Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN

DYNO TEST

Dosen :
Ir. Gathot Dwi Winarto, MT
19580915 198711 001

Kelompok 5
M. Fahmi Al Alam (10211500000020)
Affandi Firmansyah N (10211500000028)
Fitrah Maulana A (10211500000046)
M. Zuhdan Shidqi (10211500000103)
M. Taufiqi Kusen (10211500000109)
Febi Adi Gunawan (10211500000111)
Bagus Inggil Afrianto (10211500000112)

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN INDUSTRI


FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya
yang telah memberikan bayak kesempatan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
praktikum Dynotest. Laporan ini disusun guna melengkapi salah satu persyarat dalam
menyelesaikan matakuliah Teknik Perawatan bagi mahasiswa Teknik Mesin Industri - Fakultas
Vokasi.

Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa selesainya makalah
Praktikum Teknik Perawatan ini tidak terlepas dari dukungan, semangat, serta bimbingan dari
berbagai pihak, baik bersifat moril maupun materil, oleh karena-Nya, kami ingin
menyampaikan ucapan terima kasih

Penyusunan makalah ini disusun dengan sebaik-baiknya, namun masih terdapat


kekurangan didalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya
membangun dari semua pihak sangat diharapkan, tidak lupa harapan kami semoa makalahini
dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat menambah ilmu pengetahuan bagi kami.

Surabaya, 24 Mei 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………
1.3 Tujuan………………………………………………………………………………………..
1.4 Manfaat………………………………………………………………………………………
BAB II METODELOGI
2.1 Engine Diagnostic ABD……………………………………………………………………..
2.2 SOP Pengujian Engine Diagnostic ABD……………………………………………………
2.3 Spesifikasi Motor yang Digunakan……………………………………………………………
BAB III PEMBAHASAN
1.1 Analisa Grafik Terhadap Kesetabilan Rangka……………………………………………………
1.2 Analisa Grafik Terhadap Peforma Mesin…………………………………………………………
1.3 Cara Perawatan pada Sepeda Motor………………………………………………………………
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sepeda motor, seperti juga mobil dan pesawat tenaga lainnya, memerlukan daya untuk
bergerak, melawan hambatan udara, gesekan ban dan hambatan-hambatan lainnya. Untuk
memungkinkan sebuah sepeda motor yang kita kendarai bergerak dan melaju di jalan raya,
roda sepeda motor tersebut harus mempunyai daya untuk bergerak dan untuk mengendarainya
diperlukan mesin. Mesin merupakan alat untuk membangkitkan tenaga, ia disebut sebagai
penggerak utama Seringnya pemakaian sepeda motor tentu akan menimbulkan beberapa
kerusakan pada sepeda motor sehingga dapat menurunkan peforma dari sepeda motor.
Teknologi pada saat ini mengalami perkembangan yang pesat salah satunya dibidang
perawatan sepeda motor. Teknologi yang sering digunakan saat ini adalah Engine Diagnostic
ABD. Engine Diagnostic ABD adalah alat untuk mendeteksi gangguan dan kerusakan pada
sepeda motor, dapat dipakai pada semua jenis motor antara lain kendaraan injeksi, carburator,
matic, sport, dan CUB. Dimana alat ini melihat keabnormalan pada sepeda motor dalam bentuk
grafik yang dihasilkan dari uji tes kendaraan tersebut.
Dari Engine Diagnostic ABD terdapat beberapa ketidaknormalan pada sepeda motor yang
dapat didiagnosa atau dideteksi antara lain ketidaknormalan sistem CVT, ketidaknormalan
sistem rangka, ketidaknormalan sistem bahan bakar, ketidaknormalan mesin, ketidaknormalan
kopling, dan performance engine. Sehingga setelah melakukan pengujian dengan
menggunakan Engine Diagnostic ABD ini diharapkan dapat mengatasi ketidaknormalan
tersebut dengan cara melakukan maintenance yang tepat pada sepeda motor.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Engine Diagnostic ABD?
2. Bagaimana prosedur untuk melakukan pengujian Engine Diagnostic ABD?
3. Bagaimana hasil analisa grafik dengan Engine Diagnostic ABD?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui cara menggunakan Engine Diagnostic ABD
2. Untuk mendeteksi gangguan dan kerusakan pada sepeda motor dengan menganalisa
grafik hasil pengujian
3. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dari sepeda motor
1.4 Manfaat
1. Bagi mahasiswa
a. Sebagai sarana pembelajaran mahasiswa mengenai pengujian dengan Engine
Diagnostic ABD
b. Mengetahui perbandingan hasil daya, torsi dan uji emisi berdasar spesifikasi
dengan kenyataan pada saat pengujian di lapangan.
2. Bagi jurusan/lembaga perguruan tinggi
a. Sebagai salah satu referensi pembelajaran dan penelitian tentang daya, torsi
maupun emisi gas buang.
b. Sebagai salah satu media pembelajaran yang dapat memotivasi penyediaan sarana
dan prasarana kuliah yang lebih baik.
BAB II
METODELOGI
2.1 Engine Diagnostic ABD
Engine Diagnostic ABD adalah alat yang digunakan untuk mendiagnosa atau mendeteksi
ketidak normalan sepeda motor. Dimana aspek-aspek tersebut meliputi :
1. Ketidaknormalan sistem CVT
2. Ketidaknormalan sistem rangka
3. Ketidaknormalan sistem bahan bakar
4. Ketidaknormalan mesin
5. Ketidaknormalan kopling
6. Performance engine
Engine diagnostic ABD bisa digunakan untuk mendeteksi ketidak normalan segala jenis
sepeda motor, seperti motor sport, matic maupun cup. Alat ini bisa menampilkan dua grafik
hasil dari pengujian yaitu Combine Graph dan Graph Power by Rpm. Dimana Combine Graph
digunakan untuk menampilkan semua data performa mesin, sedangkan Graph Power by Rpm
digunakan untuk menampilkan data abnormal mesin. Arti kode warna pada grafik sebagai
berikut :
1. Biru menandakan rpm
2. Merah menandakan torsi
3. Kuning menandakan power
4. Hijau menandakan speed
5. Pink menandakan ratio putaran
2.2 Standar Operasional Prosedur Pengujian Engine Diagnostic ABD
Dalam mengoperasikan suatu alat atau mesin pasti memiliki standar operasional
prosedurnya sebagai panduan supaya ketika mengoperasikan tidak terjadi kesalahan. Adapun
SOP nya sebagai berikut:
1. Operator mematuhi standar K3 yang berlaku, seperti menggunakan Alat Pelindung Diri
berupa wearpack, safety shoes dan celana jeans.
2. Operator wajib di briefing oleh pembimbing sebelum melakukan praktikum.
3. Operator mengecek alat Engine Diagnostic ABD dalam keadaan siap dan aman.
4. Operator menaikkan motor diatas bike lift yang bagian belakang terdapat roller dan
depan ada penahan(pengunci).
5. Operatar mencolokkan kabel pada stopkontak dan alat pengukur getaran (tang meter)
dan torsi (RPM) pada kabel busi.

