Anda di halaman 1dari 12

Pada halaman Info SPBU ini, Anda dapat membaca beberapa informasi umum

mengenai SPBU, mulai dari definisi istilah, persyaratan standar PT. Pertamina untuk
sarana dan prasarana, bangunan, lokasi dan perijinan umum, serta ketetapan initial
fee SPBU.

SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum) merupakan prasarana umum
yang disediakan oleh PT. Pertamina untuk masyarakat luas guna memenuhi
kebutuhan bahan bakar. Pada umumnya SPBU menjual bahan bakar sejenis
premium, solar, pertamax dan pertamax plus.

""PASTI PAS!" Jaminan Kualitas dan Pelayanan.


SPBU Pertamina PASTI PAS! adalah SPBU yang telah tersertifikasi dapat memberikan pelayanan terbaik memenuhi
standard kelas dunia. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang
ramah, serta fasilitas nyaman.

Kualitas dan kuantitas BBM terjamin karena SPBU PASTI PAS!menggunakan alat-alat pengukur kualitas dan
kuantitas lebih akurat juga menerapkan prosedur monitoring yang lebih ketat. Untuk menjamin ketepatan takaran,
SPBU melakukan test ketepatan volume secara rutin dengan batas toleransi akurasi lebih ketat dari SPBU biasa.
Dinas Metrologi akan melakukan kalibrasi ulang pompa yang telah melewati batas toleransi. Untuk menjamin
kualitas BBM, SPBU melakukan pengujian kualitas 3 kali lebih banyak dari SPBU biasa, juga dengan batas toleransi
lebih ketat.

Konsumen akan selalu disambut oleh senyum, salam, dan sapa operator. Untuk memastikan anda mendapatkan
volume yang akurat operator akan menunjukkan pada anda mesin pompa menunjukkan angka nol sebelum mulai
pengisian.

"PASTI PAS!" Dapat di Percaya.


SPBU Pertamina PASTI PAS! hanya diberikan kepada SPBU yang telah mendapatkan dan dapat mempertahankan
audit sertifikasi oleh auditor internasional independen.
Untuk mendapatkan sertifikasi PASTI PAS!, SPBU harus lolos audit kepatuhan standard pelayanan yang ditetapkan
oleh Pertamina. Audit ini mencangkup standard pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas, kondisi peralatan dan
fasilitas, keselarasan format fasilitas, dan penawaran produk dan pelayanan tambahan. Setelah mendapatkan
sertifikat PASTI PAS!, SPBU akan tetap diaudit secara rutin. Jika tidak lolos, SPBU dapat kehilangan predikatnya
sebagai SPBU PASTI PAS!

Seluruh proses sertifikasi dilakukan secara independen oleh Bureau Veritas, institusi auditor independen
internasional yang memiliki pengalaman Internasional untuk melakukan audit pelayanan SPBU.

"PASTI PAS!" Dapat di Kenali.


Konsumen dapat mengenali SPBUPASTI PAS! melalui beberapa cara :

1. Lihat logo dan sertifikat PASTI PAS!: logo akan pada kantung kiri operator sedangkan sertifikat PASTI PAS! dapat
dilihat dalam kantor SPBU.

2. Rasakan pelayanan operator: operator akan mengucapkan selamat pagi/siang/malam, menunjukkan angka nol,
dan mengucapkan terimakasih dengan ramah.

3. Temukan melalui website ini: fungsi Lokasi SPBU menyediakan daftar SPBU PASTI PAS! lengkap dengan lokasi,
foto, dan deskripsi singkat produk dan pelayanan yang tersedia.
Sarana dan Prasarana standar yang wajib dimiliki oleh setiap SPBU

Ø Sarana pemadam kebakaran:

· Sesuai dengan pedoman PT. Pertamina.

Ø Sarana lindungan lingkungan:

· Instalasi pengolahan limbah.

· Instalasi oil catcher dan well catcher:

Saluran yang digunakan untuk mengalirkan minyak yang tercecer di area

SPBU kedalam tempat penampungan.

· Instalasi sumur pantau:


Sumur pantau dibutuhkan untuk memantau tingkat polusi terhadap air
tanah di sekitar

bangunan SPBU yang disebabkan oleh kegiatan usaha SPBU.

· Saluran bangunan/drainase sesuai dengan pedoman PT. Pertamina.

Ø Sistem Keamanan:

· Memiliki pipa ventilasi tangki pendam;

· Memiliki ground point/strip tahan karat;

· Memiliki dinding pembatas/pagar pengaman;

· Terdapat rambu-rambu tanda peringatan.

