakati menjelang penandatanganan kontrak.

3. Rekayasa Lapangan

Setelah hasil rapat Pra Konstruksi tersebut dilaksanakan, maka


dibuat notulennya yang dibagikan dan dibuat sebagai pagangan
oleh unsur – unsur yang diundang. Sebelum rekayasa lapangan ini
dilaksanakan, maka Kontraktor belum bisa memulai kegiatan
pekerjaan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Maksud dari kegitan rekayasa lapangan adalah untuk meninjau
kembali secara menyeluruh dan melengkapi rencana rinci (Detail
Desaign) yang telah tertuang dalam Dokumen Kontrak Fisik,
didasarkan atas hasil survey yang mendetail di lapangan oleh
Kontraktor dan diawasi oleh Konsultan, serta didapingi dipantau
oleh pihak proyek.

Prosedur yang digunakan adalah prosedur yang sudah baku dan


biasa dilaksanakan dalam setiap kegiatan proyek ke-Bina Marga-
an. Selanjutnya atas dasar rekayasa lapangan desain lapangan
(Field Design) tersebut dihitung kembali kebutuhan biaya proyek
yang sesungguhnya.

Secara garis besar kegiatan rekayasa lapangan dibagi dalam tiga


kegiatan, yaitu :

- Survey
- Evaluasi Hasil Survey (menjadi Field Desaign)
- Perhitungan kuantitas dan biaya yang dibutuhkan

Untuk mengetahui survey apa yang diperlukan, terlebih dahulu


harus diketahui mengenai keperluan Field Desaign apa yang akan
dibuat, kemudian baru akan ditetapkan data yang diperlukan dan
formulir-formulir apa saja yang dibutuhkan untuk mengumpulkan
data survey tersebut.

Adapun kegiatan rekayasa lapangan umumnya terdiri dari :

a. Pematokan stasioning
b. Pengukuran alinyemen dan potongan (Cross Section)
c. Survey kondisi permukaan jalan
d. Survey kondisi saluran drainase jalan yang ada dan yang
diperlukan
e. Survey kondisi struktur (jembatan, gorong-gorong/box culvert,
dll) yang ada dan yang diperlukan.
f. Survey perkerasan jalan.

1). Pematokan Stasioning

Pekerjaan ini adalah memasang patok statsion (STA) pada lokasi


proyek yang akan dilaksanakan pekerjaan konstruksi fisiknya.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pekerjaan Stasioning adalah pekerjaan pengukuran dengan jarak
menggunakan alat roll meter panjang (50 m) yang dimulai dari
titik awal proyek sampai titik akhir proyek tersebut. Pada
umumnya titik awal proyek lebih dikenal dengan sebutan
statsion (STA 0+000).

2). Pengukuran Alinyemmen dan Potongan Melintang

Survey pengukuran dilakukan dengan pesawat ukur (T-0, T-2,


Waterpass). Pengukuran dengan menggunakan alat ukur
tersebut biasanya dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan
peningkatan atau pekerjaan pembangunan.

Sedangkan untuk pekerjaan pemeliharaan rutin maupun berkala,


biasanya tidak dilakukan seteliti pekerjaan peningkatan atau
pembangunan. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk
mendapatkan data pembuatan Plan dan profil (situasi) serta
potongan melintang (cross section).

3). Survey Kondisi Jalan

Kegiatan survey ini untuk menetapkan :

 Penambahan(Patching) dan over painting


 Aatebal dan lebar perkerasan jalan dan bahunya
 Saluran tepi (side ditch) dan bangunan-bangunan drainase
 Struktur pengaman jalan, sepereti ; bronjong, TPT.
 Pekerjaan lain-lain (miscellaneous) seperti : pemotongan dan
penanaman pohon, tanda-tanda lalu lintas (traffick Sign),
trotoar, median, patok penuntun dan patok pengaman.

4). Survey Kondisi Drainase Yang Ada dan Yang Dibutuhkan

Data yang tercatat dari hasil kegiatan survey drainase akan


digunakan untuk menghitung besarnya volume akibat dibuatnya
konstyruksi berikut :

 Peningkatan badan jalan


 Saluran tanah (un line ditch)
 Saluran dengan pasangan (line ditch)

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
 Gorong-gorong pipa
 Gorong-gorongh kotak (box culvert)
 Drainase bawah (sub drain)

5). Survey Kondisi Struktur Yang Ada dan Yang Dibutuhkan

Dari hasil survey ini diperlukan untuk menunjang pekerjaan


jalan, diantaranya untuk peningkatan badan jalan (apabila
diperlukan pasangan batu pada tepi jalan yang ditinggikan),
TPT, Bronjong, grount rip rap un-grount rip rap.

6). Survey Perkerasan Jalan

Dari hasil survey ini diperlukan untuk menghitung kembali ( up


date)kuantitas daripada perkerasan jalan (lebar dan tebal) dan
bahu jalan (lebar dan tebal) yang sangat berpegaruh terhadap
pelaksanaan proyek, karena hasil dari perhitungan kuantitas ini
merupakan major work item yang nilainya dapat mencapai
sekitar 60% dari nilai kontrak (untuk pekerjaan peningkatan
jalan) dan sekitar 50% dari nilai kontrak proyek pemeliharaan
jalan.

4. Evaluasi Hasil Survey Rekayasa lapangan

Untuk menyederhanakan hitungan kuantitas, maka perlu


dikelompokan dalam beberapa item-item pekerjaan, yaitu ;

 Drainase
 Struktur
 Perkerasan
 Reinstatement
 Pekerjaan-pekerjaan lain

Sebagai himpunan dari seluruh pekerjaan rekayasa lapangan (field


engineering) dan perhitungan kuantitas, maka data-data tersebut
dibuat dan disusun pada contoh formulir terlampir.

Tiap kelompok perhitungan dimulai dari STA 0=000 sampai denga


sta akhit. Pada lembar akhir (setelah lembar akhir) dari setiap
kelompok kuantitas (tiap item mata pembayaran) dijumlahkan,

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
sehingga diketahui kebutuhan tiap mata pembayaran yang
sesungguhnya. Untuk mendapatkan kebutuhan biaya, maka
kuantuitas dikalikan dengan harga satuan yang ada dalan Dkumen
Kontrak Fisik.

5. Mutual Check / Review Design

Kontraktor dan panitia peneliti pelaksanaan kontrak bersama-sama


Konsultan pengawas melakukan Mutual Check terhadap :

1. Gambar Rencana

2. Volume Tiap Pekerjaan

Konsultan pengawas mempersiapkan pertimbangan teknis


(Tecnical justification) terhadap Review Design yang dialukan
antara lain yang menyangkut :

 Penambahan/pengurangan volume yang tercantum dalam


kontrak
 Dihapusnya suatu jenis pekerjaan
 Perubahan suatu spesifikasi untuk suatu jenis pekerjaan
 Mengubah Peil ukuran letak dari suatu jenis pekerjaan
 Memunculkan suatu jenis pekerjaan baru
 Memeriksa dan melakukan korerksi yanmg diperlukan
terhadap gambar kerja yang diajukan oleh Kontraktor
 Memberikan masukan kepada PPTK tentang penyesuaian
yang diperlukan dalam bentuk Justifikasi tecnikal
 Setelah melakukan mutual check, maka dibuatkan berita
acara selambat-lambatnya 30 hari setelah serah terima
lapangan serta dibuatkan Contract Change Order (CCO) dan
Amandemen kontrak.

E.3.3. Masa Konstruksi

A. Penyusunan Laporan Harian, Bulanan

Untuk keperluan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan


pekerjaan di lapangan dibuat buku harian, Mingguan dan Bulanan.
Segala peristiwa dan kejadian yang penting dilapangan direkam

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
dalam laporan tersebut untuk dipergunakan sebagai pegangan
dalam pengambilan keputusan dan tidak turun tangan.

Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari PPTK antara


lain adalah sebagai berikut :

Laporan Harian dan Bulanan

Laporan Bulanan berisikan kemasjuan fisik kumulatif bulanan dari


kompilasi laporan mingguan dan hal-hal serta kejadian-kejadian
penting yang timbul dalam

bulan bersangkutan yang nantiunya akan dijadikan sebagai dasar


dalam perhitungan pembuatan berita acara statement untuk
tagihan pembayaran bulanan atau termin. Buku Laporan Bulanan
berisikan :

- Item laporan Mingguan


- Laporan Fisik Secara Kumulatif
- Dokumentasi Kegiatan Setiap Item Pekerjaan

B. Pembayaran prestasi Pekerjaan

Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh


Kontraktor. Pada umumnya dilakukan dengan dua cara :

a. Pembayaran dengan system sertifikat bulanan atau Montly


certificate.

b. Pembayaran dengan system Termyn, yakni pembayaran setelah


hasil.

Pekerjaan fisik Kontraktor mencapai kemajuan pada suatu nilai


prosentase tertentu.

Adapun untuk pekerjaan yang ada mengambil/menganut System


Termyn. Untuk pembayaran system termyn diatur sebagai berikut :

o Setelah prestasi pekerjaan telah mencapai nilai prosentase


tertentu dengan yang telah disyaratkan dalam Dokumen Kontrak.
Kontraktor diperbolehkan untuk mengajukan tagihan pembayaran

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
secara tertulis kepada PPTK dan Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)/KPA disertai dengan lampiran daftar rincian masing-masing
volime pekerjaan yang telah diselesaikan beserta harga satuan
dan jumlahnya.
o Atas permintaan PPTK, Direksi Teknik akan melaksanakan
penelitian dan pengecekan lapangan (field check) atas kebenaran
laporan hasil pekerjaan yang telah hasilnya dituangkan ke dalam
Berita Acara Kemajuan Fisik dan Berita Acara Pembayaran yang
ditandatangani oleh Kontraktor, Direksi dan PPK.
o Memeriksa progress fisik dan data pendukung termasuk kuantitas
dan jumlah harga yang selesai dilaksanakan dan telah disetujui
direksi dalam bulan bersangkutan
o Menandatangai progress fisik sebagai tanda sudah selesai
diperiksa.

C. Perubahan Pekerjaan, Pekerjaan Tambah dan Percepatan


Waktu

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/KPA mempunyai kewenangan,


sesuai dengan kontrak untuk melaksanakan perubahan pekerjaan
dilapangan antara lain :

o Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum


didalam kontrak
o Menghapus atau bahkan mengadakan jenis pekerjaan baru
o Mengubah spesifikasi pekerjaan dengan kebutuhan lapangan
o Mengubah ketinggian, kedudukan dan ukuran dari bagia-bagian
pekerjaan. Melaksanakan pekerjaan tambahan yang diperlukan
untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

Untuk menghindari terjadinya perbedaan pendapat dikelak


kemudian hari antara Kontrktor dan Proyek mengenai hal tersebut
diatas, maka segala perintah perubahan, agar :

o Dibuat secara tertulis dan ditandatangani ketiga pihak.


o Usulan atas perubahan pekerjaan dan PPK atau Kontraktor yang
akan ditandatangai dengan negosiasi atas dasar kewajaran
harga pada saat itu.
o Segala perubahan harus dituangkan dalam addendum kontrak.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pekerjaan mengenai pekerjaan tambah adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan Tambah adalah suatu pekerjaan yang terjadi sebagai


akibat kondisi lapangan yang tidak data dielakan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. Sedangkan
pekerjaan Kurang adalah berkurangnya volume pekerjaan yang
karena alas an tertentu dipasan tidak perlu tidak dapat
dilaksanakan walaupun sudah tercantum didalam kontrak.

Pengertian Tambah/kurang dibedakan dalam 2 jenis, yaitu :

a. Pekerjaan tambah/kurang yang berupa kenaikan atau turunya


volume pada item tertentu yang sudah ada kesepakatan
harga satuannya didalam kontrak.

b. Pekerjaan tambah/kurang akibat variation order tau Change


order yang belum ada kesepakatan harga satuanya didalam
kontrak.

2. Pekerjaan tambah/kurang akibat kenaikan atau penurunan


volume dapat diajukan untuk penetapan harga tanpa melalui
proses ijin prinsip terlebih dahulu. Pengajuan dilakukan secara
bertahap tanpa menunggu seluruh perhitugan volume pekerjaan.

a. Dalam keadaan mendesak PPK dapat memberikan printah


perubahan secara tertulis dan Kontraktor harus memenuhi
perintah tersebut. Namun demikian selambat-lambatnya 3
(tiga) hari semua perintah lisan tersebut harus ditindaklanjuti
dengan perintah tertulis

b. Dalam halmelampaui kontrak pekerjaan tambah/kurang agar


segera diajuka untuk mendapatkan persetujuan penetapan
harga sesuai kebutuhan dan ditindaklanjuti dengan
addendum. Perubahan addendum dapat dilakukan beberapa
kali tanpa harus menunggu sampa proyek mendekati selesai.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
D. Rapat Pembuktian ( Show Cause Meeting)

Dalam rangka pembnaan terhadap industry jasa konstruksi apabila


PPTK menghadapi Kontraktor dengan kondisi kritis, sebelum
menentukan tindak lajut perlu dilakukan prembuktian dengan
memberikan uji coba terhadap Kontraktor yang lazim disebut Show
Cause Meeting (SCCM) atau Rapat Pembuktian.

Untuk tahap awal kespakatan penyelenggaraan Show Cause


Meeting cukup dilakukan pada lingkungan proyrk dengan test uji
coba kemampuan Kontraktor dengan mengadakan pertemuan
lengkap semua usur terkait antara PPK, Direksi Teknis dan
Kontraktor untuk membahas dan menyepakati bersama nilai
kemajuan progress fisik dan periode waktu yang diperlukan dan
dituanggkan dalam berita acara Show Cause Meeting dan ditanda
tangani bersama.

