Anda di halaman 1dari 5

Nama : Imam Solihin Al-Abbas

NIM : F1A016063
Kelas : SNT-43
Tugas : Resume
Judul : Keanekaragaman Hayati di Indonesia

KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA

A. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati di bagi menjadi 3 tingkat yaitu:


1. Keanekaragaman Gen
Keanekaragaman gen menyebabkan variasi antar individu sejenis. Contoh
keanekaragaman gen adalah keanekaragaman pada tanaman jeruk. Tanaman jeruk ada
beberapa macam, misalnya jeruk lemon, jeruk pontianak, jeruk nipis, jeruk bali, dan
lainnya.

2. Keanekaragaman Jenis
Keanekaragaman jenis berkaitan dengan keragaman organisme antar jenis dalam
satu marga. Contoh keanekaragaman jenis adalah macan tutul dan harimau yang keduanya
termasuk dalam marga Panthera.

3. Keanekaragaman Ekosistem
Ekosistem adalah interaksi antara komponen biotik dan abiotik di lingkungannya.
Keragaman interaksi komponen penyusun ekosistem akan membentuk keanekaragaman
ekosistem. Contoh keanekaragaman ekosistem adalah ekosistem hutan hujan tropis,
ekosistem padang rumput, dan ekosistem pantai.

B. Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati

(biodiversitas) terbesar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah karena Indonesia merupakan
negara kepulauan terbesar di dunia, diapit dua benua, diapit dua samudera, dan memiliki garis

pantai yang panjang. Beberapa pulau di Indonesia bahkan memiliki spesies endemik (hanya

ada di pulau tertentu) seperti komodo. Indonesia juga terletak pada pertemuan rangkaian

pegunungan sehingga memiliki banyak gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi

sangat subur.

Keanekaragaman hayati di Indonesia berdasarkan karakteristik wilayahnya: Secara

geografis, wilayah Indonesia terletak pada pertemuan rangkaian pegunungan sirkum pasifik

dan sirkum mediterania yang memiliki banyak gunung berapi sehingga tanahnya sangat subur.

Lingkungan abiotik yang bervariasi menyebabkan di Indonesia terdapat hewan dan tumbuhan

yang bervariasi.

Keanekaragaman hayati di Indonesia berdasarkan penyebarannya: spesies-spesies

melakukan persebaran ke berbagai daerah dan melakukan adaptasi sehingga terjadi

pembentukan spesies baru yang sesuai dengan karakteristik lingkungan yang ditempatinya.

Hal tersebut mengakibatkan terjadinya keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia.

Persebaran fauna di Indonesia: oriental (Indonesia bagian barat), Zona peralihan

(oriental-australian), zona Australian (Indonesia bagian timur).

1. Penyebaran Keanekaragaman Flora di Indonesia

Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia meliputi pohon-pohon hutan dengan

ketinggian berkisar antara 5 meter sampai lebih dari 30 meter, semak, tumbuhan pemanjat

(liana) yang biasa terdapat di pinggir hutan, dan epifit. Keanekaragaman flora di kawasan

Indonesia barat dan kawasan Indonesia timur juga berbeda. Berikut adalah tabel perbedaan

keanekaragaman flora di kawasan Indonesia barat dan kawasan Indonesia timur.


Indonesia
No. Dilihat dari Indonesia barat
timur
Pohon Sangat banyak
Sedikit
1. meranti- (sekitar 350
(25 jenis)
merantian jenis)
2. Rotan Ada Tidak ada
Hutan kayu
3. Tidak ada Ada
putih
Matoa
4. Sedikit Banyak
(Pometia sp.)

5. Sagu Sedikit Banyak


Nangka
6. (Artocarpus Ada Tidak ada
sp.)

Indonesia termasuk kawasan Malesiana yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina,
hingga Papua Nugini. Berikut adalah penyebaran flora di kawasan Malesiana (Indonesia).

a. Daerah hutan hujan tropis adalah hutan yang ada di kawasan khatulistiwa. Semua
pulau besar di Indonesia memiliki hutan hujan tropis. Ciri-ciri hutan hujan tropis adalah
kondisi lembab dan memiliki pohon yang banyak, besar, dan heterogen (bermacam-
macam jenis). Contoh pohon yang ada di hutan hujan tropis adalah kemenyan, rotan,
kamper, damar, eboni, dan meranti.
b. Daerah hutan musim adalah hutan musiman yang daunnya dapat gugur pada musim
kemarau dan kembali hijau saat musim hujan. Ciri-ciri hutan musim adalah homogen
(hanya terdiri dari satu jenis). Contoh hutan musim adalah pohon cemara dan jati.
c. Daerah sabana adalah daerah pada rumput yang terdapat semak-semak dan pohon
rendah. Sabana biasa ditemukan di daerah yang sering terkena musim kemarau seperti
Dataran Tinggi Gayo di Aceh dan Madura.
d. Daerah stepa adalah daerah yang hanya terdapat padang rumput. Stepa biasa terdapat
di kawasan yang mengalami kemarau panjang dan sangat kering seperti di NTB bagian
timur dan NTT. Stepa cocok digunakan sebagai tempat beternak hewan herbivora.
2. Penyebaran Keanekaragaman Fauna di Indonesia
Keanekaragaman hewan di Indonesia meliputi hewan asiatis, australis, dan
peralihan. Terdapat dua garis khayal yang membagi persebaran keanekaragaman fauna di
Indonesia yaitu garis Wallace (Kalimantan-Sulawesi, Bali-Lombok) dan garis Weber
(Sulawesi-Maluku, NTT-Maluku). Garis tersebut membagi Indonesia menjadi tiga zona
yaitu zona oriental (Indonesia barat), zona australasia (Indonesia timur), dan zona peralihan
(Indonesia tengah).

