Anda di halaman 1dari 13

PENGELOLAAN SURAT KELUAR

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
096/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Surat keluar adalah setiap dokumen baik dalam bentuk surat atau
faxcimile atau e-mail berupa penyampaian berita secara tertulis yang
berisi pemberitahuan, pertanyaan, permintaan jawaban atau saran dan
sebagainya yang ditujukan kepada pihak luar maupun internal RS Mata
Undaan.
Tujuan 1. Tercapainya kemudahan dalam pengendalian komunikasi tulis;
2. Tercapainya penyelenggaraan tata naskah di Lingkungan Rumah
Sakit Mata Undaan yang efisien dan efektif;
3. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur RS Mata Undaan Nomor 001/PER/DIR/I/ 2016
Tanggal : 02 Januari 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Regulasi
di Lingkungan RS Mata Undaan.
Prosedur 1. Buat konsep surat sesuai dengan tata naskah yang ditetapkan.
2. Minta nomor surat ke sub bagian Tata Usaha.
3. Serahkan surat yang telah dibuat ke sub bagian Tata Usaha untuk
diperiksa.
4. Minta tanda tangan pengesahan ke Direksi atau Kepala Instalasi/
Bagian/ Sub Bagian/ Unit Kerja.
5. Berikan cap stempel pada bagian tanda tangan pengesahan.
6. Gandakan/ Fotocopy surat untuk arsip di sub bagian Tata Usaha.
7. Catat surat di inventaris dokumen.
8. Apabila ada tembusan, gandakan dan distribusikan kepada bagian
yang terkait.
9. Kirim surat dengan dimasukkan ke amplop dan berikan alamat
tujuan menggunakan jasa kurir/ langsung diantar.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PENGELOLAAN SURAT MASUK

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
097/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Surat masuk adalah setiap dokumen baik dalam bentuk surat atau
faxcimile atau e-mail berupa penyampaian berita secara tertulis yang
berisi pemberitahuan, pertanyaan, permintaan jawaban atau saran dan
sebagainya yang ditujukan kepada RS Mata Undaan dari pihak luar.
Tujuan 1. Tercapainya kemudahan dalam pengendalian komunikasi tulis;
2. Tercapainya penyelenggaraan tata naskah di Lingkungan Rumah
Sakit Mata Undaan yang efisien dan efektif;
3. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur RS Mata Undaan Nomor 001/PER/DIR/I/ 2016
Tanggal : 02 Januari 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Regulasi di
Lingkungan RS Mata Undaan.
Prosedur 1. Cek surat masuk yang diterima (segel kemasan dan alamat yang
dituju)
2. Berikan tanda terima kepada pengirim surat yang dicatat di buku
ekspedisi dengan membubuhkan paraf.
3. Sortir dan klasifikasikan surat untuk disampaikan kepada pejabat
yang berwenang.
4. Lampirkan Lembar Disposisi di setiap surat masuk.
5. Serahkan surat tersebut ke Direksi/ Pejabat yang berwenang untuk
diberikan jawaban/ pertimbangan/ masukan.
6. Pelajari isi disposisi untuk disampaikan ke bagian/instalasi/ unit yang
terkait.
7. Gandakan dan distribusikan surat kepada bagian/instalasi/ unit yang
terkait.
8. Catat surat masuk di inventaris dokumen.
9. Arsipkan surat masuk.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PENGARSIPAN DOKUMEN

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
098/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Pengarsipan dokumen adalah setiap dokumen baik dalam bentuk surat,
peraturan direktur, keputusan direktur, ijin, perjanjian kerjasama maupun
dokumen penting lainnya diinventarisasi dan disimpan di sub bagian
Tata Usaha.
Tujuan 1. Tercapainya kemudahan dalam pengendalian komunikasi tulis;
2. Tercapainya penyelenggaraan tata naskah di Lingkungan Rumah
Sakit Mata Undaan yang efisien dan efektif;
3. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur RS Mata Undaan Nomor 001/PER/DIR/I/ 2016
Tanggal : 02 Januari 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Regulasi di
Lingkungan RS Mata Undaan.
Prosedur 1. Catat setiap dokumen di inventaris dokumen sesuai jenis dokumen.
2. Urut dokumen sesuai dengan tanggal dibuat/ ditetapkan/ dikeluarkan.
3. Berikan kode bukti setiap dokumen yang dicatat.
4. Arsipkan dokumen ke dalam display book/ odner (dokumen file)
sesuai dengan kode bukti yang telah dibuat.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PEMELIHARAAN KENDARAAN DINAS