Adapun sampai degan batas waktu yang telah disepakati ternyata


Kontraktor masih gagal, maka perlu diselenggarakan penemuan
lanjutan Show Cause Meeting tingkat Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)/KPA.

Apabila sampai batas waktu yang elah disepakati ternyata


Kontraktor masih gagal, maka dilanjutkan pada tingkat Kepala Dinas
sebagai Pengguna Anggaran.

Pada pertemuan Show Cause Meeting tingkat Kepala Dinas, Pejabat


Pembuat Komitmen (PPK)/KPA, PPTK dan Kontraktor membahas dan
mengevaluasi segala permasalahan yang menjadi penyebab
keterlambata pekerjaan dilapangan. Pada kesempatan ini Kontraktor
masih diberikan kesempatan untuk menunjukan kemempuan
kerjanya melalui test case dengan menyepakati nilai kemajuan
progress fisik tertentu pada periode waktu tertentu dan
kesepakatan ini dituangkan dalam Berita Acara Show Cause
Meeting.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Apabila sampai Show Cause Meeting ditingkat gagal untuk
menunjukan kemampuan kerjaya dalam uji coba tersebut, maka
langkah pengamanan dan penyelamatan proyek yang dapat
diusulkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen/Kuasa Pengguna
Anggaran adalah Pemutusan Kontrak.

Mengevaluasi sebab-sebab timbulnya keterlambatan ditinjau dari


semua aspek :

- Manajemen (termasuk aspek financial)


- Pelaksanaan
- Teknis
- Admnistratif
- Logistik/mobilisasi

Memberikan usul/saran jalan keluar khususnya terhadap aspek yang


menyebabkan keterlambatan.

Memberikan tentang alternative penyelesaian yang terbaik dalam


bentuk Laporan Kajiam Alternatif Penyelesaian.

E. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan (Ektention Of Time)

Pada prinsipnya waktu yang disepakati dalam surat


perjanjian/Kontrak adalah tetap, namun demikian apabila
dalampelaksanaan pekerjaan tersebut adalah ada hal yang
layakutnuk biberikan perpanjangan waktu, maka PPK segera
menetapkan jumlah hari yang telah disetujui tersebut.

Penetapan perpanjangan waktu tersebut tidak boleh menunggu


sampai PHO/serah terima sementara.

Adapun yang dimaksud dengan hal-hal yang layak untuk


perpanjangan waktu, meskipun tidak mengakibatkan perpanjangan
waktu total adalah sebagai berikut:

- Pekerjaan Tambah
- Perubahan Desain
- Bencana Alam
- Kesulitann Material
- Force Majeur
- Cuaca yang sangat buruk (hujan).

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Keterlambatan pelaksanaan karena cuaca/hujan tidak dibenarkan
sebagai alas an untuk perpanjangan waktu kotrak, kecuali hujan
yag sangat tinggi pada waktu pelaksanaan kontrak bukan pada
tahun sebelumnya.

Konsultan pengawas wajib memberikan rekomendasi kepada


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/KPA, tentang perpanjangan waktu
yang layak diberikan dalam bentuk Teknical Justificatio.

F. Denda (Liquidated Damage)

Denda adalah salah satu sanksi yang dikenakan kepada pihak


Kontraktor karena keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan
pekerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal waktu yang telah
disepakati dalam kontrak.

Ketentuan besarnya danda tergantung kepada klausal yang


tercantum didalam syarat-syarat umum kontrak. Untuk
menyegarkan kembali ingatan PPK, bahwa besarnya pengenaan
denda bias bervariasi tergantung kepada rujukan yang dipakai,
apabila :

- Berdasarkan ketentuan dalam Keppres 16/94, besarnya denda


adalah 1% dari per-hari tanpa batas maksimal.
- Besarnya denda etinggi-tingginya 5% dari nilai kontrak.
- Berdasarkan ketentuan ADB/IBDR (guide lines) 0,5% dari nilai
kontrak dengan waktu keterlambatan 25% dari total waktu
konstruksi.

G. Serah Terima Pekerjaan

Menjelang penyelesaian seluruh pekerjaan menurut kontrak dapat


mengajukan permintaan secara tertulis kepada Direksi untuk
melaksanakan penyerahan pertama pekerjaan (Provisional Hand
Over) dengan menyebut/menunmjuk wakil dari Kontraktor untuk
keperluan tersebut. Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah menerima
surat ersebut. Direksi memberitahukan secara tertulis kepada
kotraktor mengenai jadwal waktu rencana pemeriksaan pekerjaan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
oleh staf proyek/bagian prroyek atau panitia yang ditunjuk oleh
direksi.

Staf proyek atau panitia PHO yang ditunjuk oleh PPK selaku
penanggung jawab kegiatan mempunyai tugas, antara lain :

- Melakukan penilaian teknis hasil pekerjaan yang telah


diselesaikan oleh Kontraktor yang akan diserah terimakan
kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/KPA.
- Ruang lingkup serah terima pekerjaan
- Penyerahan pertama pekerjaan atau penyerahan pekerjaan
sementara (PHO), masa pemeliharaan (warranty Period),
Penyerahan pekerjaan kedua atau peyerahan pekerjaan akhir
(FHO).

E.4. PROGRAM KERJA

E.4.1. Prosedur Tetap Kerja Supervisi/Pengawas

A. Kerja Antara Kontraktor dan Team Supervisi

Dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan, Team Supervisi akan


menerapkan beberapa aturan-aturan/prosedur pelaksanaan
kegiatan kerja yang harus ditaati oleh Team Supervisi dan
Kontraktor untuk memperlancar dan mempermudah pengawasan,
sebagai bukti otentik dari setiap pekerjaan yang akan diserahkan
kepada pemberi tugas yaitu Dinas PU dan PR Kab. Ketapang
dengan mengikuti aturan yaitu buku spesifikasi Volume 3 dan
Manual yang diberikan oleh Dinas PU dan PR Kab. Ketapang.

Prosedur kerja yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan diwajibkan


mengajukan gambar kerja/working drawing untuk diperiksa
dan dipelajari oleh Konsultan.
2. Paling lambat 24 jam sebelum melaksanakan pekerjaan,
Kontraktor diwajibakan mengajukan request/permohonan ijin
secara tertulis kepada Konsultan dilengkapi dengan data-data,
seperti :
a. Gambar Kerja yang sudah disetujui

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
b. Data Material, lengkap dengan perhitungan volume dan hasil
test yang sudah disetujui oleh Material Engineer yang
meliputi :
- Test Standar Material
- Hasil Test Bahan Fabrikasi yang memenuhi Standar
Spesifikasi.
c. Peralatan yang akan digunakan lengkap dengan
peralatan-peralatan untuk Pengendalian Mutu
d. Persiapan lokasi kerja, menyangkut hasil pengukuran lokasi
dan titik elevasi/titik kontral serta Bauwplank yang
ditandatangani oleh Inspector Konsultan. Prosedur kerja dan
rencana pengambilan sampel dari hasil pekerjaan.
3. Konsultan paling lambat 24 jam akan memeriksa bahan, alat-alat
dan lokasi berdasarkan Request yang diajukan Kontraktor dan
segera member jawaban terhadap Requeat tersebut, apakah
pekerjaan dapat dilaksanakan atau dianggap belum siap.
4. Konsultan dan Kontraktor sebelum dan sesudah palaksanaan
pekerjaan akan membuat Berita Acara Pekerjaan yang berisi data
ukuran sebagai dasar pembayaran sertifikat bulanan lengkap
dengan gambar dan keterangan lain yang diperlukan dan disertai
data test yang telah dilakukan.
5. Kontraktor diharuskan mengajukan request untuk setiap rencana
material yang akan digunakan paling lambat 2 minggu sebelum
material itu akan digunakan.
6. Konsultan dan Kontraktor bersama- sama akan mengambil contoh
material dari lokasi yang dimaksud untuk kemudian ditest
dilaboratorium dan digunakan sebagai contoh dilokasi pekerjaan
apabila bahan tersebut memnuhi persyaratan yang diminta.
7. Hasil test dari sampel yang memenuhi spesifikasi dapat digunakan
Kontraktor berdasarkan ijin tertulis dari Konsultan Pengawasan.
8. Kontraktor diharuskan mengajukan request terhadap rencana
pengiriman material, volume dan data test yang telah
dilakukan.
9. Setiap metrial yang dating ke lokasi diharuskan mendapat ijin
tertulis dari pengawas lapangan sebelum diturunkan dilokasi
proyek.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Ijin tertulis akan diberikan oleh Pengawas Lapangan berdasarkan
pengamatam visual dengan membandingkan material tersebut
degan sampe yang disetujui.

10.Paling lambat 24 jam sebelum melakukan pengetesan dan


pembuatan rencana campuran, Kontraktor diharuskan mengajukan
request dilengkapi dengan data dan standar spesifikasi yang
diminta.
11.Konsultan akan mempelajari/memeriksa berdasarkan request
tersebut dan apabila disetujui, Konsultan akan melakukan
pengawasan terhadap prosedur pengetesan yang dimaksud.
12.Setiap tanggal 25 dari bulan yang berjalan, Kontraktor diharuskan
mengajukan volume pekerjaan yang telah selesai untuk bahan
pembuatan sertifikat pembayaran bulanan berdasarkan berita
acara yang tercantum pada artikel 4.
13.Konsultan paling ambat 2 x 24 jam akan memeriksa perhitungan
dan persyaratan teknis dan pengajuan volume tersebut seperti
perrlengkapan data hasil test dan data lainnya. Hanya volume
yang telah memenuhi persyaratan yang akan diproses Konsultan
dalam setifikat pembayaran.
14.Berdasarkan hasil pemeriksaan Konsultan, Kontraktor membuat
draft dari sertifikat pembayaran bulanan lengkap dengan Back
Up Data yang telah ditanda tangani Konsultan pada artikel 13 dan
setelah disetujui oleh Konsultan, Kontraktor akan menyiapkan
sertifikat pembayaran bulanan dfinitif sebanyak 10 exsemplar atau
disuaikan dengan kebutuhan.
15.Paling lambat setiap awal bulan, sertifikat pembayan bulanan telah
diterima Pengguna jasa untuk diperiksa.
16.Setiap timbul perubahan volume, konsultas dan Kontraktor akan
menyiapkan change order untuk diusulkan kepada pengguna Jasa.
17.Konsultan akan mencatat setiap kemajuan kerja Kontrktor dan
melakukan pengawasan kintiniu. Setiap keterlambatan kerja atau
penyimpangan dari spesifikasi teknis akan ditegur oleh Konsultan
secara tertulis dengan tembusan ditujukan kepada pengguna Jasa.
18.Kontraktor diwajibkan membuat laporan hariyan dan laporan
mingguan secara kontinyu yang berisi keterangan-keterangan
mengenai uraian kegiatan pekerjaan, volume pekerjaan, alat yang

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
digunakan, jumlah personil, jumlah material yang tersedia dan
kondisi cuaca yang ada serta prestasi pekerjaan yang dicapai.
19.Kontraktor dan Konsultan akan melakukan rapat harian, setiap hari
satu jam sebelum berakhirnya pekerjaan untuk mengevaluasi hasil
pekerjaan harian dan rencana kerja untuk hari esok. Rapat akan
membahas hambatan-hambatan dan penanganannya yang
mungkin terjadi pada hari tersebut.
20.Konsultan, Kontraktor dan Pengguna Jasa akan melakukan rapat
bulanan pada setiap awal bulan untuk membahas masalah-
masalah seterti kemajuan pekerjaan, permasalahan lapangan,
sertifikat bulanan dan lain-lainnya yang dianggap perlu. Konsultan
akan membuat risalah rapat untuk setiap rapat bulanan.
21.Konsultan akan membuat laporan bulanan, triwulan, laporan teknis,
laporan akhir serta mengoreksi As Built Drawing, Laporan Bulanan
akan diserahkan setiap akhir bulan berjalan.
22.Setelah pekerjaan mencapai 97% Kontraktor diijinkan untuk
mengajukan surat permintaan PHO, kepada Pengguna Jasa dan
tembusan Konsultan Pengawas.
23.Berdasarkan tembusan surat artikel 22 Konsultan akan melakukan
evaluasi lapangan akan dilaporkan secara tertulis kepada
Pengguna Jasa lengkap dengan Daftar Cacat dan Kekurangan
setiap jenis pekerjaan.
24.Berdasarkan surat Konsultan pada artikel 23, pengguna Jasa akan
memberikan jawaban kepada Kontraktor dan menyiapkan Panitia
PHO serta jadwal rencana PHO.
25.Konsultan dan Direksi akan menyiapkan dokumen-dokumen untuk
keperluan PHO serta formulir-formulir yang diperlukan termasuk
volume akhir setiap pekerjaan. Pada pelaksanaan PHO Konsultan
dan Kontraktor akan ikut dalam Team PHO.
26.Setelah dilakukan PHO, Konsultan, Kontraktor dan Pengguna Jasa
akan melakukan opnama untuk pembuatan Final Sertifikat akhir
pembayaran.
27.Konsultan akan melakukan pengecekan periodic terhadap hasil
kerja Kontraktor pada masa pemeliharaan. Laporan Hasil
pemeriksaan akan dilaporkan secara tertulis kepada Pegguna Jasa

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
dan Kontraktor lengkap dengan metode perbaikan yang diperlukan
bila ada cacat atau kekurangan.
28.Konsultan akan membuat daftar cacat dan kekurangan sebelum
dilakukan serah terima akhir pekerjaan kepada Pengguna Jasa dan
Kontraktor.