a. Zona oriental adalah zona yang ditempati oleh fauna tipe asiatis. Hewan yang berada
pada zona ini memiliki kemiripan dengan hewan dari benua Asia. Zona ini berada di
pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan sekitarnya. Ciri-ciri fauna tipe asiatis
adalah berukuran besar, kebanyakan menyusui, dan terdapat ikan air tawar. Contoh
hewan tipe asiatis adalah orangutan, gajah, babi hutan, burung merak, dan badak
bercula satu.
b. Zona australasia adalah zona yang ditempati oleh fauna tipe australis. Hewan yang
berada pada zona ini memiliki kemiripan dengan hewan dari benua Australia. Zona ini
berada di kepulauan Maluku dan Papua. Ciri-ciri fauna tipe australis adalah berukuran
kecil, terdapat mamalia berkantung, tidak ada kera, dan banyak terdapat burung
berwarna-warni. Contoh hewan tipe australis adalah kangguru pohon, burung kakatua,
burung cendrawasih, landak, walabi, dan burung pelikan.
c. Zona peralihan adalah zona yang ditempati oleh fauna tipe peralihan. Hewan yang
berada pada zona ini memiliki kemiripan dengan hewan dari benua Asia dan Australia.
Zona ini berada di pulau Sulawesi, NTB, dan NTT. Ada juga hewan endemik di zona
ini. Contoh hewan tipe peralihan adalah beruang, anoa, komodo, babirusa, dan kuda.

C. Hewan dan Tumbuhan Endemik Indonesia

1. Hewan dan tumbuhan endemik Indonesia artinya hewan dan tumbuhan yang hanya ada di
indonesia, tidak ada di negara lain.
a. Contoh hewan endemik: harimau jawa (Panthera tigris sondaicus), jalak bali putih
(Leucopsar rothchildi) di bali, badak bercula satu di ujung kulon (Rhinoceros
sondaicus),
b. Binturong (Arctictis binturong), monyet Presby t i s , tarsius (Tarsius bancanus) di
sulawesi utara, kukang, maleo di sulawesi, Komodo (Varanus komodoensls) di Pulau
Komodo dan sekitarnya.
2. Tumbuhan endemik, misal:
a. Raflesia arnoldii di sumatra barat, bengkulu, dan aceh;
b. Raflesia borneensis di kalimantan,
c. Raflesia ciliata di kalimantan timur
d. Raflesia horsfildll di Java.
e. Raflesia rochussenii di jawa barat
f. Raflesia contleti di sumatra bagian timur.

D. Flora dan Fauna Langka di Indonesia

1. Tumbuhan langka Indonesia. misalnya, kluwak, bedali, bungur, mundu, sawo kecik,
gandaria, putat, kepuh, nangka celeng, winong, bayur, matoa dan sukun bcrbiji (Artocarpus
communis)
2. Hewan langka di Indonesia, misalnya, babirusa, harimau sumatra, harimau jawa, macan
kumbang, orangutan, tapir, gajah asia, bekantan, komodo, cendrawasih, kanguru,
maleo,buaya muara, rangkong, buaya irian, kasuari, penyu hijau, penyu tempayan, sanca
hijau, sanca bodo, dan bunglon sisir.

E. Konservasi (Perlindungan) Keanekaragaman Hayati

1. Pelestarian keanekaragarnan hayati di Indonesia dilakukan secara in situmaupun ex situ


2. Pelestarian in situ adalah upaya pelestarian alam langsung yang dilakukan di habitat
aslinya. Contoh: taman nasional ujung kulon, taman nasional komodo, cagar alam.
3. Pelestarian ex situ adalah upaya pelestarian alam yang dilakukan bukan di habitat aslinya,
tapi dipindahkan ke tempat yang khusus dibuat untuk flora dan fauna yang akan
dilestarikan. Contoh: kebun botani: kebun raya bogor, kebun raya bedugul, kebun raya
cibodas; kebun binatang: kebun binatang ragunan, kebun binatang gembira loka, dan kebun
binatang surabaya.