Anda di halaman 1dari 6

BAB II sebagai dasaran atas kita yang telah terjatuh dan siap untuk

Bentuk Perjuangan
menentang kedalaman jurang pemikiran tersebut.
Kesadaran dalam bergerak menjadi modal awal
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai
disaat menjejaki jalan perjuangan. Karena memang jalan itu
betapa pentingnya kesadaran tiap elemen untuk bangkit.
harus terbangun atas berlian yang berkilauan. Sehingga
Bangkit dari keterpurukan, penindasan, serta bangkit atas
untuk melewatinya pun harus berpandangan lurus tanpa
terjatuhnya nilai dari pada diri sendiri yang semakin
melihat material jalanan apalagi berhenti untuk sekedar
menjauh dari esensi kemanusiaan sebenarnya.
memungutinya.
Tekungkungnya pemikiran-pemikiran yang murni terhadap
Banyak yang berkata “banyak jalan tuk menuju
atmosfer sekitar merupakan bentuk nyata dari matinya
roma”. Mengingat demikian apa yang perlu digali dalam hal
sendi-sendi pergerakan rasa dan rasio atas diri sendiri.
ini ? bagaimana dan apa yang harus dilakukan ? apakah
Maka tak heran rasanya negara ini dijamah dan
perjuangan selalu dalam posisi tertindas atau tidak ? apa
dipeloroti atas setiap perhiasan yang memperindahnya
dalam keadaan terdesak atau tidaknya ? semua kembali
dengan sangat ritmis. Mengingat pada masanya perjuangan
pada setiap individu. Disini yang akan diulas pada gagasan
didasarkan atas egosentris masing – masing suku, ras,
perjuangan kemanusiaan sedikit menyinggung akan
agama maupun daerah. Dan rasanya perjuangan dengan
kacamata pembebasan. Seperti kita tahu pada zaman
metode yang demikian tidak lagi efektif untuk saat ini.
Jatuh dan terpuruk, bangkit dan berdiri, menerjang jahiliyah seorang aktivis, revolusioner, pembebas dan
merupakan hukum alam yang lama membisu. Karena pemimpin umat islam yang namanya sangat dikenal hingga
memang tidak mempunyai tempat untuk berbicara. Dan akhir zaman oleh umatnya maupun lawannya. Dia adalah
pada kesempatan inilah hukum tersebut berbicara. Dimana Muhammad. Jika saat kecil acapkali kita mendengar
kita jatuh atas segala pemikiran, mental, maupun esensi diri kisahnya, harusnya sampai saat ini kisah heroik tersebut
yang semakin terpuruk manakala kita tiada usaha untuk dapat mengilhami kita akan aspek-aspek perjuangan yang
bangkit dan berjuang menentang jurang pemikiran ini. telah dilakukannya.
Namun, sebelum memasuki itu perlu kita ketahui
Namun untuk menentang jurang pemikiran yang dalam,
bahwasanya perjuangan itu muncul karena suatu masalah
bukan berarti kita hanya perlu memanjatnya akan tetapi
demi masalah yang tidak terselesaikan. Pada masanya,
perlu adanya pergerakan sendi – sendi rasa maupun rasio
banyak masyarakat jahiliyah saat itu melakukan penindasan
– penindasan dan kejahatan kemanusian yang terjadi.
Banyak sekali bentuk perjuangan dimasa-dimasa itu yang perjuangan pembebasan individu yang tertindas dan
dilakukan oleh beliau demi membebaskan umatnya dari terpuruk. Apa yang mendasari niat para tokoh-tokoh ini
segala keterpurukan. Hingga pada akhirnya berujung pada dalam upaya pembebasan ? semua karena kondisi yang
peperangan meskipun lawan yang diperangi adalah sanak telah mendesak dan harus dilawan agar segala kebijakan
familinya sendiri. Akan tetapi apa yang lebih indah dari pada yang tidak berpihak akan asas kemanusisaan segera
bentuk nilai perjuangan atas perlawanan melawan dilenyapkan. Sedikit menengok kepada sejarah bangsa
kebatilan. mengenai penjajahan, hal ini yang mendasari buah
Patut disayangkan seringkali manusia lalai akan arti
pemikiran bentuk perlawanan. Dan jika ada pertanyaan
dari perjuangan itu sendiri. Adapun tanpa sadar banyak
berapa lama bangsa ini ditindas oleh kolonialisme ? dan apa
problematika dalam hidup yang tidak tuntas dalam hal
bentuk perlawanan bangsa kita terhadapnya ?. Tentu akan
kemanusiaan pada saat ini. Banyak dari kita yang hanya
banyak menjawab 350 tahun belum termasuk jepang dan
melakoni ritual keagamaan kepada Sang Maha Kuasa akan
sekutunya. Dan perang-perang fisik yang usam dan melalui
tetapi lupa atau berpura-pura amnesia dengan penderitaan
karya sastra yang mengecam kala itu.