Ø Sistem Pencahayaan:

· SPBU memiliki lampu penerangan yang menerangi seluruh area dan jalur
pengisian BBM.

· Papan penunjuk SPBU sebaiknya berlampu agar keberadaan SPBU mudah


dilihat oleh pengendara.

Ø Peralatan dan kelengkapan filling BBM sesuai dengan standar PT. Pertamina
berupa:

· Tangki pendam.

· Pompa.

· Pulau pompa.
Ø Duiker, dibutuhkan sebagai saluran air umum di depan bangunan SPBU

Ø Sensor api dan perangkat Pemadam kebakaran

Ø Lambang PT. Pertamina

Ø Generator

Ø Racun Api

Ø Fasilitas umum:

· Toilet.

· Mushola.

· Lahan parkir.

Ø Instalasi listrik dan air yang memadai

Ø Rambu-rambu standar PT. Pertamina:

· Dilarang merokok.

· Dilarang menggunakan telepon seluler.

· Jagalah kebersihan.
· Tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran.

Mon, 2nd Jul, 2018

Pelaksanaan Operasional

 Pelaksanaan operasional SPBU harus sesuai dengan SOP (Standard Operating


Procedure) PT. Pertamina.

 Perekrutan dan pengadaan karyawan adalah tanggung jawab pemohon, dan


para pekerja diwajibkan bekerja sesuai dengan etika kerja standar PT.
Pertamina.
Mon, 2nd Jul, 2018

Standar Bangunan berdasarkan standar PT. Pertamina

 Desain bangunan harus disesuaikan dengan karakter lingkungan sekitar


(contoh: letak pintu masuk, pintu keluar, dan lain-lain);
 Elemen bangunan yang adaptif terhadap iklim dan lingkungan (sirip penangkal
sinar matahari, jendela yang menjorok kedalam, dan penggunaan material dan
tekstur yang tepat);
 Desain bangunan SPBU harus disesuaikan dengan bangunan di lingkungan
sekitar yang dominan;
 Arsitektur bangunan sarana pendukung harus terintegrasi dengan bangunan
utama;
 Seluruh fasade bangunan harus mengekspresikan detail dan karakter
arsitektur yang konsisten;
 Variasi bentuk dan garis atap yang menarik;
 Bangunan harus adaptif terhadap panas matahari dan pantulan sinar matahari
dengan merancang sirip penangkal sinar matahari dan jalur pejalan kaki/
trotoar yang tertutup dengan atap;
 Bangunan dibagi-bagi menjadi komponen yang berskala lebih kecil untuk
menghindari bentuk massa yang terlalu besar;
 Panduan untuk kanopi adalah sebagai berikut:
o Integrasi antara kanopi tempat pompa bensin dan bangunan
diperbolehkan;
o Ketinggian ambang kanopi dihitung dari titik terendah kanopi tidak
lebih dari 13’9’’. Ketinggian keseluruhan kanopi tidak lebih dari 17’;
o Ceiling kanopi tidak harus menggunakan bahan yang bertekstur atau
flat, tidak diperbolehkan menggunakan material yang mengkilat atau
bisa memantulkan cahaya;
o Tidak diperbolehkan menggunakan lampu tabung pada warna logo
perusahaan.
 Panduan untuk pump island adalah sebagai berikut:
o Pump island ini terdiri dari fuel dispenser, refuse container, alat
pembayaran otomatis,bollard pengaman, dan peralatan lainnya;
o Desain pump island harus terintergrasi dengan struktur lainnya dalam
lokasi, yaitu dengan menggunakan warna, material dan detail arsitektur
yang harmonis
o Minimalisasi warna dari komponen-komponen pump island, termasuk
dispenser, bollard dan lain-lain.
 Sirkulasi/jalur masuk dan keluar:
o Jalan keluar masuk mudah untuk berbelok ke tempat pompa dan ke
tempat antrian dekat pompa, mudah pula untuk berbelok pada saat
keluar dari tempat pompa tanpa terhalang apa-apa dan jarak pandang
yang baik bagi pengemudi pada saat kembali memasuki jalan raya;
o Pintu masuk dan keluar dari SPBU tidak boleh saling bersilangan;
o Jumlah lajur masuk minimum 2 (dua) lajur;
o Lajur keluar minimum 3 (tiga) lajur atau sama dengan lajur pengisian
BBM;
o Lebar pintu masuk dan keluar minimal 6 m.
Persyaratan umum perijinan Spbu

Di bawah ini adalah persyaratan umum perijinan SPBU yang harus dipebuhi calon
mitra setelah calon mitra dinyatakan lolos proses verifikasi seleksi online ini.

