Anda di halaman 1dari 1

RANCANGAN SYSTEM SALURAN NIRA DARI EVAPORATOR MENUJU

DAPUR PROSES UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GULA


(STUDI KASUS DI PG.CHANDI BARU SIDOARJO)

Nama Mahasiswa : Andis Sukohartono


NRP : 6807 040 024
Jurusan : Teknik Perpipaan, PPNS - ITS
Dosen Pembimbing I : Subagio So’im, ST, MT.
Dosen Pembimbing II : Sudiyono, ST, MT.

ABSTRAK

Gula, suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan


komoditi perdagangan utama, paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal
sukrosa padat. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren.
Tebu merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan produk
gula. Bila tebu dipotong akan terlihat serat-serat dan terdapat cairan yang manis.
Serat dan kulit batang biasa disebut dengan sabut dan cairannya disebut dengan
nira. Proses pemerahan nira dilakukan di stasiun gilingan dengan memerah tebu
sampai kering dengan bantuan cairan embisi. Setelah diperah kemudian air nira
dipanaskan dalam evaporator sehingga air nira mengental, kemudian dialirkan
menuju dapur proses. Suplai nira kental dari evaporator ke dapur proses kurang
begitu maksimal karena pipa untuk mngalirkan nira kental kurang besar sehingga
perlu diubah dimensinya agar lebih maksimal produktifitasnya.
Desain pemanas pada evaporator dilakukan dalam beberapa tahap.
Pertama mengumpulkan data-data mengenai evaporator, kedua menghitung
dimensi yang akan diubah setelah itu dibandingkan dengan hitungan yang berada
di pabrik. Langkah pertama dalam mendesian yaitu Untuk mengetahui kebutuhan
uap nira dari evaporator menuju dapur proses kemudian Untuk menghitung
produksi uap nira sesudah dirancang berdasarkan diameter saluran yang telah
diubah dari evaporator menuju dapur proses kemudian Menghitung efisiensi uap
nira dari evaporator menuju dapur proses . Setelah dilakukan perhitungan yang
real dan dilakukan perbandingan. maka dapat diterapkan di alat yang sebenarnya.
Dari hasil perhitungan yang lakukan efisiensi uap mengalami peningkatan
sebanyak 4,23% , maka dapat dijadikan acuan oleh pihak pabrik untuk mendesain
ulang evaporator yang ada di pabrik. Dan juga dapat di aplikasikan dipabrik
karena lebih efisien .

Kata kunci : Evaporator, Diameter, dan efisiensi uap

Tugas Akhir 2011/ i