saudaranya. Hal ini pun yang memicu suatu statement dari Disinilah kita dianjurkan oleh negara dan praktisi
Marx yang sering kali kita ketahui “Agama adalah candu” pendidikan untuk memperingati hari-hari besar nasional
yang begitu menimbulkan banyak kontra. Padahal jika kita yang linear dari jasa pahlawan terdahulu. Dan dari sini juga
mengkaji lebih dalam yang dimaksud adalah agama terdapat kesalahan yang sekiranya cukup fatal ketika
harusnya membawa dampak perubahan yang membicarakan kemanusiaan. Banyak dari petinggi-petinggi
membebaskan manusia dari berbagai keterpurukan dan pendidikan yang seketika memberikan pidato agar
penindasan. meneruskan perjuangan pahlawan dengan belajar yang
Sebelum jauh memikiran ini, pada setiap individu
tekun dan giat agar menjadi sukses. Tentu hal ini
pasti pernah mengatakan iya atau pernah pada perjuangan.
menyimpulkan bahwasannya hari-hari besar nasional hanya
Memang konteks dari makna perjuangan sangat luas.
diartikan sebagai bentuk formalitas dan penghormatan
Mengingat bahwanya secara garis besar yang kita ketahui
belaka selama menempuh bangku pendidikan. Yang
perjuangan adalah upaya untuk meraih apa yang ingin
seharusnya perjuangan itu “mewarisi apinya, jangan
dicapai. Banyak sudah dari pemikir dan pejuang-pejuang 1
abunya”, ujar Bung Karno.
tersohor di bumi pertiwi, yang sering kita ketahui melakukan
Peperangan telah usai, maka perjuangan tak perlu refleksi atas kondisi dizaman masing-masing filsuf. Melihat
mengangkat senjata. Tetapi dengan belajar secara tekun zaman para filsuf yang menghasilkan karya akan kondisi
sampai sukses, namun sukses dalam hal apa ? sering kali yang mereka alami. Sudah seharunya kita tergerak akan
kita akan berucap, sukses mengapai cita-cita dan harapan di kondisi yang kita alami saat ini pula, dimana kesenjangan-
masa depan. Hal tersebut memang bagus untuk kepuasan kesenjangan dalam segala lini marak terjadi. Dengan
individu dan orang sekitarnya. Namun akan lebih baik lagi semangat yang revolusioner atas problematika yang harus
jika kita menggunakan prespektif pejuang kemanusiaan, dihadapi dizaman sekarang.
Revolusi Perancis merupakan sebuah lukiasan agung
karena benar-benar memperjuangkan kepentingan umat
yang menceritakan betapa revolusionernya perjuangan
yang tertindas dan terpuruk. Terkadang kita mengejar
rakyat perancis atas sistem pemerintahan yang berjalan
mimpi kita hanya sekedar memuaskan nafsu pribadi saja
kala itu. Dimulai dari feodalisme, aristokrasi, sampai
akan tetapi selalu mengesampingkan aspek – aspek lain
monarki absolut yang kian menghimpit kebebasan rakyat
dalam penerapannya. Sehingga hal ini yang dapat
perancis dimasanya. Dan diakhiri dengan penggulinggan
melumpuhkan rasa kepekaan terhadap diri sendiri dan lebih
kekuasaan pemerintah yang semakin mencekik nafas
berambisi tuk mengejar mimpi yang begitu fana. Memang
kehidupan rakyat perancis. Kemudian digantikan dengan
semua berhak bermimpi dan mewujudkannya, akan tetapi
sistem pemerintah yang berprinsip kebebasan, persamaan,
pernahkah kalian bermimpi untuk kesetaraan dalam hidup
dan persaudaraan. Yang merupakan suatu bentuk ekspresi
yang sejahterah ?
