Anda di halaman 1dari 5

RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No. Dokumen : 445/ /UKP/2017


No. Revisi :0
SPO TanggalTerbit : 3 Januari 2017
Halaman : ½

UPT PUSKESMAS Dr. DIAN NURDIANI


LEUWILIANG NIP196912232007012003

1. Pengertian Rujukan pasien emergensi adalah suatu proses penanganan pasien gawat
dengan mengirimkan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih
tinggi karena pasien tidak mampu ditangani di fasilitas kesehatan saat ini
dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku yaitu dengan menstabilkan
pasien terlebih dahulu.
2. Tujuan Agar pelaksanaan rujukan pasien emergensi yang tidak bisa ditangani di
puskesmas dapat segera dirujuk untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut.
3. Kebijakan 1. Sebagai pedoman dalam melaksanakan rujukan passion
emergensi dari proses stabilisasi sampai dirujuk ke pelayanan yang
mempunyai kemampuan yang lebih tinggi
2. Pelaksanaan rujukan pasien emergensi dari proses stabilisasi
sampai dirujuk ke pelayanan yang mempunyai kemampuan lebih tinggi
harus mengikuti langkah – langkah yang tertuang dalam SPO.
Kebijakan kepala puskesmas No. 445/006/KAPUS/VII/2015
4. Referensi Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas.
Jakarta. 2007
5. Prosedur 1. Petugas IGD menerima pasien
2. Petugas memeriksa kesadaran pasien (GCS)
3. Apabila pasien sadar, petugas menganamnesa pasien. Apabila pasien
tidak sadar, petugas langsung melakukan alloanamnesa terhadap keluarga
pasien dan memeriksa A (Airway), B (Breathing), C (Circulation).
4. Petugas memeriksa vital sign pasien
5. Petugas mengkonsulkan kepada dokter yang jaga
6. Dokter jaga memeriksa pasien dan melakukan pemeriksaan fisik
7. Dokter menemukan tanda – tanda kegawatan
8. Dokter memberikan advice kepada petugas UGD untuk menstabilkan
pasien dengan advice pemberian obat – obatan emergensi dahulu ataupun
alat bantu pernafasan, pemberian cairan infus.
9. Dokter menyampaikan informed consent tentang kondisi pasien kepada
keluarga pasien dan menyampaikan kalau pasien perlu dirujuk ke rumah
sakit karena kondisi pasien yang gawat perlu penganan segera.
10. Dokter memberikan form inform consent untuk ditanda tangani keluarga
pasien tentang persetujuan rujuk dan dilakukan tindakan medis
11. Dokter membuatkan surat rujukan
12. Sambil menunggu pasien stabil, petugas UGD memberitahukan kepada
petugas ambulance untuk menyiapkan ambulance.
13. Petugas UGD menelpon RS rujukan menanyakan apakah ada tempat
kosong untuk pasien tersebut untuk dikirim ke RS tersebut.
14. Petugas UGD dengan membawa perlengkapan emergensi merujuk pasien
dengan ambulance ke RS rujukan.
5. Diagram Alir
Petugas menjaga privasi Petugas mencuci tanagn
pelanggan dan menggunakan alat
pelindung diri

Petugas mengatur posisi tidur Petugas melindungi lidah


pasien dengan spatel yang dibalut kasa
atau menggunakan guedel/
mayo

Petugas memberikan obat –


Petugas mengkaji keadaan obat anti kejang sesuai dengan
pernafasan pasien instruksi (diazepam rektal 0,5
mg/kgBB atau < 10 kg: 5mg, > 10
kg: 10 kg)

Petugas memberikan Oksigen Jika dalam waktu 5 menit masih


adekuat 1l/mnt kejang

Petugas memberikan cairan


Rujuk ke Rumah Sakit
intravena (D5, 1/4S; D5, 1/2S
atau RL)

Memperhatikan reaksi dan


menanyakan respon pelanggan

Merapikan pelanggan

2
6. Unit Terkait Pendaftaran, Ruang IGD

8. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
Kebijakan : Kebijakan :
1. Sebagai Kebijakan kepala puskesmas No.
pedoman dalam 445/006/KAPUS/VII/2015
melaksanakan rujukan
passion emergensi dari
proses stabilisasi sampai
dirujuk ke pelayanan yang
mempunyai kemampuan
yang lebih tinggi
2. Pelaksanaan
rujukan pasien emergensi
dari proses stabilisasi
sampai dirujuk ke
pelayanan yang mempunyai
kemampuan lebih tinggi
harus mengikuti langkah –
langkah yang tertuang
dalam SPO.
Kebijakan kepala puskesmas
No. 445/006/KAPUS/VII/2015
Referensi : Referensi : Departemen Kesehatan
RI. Pedoman Pengobatan Dasar di
Puskesmas. Jakarta. 2007

RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No. Dokumen : 445/ /UKP/2017


No. Revisi :0
SPO TanggalTerbit : 3 Januari 2017
Halaman : ½

3
UPT PUSKESMAS Dr. DIAN NURDIANI
LEUWILIANG NIP196912232007012003

Unit : …………………………...…………………………………………
Nama Petugas : ………………….…..………………………………………………
Tanggal Pelaksanaan : ……………...………………………………………………………

No Langkah Kegiatan Ya Tidak TB


1. Apakah petugas IGD menerima pasien ?
2. Apakah memeriksa kesadaran pasien (GCS) ?
3. Apakah apabila pasien sadar, petugas menganamnesa pasien.
Apabila pasien tidak sadar, petugas langsung melakukan
alloanamnesa terhadap keluarga pasien dan memeriksa A
(Airway), B (Breathing), C (Circulation) ?
4. Apakah petugas memeriksa vital sign pasien
5. Apakah petugas mengkonsulkan kepada dokter yang jaga ?
6. Apakah dokter jaga memeriksa pasien dan melakukan
pemeriksaan fisik ?
7. Apakah dokter menemukan tanda – tanda kegawatan ?
8. Apakah dokter memberikan advice kepada petugas UGD
untuk menstabilkan pasien dengan advice pemberian obat –
obatan emergensi dahulu ataupun alat bantu pernafasan,
pemberian cairan infus ?
9. Apakah dokter menyampaikan informed consent tentang
kondisi pasien kepada keluarga pasien dan menyampaikan
kalau pasien perlu dirujuk ke rumah sakit karena kondisi
pasien yang gawat perlu penganan segera ?
10. Apakah dokter memberikan form inform consent untuk
ditanda tangani keluarga pasien tentang persetujuan rujuk dan
dilakukan tindakan medis ?
11. Apakah dokter membuatkan surat rujukan ?
12. Apakah petugas UGD memberitahukan kepada petugas
ambulance untuk menyiapkan ambulance, sambil menunggu
pasien stabil ?

4
13. Apakah petugas UGD menelpon RS rujukan menanyakan
apakah ada tempat kosong untuk pasien tersebut untuk dikirim
ke RS tersebut ?
14, Apakah petugas UGD dengan membawa perlengkapan
emergensi merujuk pasien dengan ambulance ke RS rujukan ?
Jumlah
Compliance rate (CR) : ........................................%
………………………………..,…………..
Pelaksana / Auditor

……………………………...............
NIP: …………………...................