Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE)


DI RUANG GELATIK RS JIWA MENUR SURABAYA

Disusunoleh:

1. Rifaldi Zulkarnaen, S.Kep 131723143035


2. Alpian Umbu Dewa., S.Kep 131723143041
3. Muhammad Anis Taslim, S.Kep 131723143025
4. Baiq Selly Silviani., S.Kep 131723143028
5. Dwi Hartini, S.Kep 131723143027
6. Titah Khalimatus S, S.Kep 131723143042

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATANUNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE)
DI RUANG GELATIK RS JIWA MENUR SURABAYA

Sasaran : Pasien di Ruang Gelatik RS Jiwa Menur Surabaya


Hari/Tanggal : Jum’at, 01 Juni 2018
Tempat : Ruang Gelatik RS Jiwa Menur Surabaya
Waktu : Pukul 09.00 - 09.30 WIB (30 menit)
Pelaksana : Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan UNAIR

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, diharapkan pasien di Ruang
Gelatik RS Jiwa Menur Surabaya dapat memahami konsep personal
hygiene dengan benar.

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhan, pasien di Ruang Flamboyan RS
Jiwa Menur Surabaya diharapkan dapat :
1) Mengetahui pengertian personal hygiene
2) Mengetahui tujuan personal hygiene
3) Mengetahui jenis-jenis personal hygiene
4) Mengetahui tindakan personal hygiene

B. Sasaran
Peserta dalam penyuluhan ini adalah pasien yang sedang dirawat di Ruang
Gelatik RS. Jiwa Menur Surabaya.

C. Materi
1. Definisi kebersihan diri
2. Pentingnya kebersihan diri
3. Tanda dan gejala kurangnya perawatan diri
4. Prinsip-prinsip kebersihan diri

2
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. Media
1. Leaflet
2. Flipchart

F. Setting Tempat
Peserta penyuluhan duduk berhadapan dengan timpenyuluhan

Flipchart

G. Pengorganisasian
1. Pembimbing Klinik : Kusnoto, S. Kep.Ns
2. Pembimbing akademik : Dr. Hanik Endang N, S.Kep.Ns, M.Kep
3. Penyaji : Titah Khaliamtus S, S.Kep
4. Moderator : Rifaldi Zulkarnaen., S.Kep
5. Observer : Dwi Hartini., S.Kep
6. Fasilitator : Alpian Umbu D,S.Kep
Muhammad Anis Taslim, S.Kep
Baiq Selly S, S.Kep

3
7. Peserta : Pasien di Ruang Gelatik RS. Jiwa Menur
Surabaya
H. Job Description
N Job Description
Nama Sie
o.
1. Penyaji 1. Menyampaikan materi penyuluhan
2. Menggali pengetahuan peserta tentang materi yang
akan disampaikan
3. Menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh peserta
2. Moderator 1. Memandu jalannya penyuluhan dan sesi tanyajawab
2. Membuka acara dan menyampaikan maksud serta
tujuan kegiatan penyuluhan
3. Menjelaskan kontrak waktu dan mekanisme kegiatan
4. Melakukan evaluasi hasil tentang materi yang telah
disampaikan
5. Menutup acara penyuluhan
3. Notulen 1. Mencatat pertanyaan peserta dan jawaban penyaji
sebagai dokumentasi kegiatan
2. Mencatat proses kegiatan penyuluhan disesuaikan
dengan rencana kegiatan pada SAP
3. Menyusun laporan dan menilai hasil kegiatan
penyuluhan
4. Observer 1. Mengawasi dan mengevaluasi selama penyuluhan
berlangsung
2. Mencatat situasi pendukung dan penghambat proses
kegiatan penyuluhan
5. Fasilitator 1. Sebagai operator presentasi (meng-handle flipchart)
2. Membantu dan mengondisikan peserta selama
penyuluhan berlangsung
3. Meminta tandatangan peserta yang hadir (absensi)
4. Membantu moderator dalam mengajukan pertanyaan
untuk evaluasi hasil
5. Memfasilitasi peserta untuk aktif bertanya
6. Membagikan leaflet

4
I. Pelaksanaan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 3 Menit Pembukaan:
1. Mengucapkan salam 1) Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2) Mengenal tim penyuluh
3. Menjelaskan kontrak 3) Mengetahui kontrak
waktu waktu penyuluhan
4. Menjelaskan tujuan dari 4) Mengerti tujuan dari
penyuluhan penyuluhan
5. Menyebutkan materi 5) Tahu apa saja yang akan
penyuluhan yang akan disampaikan
diberikan

