Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS

PADA TN.J DENGAN ISOLASI SOSIAL DI DESA SOCOKANGSI

PENGKAJIAN

Tanggal Pengkajian : Selasa 26 Juni 2018

Penkaji : Ratri Yuanita R

Identitas Pasien

Nama : Tn.J

Usia : 55 tahun

Agama : Islam

Status : Menikah

Pendidikan : SD

Alamat : Socokangsi
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

HARI IMPLEMENTASI EVALUASI TTD


TANGGAL
Selasa 26 Data S: Pasien mengatakan dirinya sehat dan baik-baik saja
Juni 2018 DS: pasien mengatakan sedang malas untuk bekerja dan O: pasien hanya menjawab pertanyaan seadanya
hanya ingin tidur A: Isolasi Sosial
DO: P: menganjurkan untuk mengobrol dengan nggota keluarga
Afek datar yang ada dirumah
Pasien tampak melamun RTL:
Banyak diam - Evaluasi SP 1
Dx: Isolasi Sosial - Mengajarkan keuntungan punya teman, bercakap-
Tindakan cakap dan kerugian juka tidak punta teman pada
SP 1 pertemuan berikutnya kamis 28 Juni 2018jam 11.00
Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial, siapa yang
serumah, siapa yang dekat dan tidak dekat, dan
penyebabnya.
SP 1 Keluarga S: istri pasien mengatakan suaminya dirumah banyak diam
Diskusi masalah yang dirasakan merawat pasien dan tidur namun sudah baik dan sehat
O: keluarga tampak menutupi keadaan pasien
A: ISOS
P: mengajarkan untuk dapat lebih banyak mengajak
berbicara dengan pasien
RTL: melatih cara merawat pasien dengan ISOS pada
pertemuan berikutnya

Data S: akan mengatakan mandi 2x sehari


DS:- O:-
Do: A: DPD
-gigi pasien tampak kuning P: mandi sore keramas dan gosok gigi
-rambut berantakan
-badan bau keringan RTL: Mengajarkan cara berdandan dan berpakaian dengan
-kuku pannjang benar
Dx: Defisit perawatan diri
Tindakan
SP 1
Menjelaskan pentingnya kebersihan diri S: keluarga mengatakan selama ini pasien dapat melakukan
Menganjurkan untuk mandi 2x sehari semuanya dengan mandiri
SP 1 keluarga O: -
Diskusi kesulitan dalam merawatan pasien A: DPD
Menjelaskan cara merawat pasien dengan DPD P:
Membantu pasien untuk merawat diri
RTL: menjelaskan cara merawat pasien DPD dalam makan
dan mandi

DS: pasien mengatakan malu jika harus keluar rumah S: pasien mengatakan pada pagi hari biasa menyiapkan
DO: makan untuk ternak pada pagi hari
Pasien hanya banyak diam O: pasien memilih kegiatan untuk menyiapkan makan sapi
Tidak ada kontak mata pada pagi hari
Dx: Harga Diri Rendah A: HDR
Sp 1 P: membiasakan diri untuk mau beraktifitas yaitu memberi
Identifikasi keterampilan kegiatan positif makan untuk ternak
Bantu memilih kegiatan dan membuat jadwal kegiatan RTL: mendiskusikan kegiatan lain yang dapat dilakukan

Sp 1 Keluarga S: keluarga pasien mengatakan sehari-hari pasien lebih


Identifikasi dalam merawat pasien banyak tidur
O: -
A: HDR
P: memberikan tugas yang dapat dikerjakan pasien
RTL: menjelaskan tanda dan gejala HDR
Kamis 28 DS: pasien mengatakan pada pag hari sudah S: pasien mengatakan kegiatan selanjutnya ingin pergi ke
Juni 2018 menyiapkan makan untuk ternaknya sawah
11.00 DO: pasien hanya diam dan tidak bicara kalau tidak Keluarga pasien mengatakan setiap sore hari pasien diberi
diawali dengan obrolan tgas untuk menyiapkan air minum untuk ternak
Dx: HDR O:-
Tindakan A: HDR
Mendiskusikan kegiatan ke 2 yang dapat dilakukan oleh P: Menyiapkan air untuk minum ternak pada sore hari
pasien RTL: mendiskusikan kegiatan selanjutnya yang dapat
SP keluarga dilakukan
Menjelaskan pengertian dan tanda gejala HDR
Jumat DS: - S: pasien mengatakan malu jika harus mengobrol dengan
29 Juni 2018 DO: pasien hanya diam tetangga rumahnya dan hanya ingin dirumah saja
- Pasien banyak melamun O: afek datar
Dx: ISOS A: ISOS
Tindakan P: menganjurkan untuk berbincang-bincang dimulai
Menjelaskan keuntungan punya teman dan kerugian jika dengan anggitan keluarga
tidak punya teman RTL : latih cara bicara berkenalan dengan orang lain
Keluarga:
Melatih cara mearwat pasien ISOS