Persyaratan Permohonan Ijin Baru

Persyaratan permohonan ijin SPBU sebagai berikut:

1. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik/pimpinan badan usaha.


2. Biodata perusahaan/akta pendirian perusahaan (untuk badan usaha).
3. Lay out bangunan SPBU dan konfigurasi SPBU yang akan dibangun.
4. Peta lokasi skala 1:10.000 atau lebih besar, dan peta topografi/rupa bumi
skala 1:25.000 yang memperlihatkan titik lokasi rencana pendirian SPBU.
5. Data kapasitas penyimpanan dan perkiraan penyaluran BBM.
6. Data inventarisasi perlatan dan fasilitas yang dipergunakan.
7. Rekomendasai dari penyedia BBM yang ditunjuk/diakui oleh Pemerintah
dilampiri dengan salinan/copy kontrak.
8. Foto copy ijin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) sesuai dengan skala
kegiatan.
9. Foto copy ijin gangguan (HO).
10. Foto copy Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
11. Bukti pengesahan meter pompa SPBU dari instansi yang berwenang.
12. Foto copy ijin timbun tangki dari instansi yang berwenang.
13. Dokumen pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan skala kegiatan.
14. Fotokopi surat izin pembangunan SPBU dari Jasamarga (khusus bagi pendaftar
yang memiliki lokasi di jalan tol).
15. Nama Kelurahan di sertifikat tanah harus sesuai dengan lokasi pendirian SPBU
yang didaftarkan.

Hasil verifikasi kemudian menjadi bahan rekomendasi untuk persetujuan pendirian


SPBU/SPPBE
Mon, 2nd Jul, 2018

Bentuk kerjasama yang ditawarkan

1. DODO (Dealer Owned Dealer Operated)


SPBU DODO PT. Pertamina adalah SPBU milik swasta, baik lahan, investasi,
maupun operasionalnya.
2. CODO (Company Owned Dealer Operated)
SPBU CODO PT. Pertamina merupakan SPBU sebagai bentuk kerjasama antara
PT. Pertamina dengan pihak-pihak tertentu. Antara lain kerjasama
pemanfaatan lahan milik perusahaan ataupun individu untuk di bangun SPBU
PT. Pertamina.

Persyaratan lokasi Spbu

Dalam pembangunan sebuah SPBU, luas minimal lahan tergantung dari letak lahan
yang akan dibangun menjadi sebuah SPBU. Apabila lahan yang akan dibangun SPBU
terletak dijalan besar/utama, maka luas lahan yang harus dimiliki minimal 2500 m².
Sedangkan untuk akses jalan lokal minimal 700 m².

SPBU terdiri dari 5 tipe diantaranya adalah tipe A.B.C.D dan E. dimana klasifikasi
SPBU tersebut adalah sebagai berikut :

KOMPONEN TIPE A TIPE B TIPE C TIPE D TIPE E

Minimal Ukuran Lahan (m²) 2500 1600 1225 900 700

Min Lebar Muka Jalan 50 40 35 30 20

Selang Min. 26 20 – 25 16 - 20 10 - 16 Max 10

Kapasitas Tangki Min. 160 kl Min. 140 kl Min. 100 kl Min. 80 kl Min. 60 kl
Initial fee

Biaya perizinan yang dikeluarkan oleh mitra pada dasarnya adalah biaya atas hak
intelektual yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina untuk perancangan desain SPBU,
biaya pemakaian logo, produk PT. Pertamina, dan biaya pendaftaran pola baru. Biaya
tersebut merupakan biaya resmi PT. Pertamina. Mitra tidak dibebankan biaya lain
selain biaya tersebut. Setiap aplikasi yang disetujui dikenakan biaya Initial Fee yang
besarnya diatur sebagai berikut:

TYPE SPBU PERKIRAAN VOLUME PENJUALAN BESARNYA INITIAL FEE

SPBU TYPE A > 35 Kilo Liter Rp. 800.000.000,00

SPBU TYPE B > 25 Kilo Liter dan <= 35 Kilo Liter Rp. 650.000.000,00

SPBU TYPE C > 20 Kilo Liter dan <= 25 Kilo Liter Rp. 500.000.000,00

SPBU TYPE D > 15 Kilo Liter dan <= 20 Kilo Liter Rp. 350.000.000,00

SPBU TYPE E <= 15 Kilo Liter Rp. 250.000.000,00