Anda di halaman 1dari 9

Masalah Ketika Berbisnis Online

1. Awal yang cukup sulit

Ketika Anda memilih dan menguji sebuah ide untuk melihat


tingkat keberhasilannya di pasar nyata di luar sana, penting bagi Anda
untuk berpegang teguh pada ide ini, meski semua berjalan tidak sesuai
rencana. Butuh waktu bagi sebuah bisnis untuk tumbuh dan
menghasilkan keuntungan. Bahkan, kebanyakan perusahaan tidak
menghasilkan sepeserpun dari apa yang mereka investasikan hingga
akhir tahun pertama.

Banyak pemilik bisnis online berpengalaman mengatakan kalau


60 hari pertama menjadi periode yang paling sulit. Bila Anda bertahan
di periode ini, berarti Anda punya kesempatan memiliki bisnis yang
berhasil.

2. Menemukan niche yang tepat

Internet merupakan marketplace yang kompetitif, dimana hanya


beberapa ide bisa membuahkan keberhasilan jangka panjang.
Berkompetisi dengan raksasa internet seperti Amazon dan eBay pada
sektor tertentu atau memasuki pasar dimana pelanggan potensial
Anda masih lebih memilih mencoba item contoh membuat Anda perlu
mengidentifikasi niche yang tepat dan memposisikan produk dengan
baik. Sebuah retail aksesoris rambut online, misalnya, menargetkan
pasar spesifik dan memilih produk yang tidak biasa.

3. Keraguan diri

Apakah Anda terlahir untuk menjadi pengusaha? Bila Anda


tidak memiliki pemikiran spesifik tentang ini, rasa percaya diri akan
menurun dan semua menjadi sulit untuk Anda. Pengusaha sejati
berpikir sedikit berbeda dari orang yang tidak terlahir untuk dunia
bisnis ini. Mereka ibarat orang yang meracik minuman baru dari
bahan-bahan yang tersedia, bukan orang yang keluar dan membeli
kebutuhan untuk membuat minuman yang sempurna.

Pemikiran ini membuat mereka mengembangkan strategi relasi,


menjual sebelum membeli, dan hanya menanggung resiko yang bisa
mereka tanggung. Selain itu, mereka tidak menetapkan tujuan, tapi
mengikuti arus dan melakukan perubahan seiring waktu.

4. Ekspektasi yang tidak realistis

Pendiri perusahaan baru cenderung berpikir mereka bisa


melakukan tugas semua posisi di dalam perusahaannya. Pemasaran,
penjualan, dan sebagainya mereka tangani sendiri, dan mereka
melakukan kesalahan. Kebanyakan pengusaha muda memiliki
masalah ego yang besar yang menutupi visi dan penilaian mereka.
Mereka tidak menyadari kekurangan diri.

Selain itu, mereka cenderung memiliki ekspektasi yang tidak


realistis tentang kesuksesan perusahaan. Mereka menargetkan tujuan
yang hampir tidak bisa dicapai, dan mereka jatuh ketika tidak bisa
mencapainya.

Satu hal yang perlu diingat, Anda ingin mendapat lebih banyak
uang dan hasil yang lebih baik, Anda membutuhkan kerja keras dan
waktu untuk mencapainya.

Masalah waktu dan ekspektasi ini biasanya terjadi pada


perusahaan startup. Mereka punya keinginan untuk masuk pasar
secepat mungkin, membuktikan mereka layak, dan menghasilkan
keuntungan. Karena antusiasme macam ini, mereka biasanya gagal
mengalokasikan waktu untuk mengetahui secara spesifik apa yang
ingin mereka jual. Sangat penting untuk melihat Anda dan perusahaan
dari sudut pandang yang realistis. Fokuskan lebih pada apa yang
terjadi sekarang, daripada apa yang Anda rencanakan di masa
mendatang.

5. Keamanan
Ini jadi satu masalah terbesar pada daftar ini. Bila Anda akan
berurusan dengan data pelanggan dan pembayaran online, Anda lebih
baik pastikan kalau tiap bagian dari bisnis Anda aman 100 persen.
Bahkan perusahaan besar masih punya masalah dengan keamanan,
jadi bagaimana Anda bisa melindungi diri dari semua jenis kebocoran
data dan serangan hacker? Bila Anda ingin membuat pelanggan
merasa aman, Anda perlu menjaga website dengan server yang baik
dengan support pelanggan setiap saat. Baca artikel kami tentang
meningkatkan layanan pelanggan.

6. Kepercayaan

Meski membangun relasi jadi cara yang direkomendasikan


untuk mendapatkan kepercayaan dari pembeli, ini saja tidak akan
memecahkan masalah. Setelah pembeli menyadari kalau bisnis online
Anda bisa dipercaya tapi penjual individu Anda tidak, tingkat
kepercayaan akan menurun. Dan ini bisa berdampak pada tingkat
konversi pada platform Anda.