DS: pasien mengatakan masih malas untuk melakukan DS: pasien mengatakan bisa memberi makan dan mencari
kegiatan dan tidak pergi ke sawah makan ternak
DO: DO:-
Pasien bangun tidur A: HDR
Pasien hanya berdiam diri P: mencari makan dan memberi makan ternak pada sore
Dx : HDR hari
Tindakan: RTL: mendiskusikan kegiatan berikutnya yang dapat
Mendiskusikan kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh dilakukan
pasien
Sabtu 30 Juni DS: pasien mengatakan belum mandi pagi S:pasien bersedia untuk mandi gosok gigi dan keramas
2018 DO: O: kuku pasien sudah dipotong
Pasien tampak lesu A: DPD
Rambut berantakan P: madi sore keramas dan gososk gigi
Kuku panjang RTL: mengajarkan cara berhias yang benar dan toileting
Gigi kotor
Pasien BAK sembarang tempat
Dx: DPD
Tindakan
Menjelaskan tentang pentingnya merawat kebersihan
diri. Mandi 2x sehari berdandan dan potong kuku
Senin 2 Juni Data : S:
2018 DS : Pasien mengatakan masih merasa jengkel ketika Pasien mengatakn marah-marah jika malam hari ketika ifak
merasa sepi bisa tidur
DO : Pasien tampak tegang. O:
Dx : RPK Pasien tmapk tegang pasien gelisah
Terapi : A : RPK
a. Mengidentifikasi penyebab, tanda, gejala, dan P : Evaluasi SP 1
akibat PK yang dilakukan. Kontrak : mengevaluasi SP 1
b. Menjelaskan cara mengontrol PK secara fisik, obat, RTL; memasukkan pada jadwal kegiatan harian. Latihan
verbal, spiritual. mandiri pukul bantal
c. Melatih cara mengontrol PK secara fisik : tarik
nafas dalam dan pukul kasur/bantal.
d. Memasukkan pada jadual kegiatan untuk latihan
fisik.

Data :
DS : pasien mengatakan tidak mendengar suara-suara S:
tersebut Pasienmengatakan akan mengontrol halusinasinya
DO : dengan cara menghardik
Pasien terkadang terlihat bingung O:
Dx : Gangguan persepsi sensori : halusinasi Pasienmampu menunjukkan cara mengontrol
pendengaran halusinasi dengan menghardik
Terapi: Pasienbersikap kooperatif
Pasienmasih labil
a. Mengidentifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu A : Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon. P : Ulangi SP1
b. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: haridik, a. Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan
obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan. menghardik.
c. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan b. Identifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu terjadi,
menghardik. situasi pencetus, perasaan, respon.
d. Memasukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan c. Latih kembali mengontrol halusinasi dengan cara
menghardik. menghardik.
d. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan
menghardik.
RTL : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik jam
13.00 di Rumah Pasien
Data: S:
DS : Pasien mengatakan masih marah jika mengingat Pasien mengatakan akan mengontrol marah dengan
suami dan suara-suara yang menggangunya memukul kasur/bantal.
DO : O:
a. Pasien tampak menahan emosi a. Pasien mampu menunjukkan cara mengontrol PK
b. Suara tegas dengan cara pukul kasur/bantal
c. Ekspresi wajah tegang b. Ekspresi wajah datar
Dx : Resiko perilaku kekerasan c. Suara datar
Terapi : A : Resiko perilaku kekerasan masih ada
a. Mengidentifikasi penyebab, tanda, gejala, dan P : Ulangi SP1
akibat PK yang dilakukan. Kontrak : mengajarkan minum obat SP 2
b. Menjelaskan cara mengontrol PK secara fisik, obat,
verbal, spiritual.
c. Melatih cara mengontrol PK secara fisik : tarik
nafas dalam dan pukul kasur/bantal.
d. Memasukkan pada jadual kegiatan untuk latihan
fisik.