Gambar 2.1 Tang meter

6. Operator menyalakan alat , Laptop ,dan software.


7. Masukkan data sesuai prosedur kendaraan :
a. Pilih new PGM FI atau new CARBU sesuai tipe sepeda motornya.
b. ID (alpha numeric) untuk penamaan kendaraan atau plat nomor kendaraan.
c. Type seperti sport/matic, cup.
d. Weight of bike (Berat Kendaraan).
e. Wheel Diameter (Diameter Roda) dalam sentimeter.
f. Odo Meter (Jarak Tempuh) dalam kilometer.
g. Lates Measurement

Gambar 2.2 Data Uji

8. Setting RPM sesuai kebutuhan


9. Setelah itu, panaskan motor terlebih dahulu untuk memastikan alat dan aplikasi bekerja
dengan baik.
10. Operator mengeklik START pada software lalu lakukan snaping (tarikan gas) dari
tarikan dengan rpm rendah sampai rpm tinggi dalam keadaan top gear dengan durasi
max 30 detik.
11. Operator menyimpan data dengan mengklik tombol “STOP save” dan sekaligus
mematikan mesin .
12. Pilih Combine Graph untuk melihat grafik power,torsi,rpm,speed,ratio putaran
terhadap waktu.
13. Dengan melihat grafik yang diperoleh maka akan dapat menganalis kondisi sepeda
motor. Semakin banyak data analisis dari percobaan-percobaan sebelumnya maka akan
membantu proses analisis dan keakuratan data.
14. Tekan EXPORT TO EXCEL untuk melihat data dalam bentuk statistik.

2.3 Spesifikasi Sepeda Motor Yang Digunakan


Pada pengujian ini memakai sepeda motor Honda Supra X 125 dengan spesifikasi sebagai
berikut :

Gambar 2.1 Honda Supra X 125

A. Spesifikasi Rangka
1. Tipe Rangka : Tulang Punggung
2. Suspensi Depan : Teleskopik
3. Suspensi Belakang : Lengan Ayun, Suspensi Ganda
4. Rem Depan : Cakram Hidrolik dengan piston Ganda
5. Rem Belakang : Tromol / Cakram Hidrolik, piston Tunggal
6. Ban Depan : 70/90-17 M/C 38P
7. Ban Belakang : 80/90-17 M/C 44P
8. Panjang x Lebar x Tinggi : 1.889 mm x 702 mm x 1.094 mm
9. Jarak Poros Roda : 1.242 mm
10. Jarak ke Tanah : 136 mm
11. Berat Tipe SW / CW : 103 kg / 105 kg
12. Kapasitas Bensin : 3,7 Liter

