Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KUNJUNGAN WISATA

SMP N 3 PASARWAJO
USAHA PENENUNAN ATBM
(SARUNG TENUN BUTON)

Di susun Oleh :
TIM REDAKSI OSIS

SMP NEGERI 3 PASARWAJO


2015 / 2016

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan laporan kunjungan kelompok pada tahun ini.
Laporan ini sebagai perwujudan hasil dari kunjungan ke Usaha Pertenunan ATBM yang
berada di Kelurahan Tarafu, Baubau. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Oktober
2015.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait
dalam kunjungan dan penyusunan laporan ini.
Kami mengharapkan agar laporan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca tentang
begitu berharganya seni kerajinan tangan bagi kehidupan sehari-hari.
Dalam penyusunan laporan ini masih banyak terdapat kesalahan, sehingga kami
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan kunjungan
kami di waktu yang akan datang. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kami pada
khususnya dan pembaca pada umumnya.

Dongkala, 25 Oktober 2015

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada saat ini lagi marak di seluruh sekolah untuk mengenakan pakaian sekolah di hari Rabu
dan Kamis dengan pakaian sentuhan atau motif Buton, dimana sebelumnya pakaian di hari Radu
dan Kamis adalah batik.
Dengan ini, kami selaku tim redaksi dari OSIS SMP Negeri 3 Pasarwajo menyempatkan
waktu untuk lebih mengenal seni kerajinan tangan yang tidak lain adalah seni menenun, yakni
berupa sarung khas daerah yang dikenal dengan nama Sarung Buton.
Sehingga kunjungan ini dimaksudkan agak kami siswa-siswa tidak hanya sekedar
menggunakan, namun setidaknya juga dapat mengenal sarung tenun Buton, juga dapat
mengetahui proses pembuatan sarung tenun tersebut.
Dan adapun kami memilih lokasi di Baubau, yakni di Usaha Penenunan ATBM karena agar
sekaligus mengetahui sistem produksi dan sudah sejauh mana kemajuan pemakaian sarung tenun
Buton ini.

B. Tujuan Kunjungan
Adanya beberapa tujuan dari kunjungan ini adalah :
1. Memperluas pengetahuan siswa tentang Penenunan Sarung Buton
2. Memberikan informasi tentang cara membuat sarun tenun Buton, serta mengenal berbagai
motif dan nama sarung tenun Buton.
3. Agar siswa mengetahui asal-usul pakaian wajib yang telah kita pakai dihari Rabu dan
Kamis.

C. Tujuan Laporan

Laporan ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas kami selaku tim redaksi OSIS
SMPN 3 Pasarwajo untuk sebagai dokumentasi kegiatan kunjungan yang merupakan lanjutan
dari kunjungan sebelumnya di Benteng Keraton Buton.
Adapun metode yang digunakan, yaitu :
1. Metode Observasi
Penyusun melakukan observasi lapangan untuk mengambil dan mengumpulkan data dari
narasumber.
2. Metode Wawancara
3. Penulis melakukan tanya jawab dengan pemilik produksi mebel.
4. Metode Ceramah
5. Si Pemilik memberikan ceramah berupa penjelasan mengenai hal yang berkaitan.

3
D. Manfaat Kunjungan
Diharapkan siswa dapat mengambil manfaat dalam kesempatan kunjungan ke Usaha
Penenunan ATBM ini agar siswa dapat mengenal kain Tenun Buton dalam kehidupan sehari-
hari serta bagaimana cara prosesnya.

E. Lokasi Kunjungan
Lokasi kunjungan ke Usaha Penenunan ATBM yang bertempat di Kelurahan Tarafu, kota
Baubau.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah

Usaha Penenunan ATBM berdiri sejak tahun 1993 oleh Ibu Maharia. Ibu Maharia
adalah seorang penenun sarung Buton, dengan alat tradisional dan oleh bapak Bupati Buton
pada masa itu, beliau dibantu modal 1 buah alat tenun ATBM dan dana seratus lima puluh
ribu rupiah, kemudian ibu ini mencoba mencetak sarung tenun Buton ini sendiri, lalu karena
mampu bertahan dan semakin bertambahnye panghasilan, lalu kemudian dianggap berhasil
oleh Bupati Buton, sehingga ditahun 1995 kembali diberi bantuan 5 buah ATBM ini, dan
dengan total 6 alat tersebut, kemudian semakin berkembang dengan banyaknya pesanan-
pesanan masyarakat terutama instansi-instansi daerah untuk dibuatkan sarung Buton yang
kemudian dijadikan baju khas sentuhan Buton, hingga tak terasa ditahun 2016, alat tenun ini
menjadi lebih 20 alat dengan kariawan mencapai 28 orang yang terpencar di beberapa lokasi.