Data :
DS : - S : pasien mengatakan sudah bisa menghardik
DO : O:
Pasien terkadang terlihat bingung Pasienmampu menunjukkan cara mengontrol
Dx : Gangguan persepsi sensori : halusinasi halusinasi dengan menghardik
pendengaran Pasienbersikap kooperatif
Terapi: Pasienmasih labil
A : Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
a. Mengidentifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu P : Ulangi SP1
terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon. a. Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan
b. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: haridik, menghardik.
obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan. b. Identifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu terjadi,
c. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan situasi pencetus, perasaan, respon.
menghardik. c. Latih kembali mengontrol halusinasi dengan cara
d. Memasukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik.
menghardik. d. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan
menghardik.
RTL : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
secra mandiri
Selasa 3 Juni Data: S: Ratri
2018 Data: Pasien mengatakan mengerti tentang 6 minum obat
DS : Pasien mengatakan masih marah jika mengingat O:
suami dan suara-suara yang menggangunya Pasien mampu menyebutkan nama obat yang diminumnya
DO : A : RPK
d. Pasien tampak menahan emosi P : mengulang SP2
e. Suara tegas Kontrak : kembali menjelaskan tentang 6 benar minum
f. Ekspresi wajah tegang obat
Dx : Resiko perilaku kekerasan RTL: memasukkan pada jadwal kegiatan
Terapi :
Sp 2
Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih
pasien secara fisik. Beri pujian
Jelaskan 6 benar cara memberi obat
Latih cara memberikan/mmbimbing minum obat
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal saat besuk dan
beri pujian

Data :
DS : pasien mengatakan semalam tidak bisa tidur dan
mendengar suara mengajak pergi 1x
DO : -
Dx : Gangguan persepsi sensori : halusinasi S:
pendengaran Pasienmengatakan tidak melakukan saran pengkaji untuk
Terapi : mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
a. Mengidentifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu O:
terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon. a. Pasienbersikap kooperatif.
b. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: haridik, b. Pasienmampu menunjukkan cara mengontrol
obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan. halusinasi dengan menghardik.
c. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan A : Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
menghardik. masih ada
d. Memasukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan P : Ulangi SP1
menghardik. a. Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan
menghardik.
b. Identifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu terjadi,
situasi pencetus, perasaan, respon.
c. Latih kembali mengontrol halusinasi dengan cara
menghardik.

d. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan


menghardik.
RTL : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik jam
11.00 di Rumah Pasien
Data: S: Ratri
DS : Pasien mengatakan masih marah jika mengingat Pasien mengatakan mengerti ttg pentingnya minum obat
suami dan suara-suara yang menggangunya O:
DO : a. Pasien mampu menyebutkan 2 benar dari 6 benar
a. Pasien tampak menahan emosi minum obta
b. Suara tegas b. Ekspresi wajah datar
c. Ekspresi wajah tegang c. Suara datar
Dx : Resiko perilaku kekerasan A : Resiko perilaku kekerasan masih ada
Terapi : P ulangi SP2
Sp 2 Kontrak : Melatih cara mengontrol PK dengan obat jam
Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih 14.00 di Rumah Pasien
pasien secara fisik. Beri pujian
Jelaskan 6 benar cara memberi obat
Latih cara memberikan/mmbimbing minum obat
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal saat besuk dan
beri pujian

Data :
DS : -
DO : - pasien tampak tenang
Dx : Gangguan persepsi sensori : halusinasi S : pasien mempratikkan cara menghardik dan mengatakan
pendengaran jika mendengar harulusinasi akan menghardik
Terapi : O:
a. Mengidentifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu c. Pasienbersikap kooperatif.
terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon. d. Pasienmampu menunjukkan cara mengontrol
b. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: haridik, halusinasi dengan menghardik.
obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan. A : Gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
c. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan P : Ulangi SP1
menghardik. e. Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan
d. Memasukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik.
menghardik. f. Identifikasi halusinasi: isi, frekuensi, waktu terjadi,
situasi pencetus, perasaan, respon.
g. Latih kembali mengontrol halusinasi dengan cara
menghardik.

h. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan


menghardik.
RTL : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
secara mandiri
Data: S: Ratri
DS : pasien mengatakan sudah lebih tenang dan sudah Pasien mengatakan mengerti tentang kerugian jika tidak
minum obat siang. minum obat
DO : O : pasien tanang
Pasien tampak tenang dan kooperatif A : RPK
Terapi : P : Ulangi SP 2
Sp 2 Kontrak : Evaluasi 6 benar minum obat di Rumah Pasien
Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih pukul 09.00
pasien secara fisik. Beri pujian
Jelaskan 6 benar cara memberi obat
Latih cara memberikan/mmbimbing minum obat
Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal saat besuk dan
beri pujian