B. Spesifikasi Mesin
1. Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC
2. Diameter x Langkah : 52,4 mm x 57,9 mm
3. Volume Silinder : 124,8 cc
4. Daya Maksimum : 9,3 PS / 7.500 rpm
5. Torsi Maksimum : 1.03 kgf.m / 4.000 rpm
6. Perbandingan Kompresi : 9,0 : 1
7. Tipe kopling : Otomatis, sentrifugal
8. Sistem Pelumasan : Basah
9. Sistem Starter : Electric starter & kick starter
10. Sistem Pendinginan : Pendingin Udara
11. Kapasitas Oli : Total: 0,7 Liter
12. Sistem Bahan Bakar : Karburator
13. Tipe Transmisi : Rotary, 4 Kecepatan (N-1-2-3-4-N)

C. Spesifikasi Elektrikal
1. Battery / Aki : 12 V – 3,5 Ah
2. Sistem Pengapian : DC – CDI
3. Tipe Busi : (ND) U20EPR9 / (NGK) CPR6EA-9
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Analisa Grafik Terhadap Kestabilan Rangka
Berikut ini adalah grafik analisa terhadap kestabilan rangka dari hasil Dynotest dari sepeda
motor Honda Supra X 125:

Gambar 4.1 Analisa Grafik Terhadap Kestabilan Rangka

Dari hasil pengujian praktikum dynotest pada grafik yang dihasilkan kelompok kami
terlihat grafik yang tidak stabil pada lingkaran merah pada kecepatan roda dan rpm. Sehingga
dapat kelompok kami simpulkan bahwa dalam segi rangka dan roda pada kendaraan yang kita
uji mengalami kondisi yang tidak normal sehingga menimbulkan getaran yang lebih pada
rangka motor. Dimana setelah kelompok kita analisa bahwa motor yang kita uji mengalami
kondisi yang tidak normal pada kondisi gear motor yang kendur, sehingga pada saat akselerasi
mesin menimbulkan getaran yang terlihat pada grafik.
3.2 Analisa Grafik Terhadap Peforma Mesin
Berikut ini adalah grafik analisa terhadap peforma mesin dari hasil Dynotest dari sepeda
motor Honda Supra X 125 :

Gambar 4.2 Analisa Grafik Terhadap Peforma Mesin

Dari hasil pengujian praktikum dynotest pada grafik yang dihasilkan kelompok kami
terlihat grafik yang tidak stabil pada lingkaran merah pada kecepatan roda dan rpm. Sehingga
dapat kelompok kami simpulkan bahwa dalam segi peforma engine pada kendaraan yang kita
uji mengalami kondisi yang tidak normal. Menurut analisa grafik dan analisa lebih lanjut
tentang kondisi fisik engine kendaraan yang kita uji menunjukan kondisi yang tidak normal
pada suplly bahan bakar yang berkaitan dengan penyambung daya dalam engine. Dalam grafik
terlihat bahwa pada saat akselerasi pada kendaraan mengalami lonjakan dan penurunan yang
tidak rata menunjukan bahwa kondisi pengapian yang tidak normal

3.3 Cara Perawatan Ketidaknormalan pada Sepeda Motor


A. Pada Rangka
1. Melakukan penyetelan ulang pada rangka ( center body )
2. Pembenahan dan penyetelan pada kaki-kaki, meliputi setel velg, pengecekan
pemasanagn ban.
3. Memeriksa kondisi rangka meliputi sambungan-sambungan, baut dan mur
pengikat, serta bantalan-bantalan
4. Melakukkan penyetelan pada roda, melakukan spooring pada poros, penyetelan
kekencangan dan kekendoran rantai dengan tepat.
5. Melakukan pengecekan dan penambahan cairan minyak pada suspensi.

B. Pada Supply Bahan Bakar


2. Pembersihan komponen karburator secara rutin menggunakan karburator cleaner
maupun membongkar dan membersihkan komponen satu per satu.
3. Pengecekan nozzle ( main jet dan pilot jet ) dan membersihkan apabila tersumbat
oleh kotoran.
4. Penyetelan angin angin pada karburator dengan benar, sehingga campuran bahan
bakar dan udara yang ideal akan terpenuhi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pada Praktikum Teknik Perawatan bertujuan untuk menganalisa ketidak normalan pada
kendaraan bermotor dengan cara mengetest menggunakan Engine Diagnositic Test. Sehingga
kita bisa mengetahui problem dan ketidak normalam pada kendaraan bermotordengan cara
menganalisa grafik hasil dari dyno test.
DAFTAR PUSTAKA

http://creditmotor-online.blogspot.co.id/2008/07/spesifikasi-supra-x-125-r.html
http://motormagz.com/2478/tips-cara-membeli-motor-bekas-supra-x-125-tahun-2010.html
https://www.blackxperience.com/autotips/detail/mengenal-dyno-test-lebih-dalam
http://www.testindo.com/article/283/definisi-torsi-dan-horse-power-yang-sering-digunakan-
pada-dynotest