2. 15 Pelaksanaan:
Menit Menjelaskan materi 1) Mendengarkan dan
tentang: memperhatikan materi
1) Definisi kebersihan
diri
2) Pentingnya kebrsihan
diri
3) Tanda dan gejala
kurangnya perawatan
diri
4) Prinsip-prinsip
kebersihan diri

3. 10 Diskusi/ Tanya jawab dan


menit evaluasi: 1) Mengajukan pertanyaan
1) Memberikan 2) Menanggapi jawaban
kesempatan pada 3) Menjawab pertanyaan
peserta untuk bertanya
kemudian didiskusikan
bersama
2) Menanyakan kepada
peserta tentang materi
yang telah diberikan
dan melakukan
redemonstrasi
3) Memberikan
reinforcement kepada
peserta bila dapat
menjawab dan
menjelaskan kembali
pertanyaan/materi

5
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
4 2 Menit Terminasi:
1) Mengucapkan 1) Mendengarkan dan
terimakasih kepada membalas salam
peserta 2) Peserta menerima leaflet
2) Menyebarkan leaflet
kepada peserta
3) Mengucapkan salam
penutup

J. Evaluasi
1. Kriteria struktur
1) Kontrak waktu dan tempat diberikan pada1 hari sebelum acara
dilaksanakan
2) Pembuatan SAP, leaflet, dan flipchart dikerjakan maksimal 3 hari
sebelumnya
3) Penentuan tempat yang akan digunakan dalam penyuluhan
4) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan
saat penyuluhan dilaksanakan
2. Kriteria proses
1) Peserta sangat antusias dan aktif bertanya selama materi penyuluhan
berlangsung
2) Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan dari awal
sampai akhir
3) Pelaksanaan kegiatan sesuai SAP yang telah dibuat
4) Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description
3. Kriteria hasil
1) Peserta yang dating dalam penyuluhan ini minimal 10 orang
2) Peserta dapat mengikuti acara penyuluhan dari awal sampai akhir
3) Acara dimulai tepat waktu tanpa kendala
4) Peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan
5) Peserta terbukti memahami materi yang telah disampaikan penyuluh
dilihat dari kemampuan menjawab pertanyaan penyuluh dengan benar

6
MATERI PENYULUHAN

PERSONAL HYGIENE

A. Pengertian Personal Hygiene


Kebersihan diri merupakan suatu tindakan untuk memelihara kebersihan
dan kesehatan diri seseorang agar sehat raga dan jiwanya dan terhindar dari
gangguan kesehatan seperti sakit { Tarwoto dan Wartonah, 2010}.
Kurangnya perawatan diri merupakan penurunan kemauan dan
kemampuan untuk merawat kebersihan tubuhnya dan aktivitas perawatan diri
seperti mandi, menggosok gigi, makan, minum, berhias, berpakaian, BAK
dan BAB secara mandiri.

B. Tujuan Personal Hygiene


1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencegah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene


1. Body image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri
misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli
terhadap kebersihannya.
2. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan
akan terjadi perubahan pola personal hygiene
3. Status sosial-ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi,
sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk
menyediakannya

7
4. Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang
baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM
ia harus menjaga kebersihan kakinya.
5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh
dimandikan.
6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam
perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan
perlu bantuan untuk melakukannya.

D. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene


1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak
terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang
sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane
mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada
kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai,
kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.