E.5. FASILITAS PENDUKUNG PELAKSANAAN PEKERJAAN MANUAL


PEMERIKSAAN BAGI PENGAWASAN DERMAGA

E.5.1 Saluran Drainase

Ketentuan dalam pekerjaan drainase, meliputi :

1. Aliran air harus berjalan lancer sebelum, selama dan sesudah


pekerjaan pematusan. Air tersebur dapat berasal dari system
pematusan yang sudah ada ataupun pada hari hujan. Pemeriksaan
pada saat hari hujan mutlak dilakukan.
2. Mengusahakan kelancaran air tersebut dapat berarti menyediakan
peralatan (pompa air, saluran-saluran darurat , alat pengerukan
dsb) atau tenaga/regu pekerja (galian, membersihkan sumbatan-
sumbatan, menyingkirkan hambatan-hambatan dsb).
3. Kelancaran pematusan harus dijamin keandalannya sebelum
dilakukan pekerjaan tanah dasar (subgrrde) ataupun penumpukan
material yang peka terhadap air atau kegiatan-kegiatan lainnya
yang bersifat pemadatan.
4. Bahan-bahan/material untuk konstruksi pematusan perlu diperiksa
secara acak (random) mengenai dimensi dan mutunya.
5. Periksa alignment, posisi dan ketinggan secara teliti (pillih titik-
titik penting tertentu ditarik dari titik referensi pokok atau titik
pembantu lain yang dijamin ketepatanya).
6. Periksa bauwplank dengan roll meter mengenai dimensi konstruksi
yang akan dibangun.

Bouwplank adalah dasar bentuk yang merupakan awal pekerjaan


(jika ini salah, semua salah).

7. Sebelum pekerjaan penyelesaian berlangsung atau selama


pekerjaan berlangsung paling tidak secara tampak mata (visual).

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
8. Sebelum pekerjaan penyelesaian berlangsung atau selama
pekerjaan berlangsung perhatikan kelurusan dan kerapihan dari
konstruksi yang terletak diatas tanah dan mudah dilihat orang.
9. Pemadatan tanah pengisi (backfiil) dapat diperiksa secara tampak
mata dengan alat bantu (uji coba/prof rolling dengan mesin gilas
palu, ujung sepatu, besi beton atau tongkat kayu) dibandingkan
dengan hasil pemadatan yang telah diuji sebelumnya.
10.Konstruksi salura yang telah selesai dapat diuji coba dengan
mengalirkan air dan dilihat apakah ada air yang menggenang atau
cepat habis karena bocor di saluran.

E.5.2. Pekerjaan Tanah Dasar

1. Periksa secara acak patok-patok alignment serta ketinggiam


(biasanya diberi cat merah) tentang letak/peil tanah dasar,peil
subbase dan pei akhir, sesuaikan dengan gambar rencana.

2. Periksa konsistensi, sifat visual tanah dasar yang sudah ada dan
belum dikerjakan/dipadatkan apakah merata atau tidak. Tanah
yang kelihatannya lunak atau melendut waktu digilas dan selalu
tampak basah harap dikonsultasikan dengan pengawas ahli.

3. Benda-benda/batang pohon dapat mengganggu proses


pemadatan, oleh karena itu harus disingkirkan dari permukaan
tanah dasar minimal sampai level 25 kemajuan.

4. Pemadatan tanah dasar dapat dilakukan dengan alat-alat yang


sesuai (untuk yang cukup pajang dan lebar dengan vibrator roller,
pneumatic roller atau steel wheel roller) dengan kadar air yang
berkisar sekitar = 2% - 3% dari optimim moisture contentnya.

Apabila belum mampu secara visual menetapkan kadar air


setempat, dapat dibantu dengan speedy moisture tster (Pengawas
Ahli).

5. Tanah dasar yang sudah selesai dipadatka diuji secara acak


dengan sand cone atau rubber ballon 2 lubang untuk setiap 200 m
dipilih pada tempat yang kelihatannya paling lemah pada titik

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
0,50 m dari tepi perkerasan atau mendekati jejak ban ditengah
jalur.

6. Selama pekerjaan tanah berlangsung, terutama pada musim


hujan, pamatusan perlu diperhatikan untuk tidak menimbulkan
genangan.

Pengujian kepadatan hendaknya diadakan tidak lama sebelum tanah


dasar tersebut segera ditutup dengan lapis lainnya.

7. Tempat-tempat tertentu yang tidak memenuhi persyaratan


kepadatan harus dibongkar sedalam 25 kemajuan, digaruk
kemudian dipadatkan kembali seperti proses semula.

Apabila tidak ada peningkatan kepadatan harap dikonsultasikan


dengan Pengawas Ahli.

8. Karena proyek ini faktor waktu sangat penting, maka Kontraktor


perlu diingatkan untuk menyiapkan plastik pelindung hujan bagi
keperluan melindungi tanah dasar terhadap kadar air yang tinggi.

9. Pada pekerjaan oprit atau timbunan perlu diperhatikan bahwa :

a. Timbunan dikerjakan lapis demi lapis maksimum 10 s/d 20


kemajuan padat.

b. Pada tempat yang sudah bias ditimbun segera dilakukan


penimbunan. Penimbunan yang cepa akan mengakibatkan
bahaya longsor, kena tekanan pori masih tinggi. Batas tinggi
timbunan setiap saat ditetapkan dan dikonsultasikan dengan
Pengawas Ahli.

c. Menjelang dekat degan dinding kepala jembatan diisi dengan


material berbutir dan dipadatkan dengan stemper.

d. Periksa tersedianya saluran rembesan pada dinding kepala


jembatan. Apabila untuk timbunan digunakan material bukan
tanah, maka diperlukan prosedur tersendiri.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
10. Periksa bahan timbunan secara acak kesesuaiannya dengan
persyaratan spesifikasi, sebelum dipakai untuk timbunan periksa
kadar airnya (secara visual atau dengan speedy moisture tester).

a. Bila terlalu basah, perlu digelar dan dipanaskan dibawah sinar


matahari.

b. Bila terlalu kering, perlu disiram dengan springkle dan diaduk


sampai
rata.

E.5.3 Lapis Pondasi Bawah (Subbase)

1. Data material Lapis Pondasi Bawah (LPB) yang menyatakan


tempat asal meterial dan sifat-sifatnya perlu dikuasai bersama
dengan contoh meterial tersebut dan harus selalu berada di
kantor proyek siap untuk digunakan sebagai pembanding
sewaktu-waktu diperlukan.

Perlu dilakukan pameriksaan uji secara acak kapan saja dipandang


oleh Pengawas perlu untuk meyakinkan sifat material yang
datang.

2. Penempatan tumpukan material harus memperhatikan letaknya


untuk tidak mengganggu pekerjaan, lalu lintas umum dan bahaya
tergenang air.

3. Menghampar material LPB harus pada permukaan tanah dasar


(subgrade) yang sudah selesai dikerjakan maximum 20 cm tebal
dan dengan kadar air yang sesuai. Butiran yang lebih besar dari
yang diijinkan di dalam spesifikasi harus dibuang.

4. Peralatan pemadatan harus telah diuji keandalannya sebelum


mulai dipakai, jenisnya, jumlahnya dan bahan/peralatan
pendukungnya (misalnya tangki air, bahan bakar dan sebagainya).

5. Penggilasan dimulai dari tepi berjalan sejajar as jalan, bertahap


menggeser ketengah dan diusahakan untuk berjalan terus tanpa
berhenti sampai tercapai kepadatan yang diinginkan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
6. Pemeriksaan uji kepadatan dilakukan dengan sand cone method
atau rubber ballon pada tempat yang ditetapkan secara acak oleh
Pengawas kira-kira 2 lubang setiap jarak 100 m.

7. Ketebalan, kemiringan dan kerataan harus sesuai dengan gambar


rencana dan persyaratan spesifikasi.

Toleransi kerataan, kalau diperiksa dengan mal datar


(straightedge) 3 m dan mal lengkung, tidak boleh lebih dari 1,5
cm.

Penambahan tebal (bila ternyata tebal jadi kurang dari


persyaratan) hanya boleh dilakukan dengan terlebih dahulu
menggaruk daerah yang tipis tersebut sedalam tebal yang ada,
menambahkan material baru dan dipadatkan ulang.

E.5.4 Lapis Pondasi Atas (Base Course, LPA)

1. Pendatangan material LPA diperlukan sama seperti pada 3.1 dan


3.2.

2. Menghampar material LPA harus diatas permukaan LPB yang


sudah selesai dikerjakan, dengan cara sedemikian sehingga tidak
menimbulkan pemisahan butir.

3. Pekerjaan persiapan dan pemeriksaan akhir diperlukan sama pada


3.4, 3.5, 3.6 dan 3.7.

4. Toleransi kerataan, kalau diperiksa dengan mal datar (3 m) dan


mal lengkung tidak boleh lebih dari 1 cm.

E.5.5 Lapis Permukaan (Surface Course)

1. Setelah pekerjaan LPA diterima dengan baik, pada waktu akan


memberikan lapisan prime coat di atasnya, kebersihan permukaan
harus diusahakan secara maximal dengan alat kompresor, dan
kalau terlalu kering perlu diperciki dengan air sedikit agar lembab.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
2. Semua pekerjaan aspal dan campuran aspal mensyaratkan bebas
air dan cuaca yang panas agar tercapai kelekatan maximal dari
bahan aspal yang digunakan.

3. Pemberian prime coat diusahakan memakai alat asphalt


distributor atau hand sprayer dan dengan cara sedemikian agar
dijamin kerataannya dan dengan jumlah cukup per meter persegi
(tidak kurang dan diusahakan tidak berlebih).

Sering karena miring jalan, prime coat mengalir dan mengumpul


di tepi jalan, bagian yang berlebih ini perlu disapu kembali
kebagian yang kurang.

4. Sebelum prime coat kering (dengan arti masih dapat menempel


ban mobil/lalu lintas) permukaan jalan ditutup untuk lalu lintas.

Prosedur 4.4.5.1. s/d 4.4.5.4 berlaku kalau disyaratkan


menggunakan prime coat. Kalau dipakai ATB yang baru, sering
tidak disyaratkan adanya prime coat atau maximal diperlukan
tack coat yang tipis. Kalau tidak ada kejelasan dalam spesifikasi
harap konsultasi dengan Pengawas Ahli.

5. Pencampuran di Asphalt Mixing Plant merupakan proses tersendiri


yang perlu diamati secara ketat sesuai dengan job mix yang telah
disetujui. Pengamatan ini akan dilakukan oleh Pengawas.

6. Perhatikan temperatur campuran yang datang sebelum dihampar,


dapat dilakukan test/pemeriksaan acak dari waktu ke waktu agar
temperatur selalu diperhatikan oleh pekerja-pekerja
penghamparan.

7. Persiapan penghamparan seperti misalnya pengaturan tebal


penghamparan, urut-urutan mesin pemadat dan sebagainya
sudah harus siap ditempat.

Urutan yang umum dengan mesin gilas statik adalah sebagai


berikut :

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
a. Pemadatan pertama pada saat hamparan mempunyai temperatur
minimum 110 C (100 C) dikerjakan Tandem Roller 2 atau 3
lintasan.

b. Pemadatan kedua pada saat hamparan mempunyai temperatur


minimum 80 C dikerjakan dengan Pneumatic Tired Roller (PTR).

c. Pemadatan akhir pada saat hamparan mempunyai temperatur


minimum 60 C dikerjakan dengan Tandem Roller berat minimal 10
ton, sebanyak 2 - 3 lintasan atau sampai bekas-bekas roda PTR
hilang.

Kontinuitas proses pemadatan hendaknya selalu diusahakan


karena temperatur merupakan faktor penting dalam sifat ductilitas
aspal yang berpengaruh terhadap kepadatan aspal. Sebelum
temperatur turun bahan hamparan tersebut harus mendapat
jumlah lintasan mesin pemadat yang cukup. Gerakan mendadak,
menyentak, berhenti atau membelok tajam dari mesin gilas selalu
membuat bekas pada lapis yang dipadatkan. Hendaknya ini
dihindari.

Tekanan ban pada PTR supaya diperiksa disesuaikan dengan per-


syaratan/manual mesin.

8. Tebal penghamparan pada waktu belum dipadatkan perlu sering


diperiksa (kira-kira 1,3 x tebal hamparan setelah padat) sehingga
diharapkan pada waktu periksa uji dengan core drill tidak akan
menimbulkan persoalan.

9. Setelah selesai pemadatan akhir dapat dilakukan pemeriksaan


mal lengkung dan mal datar.

Perbedaan kerataan bila diperiksa dengan mal datar 3 m dan mal


lengkung tidak boleh lebih dari 0,5 cm.

E.5.6 Pekerjaan Penyelesaian

1. Pekerjaan penyelesaian terutama ditekankan kepada tampak


mata. Kerapihan, lurus, rata, adalah unsur utama pemeriksaan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
2. Mengingat waktu yang sangat terbatas, lebih baik pemeriksaan
dilakukan sedini mungkin sehingga dapat memperkirakan
kesalahan yang akan terjadi sebelum kesalahan tersebut betul-
betul terjadi atau menjadi terlalu luas untuk dibetulkan.

3. Untuk permukaan beton yang tidak rata dan kasar, penghalusan


dengan gurinda adalah lebih baik dari pada menambal pakai aduk
semen. Aduk semen dipakai bila sudah terpaksa.

4. Kerapihan adalah awal dari keindahan.

Keindahan akan mampu meningkatkan kualitas proyek (bagi orang


awam), karena bicara soal kekuatan hanya orang-orang tertentu
yang dapat menghargai.