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
099/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Pemeliharaan Kendaraan Dinas adalah usaha yang dilakukan dengan
cara mengontrol, mengecek dan memelihara semua kendaraan dinas
yang menjadi milik RS Mata Undaan. Pemeliharaan dibedakan menjadi
2, yaitu :
a. Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan secara rutin dan berkala
terhadap kendaraan dinas sesuai dengan jenis dan kondisi kendaraan.
b. Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan terhadap kendaraan dinas
yang mengalami kerusakan dan menuntut segera perbaikan demi
kelancaran proses kerja.
Tujuan 1. Memberikan panduan bagi sopir untuk mengetahui dan
melaksanakan tugas terkait dengan pemeliharaan kendaraan dinas.
2. Memberikan panduan bagi pejabat yang berwenang untuk
memberikan ijin pemeliharaan kendaraan dinas.
Kebijakan Kendaraan Dinas Rumah Sakit harus dipelihara secara rutin dan berkala
untuk menunjang operasional pelayanan di lingkungan rumah sakit.
Prosedur 1. Lakukan pembersihan kendaraan dinas setiap hari.
2. Lakukan pencucian kendaraan dinas setiap 1-2 minggu sekali.
3. Lakukan pengecekan/ pemeliharaan rutin terhadap oli, air radiator,
air accu, rem, ban, maupun sparepart lainnya setiap hari Senin.
4. Lakukan pengisian bahan bakar dengan biaya ditanggung oleh
Rumah Sakit sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.
5. Lakukan Service rutin disesuaikan dengan Buku Petunjuk Service
kendaraan.
a. Setiap jarak tempuh 10.000 km, lakukan penggantian oli mesin.
b. Setiap 3 bulan sekali/ setiap 30.000 km, lakukan penggantian
minyak rem.
c. Setiap jarak tempuh 200.000 km, lakukan Service mesin total.
6. Apabila kendaraan dinas memerlukan pemeliharaan berat, Lapor ke
sub bagian Tata Usaha untuk perbaikan.
7. Tugaskan sopir untuk membawa kendaraan dinas ke bengkel yang
sesuai untuk perbaikan.
Instalasi Terkait 1. Sub Bagian Tata Usaha
PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
100/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Kendaraan Dinas adalah semua jenis kendaraan yang menjadi milik RS
Mata Undaan dan dipergunakan untuk menunjang operasional, yang
dapat digunakan oleh Direksi, Pejabat RS, Staff Medis, karyawan/ staff
di instalasi/ bagian/ sub bagian/ unit kerja yang membutuhkan.
Tujuan 1. Memberikan prosedur bagi pejabat/ staff yang menggunakan
kendaraan dinas.
2. Memberikan panduan bagi sopir untuk mengetahui dan
melaksanakan tugas terkait dengan peminjaman kendaraan dinas.
3. Memberikan panduan bagi pejabat yang berwenang untuk
memberikan ijin peminjaman kendaraan dinas.
Kebijakan Kendaraan Dinas digunakan untuk keperluan direktur, pejabat/ staff
yang memerlukan untuk operasional pelayanan rumah sakit.
Prosedur 1. Isi form peminjaman kendaraan dinas yang tersedia di sub bagian
Tata Usaha kecuali Direktur.
2. Cek kelayakan dan jadwal penggunaan kendaraan dinas.
3. Konfirmasi kepada sopir untuk membawa dan menggunakan
kendaraan dinas.
4. Catat peminajaman dan penggunaan kendaraan dinas di buku jurnal
harian kendaraan dinas, yang diverifikasi setiap hari Sabtu oleh
Kasubag Tata Usaha.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Kepala Bagian/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
3. Karyawan/ staff di Bagian/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PENGGUNAAN KENDARAAN AMBULANCE