Solusi untuk masalah ini dengan memastikan pembeli terhindar


dari penipuan bentuk apapun. Sistem transparansi jadi sebuah
keharusan. Satu cara untuk mencapai ini adalah dengan meminta
pelanggan yang sudah pernah bekerjasama dengan Anda untuk
membuat ulasan tentang layanan bisnis Anda. Ketika pelanggan baru
melihat ulasan ini, mereka akan lebih tertarik untuk mencoba produk
Anda dibanding bila tidak ada ulasan dari pihak ketiga.

7. Presentasi produk

Pada bisnis ecommerce biasanya pemilik memiliki kontrol pada


cara produk dan detailnya dipresentasikan kepada pelanggan. Tak
jarang pemilik bisnis menggunakan jasa model dan fotografer
profesional untuk membantu menciptakan gambar promosi yang
diinginkan. Tapi di awal pembentukan marketplace, pemilik bisnis
hanya memiliki sedikit kontrol pada bagaimana produk
dipresentasikan. Masalahnya, banyak penjual yang masih dalam tahap
belajar.
Temukan sistem yang bisa memandu Anda melewati proses
penciptaan listing yang sukses, mengajarkan bagaimana menciptakan
fotografi yang baik, dan meniru fitur yang dibutuhkan. Ada juga
website yang menyediakan tool proses gambar untuk mengubah foto
produk amatir menjadi gambar produk yang berkualitas tinggi.

8. Layanan pelanggan

Toko ecommerce konvensional memiliki sistem manajemen


pelanggan terpusat yang mempermudah memenuhi kebutuhan
pelanggan. Tapi pada marketplace, pembeli yang tidak senang dengan
produk atau layanan dari seorang penjual biasanya akan mengarahkan
keluhan pada marketplace, bukan pada penjual. Masalah yang terus
terjadi ini sering kali meningkat menjadi masalah PR atau serangan
media sosial.

Solusinya ada pada penetapan ekspektasi yang tepat diantara


para pembeli. Marketplace tidak bisa bertahan bila dituntut bisa
melakukan tugas dari pemilihnya. Perusahaan seperti Alibaba dan
eBay bisa sukses karena mereka mampu mengkomunikasikan ke
pembeli kalau terjadi masalah layanan produk, yang bertanggung
jawab adalah pabrik atau penjual, bukan platformnya.

9. Kompetisi meningkat

Tak pernah mudah untuk memulai sebuah bisnis. Sudah hilang


masa dimana dibutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-
bulan untuk memulai bisnis. Sekarang bila Anda bisa membeli nama
domain dan mendaftarkan bisnis online Anda, berarti Anda sudah
memasuki bisnis ini.

Tapi bisa bertahan dalam sebuah bisnis jadi masalah yang cukup
rumit. Meski dulu saran dari para ahli bisnis memiliki harga mahal
dan membutuhkan banyak waktu, sekarang Anda bisa temukan ahli
secara online untuk menjawab banyak pertanyaan Anda. Ini
membantu Anda memulai sebuah toko online, misalnya, untuk
memperoleh kartu bisnis dan bahan pemasaran dengan harga yang
sangat terjangkau.
Kemudahan memulai bisnis ini menciptakan tingkat kompetisi
yang lebih besar. Anda akan menemukan bisnis berbeda berkompetisi
untuk tiap produk yang dijual dan bisnis baru yang fokus pada satu
item untuk menjadi yang terbaik dalam satu bidang. Peningkatan
kompetisi yang lebih terfokus akan membuat lebih sulit bagi bisnis
untuk mendapat pelanggan yang mau membeli produk mereka. Yang
terjadi adalah perang persepsi, fokus, dan pemasaran. Pemilik bisnis
yang menguasai elemen ini dan memberikan pengalaman pelanggan
yang baik akan memenangkan penjualan.

10. Marketing dan kesetiaan pelanggan

Seperti halnya peningkatan kompetisi, muncul juga masalah


dalam memasarkan produk ke pelanggan potensial secara efektif.
Telepon pintar, media sosial, email, Twitter, dan saluran komunikasi
lain mempermudah bisnis dan individu untuk mengirimkan pesan.
Mencari tahu saluran pemasaran yang tepat adalah kunci agar bisnis
bisa berhasil di masa mendatang.

Sangat sulit untuk memasarkan bisnis baru. Siapa pelanggan


saya? Dimana mereka biasa berkumpul? Apa yang mereka sukai?
Bagaimana saya mendekati mereka? Apa yang membuat bisnis saya
beda dari yang lain? Apa yang bisa saya tawarkan yang berbeda dari
bisnis lain di niche yang sama? Bagaimana saya bisa membangun
brand otoritas? Apa yang bisa menarik perhatian mereka? Bagaimana
saya membuat mereka datang kembali? Semua ini hanya beberapa
masalah yang dihadapi tiap pengusaha muda ketika menciptakan
strategi marketing untuk bisnis barunya.

Ketika Anda mendapat pelanggan baru, bagaimana Anda


mempertahankan mereka ketika mereka secara konstan didatangi oleh
banyak kompetitor yang mencoba meyakinkan mereka kalau mereka
memiliki produk yang lebih baik atau memberi harga lebih murah?
Mengidentifikasi apa yang pelanggan inginkan akan memberi
perbedaan pada masa depan perusahaan Anda.