E.6. TUGAS KEWAJIBAN, WEWENANG DAN TANGGUH JAWAB


SUPERVISI

E.6.1. Tugas dan Kewajiban Supervisi

A. Tahapan Setelah Penandatanganan Kontrak Pelaksanaan


s.d Notice to Procceed (Perintah Untuk Mulai Bekerja)

- Menguasai semua data dan Dokumen/Kontrak pelaksanaan dan


mengevaluasi kelengkapannya serta membantu Pengguna Jasa
dalam menginterpretasi Dokumen Kontrak.
- Memeriksa memperbaiki dan menyatakan kebenaran teknis
rencana pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan kontrak
pelaksanaan.
- Mendapatkan, mengevaluasi dan melaporkan kepada Pengguna
Jasa semua data termasuk perhitungan desain yang diperlukan
untuk pelaksanaan konstruksi yang bukan menjadi kewajiban
kontrktor maupun yang diinstruksikan oleh Pengguna Jasa.
- Memeriksa, memperbaiki dan memberikan saran
merekomendasikan rencana pengaman utilitas yang ada
sehingga pelaksanaan tidak akan merugikan pemilik utilitas dan
penguasa bangunan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
- Memeriksa, memperbaiki dan menyatakan kebenaran teknis
titik-titik referensi pelaksanaan pekerjaan.

B. Tahan Setelah Notice to Proceed (Perintah Untuk Mulai


Kerja)

1. Analisa Mutu

- Memeriksa, mengevaluasi dan menyatakan kebenaran


teknis material konstruksi yang akan digunakan.
- Memeriksa, mengevaluasi dan menyatakan kebenaran
teknis evaluasi sifat tanah
- Memeriksa, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi
kepada Pengguna Jasa atas mutu hasil pelaksanaan
pekerjaan yang dimimnta pembayaran.
- Memeriksa, mencatat, mengevaluasi dan memberikan
rekomendasi kepada Pengguna Jasa atas mutu dan
kesesuaian bahan yang dimintakan pembayaran.

2. Analisa Fisik (Volume dan Waktu)

- Mencatat, mengevaluasi, menyimpan dan menyatakan


kebenaran teknis semua hasil pengukuran volume yang
diperlukan untuk pembayaran kepada Kontraktor.
- Mengevaluasi tuntutan wqaktu oleh Kontraktor dan
memberikan rekomendasi penyelesaian.

3. Analisa Biaya

- Memeriksa, mengevaluasi dan menyatakan kebenaran


teknis status pembayaran yang dinuat oleh Kontraktor.
- Memeriksa sertifikat pembayaran yang diusulkan Kontraktor
berikut hasil-hasil evaluasi dan rekomendasi Konsultan
untuk dimintakan persetujuan kepada Pengguna Jasa,
sesuai ketentuan kontrak yang berlaku.
- Mempertimbangkan dan mengusulkan kepada Pengguna
Jasa tanpa diminta mengenai semua alternative penurunan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
biaya pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai
spesifikasi kontrak yang berlaku.

4. Analisa Desain dan Metoda/Hasil Pelaksanaan

- Menyediakan data yang diperlukan Kontraktor mengenai


titik-titik ikat dan data referensi pengukuran untuk
keperluan pematokan (stake out).
- Memeriksa, mengevaluasi dan memperbaiki detail hasil
pematokan.
- Memeriksa, mengevaluasi, merekomendasikan dan
menyatakan kebenaran teknis gambar kerja yang diajukan
Kontraktore.
- Mempersiapkan, mengevaluasi dan memberikan
rekomendasi kepada Pengguna Jasa semua usulan
perubahan pekerjaan (change order) berikut hasil evaluasi
dan data penunjang sampai dengan addendum kontrak.
- Mengevaluasi dan memberikan rekomendasi teknis,
mengenai metoda pelaksanaan kegiatan konstruksi
- Membantu Pengguna Jasa dalam negosiasi dan perundingan
dengan Kontraktor serta memberikan rekomendasi
penyelesaian.
- Mengingat Pengguna Jasa dan memberikan rekomendasi
penyelesaiannya tanpa diminta terhadap semua masalah
yang timbul.
- Memeriksa, mengevaluasi dan melaporkan terpenuhinya
persyaratan sumber daya.

5. Pelaporan

- Mengadakan pengawasan dan pemeriksaan harian,


mencatat hasil pengawasan harian, mengevaluasi,
memberikan instruksi pelaksanaan teknis harian dilapangan
kepada Kontraktor sesuai ketentuan Dokumen Kontrak
Pelaksanaan, menyimpan hasil pencatatan dan memberikan
rekomendasi kepada Pengguna Jasa mengenai hasil
pelaksanaan harian.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
- Menyimpan dan menyajikan Laporan Pendahuluan dan
mingguan kepada Pengguna Jasa.
- Menyimpan dan menyajikan Laporan Bulanan dan kepada
Pengguna Jasa dan mengirimkan ke instansi yang
berwenang.
- Menyimpan dan menyajikan Laporan Akhir kepada
Pengguna Jasa dan mengirimkan ke instansi yang
berwenang.
- Menympan dan menyajikan Laporan-laporan lain yang
ditentukan kemudian oleh Pengguna Jasa.

C. Tahapan Setelah Pelaksanaan Fisik

1. Mencatat, menyimpan, mengevaluasi, menyajikan semua data


yang diperlukan dan memberikan rekomendasi kepada
Pengguna Jasa untuk dilakukannya serah terima sementara dan
serah terima akhir.
2. Menyimpan dan menyajikan laporan akhir termasuk gambar
hasil nyata pelaksanaan pekerjaan, laporan pengendalian mutu,
laporan kepada Pengguna Jasa dan mengirimkannya kepada
instansi yang berwenang.

E.6.2. Wewenang dan Tanggung Jawab Team Supervisi

Sistim Kerja Antara Kontraktor dan Team Supervisi

Dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan, Team Supervisi akan


menerapkan beberapa aturan-aturan/prosedur pelaksanaan kegiatan
kerja yang harus ditaati oleh Team Supervisi dan Kontraktor guna
memperlancar dan mempermudah pengawasan, sebagai bukti
otentik dari setiap kegiatan pekerjaan, yang akan diserahkan kepada
pemberi tugas yaitu Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Kubu Raya
dengan mengikuti aturan yang ada yaitu buku Spesifikasi Volume 3
dan Manual yang diberikan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab.
Kubu Raya.

Prosedur kerja yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
1. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan diwajibkan
mengajukan gambar kerja/working Drawing untuk diperlajari dan
diperiksa oleh Konsultan.

2. Paling lambat 24 jam sebelum melaksanakan pekerjaan,


Kontraktor diwajib-kan mengajukan request/permohonan ijin
secara tertulis kepada Konsultan di lengkapi dengan data-data
seperti :

a. Working Drawing yang sudah disetujui

b. Data Material, lengkap dengan perhitungan volume dan hasil


test yang sudah disetujui oleh Material Engineer yang meliputi
:

- Test Standard Material

- Hasil test bahan fabrikasi yang memenuhi standard


spesifikasi

c. Peralatan yang akan digunakan lengkap dengan peralatan-


peralatan untuk pengendalian mutu.

d. Persiapan lokasi kerja, menyangkut hasil pengukuran lokasi


dan titik elevasi/titik kontrol serta Bouwplank yang ditanda
tangani oleh surveyor Konsultan. Prosedur kerja dan rencana
pengambilan sampel dari hasil pekerjaan.

3. Konsultan paling lambat 24 jam akan memeriksa/mencek bahan,


alat-alat dan lokasi berdasarkan Request yang diajukan
Kontraktor dan segera memberi jawaban terhadap request
tersebut apakah pekerjaan dapat dilaksanakan atau dianggap
belum siap.

4. Konsultan dan Kontraktor sebelum dan sesudah pelaksanaan


pekerjaan akan membuat Berita Acara pekerjaan yang berisi data
ukuran sebagai dasar pembayaran sertifikat bulanan lengkap
dengan gambar dan keterangan lain yang diperlukan, juga
disertai data test yang telah dilakukan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
5. Kontraktor diharuskan mengajukan request untuk setiap rencana
Material yang akan digunakan paling lambat 2 minggu sebelum
material itu akan digunakan.

6. Konsultan bersama-sama Kontraktor akan mengambil 2 contoh


material dari lokasi yang dimaksud untuk kemudian di test
dilaboratorium dan digunakan sebagai contoh dilokasi pekerjaan
apabila bahan tersebut memenuhi persyaratan yang diminta.

7. Hasil test dari sampel yang memenuhi spesifikasi dapat


digunakan Kontraktor berdasarkan ijin tertulis dari Konsultan
Pengawas.

8. Kontraktor diharuskan mengajukan request terhadap rencana


pengiriman material ke lokasi pekerjaan dilengkapi dengan data
lokasi asal material, volume dan data test yang telah dilakukan.

9. Setiap material yang datang ke lokasi diharuskan mendapat ijin


tertulis dari pengawas lapangan sebelum diturunkan dilokasi
proyek.

Ijin tertulis akan diberikan oleh Pengawas lapangan berdasarkan


peng-amatan visual dengan membandingkan material tersebut
dengan sampel yang disetujui.

10. Paling lambat 24 jam sebelum melakukan pengetesan dan


pembuatan rencana campuran, Kontraktor diharuskan
mengajukan request dilengkapi dengan data dan standard
spesifikasi yang diminta.

11. Konsultan akan mempelajari/memeriksa berdasarkan request


tersebut dan apabila disetujui, Konsultan akan melakukan
pengawasan terhadap prosedur pengetesan yang dimaksud.

12. Setiap tanggal 25 dari bulan yang berjalan, Kontraktor diharuskan


mengajukan volume pekerjaan yang telah selesai untuk bahan
pembuatan sertifikat pembayaran bulanan berdasarkan berita
acara yang tercantum pada artikel 4.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
13. Konsultan paling lambat 2 x 24 jam akan memeriksa perhitungan
dan persyaratan teknis dari pengajuan volume tersebut seperti
pelengkapan data hasil test dan data lainnya. Hanya volume
yang telah memenuhi persyaratan yang akan diproses Konsultan
dalam sertifikat pembayaran.

14. Berdasarkan hasil pemeriksaan Konsultan, Kontraktor membuat


draft dari sertifikat pembayaran bulanan lengkap dengan Back up
data yang telah ditandatangani Konsultan pada artikel 13.
Dan setelah disetujui oleh Konsultan, Kontraktor akan
menyiapkan sertifikat pembayaran bulanan defi-nitif sebanyak +
10 eksemplar atau disesuaikan dengan kebutuhan.

15. Paling lambat setiap awal bulan, sertifikat pembayaran bulanan


telah diterima Pengguna jasa untuk diperiksa dan diproses.

16. Setiap timbul perubahan volume, Konsultan dan Kontraktor akan


menyiapkan change order untuk diusulkan kepada Pengguna
jasa.

17. Konsultan akan mencatat setiap kemajuan kerja Kontraktor dan


melakukan pengawasan kontinyu.

Setiap kelambatan kerja atau penyimpangan dari spefifikasi


teknis akan ditegur oleh Konsultan secara tertulis dengan
tembusan ditujukan kepada Pengguna jasa.

18. Kontraktor diwajibkan membuat laporan harian dan laporan


mingguan secara kontinyu yang berisi keterangan-keterangan
mengenai uraian kegiatan pekerjaan, volume pekerjaan, alat
yang digunakan, jumlah personil, jumlah material yang tersedia
dan kondisi cuaca yang ada serta prestasi pekerjaan yang
dicapai.

19. Kontraktor dan Konsultan akan melakukan rapat harian, setiap


hari satu jam sebelum berakhirnya pekerjaan untuk
mengevaluasi hasil pekerjaan harian dan rencana kerja untuk hari
esok.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Rapat akan membahas hambatan-hambatan dan penangannya
yang mungkin terjadi pada hari tersebut.

20. Konsultan, Kontraktor dan Pengguna jasa akan melakukan rapat


bulanan pada setiap awal bulan untuk membahas masalah-
masalah seperti kemajuan pekerjaan, permasalahan lapangan,
sertifikat bulanan dan lain-lainnya yang dianggap perlu.
Konsultan akan membuat risalah rapat untuk setiap rapat
bulanan.

21. Konsultan akan membuat laporan bulanan, triwulan, laporan


teknis, laporan akhir serta mengoreksi as built drawing, laporan
bulanan akan diserahkan setiap akhir bulan berjalan.

22. Setelah pekerjaan mencapai 97% Kontraktor diijinkan untuk


mengajukan surat permintaan PHO, kepada Pengguna jasa
dengan tembusan Konsultan Pengawas.

23. Berdasarkan tembusan surat pada artikel 22 Konsultan akan


melakukan evaluasi lapangan. Hasil evaluasi lapangan akan di
laporkan secara tertulis kepada Pengguna jasa lengkap dengan
Daftar cacat dan kekurangan setiap jenis pekerjaan.

24. Berdasarkan surat Konsultan pada artikel 23, Pengguna jasa akan
memberikan surat jawaban kepada Kontraktor dan menyiapkan
Panitia PHO serta jadwal rencana PHO.

25. Konsultan dan Direksi akan menyiapkan dokumen-dokumen untuk


keperluan PHO serta formulir-formulir yang diperlukan termasuk
volume akhir setiap pekerjaan. Pada pelaksanaan PHO Konsultan
dan Kontraktor akan ikut dalam Team PHO.

26. Setelah dilakukan PHO, Konsultan, Kontraktor dan Pengguna jasa


akan melakukan opname untuk pembuatan Final Sertifikat akhir
Pembayaran.

27. Konsultan akan melakukan pengecekan periodik terhadap hasil


kerja Kontraktor pada masa pemeliharaan. Laporan hasil
pemeriksaan akan dilaporkan secara tertulis kepada Pengguna

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
jasa dan Kontraktor lengkap dengan metoda perbaikan yang
diperlukan bila ada cacat atau kekurangan.

28. Konsultan akan membuat daftar cacat dan kekurangan sebelum


dilakukan serah terima akhir pekerjaan kepada Pengguna jasa
dan Kontraktor.