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
101/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Penggunaan kendaraan ambulance adalah prosedur operasional untuk
penggunaan dan pemeliharaan ambulance dalam rangka menunjang
operasional pelayanan pasien di RS Mata Undaan.
Tujuan 1. Terselenggaranya pelayanan untuk pasien yang membutuhkan secara
tepat, cepat dan profesional.
2. Kendaraan ambulance selalu siap sedia untuk digunakan.
3. Memberikan panduan bagi sopir untuk mengetahui dan
melaksanakan tugas terkait dengan peminjaman kendaraan dinas.
Kebijakan 1. Kendaraan ambulance dapat digunakan dalam waktu 24 jam.
2. Penggunaan Ambulance bagi keperluan pasien yang dirawat di RS
Mata Undaan tidak dikenakan biaya.
3. Penggunaan ambulance dalam hal disewa/ dipinjam oleh pihak luar
dikenakan biaya sesuai kebijakan yang ditetapkan.
Prosedur 1. Hubungi sopir apabila pelayanan memerlukan penggunaan
ambulance.
2. Apabila sopir tidak ada ditempat, konfirmasi segera ke sub bagian
Tata Usaha untuk menghubungi sopir ambulance.
3. Isi form penggunaan kendaraan ambulance yang tersedia di sub
bagian Tata Usaha.
4. Catat penggunaan kendaraan ambulance di buku jurnal harian
ambulance, yang diverifikasi setiap hari Sabtu oleh Kasubag Tata
Usaha.
5. Lajukan kendaraan ambulance maksimum 40 km/jam di jalan
biasa dan 80 km/jam di jalan bebas hambatan/ tol.
6. Gunakan lampu sirine dan rotator dalam keadaan darurat.
7. Taati peraturan lalu lintas yang ada.
Instalasi Terkait 1. Instalasi Gawat Darurat
2. Instalasi rawat inap
3. Instalasi rawat jalan
4. Instalasi kamar operasi
5. Instalasi penunjang medis
6. Instalasi LASIK
7. Sub bagian Tata Usaha
PENERBITAN NASKAH

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
102/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Penerbitan naskah adalah penerbitan/ pembuatan semua informasi
tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang dikeluarkan oleh pejabat
yang berwenang dan dikelola di sub bagian Tata Usaha.
Tujuan 1. Menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang berhasil guna dan
berdaya guna dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi di
Lingkungan Rumah Sakit Mata Undaan.
2. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur RS Mata Undaan Nomor 001/PER/DIR/I/ 2016
Tanggal : 02 Januari 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Regulasi di
Lingkungan RS Mata Undaan.
Prosedur 1. Buat konsep naskah sesuai dengan tata naskah yang ditetapkan.
2. Minta nomor naskah ke sub bagian Tata Usaha.
3. Serahkan naskah yang telah dibuat ke sub bagian Tata Usaha untuk
diperiksa.
4. Minta tanda tangan pengesahan ke Direksi atau Kepala Instalasi/
Bagian/ Sub Bagian/ Unit Kerja.
5. Berikan cap stempel pada bagian tanda tangan pengesahan.
6. Gandakan/ Fotocopy naskah untuk arsip di sub bagian Tata Usaha.
7. Catat naskah di inventaris dokumen.
8. Apabila ada tembusan, gandakan dan distribusikan kepada bagian
yang terkait.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PEMUSNAHAN DOKUMEN

