Anda di halaman 1dari 18

Sistem Manajemen Mutu

Konstruksi

01
Modul ke:

Sistem Manajemen Mutu


Fakultas
TEKNIK Anjas Handayani ST, MT

Program Studi
TEKNIK SIPIL
MATERI PERKULIAHAN (1)

1. Sistem Manajemen Mutu - 1


2. Standarisasi Standar Manajemen Mutu
3. Konsep Manajemen Mutu
4. Konsep Supply Chain Manajemen di
Konstruksi Quiz + Forum
/ pertemuan
5. Teknik Pengendalian & Perencanaan Online +
Mutu - 1 Tugas 1
6. Teknik Pengendalian & Perencanaan
Mutu - 2
7. Review Bab 1 – Bab 6
8. UTS
MATERI PERKULIAHAN (2)

9. ISO 9001
10. Total Quality Management (TQM)
11. Supply Chain Management (SQM)
12. Konsep Mutu Lanjutan (Lean Six Quiz + Forum /
pertemuan
Sigma) Online + Tugas
13. Penerapan Sistem ISO 9001: 2000 2

Pada Industri Konstruksi


14. Peningkata Mutu -1
15. Peningkatan Mutu - 2
16. UAS
BOBOT PENILAIAN

1. Kehadiran : 10%
2. Tugas : 20%
3. Forum & Quiz : 30%
4. UTS : 20%
5. UAS : 20%
PERJANJIAN KELAS
1. Setiap pertemuan online dalam 1 minggu
terdapat Quiz & Forum Diskusi, semua mahasiswa
wajib mengikuti dan berinteraksi
2. Maksimal ketidak hadiran sebanyak 5x (sudah
termasuk pertemuan tatap muka)
3. Tugas sebanyak 2x dalam 1 semester. 1x sebelum
UTS dan 1x sebelum UAS
4. Ujian bersifat open book
Apa yang
dimaksud dengan
Quality / Mutu?
DEFINISI MUTU

Merupakan tingkat baik buruknya atau taraf atau


derajat sesuatu.

Istilah ini banyak digunakan dalam dalam bisnis,


rekayasa, dan manufaktur dalam kaitannya dengan
teknik dan konsep untuk memperbaiki kualitas produk
atau jasa yang dihasilkan, seperti Six Sigma, TQM,
Kaizen, dll.
MANAJEMEN MUTU

Merupakan sistem manajemen yang mengangkat


kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada
kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh
anggota organisasi.

Fokus manajemen mutu  pada tenaga


kerja/karyawan
Pendahuluan

• Berdasarkan definisi dari Badan Standardisasi


Nasional, 2001, Sistem Manajemen Mutu adalah
Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan
mengendalikan organisasi dalam hal mutu.

• Pada penerapan sistem manajemen mutu,


perusahaan memerlukan pedoman atau standar
sehingga mutu produk yang dihasilkan dapat
diterima pelanggan baik dalam wilayah regional,
nasional maupun internasional.
Pendahuluan
• Pedoman Sistem Manajemen Mutu dibuat untuk
membantu memberikan arahan terhadap tuntutan
kepuasan Pengguna Jasa
• Agar Badan Usaha Penyedia Jasa Konstruksi :
 Mempunyai wawasan terhadap mutu proses dan
mutu produk
 Memiliki komitmen untuk menciptakan kepuasan
Pengguna Jasa
 Melakukan perbaikan terus menerus dalam setiap
proses kerja
Sistem Manajemen Mutu Konstruksi

Maksud : Sistem manajemen mutu disusun agar Penyedia


Jasa Konstruksi dapat mengetahui dan memahami
serta diharapkan dapat menerapkan SMM yang
mengacu kepada SNI ISO : 9001-2008, sesuai
dengan kondisi proyek yang dilaksanakannya.
Tujuan : Agar pedoman ini dapat dipergunakan oleh
Pengguna Jasa maupun Penyedia Jasa, agar proses
pekerjaan dapat dilaksanakan secara konsisten
dengan jaminan mutu (quality assurance) dan
memuaskan Pengguna Jasa.
Sistem Manajemen Mutu = Standar Mutu Produk,

uraian proses kerja hasil produk yang telah


yang harus sesuai dengan
dilaksanakan secara persyaratan spesifikasi
berurutan, konsisten teknis produk, yang
dan sesuai dengan mengacu pada standar
prosedur dan tata kerja nasional atau standar
yang berlaku, internasional.
Acuan Dan Standar
 Pedoman Sistem Manajemen Mutu untuk Badan Usaha Penyedia
Jasa Konstruksi mengacu kepada SNI ISO : 9001 : 2008 dan
Permen PU No. 04/PRT/M/2009 Sistem Manajemen Mutu
Departemen Pekerjaan Umum

 Penjelasan Ketentuan-Ketentuan dan Persyaratan :


• Manajemen Mutu
• Tanggung Jawab Manajemen
• Manajemen Sumber Daya
• Proses Pelaksanaan Proyek
• Pemantauan dan Perbaikan
Permen PU No. 04/PRT/2009
Sistem Manajemen Mutu Dept. PU
8 Prinsip Manajemen Mutu

1. Pusat perhatian pada pelanggan


2. Kepimpinan
3. Melibatkan orang
4. Pendekatan Proses
5. Pendekatan sistem
6. Perbaikan berkesinambungan
7. Pendekatan fakta pada pengambilan keputusan
8. Hubungan dengan pemasaran yang saling
menguntungkan
Sistem Manajemen Mutu bagi Badan
Penyedia Jasa Konstruksi
 Pihak Pengguna Jasa menuntut adanya jaminan mutu dalam
pelaksanaan pekerjaan dari Badan Usaha
 Badan Usaha juga masih harus melakukan :
• Perbaikan koordinasi dan produktivitas.
• Mengidentifikasi harapan dari Pengguna Jasa
• Mewujudkan & mempertahankan produk bermutu
• Memberikan bukti kepada Pengguna Jasa tentang
kemampuan dari Badan Usaha
• Berusaha berkompetisi didalam bidang jasa yang sama
dengan Badan Usaha dalam atau luar negeri
Sistem Manajemen Mutu bagi Badan
Penyedia Jasa Konstruksi (Lanjutan)
 SMM dapat menolong untuk mencapai semua yang diharapkan
diatas, tetapi dan tidak dapat menggantikan tujuan atau target
yang akan dicapai Badan Usaha
 SMM akan membantu tercapainya Visi dan Misi Badan Usaha untuk
membentuk Badan Usaha yang lebih besar
 Badan Usaha Jasa Konstruksi akan mengalami beberapa
permasalahan ataupun hambatan dalam menerapkan SMM secara
murni, yang disebabkan antara lain :
a. Kesulitan memahami dan menerapkan standar-standar yang
dipersyaratkan
b. Kurang tersedianya sumber daya manusia
c. Adakalanya memerlukan biaya tambahan dalam
mempertahakan suatu sistem mutu
Terima Kasih
Anjas Handayani ST, MT