Team Supervisi (Field Tearn) berwenang untuk :

- Mengadakan pemeriksaan dan uji coba kelengkapan maupun


kempuan sumber daya Kontraktor. Pemeriksaan lain juga dapat
dilakukan atas persetujuan/permintaan Pengguna Jasa.
- Memberikan instruksi-instruksi tertulis selama pelaksanaan
pekerjaan sejauh tidak menyimpang dri ketentuan Kontrak
Pelaksanaan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Pengguna Jasa.
- Memeriksa kebenaran data dan hasil evaluasi dan usulan-usulan
yang yang diberikan oleh Kontraktor.
- Memerikan langkah-langkah yang harus diambil Kontraktor bila
dipandang pelaksanaan menyimpang dari ketentuan kontrak atau
membahayakan keselamatan.
- Membantu Pengguna Jasa dalam mengatasi setiap masalah yag
timbul dan mengusulkan saran penyelesaiannya.
- Memberikan interpretasi semua Dokumen yang diperlukan selama
pelaksanaan pekerjaan.
- Team Supervisi (Field Team) Bertanggung Jawab atas
o Kebenaran, kelengkapan dan terpenuhinya ketentuan kontrak
pelaksanaan untuk semua data, hasil evaluasi, rekomendasi,
laporan dan informasi yang diberikan kepada Pengguna Jasa,
baik lisan maupun tu;isan dan mengingat secara huum yang
berlaku di Negara Republik Indonesia.
o Pelaksanaan tugas dan kewajiban yang diberikan dalam
manual ini dan ketetapan waktu pelaksanaannya.

Tersimpannya dengan baik semua dokumen bukti pemenuhan


Kontrak Pelaksanaan dan Kontrak Jasa Supervisi.

E.7. PROSEDUR DAN TAHAPAN TUGAS & KEWAJIBAN TEAM SUPERVISI

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
E.7.1. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A1

A. Prosedur

1. Kepala Supervisi meminta Dokumen Kontrak kepada Pengguna Jasa


dan mengevaluasi/mempelajari.

2. Kepala Supervisi mengecek kelengkapan Dokumen Kontrak dan


Memberikan petunjuk yang sifatnya menjelaskan pengertian clause-
clause Dokumen Kontrak.

Bila ada kekurang lengkapan pada Dokumen Kontrak atau


ketidakjelasan maka Kepala Supervisi menyatakan atau mengusulkan
perbaikan kepada Pengguna Jasa.

3. Pengguna Jasa menyetujui usul perbaikan Dokumen Kontrak


memberikan koreksi-koreksi bila perlu dijelaskan pada lembar
tersendiri yang kemudian diserahkan kepada Kepala Supervisi untuk
dibuat koreksi pengetikan pada Dokumen Kontrak (bila Kepala
Supervisi diminta mengevaluasi kembali maka tahap No. 2 diulang).

Setelah ditik kembali oleh Staf Umum Supervisi, maka Dokumen


Kontrak diserahkan kembali kepada Pemimpin Pelaksana Kegiatan.

B. Tahapan

1. Dokumen Kontrak Dievaluasi dari Tahapan Berikut Ini :

a. Sebelum Pre Construction Meeting :

Sebagai bahan interpretasi clause-clause kontrak pelaksanaan


antara Kontraktor, Supervisi dan Pelaksana.

b. Bila diinstruksikan oleh Pengguna Jasa.

E.7.2. Prosedur Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A2

A. Prosedur

a. Rencana Sementara

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
1. Kepala Supervisi mengevaluasi sendiriatau memerintahkan ahli
teknik manajemen konstruksi untuk mengevaluasi rencana
sementara pelaksanaan yang dibuat oleh Kontraktor.

Rencana sudah diterima oleh Kepala Supervisi paling lambat 1


minggu setelah Kontrak pelaksanaan ditanda tangani atau
sebelum Surat Perintah Mulai Kerja (Notice to Proceed)
dikeluarkan oleh Pengguna Jasa.

2. Hasil evaluasi rencana tersebut di atas sudah diserahkan


kepada Pengguna Jasa, selambat-lambatnya tiga hari setelah
diterimanya rencana sementara dari Kontraktor/Pelaksana.

3. Hasil evaluasi berikut rencana sementara di atas kemudian


diserahkan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat
persetujuan.

4. Apabila rencana sementara yang diusulkan, berdasarkan


pengarahan Pengguna Jasa perlu disesuaikan/diperbaiki, maka
Team Supervisi berdasarkan pengarahan Pengguna Jasa dapat
meminta kepada Kontaktor untuk menyesuaikan kembali
rencana sementaranya. Perbaikan dapat pula dilaksanakan
dengan suatu rapat antara Proyek, Supervisi dan Kontraktor

b. Rencana Utama (Master Program)

1. Kepala Supervisi akan meminta rencana utama kepada


Kontraktor/Pelaksana dengan ijin Pengguna Jasa selambat-
lambatnya 2 (dua) minggu setelah Perintah Bekerja
dikeluarkannya oleh Pengguna Jasa (Notice to Proceed).

2. Kepala Supervisi setelah menerima rencana utama kemudian


mengusahakan tenaga-tenaga ahlinya sesuai dengan
kebutuhannya.

3. Rencana utama yang diserahkan oleh Kontraktor/Pelaksana


akan terdiri dari :

a. Diagram Network Planning Methode P.D.M.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
(Precedence Diagram Methode)

b. Tabel Schedule : Dalam bentuk Barchart atau Tabel


Schedule.

c. Rencana Kerja Fisik : Dalam bentuk sket lokasi pekerjaan


yang memuat:

- Tahapan pekerjaan

- Jenis pekerjaan

- Arah pekerjaan

d. Rencana Traffic Management

e. Faktor diagram : berdasarkan No.a, dengan indikasi kritis

f. Perincian peralatan, bahan & personil per kegiatan

g. Revisi-revisi pada rencana sementara, bila ada.

Diagram Network Planning yang dibuat akan mencakup per-


kegiatan:

- Fisik

- Pembuatan Gambar Kerja

- Permintaan Pengetesan Mutu Hasil Pelaksanaan atau Bahan

- Pematokan

- Permintaan Ijin-ijin

- Pengetesan Material Setempat

- Permintaan Pembayaran

- Lain-lain kegiatan fisik maupun non fisik sesuai kondisi


setempat

Jenis Dokumen Rencana utama dapat lebih luas/detail bila


disebutkan demikian dalam ketentuan kontrak pelaksanaan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
4. Kepala Supervisi (Koordinator Team) setelah menerima
Dokumen Rencana Utama kemudian mengadakan evaluasi.

5. Setelah rencana utama selesai dievaluasi, maka rencana


berikutnya diserahkan kepada Pengguna Jasa.

Penyerahan hasil dokumen rencana ini selambat-lambatnya 20


hari setelah Notice to Proceed Kontrak Pelaksanaan.

6. Bila terjadi perubahan/penyesuaian rencana utama, maka


Kepala Supervisi dapat mengusulkan rapat bersama kepada
Pengguna Jasa.

c. Rencana dan Hasil Bulanan

1. Kepala Supervisi/Koordinator Team Supervisi di lapangan akan


meminta rencana dari hasil bulanan kepada Kontraktor dan
mengadakan evaluasi.

Rencana dan hasil bulanan sudah diterima Team Supervisi


setiap tanggal 27.

2. Hasil evaluasi Team Supervisi diterima Pengguna Jasa


selambat-lambatnya tanggal 29 (dilaksanakan oleh Team
Supervisi). Penyampaian hasil evaluasi akan diserahkan sendiri
oleh Kepala Supervisi kepada Pengguna Jasa atau Stafnya yang
ditunjuk secara langsung. Hal ini dimaksudkan untuk segera
memutuskan masalah yang ada.

3. Rencana dan hasil bulanan akan dibuat dan dilaporkan kepada


Pengguna Jasa.

4. Bila ada penyesuaian/pembahasan yang diinginkan Pengguna


Jasa, maka Kepala Supervisi, Kepala Pelaksanaan dan
Pengguna Jasa mengadakan Rapat bersama.

d. Rencana dan Hasil Mingguan

1. Kepala Supervisi (SE) setiap tanggal 7, 14, 21 dan tanggal


akhir bulan (8, 29, 30 atau 31) akan mengevaluasi rencana
mingguan dan hasil yang dibuat oleh Kontraktor.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Hasil evaluasi akan diserahkan kepada Pengguna Jasa, selambat-
lambatnya satu hari berikutnya dari tanggal di atas.

Pelaporan yang akan diserahkan kepada Pengguna Jasa :

- Laporan kemajuan pekerjaan

- Hambatan-hambatan teknis

- Penanganan teknis yang perlu

Penjelasan lain dalam bentuk sket, gambar foto copy dokumen,


dan lain-lain.

Penyampaian laporan dilakukan pada waktu rapat mingguan dan


disampai-kan secara langsung serendah-rendahnya koordinator
supervisi.

B. Tahapan Rencana Sementara

Rencana sementara dibuat setelah ditandatangani Kontrak


Tahapan Rencana

1. Pelaksanaan Rencana Utama bila mungkin telah siap sebelum


Surat Perintah Mulai Kerja/SPMK (Notice to Proceed)
dikeluarkan Pengguna Jasa.

Apabila jarak waktu antara penanda tanganan Kontrak dengan


SPMK kurang dari dua minggu maka Kontraktor Pelaksanaan
dan Team Supervisi dapat langsung membuat rencana utama
tanpa membuat rencana sementara, dalam hal ini, rencana
utama sudah harus siap sebelum SPMK dan disetujui oleh
Pengguna Jasa sebelumnya.

2. Rencana dan hasil mingguan dilakukan setiap minggu

E.7.3. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A3.

A. Prosedur

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
1. Pengguna Jasa bila perlu menginstruksikan Team Supervisi
untuk mendapatkan data-data guna menunjang pelaksanaan
kegiatan.

2. Kepala Supervisi segera menugaskan stafnya yang sesuai


dengan tugas tersebut.

3. Setelah data didapatkan, maka Kepala Supervisi segera


menyampaikan data, Kepala Supervisi wajib memenuhi jangka
waktu yang diberikan karena hal ini akan menjadi salah satu
tolok ukur penilaian pelaksanaan tugas supervisi.

B. Tahapan

Setiap diperlukan Pengguna Jasa atau diperlukan untuk


melancarkan Pelaksanaan Kegiatan.

E.7.4. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A4.

A. Prosedur

1. Kepala Supervisi menanyakan kepada Pengguna Jasa atau Stafnya


yang berwenang menangani masalah Utilitas, mengenai hal-hal
sebagai berikut :

- Apakah jaringan utilitas ada yang terletak pada daerah milik jalan
(Damija).

- Bila ada, maka apakah ada rencana untuk dipindahkan

Pertanyaan diatas cukup dilakukan secara lisan. Bila jaringan utilitas


akan dipindahkan diluar Damija, maka tindakan yang perlu dilakukan
adalah sebagai berikut :

a. Evaluasi/Rekomendasi disain bangunan permanen pengaman


utilitas.

b. Merekomendasi batasan metoda pelaksanaan guna pengamanan


utilitas.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
c. Bila lalu lintas sudah dibuka, tetapi utilitas masih berada di
Damija, maka perlu dievaluasikan/direkomendasikan konstruksi
pengaman sementara.

Apabila utilitas sudah berada diluar Damija, maka cukup


dilaksanakan adalah point a) dan b), dengan titik berat point a).

2. Setelah diketahui lokasi rencana utilitas sesuai program


pelaksanaan proyek, maka dapat dilakukan kegiatan sebagai
berikut :

a. Evaluasi/rekomendasi bangunan permanen pengaman utilitas.

 Utilitas diluar Damija, bentuk bangunan pengamannya


biasanya berbentuk box atau pipa. Bila bangunan pengaman
sudah didesain (oleh Konsultan Perencanan atau Instansi
Pemilik Utilitas), maka yang perlu dilaksanakan adalah
evaluasi desain. Bila desain belum tersedia, maka Kepala
Team Supervisi menugaskan ahli teknik struktur konstruksi
membuat desain.

 Utilitas tetap di Damija, bentuk bangunan pengaman


biasanya dapat berupa box, plat beton atau bagian
bangunan konstruksi jalan yang dibuat lebih tebal/kuat.

Dalam pembuatan/evaluasi desain maka Kepala Team


Supervisi menugaskan ahli teknik struktur konstruksi.

b. Merekomendasikan batasan metoda pelaksanaan guna


pengamanan utilitas : Jenis rekomendasi sesuai kebutuhannya.

c. Konstruksi pengaman sementara utilitas :

Konstruksi pengaman sementara akan dibuat se-ekonomis


mungkin, karena sifatnya yang sementara. Konstruksi
pengaman sementara ini sebaiknya merupakan bagian
konstruksi jalan itu sendiri.

3. Setelah ahli teknik struktur konstruksi melengkapi kegiatan sesuai


point-point di atas, maka Kepala Team Supervisi menyerahkan :

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Gambar desain (plant, cross section dan detail sketch, dan
penjelasan detail lainnya sesuai kebutuhan).

B. Tahapan

1. Sesuai pub dikeluarkan Pengguna Jasa, untuk evaluasi/


rekomendasi yang mencakup seluruh rencana panjang jalan.

2. Sebelum pelaksanaan fisik pada setiap daerah-daerah atau


station-station tertentu.

Untuk tahapan ini dapat digunakan hasil evaluasi/rekomendasi


yang dibuat pada tahapan No. 1.

Apabila selama pelaksanaan terjadi perubahan/penyesuaian


maka hasil evaluasi/rekomendasi yang disesuaikan akan siap
selambat-lambatnya 1 minggu sebelum pelaksanaan fisik
daerah tersebut.

E.7.5. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A5.