B. Alat dan Bahan dan Langkah Pembuatan

Setelah melakukan kunjungan di Usaha Penenunan ATBM ini, kami telah


mendapatkan fakta informasi mengenai alat, bahan serta langkah kerja, walaupun tidak
secara rinci, yaitu sebagai berikut :
1. Benang yang terdiri dari benang biasa dan perak
2. Alat susun motif
3. Alat penghania
4. Alat menenun
Adapun sistem kerjanya adalah dimulai dengan merancang sesuai motif yang dipilih
oleh pelanggan, kemudian mengambil benang-benang sesuai warna-warna yang dibutuhkan,
lalu diawali dengan menjulurkan benang-benang tersebut di alat penghania atau melakukan
pangurui, kemudian setelah benang tersusun lalu mulai satu persatu dimasukkan atau para
pengrajin mencucu di mata gong, mata gong berupa sisir-sisir yang disela sisinya terisi oleh
benang-benang, lalu setelah tersusun rapi di mata gong, dimana mata gong tersebut
merupakan bagian dari inti alat tenun, sehingga saat selesai tersusun, maka pekerja mulai
menenun dengan memasikkan benang satu persatu ke arah berlawanan dari benang yang
telah dicucu sebelumnya, dan inilah pekerjaan terakhir hingga membentuk lembaran-
lembaran sarung Buton.

5
C. Karyawan

Karyawan usaha ini berjumlah 28 orang, dengan 4 orang sebagai tenaga penghania
yakni laki-laki, selanjutnya 24 orang menjadi tenaga penenunnya. Seluruh karyawan
memulai pekerjaan pukul 08.00 WITA sampai 17.00 WITA disetiap harinya. Dan sistem
kerjanya adalah memborong pekerjaan hingga 1 Piece dan para karyawan mampu
menyelesaikan 1 piece yakni 61 meter dalam seminggu. Gaji karyawan dalam 1 picce
sarung digaji sebanyak Rp. 550.000,- dan dalam sebulan para karyawan mampu
mendapatkan gaji hingga 2 juta rupiah. Dan untuk sebulannya pemilik usaha mengeluarkan
upah karyawan hingga 20 juta rupiah.

D. Penghasilan
Harga sarung tenun Buton permeternya sebesar Rp. 50.000,- dan 1 pice dengan harga
sebesar Rp. 3.000.000,-
Orderan setiap hari mencapai 5-6 pelanggan, dan rata-rata meminta hingga 1 pice,
maka sebulan dapat dikisarkan penghasilan mencapai 60.000.000,- dalam sebulan. Dan
omset hingga tahun 2016, yang diawali modal Rp. 150.000,- kini mencapai 1 milyar 170 juta
rupiah.

E. FOTO-FOTO

6
7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan hasil pengamatan langsung melalui tes wawancara dan dengan melakukan
observasi dengan pemilik Usaha Penenunan ATBM dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha
ini walaupun kecil tetapi dapat menghasilkan keuntungan yang besar, karena usaha ini belum
memiliki pesaing, sehingga seluruh instansi baik sekolah maupun dinas seluruh Kabupaten
Buton, Buton Tengah, Buton Selatan dan Kota Baubau melakukan pemesanan sarung di
tempat usaha ini.
Usaha ini dapat menjadi motivator bagi masyarakat bahwa dengan modal ketekunan dan
bekerja keras kita akan memperoleh hasil yang setimpal dengan apa yang kita lakukan untuk
mengejar suatu prestasi atau cita-cita untuk menjadi orang sukses, dengan contoh hasil dari
usaha ibu Maharia. Dan dengan modal kerja kerasibu Maharia sehingga
mampu menghasilkan omset hingga 1 Milyar 170 juta rupiah. Inilah bahwa usaha kecil
mikro dan menengah ikut turut andil dalam perkembangan perekonomian untuk negara
danmasyarakat indonesia.

B. Saran

Usaha ini memang sudah mantap dan maju, dan usaha ini dapat dijadikan motivasi
seluruh masyarakat untuk mengikuti langkah usaha ini karena dapat menjadikan para
usahawan kecil mendapatkan penghasilan yang lumayan baik.