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
103/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Pemusnahan Dokumen adalah suatu kegiatan mengurangi/ menyusutkan
arsip yang sudah inaktif dari tempat penyimpanan (gudang arsip) dan
memusnahkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang
berlaku.
Tujuan 1. Pengurangan arsip yang sudah inaktif sesuai ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.
2. Agar gudang arsip dapat digunakan lebih efektif dan efesien.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Nomor :
001/PER/DIR/RSMU/I/2016 Tanggal : 2 Januari 2016 Tentang
Pedoman Penyusunan Regulasi.
Prosedur 1. Identifikasi dokumen yang inaktif dan tidak berlaku oleh Tim PMKP
yang dilakukan sesuai persetujuan Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub
Bagian/ Unit Kerja.
2. Usulkan pemusnahan dokumen yang inaktif dan tidak berlaku
kepada Direktur.
3. Bentuk Tim Pemusnah Dokumen yang terdiri dari Wakil Direktur
Umum dan Keuangan, Tim PMKP, Kasubag Tata Usaha dan Kepala
Unit Kerja lain yang bersangkutan.
4. Kumpulkan dokumen yang akan dimusnahkan.
5. Inventaris dokumen yang akan dimusnahkan pada “Daftar Dokumen
yang Dimusnahkan”..
6. Lakukan pemusnahan dokumen dapat dilakukan dengan cara :
a. Dibakar
b. Dicacah
c. Dijadikan bubur kertas
d. Dimusnahkan oleh Pihak Ketiga dengan disaksikan oleh Tim
Pemusnah
7. Buat Berita Acara Pemusnahan dan Lampirkan Daftar Dokumen
yang dimusnahkan yang ditandatangani oleh Tim Pemusnah dan
diketahui Direktur.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Tim PMKP
3. Kepala sub bagian Tata Usaha
4. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN DOKUMEN

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : - Halaman : 1/1
114/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Penggandaan dan Pendistribusian Dokumen adalah suatu kegiatan
menyebarkan/ mengcopy dokumen asli ke Bidang/ Instalasi/ Sub
Bagian/ Unit Kerja.
Tujuan 1. Menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang berhasil guna dan
berdaya guna dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi di
Lingkungan Rumah Sakit Mata Undaan.
2. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Nomor :
001/PER/DIR/RSMU/I/2016 Tanggal : 2 Januari 2016 Tentang
Pedoman Penyusunan Regulasi.
Prosedur 1. Bubuhkan cap “ORIGINAL” pada cover/ Halaman depan dokumen
asli.
2. Beri cap “DOKUMEN TERKENDALI” berwarna biru pada setiap
cover/ halaman depan yang digandakan.
3. Isi Formulir Daftar Distribusi Dokumen.
4. Distribusikan dokumen ke Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
yang berkepentingan dengan persetujuan Direktur.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Tim PMKP
3. Kepala sub bagian Tata Usaha
4. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN STANDAR
PROSEDUR OPERASIONAL

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi : - Halaman : 1/1
115/SPO/TU/RSMU/I/2016

Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Penggandaan/ Pendistribusian Standar Prosedur Operasional adalah
suatu kegiatan menyebarkan/ mengcopy SPO asli ke Bidang/ Instalasi/
Sub Bagian/ Unit Kerja.
Tujuan 1. Menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang berhasil guna dan
berdaya guna dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi di
Lingkungan Rumah Sakit Mata Undaan.
2. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Nomor :
001/PER/DIR/RSMU/I/2016 Tanggal : 2 Januari 2016 Tentang
Pedoman Penyusunan Regulasi.
Prosedur 1. Bubuhkan cap “ORIGINAL” pada Standar Prosedur Operasional
asli.
2. Beri cap “COPY ORIGINAL” pada setiap Standar Prosedur
Operasional yang digandakan.
3. Isi Formulir Daftar Distribusi Dokumen.
4. Distribusikan Standar Prosedur Operasional ke Bidang/ Instalasi/
Sub Bagian/ Unit Kerja yang berkepentingan dengan persetujuan
Direktur.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Tim PMKP
3. Kepala sub bagian Tata Usaha
4. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PEMELIHARAAN DOKUMEN