Pemilik bisnis perlu menghabiskan lebih banyak waktu mencari


tahu bagaimana mempertahankan pelanggan dan di waktu yang sama
mencari tahu cara menggapai pelanggan baru tanpa berkompetisi
dalam harga.

Menjadi menonjol di tengah kerumunan bukan hal mudah. Tiap


orang bisa memulai bisnis baru. Tapi hanya beberapa yang akan
berhasil dan menghasilkan uang dari aktivitas website, produk, dan
layanan. Rencana pemasaran yang baik untuk bisnis online fokus
pada banyak elemen dibanding hanya membuat orang mengklik
website Anda dan membaca konten Anda.

Anda perlu tahu apa yang membuat orang yang mengunjungi


situs Anda memilih layanan Anda. Cari tahu apa yang menstimulasi
mereka untuk membeli produk Anda, menyebarkan berita tentang
bisnis Anda, dan pada akhirnya, kembali lagi.

Anda perlu lakukan banyak penelitian sebelum masuk ke sebuah


bidang bisnis. Anda perlu memperoleh fakta tentang kapan, dimana,
dan bagaimana memulai memasarkan bisnis Anda. Media sosial, blog,
email, Google AdWords, iklan Facebook, semua ini jadi tool Anda,
gunakan dengan bijak.

11. Ketidakpastian

Tiap orang, terutama pemilik bisnis tentu merasa tidak nyaman


dengan ketidakpastian. Karena hutang global dan gejolak ekonomi,
ketidakpastian lebih banyak terdengar saat ini dibanding pada masa
lalu. Ketidakpastian memicu fokus jangka pendek. Karena
ketidakpastian, perusahaan cenderung menghindari perencanaan
jangka panjang dan mengubahnya menjadi fokus jangka pendek.
Kegagalan pada perencanaan strategis untuk 5 hingga 10 tahun bisa
menyebabkan kehancuran bisnis. Bisnis harus belajar
menyeimbangkan kebutuhan untuk fokus jangka pendek dengan
kebutuhan strategi jangka panjang.

12. Teknologi

Pelanggan online akan menghindari website yang sering


mengalami masalah dan tidak menyediakan keamanan pembelian
yang memadai. Berinvestasi pada server yang bisa dipercaya dan
pilihan keamanan serta update teknologi berkelanjutan bisa mengatasi
ancaman keamanan terbaru. Penting untuk membangun brand online
yang kuat dan menjaga kepercayaan pelanggan.

13. Batasan jenis bisnis

Beberapa jenis bisnis tidak cocok untuk internet, khususnya bila


produk yang ditawarkan melibatkan penggunaan panca indera.
Misalnya, bila nilai unik dari produk Anda adalah aroma yang
menyegarkan, Anda bisa kesulitan memasarkannya secara online. Dan
akan selalu ada individu yang merasa lebih nyaman melakukan
pembelian setelah melihat produk secara langsung lebih dulu.

14. Keahlian komputer yang minim

Pemilik bisnis perlu memiliki lebih dari sekedar pengetahuan


dasar internet dan melakukan bisnis secara online. Skill yang
dibutuhkan meliputi pengetahuan tentang pengaturan website untuk
tujuan bisnis dan bagaimana memasarkan bisnis Anda secara online.
Bila tidak memiliki skill ini, Anda kemungkinan akan membutuhkan
jasa pemasaran internet untuk membantu Anda memulai bisnis online.

15. Kesulitan membangun relasi

Meski melakukan bisnis di internet bisa membuka pasar di


seluruh dunia, tapi bisa lebih sulit mengembangkan relasi bisnis yang
berkelanjutan. Bila Anda berlokasi di Indonesia, kemungkinan Anda
tidak punya kesempatan untuk bertatap muka dengan pelanggan dari
Jepang atau Australia. Meski teknologi seperti konferensi video
memungkinkan Anda melihat individu melalui layar komputer, tetap
ada sentuhan personal yang kurang dibanding pertemuan secara
langsung.

16. Ketergantungan pada perusahaan web hosting

Fungsi situs yang berkelanjutan sangat bergantung pada pihak


ketiga, yakni web host Anda. terlebih lagi, pilihan web host Anda
sangat penting pada awal bisnis internet.
Bila server web host Anda berkualitas buruk, pengunjung akan
meninggalkan kereta belanja Anda. Website Anda mungkin sangat
lambat karena web host meletakkan situs Anda di 1 server bersama
dengan 2000 situs lain.

Tentu mimpi terburuk dalam bisnis online adalah ketika website Anda
mengalami down. Baik selama 10 menit atau 10 hari, Anda akan
kehilangan bisnis ketika situs tidak bekerja. Bila server Anda
mengalami masalah, Anda tidak lagi bisa menerima pesanan
pelanggan. Atau Anda tidak bisa menerima email melalui nama
domain Anda atau bahkan mengupdate situs Anda. Terlebih lagi,
Anda tidak berdaya dalam hal ini, terutama bila support pelanggan
sulit dihubungi. Tentu Anda perlu lakukan langkah proaktif dengan
meninggalkan web host yang bermasalah dan berpindah ke web host
lain yang lebih baik.