A. Prosedur

1. Kepala Supervisi (Team Leader) memeriksa gambar kerja (desain)


dan mencari data/menetapkan

a. Lokasi titik referensi absolute

b. Lokasi titik referensi setempat yang digunakan untuk desain.

c. Lokasi titik referensi setempat yang digunakan untuk keperluan


lain (misalnya untuk Pembebasan Tanah)

Koordinator Lapangan Team Supervisi bersama :

- Kontraktor

- Ahli Teknik Struktur Konstruksi

- Ahli Teknik Perencana bila perlu

- dan Konsultan Perencana bila perlu

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Mengadakan pertemuan perlu dichek apakah titik referensi
absolut dan setempat yang digunakan sama untuk menentukan :

- R.O.W. (pada waktu pembebasan tanah)

- Posisi (Koordinat & ketinggian) jalan-jalan lama maupun


bangunan konstruksi yang sudah ada lainnya.

- Alinemen dan elevasi titik referensi diatas, maka perlu dichek,


apakah perbedaan yang terjadi sesudah dipertimbangkan
dalam pembuatan desain.

Apabila perbedaan yang terjadi belum dipertimbangkan dalam


desain, maka ahli teknik jalan raya dan ahli teknik struktur
konstruksi mengidentifikasikan gambar desain yang tepat.

Hasil evaluasi diatas berikut sarannya, kemudian disampaikan


kepada Pengguna Jasa untuk mendapatkan persetujuan atau
instruksi lebih lanjut.

Apabila perlu maka Pengguna Jasa dapat menginstruksikan untuk


menyesuaikan data pengukuran pada gambar desain hasil
penyesuaian kemudian diserahkan kepada Pengguna Jasa untuk
per-setujuannya.

Hasil evaluasi/penyesuaian gambar desain diatas yang sudah


disetujui Pengguna Jasa kemudian diserahkan kepada Kontraktor
untuk segera dilaksanakan pengukuran kembali dan pematokan
(stakes out).

B. Tahapan

Sebelum Kontraktor mengadakan pengukuran kembali atau


pematokan, atau bila diistruksikan oleh Pengguna Jasa.

E.7.6. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A6.

A. Prosedur

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
1. Kepala Supervisi/Team Leader meneliti rencana bulanan & rencana
umum (yang sudah disesuaikan bila perlu) dan menugaskan ahli
teknik tanah & material untuk mengadakan persiapan yang
diperlukan untuk pemeriksaan material konstruksi.

2. Evaluasi oleh ahli material menyangkut hal-hal sebagai berikut :

- Apakah kebutuhan jenis & jumlah bahan kegiatan/per-mata


pembiayaan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang
tercantum pada kontrak.

- Apakah pengetesan bahan dapat dilaksanakan (diselesaikan)


pada waktu-waktu tersebut.

- Apakah jadwal pengetesan sesuai dengan schedule (minimal 3


hari sebelum pelaksanaan kegiatannya).

3. Hasil evaluasi disampaikan kepada Pengguna Jasa pada waktu


menyampaikan hasil evaluasi rencana/hasil bulanan.

4. Apabila dalam bulan yang bersangkutan Kontraktor mengajukan


revisi kepada Supervisi, maka Kepala Supervisi cq. ahli teknik
tanah dan material/Ahli Quantity mengevaluasi kembali dan
memintakan persetujuan Pengguna Jasa.

Pengajuan revisi selambat-lambatnya 5 hari sebelum kegiatan


dilaksanakan.

5. Kepala Supervisi akan mendapatkan persetujuan dari Pengguna


Jasa selambat-lambatnya 2 hari sebelum dimulainya kegiatan
yang direvisi.

B. Tahapan

1. Bulanan, bersama dengan rencana/hasil bulanan.

2. Setiap ada revisi dari Kontraktor

E.7.7. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A7.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
A. Prosedur

1. Kepala Supervisi meneliti rencana/hasil bulanan dan utama untuk


kegiatan pekerjaan tanah yang dilaksanakan.

Kepala Supervisi kemudian menugaskan ahli teknik tanah &


meterial untuk mengadakan evaluasi/penelitian.

2. Jenis tanah yang akan diteliti adalah :

- Tanah asli setempat

- Tanah timbunan yang akan digunakan

3. Standar teknis yang digunakan sesuai dengan spesifikasi kontrak


yang belaku.

4. Hasil evaluasi akan diserahkan kepada Pengguna Jasa untuk


persetujuannya/rekomendasinya.

B. Tahapan

1. Dilaksanakan sebelum dimulainya pekerjaan tanah

2. Bila diinstuksikan oleh Pengguna Jasa

E.7.8. Prosedur, Tugas dan Kewajiban Pasal 4.6.1.A8.

A. Prosedur

1. Kepala Supervisi/Team Leader menugaskan stafnya untuk


mengadakan pemeriksaan mutu. Untuk itu, Kepala Supervisi harus
mengadakan pemeriksaan dan evaluasi kapan stafnya akan
mengadakan pemeriksaan dan evaluasi mutu.

2. Pemeriksaan mutu dilaksanakan oleh pengawas masing-masing


ahli teknis, sedangkan evaluasinya dilakukan sendiri oleh para ahli
teknis.

3. Apabila tingkat kemampuan pengawas masih dirasakan kurang,


maka pemeriksaan akan dilaksanakan oleh ahli teknik yang
bersangkutan.

4. Pembuatan jadwal pemeriksaan dan metoda pemeriksaan.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
B. Tahapan

1. Dilaksanakan sebelum dimulainya pekerjaan pengedalian


mutu.

2. Bila diinstuksikan oleh Pengguna Jasa

E.8. RAPAT KOORDINASI

Pengguna Jasa dalam mengendalikan kegiatan perlu mengadakan rapat


koordinasi (meeting) antara lain :

- Pre Construction Meeting

- Progress Evaluation Meeting

- Certificate Meeting

- Technical Meeting

- Special Meeting (misalnya Show Cause Meeting, dll.)

Pre Construction Meeting

Dilaksanakan pada awal pelaksanaan dengan maksud/tujuan untuk


membahas dan mendapatkan persamaan pengertian terhadap pasal demi
pasal dari Dokumen Kontrak.

Prorgess Evaluation Meeting

Dilaksanakan secara berkala (mingguan/bulanan) atau pada waktu yang


diperlukan, dengan maksud/tujuan untuk mengevaluasi kemajuan
pelaksanaan pekerjaan sekaligus untuk membahas/mengarahkan rencana
pelaksanaan selanjutnya sehingga dapat tercapai pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Certificate Meeting

Dilaksanakan pada setiap bulan untuk membahas dan mendapatkan


kesepakatan dalam pembuatan Monthly Certificate (sertifikat bulanan).

Technical Meeting

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Dilaksanakan bilamana ada permasalahan teknis yang akan dibahas dan
diputuskan.

Special Meeting

Dilaksanakan bila diperlukan. Adapun Special Meeting dapat berupa :

- Show Cause Meeting

- Rapat Provincial Hand Over (PHO)

- Rapat Final Hand Over (FHO)

- Rapat Negosiasi Harga

- Rapat pembahasan perpanjangan waktu

- dan lain-lain.

E.9 PROGRAM KERJA PENGAWASAN TEKNIK JALAN DAN


SISTEMATIKAN PENGUMPULAN DATA

E.9.1 Umum

Secara umum Konsultan akan menyediakan jasa pengawasan teknik


dan jasa dalam hal adanya perubahan desain untuk proyek, guna
menjamin bahwa pelaksanaan mengikuti gambar rencana dan
dokumen kontrak fisik.

Perlu adanya suatu program kerja yang konsepsional, efektif dan


efisiense demikian rupa untuk pekerjaan Konsultan pengawas,
sehingga setiap aktivitas kerja terprogram dengan baik dalam rangka
mencapai target sukses pekerjaan.

Program kerja yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan ketentuan


dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Dalam penyusunan program kerja antara lain dan tidak terbatas


berdasarkan :

o Ruang lingkup pekerjaan


o Volume pekerjaan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
o Batas waktu
o Jumlah personil
o Peralatan yang dipakai
o Arahan pemberi tugas/pengguna jasa
o Aspek-aspek teknis dan non-teknis lainnya.

Secara garis besar program kerja tersebut diuraikan seperti berikut ini.
Melaksanakan pekerjaan secar tepat waktu, tepat mutu dan tepat
biaya, maka akan dilaksanakan pengawasan sesuai dengan jadwal
kerja dan tugas masing-masing personil.

E.9.2. Jasa Konsultan

Jasa Konsultansi selama masa mobilisasi dan masa konstruksi


dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1. Masa Mobilisasi Kontraktor

Pada masa mobilisasi Kontraktor, kegiatan Konsultan pengawas


diantaranya adalah ;

1. Memeriksa data survey yang akan digunakan dalam


menganalisa kondisi lapangan

2. Memberikan rekomendasi bagi pemberi tugas didalam


tahapan kegiatan pelaksanaan.

3. Membantu rekomendasi pemberi tugas didalam tahapan


kegiatan pelaksanaan.

4. Memeriksa dan menyetujui daftar bahan/material, peralatan


dan personil yang akan didatangkan, fasilitas base camp dan
lokasi penempatan peralatan.

5. Memeriksa dan mempersiapkan cara perhitungan kuantitas


dan prosedur pemeriksaan mutu (Quality Control).

6. Memeriksa pemasangan patok garis tengah jalan dan DAMIJA


(ROW).

7. Memeriksa dan menyetujui segi keamanan dari pengaturan


lalulintas didalam proyek.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
8. Memeriksa dan menyetujui jumlah dan mutu bahan/material
yang disediakan oleh Kontraktor.

9. Memeriksa dan menyetujui jadwal pewlaksanaan yang


dubuat oleh kontaraktor.

10. Memeriksa dan menyetujui gambar kerja dan stake out yang
disiapkan oleh Kontraktor.

Sebagaimana diatur dalam persyaratan kontrak, komtraktor harus


menyerahkan rencana kerja terinci dan cara ataui metode
pelaksanaan. Hal ini harus diperhatikan didalam format Critical Path
Network (CPN), dan didukung oleh jadwal-jadwal sumber daya yang
menjelaskan tentang jenis dan jumlah peralatan yang dipergunakan,
jumlah personil yang meliputi pekerjaan manajemen teknik tenaga
terampil, semi terampil, buruh dan lain sebagainya yang akan
dipekerjakan.

Begitu jadwal untuk mengantisipasoi pengiriman material-material


penting, terutama untuk pengiriman jangka panjang dan akibat cuaca
buruk. Selain itu, memuat pula ketentuan metoda pelaksanaan kerja,
lokasi fasilitas utnuk borrow pits, spoil tips, quarries, jalan-jalan ntuk
pengangkutran material, stock piles, concrete atau asphalt baching
plants. Perlu dipertimbangkan faktor--faktor seperti kondisi geologis
setempat, potensi dampak lingkungan, metode pelaksanaan kerja
yang ekonomis terutama yang berkaitan dengan sumber-sumber
material agar supaya tidak terjadi pemboirosan sumber-sumber alami.

Data-data yang dikirim Kontraktor, perlu dikaji ulang secara hati-hati


oleh Konsultan pengawas dan bila perlu diidskusikan dengan
Kontraktor, agar detail program yang sudah diterima atau disetujui
oleh engioneer dapat disepakati kedua belah pihak.

Pada bagian ini Konsultan ingin lebih menekan/menjelaskan secara


rinci kegiatan pada masa mobilisasi Kontraktor ini, terutama adalah
mengenai kegiatan rapat/pertemuan sebelum konstruksi.

2. Rapat Pra Konstruksi (Pre Contruction Meeting)

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Sebelum memulai kegiatan/pekerjaan, perlu sekali diadakan
terlebih dahulu pertemuan antara unsur proyek, Dinas terkait,
Kontraktor dan Konsultan. Hal ini dilakukan agar semua pihak
dapat menyamakan persepsi terhadap bagian yang tertuang
didalam Dokumen Kontrak Fisik, sehingga dalam pelaksanaan
pekerjaan nanti akan terjadi penafsiran yang berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya, baik perbedaan penafsiran dari segi
administrasi maupun segi teknisnya.

Dalam Rapat Pra Konstruksi ada bebarapa yang perlu disepakati


bersama, antara lain :

a. Kesamaan Pengertian Terhadap Pasal-pasal Dokumen Kontrak


yang menyangkut ;

- Pekerjaan tambah kurang


- Termination atau for feature
- Mobilisasi
- Maintenace dan Protection of Traffic
- Asuransi

b. Kesamaan Tentang Tata Cara dan Prosedur Administrasi


menyangkut :

- Request, Approval dan Examination of works


- Drawing
- MC dan Eskalasi

c. Kesamaan Tentang Tata Cara dan Prosedur Teknis Pelaksanaan


Pekerjaan Utama Major (Items) menyangkut :

- PHO dan FHO


- Addendum Kontrak
- Pondasi Jembatan dan Bangunan Atas
- Rigid Pavement pada segmen yang ber LHR tinggi + Traffic
Man
- Soil Stabilisation
- Produksi Agregat untuk Pondasi Jalan

d. Kemungkinan adanya perubahan komposisi jumlah peralatan


atau urutan kegiatan pekerjaan yang telah dituangkan kedalam

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
mobilisation program and construction schedule yang telah
disepakati menjelang penandatanganan kontrak.

3. Rekayasa Lapangan

Setelah hasil rapat Pra Konstruksi tersebut dilaksanakan, maka


dibuat notulennya yang dibagikan dan dibuat sebagai pagangan
oleh unsur – unsur yang diundang. Sebelum rekayasa lapangan ini
dilaksanakan, maka Kontraktor belum bisa memulai kegiatan
pekerjaan.