Banyak teori-teori yang dikemukakan para filsuf-filsuf perjuangan atas hak rakyat perancis yang telah memuncak
mengenai sebuah pergerakan. Namun tidak semua teori keresahanya akan penindasan dimasa pemerintahan
dapat diterapkan menginggat tiap-tiap filsuf memiliki sebelumnya. Melalui gerakan radikal sayap kiri oleh masa
pandangan yang berbeda-beda. Ada yang bersifat thesis A jalanan dan petani di desa, akhirnya perjuangan tersebut
dengan anti-thesis A, thesis B dengan anti-thesis B, begitu membuahkan hasil. Tidak jauh berbeda dengan perjuangan
seterusnya. rakyat Phillipina mengusir imperealis amerika yang halus
Perlu diingat juga teori-teori ini memang bagus untuk
menggerogoti negara tersebut. Dengan perlawanan dari
di konsumsi otak kita dalam memantik semangat kawan-
sektor pendidikan yang mulai menciptakan kaum-kaum
kawan yang lain dalam bergerak maupun berjuang.
intelektual sampai ke perbaikan ekonomi.
Kebanyakan dari teori-teori yang dikemukakan merupakan
Kedua lukisan peristiwa tadi membuktikan bahwa dan dari suara Toa (pengeras suara) yang menyerukan
rakyat atau elemen penggerak atas suatu perjuangan keadilan dan jeritan kemanusiaan. Hingga pengorganisasian
mempunyai kesamaan dalam berfikir. Kesadaran akan hak massa yang nantinya mampu melahirkan sebuah
yang telah dijarah, baik dari sistem pemerintahan yang kian pergerakan dan pergolakan dengan pesan kemerdekaan
mencekik rakyat perancis berekspresi maupun sentuhan didalamnya. Merdeka atas segala macam kebelengguan.
halus imperealis amerika yang menambah keterpurukan Dan berharap bangsa ini mutlak merdeka secara 100%.
rakyat philipina. Namun semua aspek tadi tidak lepas atas satu unsur yang
Di zaman yang semakin berkembang akan informasi
sekiranya amat penting yakni persamaan rasa/ kesatuan visi
dan didukung generasi berbekal luka ingatan lebih dari 350
atas penderitaan, sehingga nantinya mampu bergerak aktif
tahun. Bukan suatu hambatan mutlak manakala masing-
bersama.
masing individu ini terbentur akan suatu kondisi yang Dengan berdasarkan riwayat Tan Malaka yang kian
menggoreskan luka kembali. Ditengah gejolak negara- menggema dari dalam kuburnya, bahwa untuk mencapai
negara imperialis yang rakus dan dibawah tapal kaki kemenangan revolusioner Indonesia perlu beberapa faktor
pemerintahan yang amat kacau, memaksa berkibarnya diantaranya. Pandangan secara objektif, atas kemelaratan
panji-panji perjuangan yang dimotori oleh generasi ini. bangsa indonesia kala itu. Secara subjektif, atas kesediaan
Generasi yang kaya akan luka, kaya akan sejarah bangsa Indonesia dalam satu wadah serta konsisntensi akan
penderitaan dan kaya akan ilmu pendidikan yang sampai perjuangan. Betapa dengan gagahnya para founding father
kini menunggu pelenyapan negara-negara imperialis dan bangsa ini, yang ingin melihat generasi saat ini bukan hanya
membakar sistem pemerintahan yang feodal ini. Maka dari seonggok daging yang menunggu waktu untuk membusuk
sana dikatakan sebagai generasi modern yang siap dimakan belatung karena terlalu banyak diam dalalm waktu
menyerukan ketidakadilan untuk dilawan sebagai bentuk yang begitu lama. Akan tetapi menjadi generasi yang
perjuangan. dengan kekuatan nasionalismenya mampu melawan negara
Bukan hal yang semu, seperti apa bentuk dari
lain yang menjajah bangsa ini. Dan dengan perasaan
perjuangan yang hendak dijalankan. Berawal dari segala
senasib seperjuangan mampu menyikapi ketidakadilan pada
yang kita miliki, maka seruan perjuangan akan dapat
tubuh bangsa ini dengan satu jiwa konsistensi yang tegak
dijalankan. Dari pena yang menggores tinta berita
dalam jalan perjuangan mencapai bangsa yang gandrung
kesenjangan, dari gambar yang melukiskan penderitaan,
akan keadilan.
Lantas, terlalu beratkah amanah dari founding father berfikir inilah bentuk perjuangannya pada kemanusiaan
bangsa ini, kawan? sehingga generasi kita saat ini hanya demi masa depan yang lebih baik.
