Anda di halaman 1dari 5

Bismillahirrahmanirrahiim

Semangat OSCE GINEKOLOGI


“FLOUR ALBUS”

NSGI (Non Spesifix Genital


Keterangan Bakterial Vaginosis Servisitis GO Kandidiasi Vulvovaginalis Trikomoniasis
Infection)
Anamnesis  Keluar sekret berwarna Faktor Predisposisi:  Vaginal discharge Faktor Predisposisi:  >> Usia seksual aktif (16-35 th)
jernih 1. Wanita aktif seksual syndrome  Sekret 1. Kehamilan, pemakaian pil  Duh tubuh vaginal >> dan
 Disuria 2. Pemakai AKDR purulen, pagi hari saat KB Berbau apek, warna
 Gatal sepanjang saluran 3. Infeksi bersama dengan infeksi bangun tidur 2. Peningkatan pH  kehijauan
uretra trikomonas  Disuria penggunaan pembersih  Rasa gatal dan perih pada
 Polakisuria (BAK sedikit  Vaginal bleeding vagina vulva
sering, disertai rasa nyeri  Duh tubuh vagina  Onset < 7 hari pasca kontak 3. Lingkungan yang hangat  Dispareunia
dan panas pada saluran sedikit/sedang risiko tinggi (biasanya 2-5 dan lembab  Perdarahan paska hubungan
kemih)  Bau amis (fishy odor), lebih hari) 4. DM seksual
 Gejala sistemik: demam, bau setelah senggama 5. Pemakaian AB/kemoterapi
nyeri kelenjar inguinal  Sekret berwarna abu-abu
homogen, melekat pada  Gatal pada vulva
dinding vagina  Duh tubuh vagina 
 Iritasi daerah vagina dan sekret banyak, putih
sekitarnya  gatal, rasa seperti susu
terbakar, bisa kemerahan,  Nyeri panas selama
edema vulva berhubungan
 Disuria

 Identitas pasien (nama, usia) BV  Gatal, rasa terbakar


 Keluhan utama: Keluar cairan dari alat kelamin, keputihan GO  Nyeri saat BAK, keluar darah dari kemaluan
 HPHT, sekarang sedang menstruasi atau tidak? KVV  putih seperti susu
 Riwayat penyakit sekarang (RPS) Trikomoniasis  kuning kehijauan
1. Lokasi KVV  Gatal, nyeri saat BAK, nyeri saat berhubungan
2. Onset dan kronologis Trikomoniasis  Gatal, perih, nyeri saat berhubungan, berdarah saat
Sudah berapa lama? berhubungan seksual
GO  < 7 hari
3. Kuantitas  Keputihannya berbau tidak? Baunya seperti apa?
 Terus menerus atau tidak? GO  Pagi hari saat bangun tidur BV  Bau amis, lebih amis setelah senggama/berhubungan
 Cairan yang keluar banyak atau sedikit? Trikomoniasis  Bau apek
BV  Sedikit/sedang  Cair atau kental?
KVV dan Trikomoniasis  Banyak
4. Kualitas 6. Faktor memperberat
 Warnanya apa? Keputihannya lebih banyak kalau apa?
NSGI  warna jernih 7. Faktor memperingan
BV  warna abu-abu Keputihannya berkurang kalau apa? Sudah pernah diobati atau belum?
GO  bernanah
5. Gejala penyerta
 Gatal dan perih?  Riwayat menstruasi
 Ada rasa terbakar? Pertama kali menstruasi kapan?
 BAK lancar? Nyeri saat BAK? BAK terus menerus atau tidak? Menstruasinya lancar atau tidak? Berapa hari?
 Nyeri saat berhubungan? Nyeri saat menstruasi?
 Keluar darah atau tidak?
 Ada demam atau tidak?  Riwayat menikah
Sudah menikah berapa kali? Sudah berapa tahun? Kapan terakhir kali
NSGI  Gatal, nyeri saat BAK, polakisuria (BAK sedikit namun sering disertai berhubungan?
rasa nyeri dan panas), demam
 Riwayat obstetri
 Riwayat penyakit dahulu (RPD) Sedang hamil atau tidak (G) / Sudah berapa kali melahirkan (P) / Pernah keguguran
 Sebelumnya sudah pernah seperti ini atau belum? atau tidak (A)
 Ada riwayat penyakit gula? Risiko KVV Laki atau PR / usia / lahir spontan atau SC / di mana / BBL / Penyulit
 Ada riwayat penyakit darah tinggi?
 Sedang mengkonsumsi obat-obatan tidak? Misal obat AB dan kemoterapi?  Kalau pasiennya hamil  usia kehamilannya berapa? Rutin ANC atau tidak? Sudah
Risiko KVV berapa kali periksa? Hamil risiko KVV

 Riwayat penyakit keluarga (RPK)  Riwayat KB


 Keluarga ada yang mempunyai keluhan yang sama atau tidak? Penyakit HT, Pakai KB atau tidak? KB jenis apa? Sudah berapa lama menggunakan KB?
DM? KB Risiko BV, KVV

 Riwayat sosial ekonomi (RSOSEK)


 Pekerjaan pasien dan pasangannya apa?
 Sering membersihkan vagina dengan pembersih vagina atau tidak? Risiko KVV