Maksud dari kegitan rekayasa lapangan adalah untuk meninjau


kembali secara menyeluruh dan melengkapi rencana rinci (Detail
Desaign) yang telah tertuang dalam Dokumen Kontrak Fisik,
didasarkan atas hasil survey yang mendetail di lapangan oleh
Kontraktor dan diawasi oleh Konsultan, serta didapingi dipantau
oleh pihak proyek.

Prosedur yang digunakan adalah prosedur yang sudah baku dan


biasa dilaksanakan dalam setiap kegiatan proyek ke-Bina Marga-
an. Selanjutnya atas dasar rekayasa lapangan desain lapangan
(Field Design) tersebut dihitung kembali kebutuhan biaya proyek
yang sesungguhnya.

Secara garis besar kegiatan rekayasa lapangan dibagi dalam tiga


kegiatan, yaitu :

- Survey
- Evaluasi Hasil Survey (menjadi Field Desaign)
- Perhitungan kuantitas dan biaya yang dibutuhkan

Untuk mengetahui survey apa yang diperlukan, terlebih dahulu


harus diketahui mengenai keperluan Field Desaign apa yang akan
dibuat, kemudian baru akan ditetapkan data yang diperlukan dan
formulir-formulir apa saja yang dibutuhkan untuk mengumpulkan
data survey tersebut.

Adapun kegiatan rekayasa lapangan umumnya terdiri dari :

a. Pematokan stasioning

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
b. Pengukuran alinyemen dan potongan (Cross Section)
c. Survey kondisi permukaan jalan
d. Survey kondisi saluran drainase jalan yang ada dan yang
diperlukan
e. Survey kondisi struktur (jembatan, gorong-gorong/box culvert,
dll) yang ada dan yang diperlukan.
f. Survey perkerasan jalan.

1). Pematokan Stasioning

Pekerjaan ini adalah memasang patok statsion (STA) pada lokasi


proyek yang akan dilaksanakan pekerjaan konstruksi fisiknya.
Pekerjaan Stasioning adalah pekerjaan pengukuran dengan jarak
menggunakan alat roll meter panjang (50 m) yang dimulai dari
titik awal proyek sampai titik akhir proyek tersebut. Pada
umumnya titik awal proyek lebih dikenal dengan sebutan
statsion (STA 0+000).

2). Pengukuran Alinyemmen dan Potongan Melintang

Survey pengukuran dilakukan dengan pesawat ukur (T-0, T-2,


Waterpass). Pengukuran dengan menggunakan alat ukur
tersebut biasanya dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan
peningkatan atau pekerjaan pembangunan.

Sedangkan untuk pekerjaan pemeliharaan rutin maupun


berkala, biasanya tidak dilakukan seteliti pekerjaan peningkatan
atau pembangunan. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk
mendapatkan data pembuatan Plan dan profil (situasi) serta
potongan melintang (cross section).

3). Survey Kondisi Jalan

Kegiatan survey ini untuk menetapkan :

 Penambahan(Patching) dan over painting


 Aatebal dan lebar perkerasan jalan dan bahunya
 Saluran tepi (side ditch) dan bangunan-bangunan drainase
 Struktur pengaman jalan, sepereti ; bronjong atau turap
penahan tanah.

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
 Pekerjaan lain-lain (miscellaneous) seperti : pemotongan dan
penanaman pohon, tanda-tanda lalu lintas (traffick Sign),
trotoar, median, patok penuntun dan patok pengaman.

4). Survey Kondisi Drainase Yang Ada dan Yang Dibutuhkan

Data yang tercatat dari hasil kegiatan survey drainase akan


digunakan untuk menghitung besarnya volume akibat dibuatnya
konstruksi berikut :

 Peningkatan badan jalan


 Saluran tanah (un line ditch)
 Saluran dengan pasangan (line ditch)
 Gorong-gorong pipa
 Gorong-gorongh kotak (box culvert)
 Drainase bawah (sub drain)

5). Survey Kondisi Struktur Yang Ada dan Yang Dibutuhkan

Dari hasil survey ini diperlukan untuk menunjang pekerjaan


jalan, diantaranya untuk peningkatan badan jalan (apabila
diperlukan pasangan batu pada tepi jalan yang ditinggikan),
TPT, Bronjong, grount rip rap un-grount rip rap.

6). Survey Perkerasan Jalan

Dari hasil survey ini diperlukan untuk menghitung kembali ( up


date) kuantitas daripada perkerasan jalan (lebar dan tebal) dan
bahu jalan (lebar dan tebal) yang sangat berpegaruh terhadap
pelaksanaan proyek, karena

hasil dari perhitungan kuantitas ini merupakan major work item


yang nilainya dapat mencapai sekitar 60% dari nilai kontrak
(untuk pekerjaan peningkatan jalan) dan sekitar 50% dari nilai
kontrak proyek pemeliharaan jalan.

4. Evaluasi Hasil Survey Rekayasa lapangan

Untuk menyederhanakan hitungan kuantitas, maka perlu


dikelompokan dalam beberapa item-item pekerjaan, yaitu ;

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
 Drainase
 Struktur
 Perkerasan
 Reinstatement
 Pekerjaan-pekerjaan lain

Sebagai himpunan dari seluruh pekerjaan rekayasa lapangan (field


engineering) dan perhitungan kuantitas, maka data-data tersebut
dibuat dan disusun pada contoh formulir terlampir.

Tiap kelompok perhitungan dimulai dari STA 0=000 sampai denga


sta akhit. Pada lembar akhir (setelah lembar akhir) dari setiap
kelompok kuantitas (tiap item mata pembayaran) dijumlahkan,
sehingga diketahui kebutuhan tiap mata pembayaran yang
sesungguhnya. Untuk mendapatkan kebutuhan biaya, maka
kuantuitas dikalikan dengan harga satuan yang ada dalan dokumen
Kontrak Fisik.

5. Mutual Check / Review Design

Kontraktor dan panitia peneliti pelaksanaan kontrak bersama-sama


Konsultan pengawas melakukan Mutual Check terhadap :

1. Gambar Rencana

2. Volume Tiap Pekerjaan

Konsultan pengawas mempersiapkan pertimbangan teknis


(Tecnical justification) terhadap Review Design yang dilakukan
antara lain yang menyangkut :

 Penambahan/pengurangan volume yang tercantum dalam


kontrak
 Dihapusnya suatu jenis pekerjaan
 Perubahan suatu spesifikasi untuk suatu jenis pekerjaan
 Mengubah Peil ukuran letak dari suatu jenis pekerjaan
 Memunculkan suatu jenis pekerjaan baru
 Memeriksa dan melakukan korerksi yanmg diperlukan
terhadap gambar kerja yang diajukan oleh Kontraktor
 Memberikan masukan kepa PPTK ntentang penyesuaian
yang diperlukan dalam bentuk Justifikasi teknikal

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
 Setelah melakukan mutual check, maka dibuatkan berita
acara selambat-lambatnya 30 hari setelah serah terima
lapangan serta dibuatkan Contract Change Order (CCO) dan
Amandemen kontrak.

E.10 ANALISIS PERMASALAHAN DAN PEMECAHAANNYA

G.10.1 Identifikasi Masalah

Konsultan telah melakukan pengamatan langsung ke lapangan yang


dilakukan secara visual terhadap ruas jalan lokasi pekerjaan.

Aspek-aspek yang diamati meliputi :

1. Komposisi kendaraan dan kepadatan lalu-lintas

2. Kondisi kekuatan tanah dasar (sub base)

3. Geometric jalan dan system drainase yang ada

4. Kondisi perkerasan yang ada (tingkat kerusakan dan perkiraan


penyebabnya)

5. Kondisi exsisting jalan (perubahan guna lahan jalan)

Dari hasil pengamatan Konsultan secara umum ruas jalan, saluran


dan trotoar dalam keadaan dari rusak ringan sampai dengan keadaan
rusak berat yang perlu segera untuk perbaikan/peningkatan.
Pemeliharaan periodic maupun pemeliharaan rutin.

Kondisi fisik jalan sebagaian besar dalam keadaan kurang baik


sehingga dapat diperkirakan memperhambat jalannya menuju lokasi
yang satu ke lokasi perbandingannya akan berbanding lurus dengan
perkembangan daerah sekitarnya sebagai daerah pendukung yang
memiliki potensi yang sangat menarik sebagai objek wisata air yang
ada di Provinsi Kalimantan Barat.

Untuk kondisi kerusakan berat perlu secepatan penangan dengan


pekerjaan Perkerasan Beton (srtuktur rigid pavement) setelah itu di
hot mix, untuk kerusakan yang sedang sampai yang ringan perlu

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
dilakukan penambalan-penambalan/patching menggunakan agregat
dan aspal.

Dari hasil pengamatan di lapangan terhadap ruas jalan di lokasi


pekerjaan dapat diuraikan sebagai berikut :

 Rusak Ringan (Overlay Aspal)

Kondisi kerusakan ringan dapat dilihat dari kondisi kendaraan dan


kepadatan lalu-lintas, kondisi kekuatan tanah dasar yang ada,
geometrik jalan dan drainase dan kondisi perkerasan yang ada
(tingkat kerusakan dan perkiraan penyebabnya)

1. Kodisi kendaraan dan kepadatan lalu-lintas

Kondisi kendaraan dan kepadatan lalu lintas dilokasi pekerjaan


berpengaruh terhadap tingkat kerusakan. Untuk kondisi
kerusakan ringan dapat dilihat dari kondisi kendaraan yang
melewati lokasi fisik pekerjaan yaitu kendaraan umum
(angkutan Kota) dan kendaraan pribadi atau bobot kendaraan
< 5 ton.

Kepadatan lalu-lintas kendaraan hampir semua lokasi


pekerjaan mempunyai volume kendaraan yang padat terutama
di jalur jalan yang dilewati oleh kendaraan umum (angkutan
kota).

2. Kondisi Kekuatan tanah dasar yang ada

Hasil pengamatan Konsultan di lapangan secara visual kondisi


kekuatan tanah dasar yang ada tidak mencukupi untuk
mendukung berat kendaraan dengan struktur perkerasan yang
ada, sehingga perlu direncanakan penambahan perkuatan
struktur perkerasan (overlay) yang memadai mengingat tanah
di seputar lokasi tertentu dulunya adalah persawahan yang
relatif tanahnya kurang kuat menahan beban kendaraan.

3. Geometric jalan dan drainase yang ada

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Secara umum ruas jalan di lokasi pekerjaan berada pada
daerah dataran rendah. Geometric jalan relatif lirus dan datar
menurun sehingga system drainase jalan yang ada dirasakan
kurang memadai ditambah dengan tingkat sedimentasi yang
tinggi di waktu hujan dan maraknya pedagang kali lima yang
berdagang di atas trotoar/drainase sehingga menambah
parahnya drainase tersebut.

4. Kondisi perkerasan yang dan tingkat kerusakan dan


perkiraan penyebabnya

Dari hasil survey di lokasi pekerjaan secara umum Konsultan


mendapatkan informasi keadaan/kondisi kerusakan yang ada
adalah banyaknya aspal yang terkelupas karena umur
kerkerasan sudah habis ditambah lagi dengan pembangunan di
sekitar jalan yang mengakibatkan rusaknya jalan, maka perlu
diuulkan untuk perbaikan kondisi jalan yang rusak dengan
patching/leveling dan overlay aspal dalam meningkatan jalan.

 Rusak Sedang dan Rusak Berat

Kondisi kerusakan sedang dan berat dapat dilihat dari kondisi


kendaraan dan kepadatan lalu-lintas, kondisi kekuatan tanah
dasar yang ada, geometrik jalan dan drainase dan kondisi
perkerasan yang ada (tingkat kerusakan dan perkiraan
penyebabnya), secara umum kondisi kerusakan jalan dilokasi
pekerjaan sama dengan diatas, tapi kondisi perkerasan yang ada
tingkat kerusakan dan perkiraan penyebabnya) untuk kondisi
rusak sedang dan berat adalah sebagai berikut :

- Tingkat kerusakan pada ruas jalan sedang dan berat, dari


kondisi kerusakan yang ada volume kendaraan dan kekuatan
tanah, maka perlu untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak
dengan patching/leveling, perbaikan dini memrlukan
penggalian hingga mencapai kedalaman minimal 20-40 cm,

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
kemudian diganti dengan bahan pengisi agregat kls.B dan
Kls.A, dan diperlukan juga peningkatan badan jalan, sedangkan
untuk pekerjaan penghamparan untuk peninggian dipadatkan
oleh mesin vibro sehingga mendapatkan kepadatan yang
diharapkan oleh spesifikasi teknis kemudian dihampar aspal
AC-WC, apabila dilapangan ditemukan kondisi yang lebih parah
disulkan menggunakan Konstruksi Beton dan Baja Tulangan
untuk mendapatkan pekerjaan yang masimal dan lebih baik.

E.10.2 Rencana Pemecahan Masalah

 Rusak Ringan (Overlay Aspal)

Kontraktor segera melaksanakan Field Engineering atau


Rekayasa Lapangan untuk mendapatkan volume pekerjaan
yang sebenarnya mengingat badan jalan yang ada
kerusakannya semakin lama semakin parah akibat volume
lalulintas kendaraan, beban kendaraan berat dan akibat curah
hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Bangka sehingga
saluran-saluran drainase tidak berfungsi dengan baik.
Sedangkan volume yang ada dalam Rencana Anggaran Biaya
(RAB) adalah volume hasil perencanaan sebelumnya sehingga
pasti terdapat perubahan volume sesuai dengan kondisi
lapangan dan Metode perkerasan jalan dilapangan digunakan
flexible Pavement (perkerasan Lentur/menggunakan aspal)
karena kondisi di lapangan tinggal overlay penghamparan
aspal saja.