Dari situlah kita sebagai mahasiswa yang konon
duduk dan menikmati pemandangan permasalahan bangsa
katanya agen perubahan membuktikan bahwa kita
dengan cemilan semen tentunya. Karena kerakusan kaum
seharusnya mampu merancang sebuah ide gagasan untuk
borjuis telah melahap lahan pertanian disaat kita terlalu
perubahan secara sosial maupun teknologi untuk
nyaman dikursi goyang masing-masing. Terlalu nyaman
kedepannya walaupun dampak perubahannya secara
dipundak kekasi kita masing-masing. Atau terlalu nyaman
signifikan sangatlah kecil, tetapi setidaknya kita turut andil
didepan orang tua kita masing – masing. Ataukah kita akan
dalam perjuangan ini.
memanggul amanah founding father kita dan menendang
Sedikit gambaran disini, jika pada sebelumnya telah
segala bentuk kesenjangan dibangsa dan diri kita sendiri
dibahas dua contoh perjuangan kemanusiaan yang secara
dengan gagah sebagai bentuk perjuangan atas diri ini yang
revolusioner dengan pergerakan yang dilakukan demi
tidak lagi semu.
menata negaranya menjadi terbebas dari penindasan yang
Dunia kini sangatlah revolusioner/maju atau mungkin
dialami oleh bangsa dari negara tersebut. Maka dari contoh
bisa disebut dalam sudut pandang perspektif dibidang
tersebut kita harusnya mengerti pula arah dan tujuan
teknologi dan penemuan – penemuan lainnya. Akan tetapi
perjuangan dari pergerakan yang telah dilakukan. Contoh
pada pemikiran pengguna maupun penikmatnya akankah
terkecil saja, semisal kita mempunyai kawan – kawan yang
mengikuti pula secara revolusioner/kemajuannya ? hal ini
akan mengikuti kompetisi PKM (Pekan Kreativitas
dirasa masih banyak yang belum bisa ber-revolusi layaknya
Mahasiswa) seharusnya kita dapat berkontribusi pula dalam
penemu-penemu teknologi saat ini, janganlah beranggapan
memberi dukungan atapun support secara ide gagasan,
bahwa kemajuan akan dirasa jikalau anda terlalu nyaman
finansial, dsb. Tanpa harus berpikir pamrih kepada kawan
dengan konsumsi teknologi itu.
Bagaimana kita mencoba berfikir secara yang akan kita bantu maupun lingkungan disekitarnya. Nilai
revolusioner, jika kita ingin penerapan dari bentuk perjuangan akan timbul dengan sendirinya. Secara alamiah
perjuangan kemanusiaan sudah mengalami kegagalan. Para naluri kita memaksa tuk bergerak membantu dia yang
penemu gagasan teknologi saat ini yang kita anggap luar butuh pertolongan. Walaupun pada akhirnya semisal dari
biasa pun berfikir revolusioner. Karena apa? Pasti mereka kawan – kawan kita ini tidak lolos tetapi disinilah esensi dari
perjuangan yang disebutkan tadi. Layaknya pula perjuangan
kemerdekaan Tanah Air ini. Yang cukup paling dikenal adalah
Soekarno, Hatta, Syahrir dkk. Yang pernah ada dan
disebutkan pada buku Sejarah sejak kita masih mengenyam
pendidikan di bangku sekolah hingga kini. Namun
bagaimana dengan pejuang – pejuang lain yang ada di balik
layar? Apakah perjuangan mereka sia – sia ? Justru
perjuangan yang demikianlah yang tidak mengutamakan
eksistensi tetapi lebih mendahulukan nilai - nilai esensi
perjuangan itu sendiri yang perlu kita patut angkat topi
sebagai bentuk apresiasi terhadap pengorbanan mereka
demi kita yang telah melupakan denyut nadi mereka yang
gemetar melawan kolonialisme yang luar biasa kejinya.
Berjuanglah melawan kebatilan. Entah itu siapa pun baik
pemerintah, dosen, swasta asing/negeri, atau bahkan diri
kita sendiri. Bungkam mereka yang mencoba
membodohimu, membodohi temanmu, membodohi
lingkunganmu. Mari kita warisi api para pejuang terdahulu.
Marilah kita berkomitmen pada diri ini beserta
dihadapan Tuhan, perjuangan ini haruslah membuahkan
hasil atas terdidiknya insan yang memiliki kepedulian dan
kepekaan tinggi terhadap sesama sehingga bangsa ini
cerdas dan unggul.