Nomor Dokumen :
116/SPO/PMKP/RSMU/I/201 Nomor Revisi : - Halaman : 1/1
6
Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Pemeliharaan Dokumen adalah suatu kegiatan mengidentifikasi
kesesuaian semua dokumen yang digunakan.
Tujuan 1. Menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang berhasil guna dan
berdaya guna dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi di
Lingkungan Rumah Sakit Mata Undaan.
2. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Nomor :
001/PER/DIR/RSMU/I/2016 Tanggal : 2 Januari 2016 Tentang
Pedoman Penyusunan Regulasi.
Prosedur 1. Identifikasi kesesuaian dokumen yang digunakan.
2. Beri cap “ABSOLUTE” pada dokumen yang tidak sesuai dan atau
yang tidak berlaku.
3. Ganti dokumen yang sesuai dan distribusikan serta gandakan
dokumen.
4. Serahkan dokumen yang sudah tidak berlaku ke sub bagian Tata
Usaha untuk disimpan dan dimusnahkan.
Instalasi Terkait 1. Direksi
3. Tim PMKP
4. Kepala sub bagian Tata Usaha
5. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
PERUBAHAN DOKUMEN

Nomor Dokumen :
117/SPO/PMKP/RSMU/I/201 Nomor Revisi : - Halaman : 1/1
6
Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Perubahan Dokumen adalah suatu kegiatan mengidentifikasi dan
merubah/ mengganti isi dokumen yang diperkirakan ada penyimpangan/
masalah yang sudah tidak sesuai dengan kinerja.
Tujuan 1. Menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang berhasil guna dan
berdaya guna dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi di
Lingkungan Rumah Sakit Mata Undaan.
2. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Nomor :
001/PER/DIR/RSMU/I/2016 Tanggal : 2 Januari 2016 Tentang
Pedoman Penyusunan Regulasi.
Prosedur 1. Ajukan usulan perubahan dokumen dari unit kerja ke tim PMKP.
2. Isi Formulir Perubahan Dokumen.
3. Catat perubahan dalam “Catatan Perubahan Dokumen”. Apabila
perubahan bersifat redaksional tanpa mengubah substansi materi
tidak dilakukan nomor revisi.
4. Distribusikan dokumen yang telah di revisi ke unit terkait.
5. Isi Formulir Pengiriman dan Pengambilan Dokumen dan Formulir
Catatan Perubahan Dokumen.
6. Kembalikan dokumen yang diganti dan tidak berlaku ke sub bagian
Tata Usaha.
7. Beri cap “ABSOLUTE” pada dokumen lama yang telah ditarik untuk
dimusnahkan.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Tim PMKP
3. Kepala sub bagian Tata Usaha
4. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja
MONITORING DAN EVALUASI DOKUMEN

Nomor Dokumen :
118/SPO/PMKP/RSMU/I/201 Nomor Revisi : 001 Halaman : 1/1
6
Ditetapkan Direktur

Standar Prosedur Tanggal Terbit :


Operasional 2 Januari 2016

Dr. Bambang Samudera, M.Kes


Pengertian Monitoring dan Evaluasi Dokumen adalah suatu kegiatan memonitor,
menilai dan mengevaluasi dokumen yang digunakan/ berlaku untuk
dilihat kesesuaiannya.
Tujuan 1. Menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang berhasil guna dan
berdaya guna dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi di
Lingkungan Rumah Sakit Mata Undaan.
2. Agar dapat dicatat dan dimonitor serta diarsipkan secara sentralisasi.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Nomor :
001/PER/DIR/RSMU/I/2016 Tanggal : 2 Januari 2016 Tentang
Pedoman Penyusunan Regulasi.
Prosedur 1. Monitor dan evaluasi dokumen secara berkala 6 bulan 1 kali untuk
menjamin kontinuitas pelayanan.
2. Isi Formulir Catatan Monitoring Dokumen.
3. Laporkan hasil monitoring dan evaluasi kepada Direktur.
4. Simpan dan dokumentasikan hasil monitoring dan evaluasi di sub
bagian Tata Usaha.
Instalasi Terkait 1. Direksi
2. Tim PMKP
3. Kepala sub bagian Tata Usaha
4. Kepala Bidang/ Instalasi/ Sub Bagian/ Unit Kerja