Sedangkan dari jenis perkerasan yang perlu dilaksanakan


dalam menangani kerusakan ringan pada jalan tersebut
diperlukan pekerjaan yang melipuiti :

a) Pekerjaan Mayor

Lapisan Perekat

Laston Lapis AC-WC, t = 4 cm

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pasangan batu dengan mortar dan adykan (untuk
Saluran drainase)

b) Pekerjaan Minor

Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air

Galian Biasa

Lapis Pondasi Agregat Kls. A

Beton K – 250 (untuk trotoar)

Marka Jalan

 Rusak Serdang dan Berat

Kontraktor segera melaksanakan Field Engineering atau


Rekayasa Lapangan untuk mendapatkan volume pekerjaan
yang sebenarnya mengingat badan jalan yang ada
kerusakannya semakin lama semakin parah akibat volume
lalulintas kendaraan, beban kendaraan berat dan akibat curah
hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Bangka sehingga
saluran-saluran drainase tidak berfungsi dengan baik.
Sedangkan volume yang ada dalam Rencana Anggaran Biaya
(RAB) adalah volume hasil perencanaan sebelumnya sehingga
pasti terdapat perubahan volume sesuai dengan kondisi
lapangan dan Metode perkerasan jalan dilapangan digunakan
flexible Pavement (perkerasan Lentur/menggunakan aspal)
atau menggunakan konstruksi perkerasan Rigid Pavement
(Perkerasan Jalkan Beton).

Sedangkan dari jenis perkerasan yang perlu dilaksanakan


dalam menangani kerusakan ringan pada jalan tersebut
diperlukan pekerjaan yang melipuiti :

c) Pekerjaan Mayor

Lapisan Perekat

Laston Lapis AC-WC, t = 4 cm

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Pekerjaan Perkerasan jalan Beton dengan Baja Tulangan
(diperlukan apabila kondisi tanah yang lembek sekali)

Pasangan batu dengan mortar dan adukan (untuk


saluran drainase)

d) Pekerjaan Minor

Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air

Galian Biasa

Timbunan biasa

Penyiapan Badan Jalan

Lapis Pondasi Agregat Kls. A

Lapis Pondasi Agregat Kls. B

Lapis Resap Ikat

Beton K – 250

Marka Jalan

E.11 KONTRIBUSI TENAGA AHLI PADA KEGIATAN DAN PELAPORAN

E.11.1. Masa Konstruksi

A. Penyusunan Laporan Bulanan

Untuk keperluan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan


pekerjaan di lapangan dibuat buku harian, Mingguan dan Bulanan.
Segala peristiwa dan kejadian yang penting dilapangan direkam
dalam laporan tersebut untuk dipergunakan sebagai pegangan
dalam pengambilan keputusan dan tidak turun tangan.

Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari PPK antara


lain adalah sebagai berikut :

Laporan Bulanan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Laporan Bulanan berisikan kemajuan fisik kumulatif bulanan dari
kompilasi laporan mingguan dan hal-hal serta kejadian-kejadian
penting yang timbul dalam

bulan bersangkutan yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar


dalam perhitungan pembuatan berita acara statement untuk
tagihan pembayaran bulanan atau termin. Buku Laporan Bulanan
berisikan :

- Item laporan Mingguan


- Laporan Fisik Secara Kumulatif
- Dokumentasi Kegiatan Setiap Item Pekerjaan

B. Pembayaran prestasi Pekerjaan

Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh


Kontraktor. Pada umumnya dilakukan dengan dua cara :

a. Pembayaran dengan system sertifikat bulanan atau Montly


certificate.

b. Pembayaran dengan system Termyn, yakni pembayaran setelah


hasil.

Pekerjaan fisik Kontraktor mencapai kemajuan pada suatu nilai


prosentase tertentu.

Adapun untuk pekerjaan yang ada mengambil/menganut System


Termyn. Untuk pembayaran system termyn diatur sebagai berikut :

o Setelah prestasi pekerjaan telah mencapai nilai prosentase


tertentu dengan yang telah disyaratkan dalam Dokumen Kontrak.
Kontraktor diperbolehkan untuk mengajukan tagihan pembayaran
secara tertulis kepada PPK dan Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)/KPA disertai dengan lampiran daftar rincian masing-masing
volume pekerjaan yang telah diselesaikan beserta harga satuan
dan jumlahnya.
o Atas permintaan PPK, Direksi Teknik akan melaksanakan
penelitian dan pengecekan lapangan (field check) atas kebenaran

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
laporan hasil pekerjaan yang telah hasilnya dituangkan ke dalam
Berita Acara Kemajuan Fisik dan Berita Acara Pembayaran yang
ditandatangani oleh Kontraktor, Direksi dan PPK.
o Memeriksa progress fisik dan data pendukung termasuk kuantitas
dan jumlah harga yang selesai dilaksanakan dan telah disetujui
direksi dalam bulan bersangkutan
o Menandatangai progress fisik sebagai tanda sudah selesai
diperiksa.

C. Perubahan Pekerjaan, Pekerjaan Tambah dan Percepatan


Waktu

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/KPA mempunyai kewenangan,


sesuai dengan kontrak untuk melaksanakan perubahan pekerjaan
dilapangan antara lain :

o Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum


didalam kontrak
o Menghapus atau bahkan mengadakan jenis pekerjaan baru
o Mengubah spesifikasi pekerjaan dengan kebutuhan lapangan
o Mengubah ketinggian, kedudukan dan ukuran dari bagia-bagian
pekerjaan. Melaksanakan pekerjaan tambahan yang diperlukan
untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

Untuk menghindari terjadinya perbedaan pendapat dikelak


kemudian hari antara Kontrktor dan Proyek mengenai hal tersebut
diatas, maka segala perintah perubahan, agar :

o Dibuat secara tertulis dan ditandatangani ketiga pihak.


o Usulan atas perubahan pekerjaan dan PPK atau Kontraktor yang
akan ditandatangai dengan negosiasi atas dasar kewajaran
harga pada saat itu.
o Segala perubahan harus dituangkan dalam addendum kontrak.

Pekerjaan mengenai pekerjaan tambah adalah sebagai berikut :

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
1. Pekerjaan Tambah adalah suatu pekerjaan yang terjadi sebagai
akibat kondisi lapangan yang tidak data dielakan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. Sedangkan
pekerjaan Kurang adalah berkurangnya volume pekerjaan yang
karena alas an tertentu dipasan tidak perlu tidak dapat
dilaksanakan walaupun sudah tercantum didalam kontrak.

Pengertian Tambah/kurang dibedakan dalam 2 jenis, yaitu :

a. Pekerjaan tambah/kurang yang berupa kenaikan atau turunya


volume pada item tertentu yang sudah ada kesepakatan
harga satuannya didalam kontrak.

b. Pekerjaan tambah/kurang akibat variation order tau Change


order yang belum ada kesepakatan harga satuanya didalam
kontrak.

2. Pekerjaan tambah/kurang akibat kenaikan atau penurunan


volume dapat diajukan untuk penetapan harga tanpa melalui
proses ijin prinsip terlebih dahulu. Pengajuan dilakukan secara
bertahap tanpa menunggu seluruh perhitugan volume pekerjaan.

a. Dalam keadaan mendesak PPK dapat memberikan printah


perubahan secara tertulis dan Kontraktor harus memenuhi
perintah tersebut. Namun demikian selambat-lambatnya 3
(tiga) hari semua perintah lisan tersebut harus ditindaklanjuti
dengan perintah tertulis

b. Dalam halmelampaui kontrak pekerjaan tambah/kurang agar


segera diajuka untuk mendapatkan persetujuan penetapan
harga sesuai kebutuhan dan ditindaklanjuti dengan
addendum. Perubahan addendum dapat dilakukan beberapa
kali tanpa harus menunggu sampa proyek mendekati selesai.

D. Rapat Pembuktian ( Show Cause Meeting)

Dalam rangka pembnaan terhadap industry jasa konstruksi apabila


PPK menghadapi Kontraktor dengan kondisi kritis, sebelum

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
menentukan tindak lajut perlu dilakukan prembuktian dengan
memberikan uji coba terhadap Kontraktor yang lazim disebut Show
Cause Meeting (SCCM) atau Rapat Pembuktian.

Untuk tahap awal kespakatan penyelenggaraan Show Cause


Meeting cukup dilakukan pada lingkungan proyek dengan test uji
coba kemampuan Kontraktor dengan mengadakan pertemuan
lengkap semua usur terkait antara PPK, Direksi Teknis dan
Kontraktor untuk membahas dan menyepakati bersama nilai
kemajuan progress fisik dan periode waktu yang diperlukan dan
dituanggkan dalam berita acara Show Cause Meeting dan ditanda
tangani bersama.

Adapun sampai degan batas waktu yang telah disepakati ternyata


Kontraktor masih gagal, maka perlu diselenggarakan penemuan
lanjutan Show Cause Meeting tingkat Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)/KPA.

Apabila sampai batas waktu yang elah disepakati ternyata


Kontraktor masih gagal, maka dilanjutkan pada tingkat Kepala Dinas
sebagai Pengguna Anggaran.

Pada pertemuan Show Cause Meeting tingkat Kepala Dinas, Pejabat


Pembuat Komitmen (PPK)/KPA, Direksi Teknis dan Kontraktor
membahas dan mengevaluasi

segala permasalahan yang menjadi penyebab keterlambata


pekerjaan dilapangan. Pada kesempatan ini Kontraktor masih
diberikan kesempatan untuk menunjukan kemempuan kerjanya
melalui test case dengan menyepakati nilai kemajuan progress fisik
tertentu pada periode waktu tertentu dan kesepakatan ini
dituangkan dalam Berita Acara Show Cause Meeting.

Apabila sampai Show Cause Meeting ditingkat gagal untuk


menunjukan kemampuan kerjaya dalam uji coba tersebut, maka
langkah pengamanan dan penyelamatan proyek yang dapat

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
diusulkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen/Kuasa Pengguna
Anggaran adalah Pemutusan Kontrak.

Mengevaluasi sebab-sebab timbulnya keterlambatan ditinjau dari


semua aspek :

- Manajemen (termasuk aspek financial)


- Pelaksanaan
- Teknis
- Admnistratif
- Logistik/mobilisasi

Memberikan usul/saran jalan keluar khususnya terhadap aspek yang


menyebabkan keterlambatan.

Memberikan tentang alternative penyelesaian yang terbaik dalam


bentuk Laporan Kajiam Alternatif Penyelesaian.

E. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan (Extention Of Time)

Pada prinsipnya waktu yang disepakati dalam surat


perjanjian/Kontrak adalah tetap, namun demikian apabila
dalampelaksanaan pekerjaan tersebut adalah ada hal yang
layakutnuk biberikan perpanjangan waktu, maka PPK segera
menetapkan jumlah hari yang telah disetujui tersebut.

Penetapan perpanjangan waktu tersebut tidak boleh menunggu


sampai PHO/serah terima sementara.

Adapun yang dimaksud dengan hal-hal yang layak untuk


perpanjangan waktu, meskipun tidak mengakibatkan perpanjangan
waktu total adalah sebagai berikut:

- Pekerjaan Tambah
- Perubahan Desain
- Bencana Alam
- Kesulitann Material
- Force Majeur
- Cuaca yang sangat buruk (hujan).

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
Keterlambatan pelaksanaan karena cuaca/hujan tidak dibenarkan
sebagai alas an untuk perpanjangan waktu kotrak, kecuali hujan
yag sangat tinggi pada waktu pelaksanaan kontrak bukan pada
tahun sebelumnya.

Konsultan pengawas wajib memberikan rekomendasi kepada


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/KPA, tentang perpanjangan waktu
yang layak diberikan dalam bentuk Teknical Justificatio.

F. Denda (Liquidated Damage)

Denda adalah salah satu sanksi yang dikenakan kepada pihak


Kontraktor karena keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan
pekerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal waktu yang telah
disepakati dalam kontrak.

Ketentuan besarnya danda tergantung kepada klausal yang


tercantum didalam syarat-syarat umum kontrak. Untuk
menyegarkan kembali ingatan PPK, bahwa besarnya pengenaan
denda bias bervariasi tergantung kepada rujukan yang dipakai,
apabila :

- Berdasarkan ketentuan dalam Keppres 16/94, besarnya denda


adalah 1% dari per-hari tanpa batas maksimal.
- Besarnya denda etinggi-tingginya 5% dari nilai kontrak.
- Berdasarkan ketentuan ADB/IBDR (guide lines) 0,5% dari nilai
kontrak dengan waktu keterlambatan 25% dari total waktu
konstruksi.

G. Serah Terima Pekerjaan

Menjelang penyelesaian seluruh pekerjaan menurut kontrak dapat


mengajukan permintaan secara tertulis kepada Direksi untuk
melaksanakan penyerahan pertama pekerjaan (Provisional Hand
Over) dengan menyebut/menunmjuk wakil dari Kontraktor untuk
keperluan tersebut. Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah menerima
surat ersebut. Direksi memberitahukan secara tertulis kepada
kotraktor mengenai jadwal waktu rencana pemeriksaan pekerjaan

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan
oleh staf proyek/bagian prroyek atau panitia yang ditunjuk oleh
direksi.

Staf proyek atau panitia PHO yang ditunjuk oleh PPK selaku
penanggung jawab kegiatan mempunyai tugas, antara lain :

- Melakukan penilaian teknis hasil pekerjaan yang telah


diselesaikan oleh Kontraktor yang akan diserah terimakan
kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/KPA.
- Ruang lingkup serah terima pekerjaan
- Penyerahan pertama pekerjaan atau penyerahan pekerjaan
sementara (PHO), masa pemeliharaan (warranty Period),
Penyerahan pekerjaan kedua atau peyerahan pekerjaan akhir
(FHO).

Supervisi Pembangunan Jalan Sungai Awan Kanan - Kawasan Industri Kec. Muara
Pawan