PF Inspekulo: Iritasi pada vagina  eritema dan Inspekulo: Vulva/vagina eritema, edema, Inspekulo:
Sekret banyak, berwarna edema pada vulva Eritema, sekret purulen fisura, kadang-kadang erosi dan Warna kuning kehijauan, berbusa
jernih, sedikit keruh, sering pada ulserasi Strawberry Appearance
siang hari Inspekulo:
Sekret berwarna abu-abu Inspekulo:
homogen Pseudomembran (+), duh
Sekret melekat pada dinding tubuh mukoid/cair dengan
vagina butir-butir gumpalan keju
Bau amis (fishy odor) (cottage cheese)/seperti
gumpalan susu
1. Informed consent, jelaskan prosedur 10. Status Lokalis (Ginekologi)
2. Meminta pasien BAK  Inspeksi (mons pubis – perineum)
3. Cuci tangan Luka, discharge, darah
4. Jaga privasi pasien Tanda infeksi (eritema, edema), perlukaan
5. Periksa Keadaan umum, antropometri, TTV (narasikan, tanya ke penguji) Himen
6. Status Generalis (tanyakan ke penguji)
7. Pemeriksaan Abdomen (Leopold)  tanyakan ke penguji  Palpasi
8. Gunakan sarung tangan Massa, benjolan, nyeri
9. Minta asisten untuk menyalakan lampu
 Inspekulo (cerviks, porsio, dinding vagina)
 Bersihkan dahulu (povidon iodin dan kassa)
 Dinding vagina, rugae vagina
 Discharge, polip
 Massa, benjolan, erosi, mudah berdarah  curiga Ca cerviks
 Porsio  bentuknya bulat, mudah berdarah
 Bersihkan lagi (desinfeksi)

 Pemeriksaan Dalam (VT)


 Ganti handscoen pakai handscoen steril
 Massa, benjolan
 Bimanual palpasi  tangan kanan menggoyangkan porsio, tangan kirinya
palpasi perut  lihat ada massa, nyeri goyang porsio

11. Dokumentasi
12. Cuci tangan
PP 1. Sekret uretra (pewarnaan 1. Pewarnaan gram  Clue Cells 1. Pengecetan langsung 1. Pemeriksaan KOH 10%  1. Pemeriksaan sediaan
gram)  leukosit PMN (+)  sel epitel vagina yang (pewarnaan gram)  pseudomembran langsung dengan NaCl 0,9%
>5/LP (laki2), >10/LP diliputi kokobasil Diplococcus gram negatif 2. Pewarnaan gram  lihat Sekret diambil dari fornix
(wanita) 2. Tes amin (sekret vagina + 1 intra dan ekstrasel leukosit epitel vagina dan jamur posterior
2. Sedimen urin  leukosit tetes KOH 10%)  bau amis PMN Lihat trikomonas  berflagel
PMN >15 3. pH vagina meningkat (4,5-5,5) 2. Perempuan: Sekret di 2. Biakan kultur media Feinberg-
3. pH normal 4. Biakan  agar Casman endoserviks Whittington
5. Kromatografi 3. Kultur  Thayer Martin 3. pH meningkat
6. Tes biokimia: reaksi oksidasi, 4. Reaksi oksidase (+) 
indol, urea (-) warna merah
5. pH asam

Diagnosis NSGI (Non Spesifix Genital Bakterial Vaginosis Servisitis GO Kandidiasis Vulvovaginalis Trikomoniasis
Infection) (KVV)
Etiologi: Chlamydia trachomatis Etiologi: Hemophillus vaginalis Etiologi: Neisseria gonorrhoeae Etiologi: Trichomonas vaginalis
(Gardnerella vaginalis), (diplococcus gram negatif, Etiologi: Candida, terutama
Mycoplasma hominis, Bacteriodes anaerob obligat) Candida albicans
spp

Diagnosis:
1. Duh tubuh warna putih abu-
abu, homogen, bau amis
2. pH vagina >4,5
3. Tes Amin (+)
4. Clue Cells (+)

DD BV, GO, KVV, Trikomoniasis NSGI, GO, KVV, Trikomoniasis NSGI, BV, KVV, Trikomoniasis NSGI, BV, GO, Trikomoniasis NSGI, BV, GO, KVV

Tatalaksan  Azitromisin 1g SD  Metronidazol 2 x 500 mg (7 Kombinasi terapi GO dan  Golongan imidazol topikal  Metronidazol 2 gram oral SD
a  Doksisiklin 2 x 100 mg/hari hari) Klamidia:  Flukonazol 150 mg SD  iritasi lambung
(7 hari)  Metronidazol 2 gram SD  Dewasa tanpa komplikasi:  KVV rekuren: diulang  Alternatif: Metronidazol 2 x
 Tetrasiklin 4x500 mg/hari (7 iritasi lambung  Ceftriaxon 250 mg IM SD setelah 3 hari  500 mg gram (7 hari)
hari)  Klindamisin 2 x 300 mg (7 hari) atau maintenance flukonazol
 Eritromisin basa 4 x 500 mg  Cefixim 400 mg oral SD 100-150 mg SD/minggu
(7 hari) atau selama 6 bulan
 Ciprofloxasin 500 mg oral
SD atau
 Ofloxasin 400 mg oral SD

dan
 Eritromisin 2 x 500 mg (7
hari)
 Azitromisin 1000 mg SD
 Doksisiklin 2X100 mg/hari
selama 7 hari

Edukasi Edukasi terkait penyebab, tanda, gejala, penularan, pengobatan, dan pencegahan
 Obatnya diminum
 Penularan  melalui hubungan seksual  Selama pengobatan jangan berhubungan seksual terlebih dahulu, obati mitra kontak seksual
 Jaga higienitas vagina
 Jangan membersihkan vagina dengan pembersih vagina