E. Jenis-Jenis Personal Hygiene


1. Mencuci tangan
2. Perawatan rambut
3. Perawatan kulit
4. Perawatan gigi
5. Perawatan kuku

8
6. Perawatan kaki
7. Perawatan mata
8. Perawatan telinga

F. Tindakan Yang Diperlukan


1. Cuci Tangan
Cuci tangan sangat penting ketika:
 Sebelum dan sesudah menggunakan toilet; sebelum atau sesudah
melakukan aktivitas tertentu.
 Sebelum, selama & sesudah menyiapakan makanan; sebelum
beristirahat, makan dan minum.
 Ketika batuk, bersin/ meniup hidung, dan berada didekat seseorang
yang sedang sakit untuk mengontrol penyebaran kuman yang dapat
menyebabkan pilek dan flu
 Ketika memasak/ membungkus makanan, mencegah makanan dari
kerusakan dan mengurangi kontaminasi. Ketika menangani makanan
jangan menggaruk/ memegang telinga, hidung, mulut, ataui luka
terbuka.
 Cuci tangan setelah menggunakan sarung tangan atau tissue.
Cara mencuci tangan yang baik:
 Basahi tangan dibawah kran dan gunakan sabun batang/ sabun cair.
Semua bagian tangan harus terkena air, semua permukaan kulit
termasuk jari tangan, kuku dan bagian belakang telapak tangan
digosok dengan busa sabun minimal 20 detik, bilas tangan dengan air
 Keringkan tangan dengan handuk bersih/ handuk disposable setelah
mencuci. Handuk ditempat cuci tangan harus dicuci dan diganti setiap
hari
 Untuk beberapa aktivitas laian, hand sanitizer tidak dapat
menggantikan pencucian tangan. Mencuci tangan menggunakan hand
sanitizer, dengan menuangkan sejumlah sanitizer ke telapak tangan,
kemudian menggosok kedua tangan bersama hingga kering, pastikan
telah mencakup semua permukaan tangan.

9
2. Rambut
 Cuci rambut minimal dua kali seminggu menggunakan sampo ringan, bilas
dengan air bersih.
 Keringkan rambut setelah dicuci.
 Sisirlah rambut 3 hingga 4 kali sehari dengan sikat rambut berbulu lembut
atau sisir bergigi jarang.
 Cuci sikat rambut atau sisir setiap kali anda mencuci rambut.
 Minyaki kulit kepala, sekali seminggu, atau sejam sebelum mencuci
rambut

3. Kulit
 Mandi satu atau dua kali sehari direkomendasikan untuk egara tropis
seperti Indonesia.
 Orang yang aktif berolahraga/ bekerja diluar hingga berkeringat
disarankan untuk mandi setelah aktivitas.
 Gunakan sabun ringan secukupnya, spon mandi dapat digunakan untuk
menggosok, atau gunakan penggosok punggung atau penggosok tumit jika
tersedia.
 Bagian genital dan dubur harus dibersihkan karena pengeluaran alami
pada area ini, jika dalam kondisi tidak higienis, dapat menyebabkan iritas
dan infeksi.
 Bilas dengan bersih setelah memakai sabun.
 Keringkan badan dengan handuk bersih.
 Hindari berbagi sabun dan handuk dengan rekan kerja.
 Ganti dengan baju dalam yang bersih setelah mandi
4. Gigi
 Sikat gigi minimal dua kali sehari/sehabis makan lalu bilas.
 Menyikat gigi sebelum tidur penting.
 Ketika gosok gigi, perhatikan untuk membersihkan partikel makanan yang
tersangkut diantara dan didalam celah antara gigi rata dibelakang, gigi
geraham dan gigi geraham bungsu.

10
 Sikat dengan arah kebawah untuk gigi atas dan sikat kearah atas untuk gigi
bawah.
 Gunakan gerakan melingkar. Bersihkan juga lidah dan bagian dalam gigi.
 Sikat gigi harus memiliki ujung bulu yang dapat kembali ke bentuk
semula.
 Sikat harus dibilas bersih dan kering setelah dipakai.
 Tidak ada pasta gigi yang sempurna. Gunaka pasta gigi yang tidak
mengandung bahan pengasah atau antiseptic yang kuat.

5. Kuku
 Memanjangkan kuku hanya jika anda menjamin kebersihan kuku. Kuku
pendek mengurangi masalah.
 Jangan memotong kuku terlalu dekat dengan ujung kulit. Badan sehat
mempunyai kuku sehat. Kuku rapuh/tak berwarna merah mengindikasika
kondis kurang sehat atau adanya penyakit.
 Mengecat kuku terus menerus dapat menyebabkan keratin atau kuku
robek.
 Jika memungkinkan, manjakan kuku anda tiap tiga minggu sekali dengan
manicure (rendam tangan di air hangat selama 10 menit, pijat tangan,
kemudian bersihkan dan bentuk kuku anda).

6. Kaki
 Gosok kaki dengan spon, batu kambang atau penggosok kaki yang tidak
terbuat dari bahan pengamplas ketika mandi.
 Keringkan jari kaki sehabis mandi.
 Biarkan kuku kaki tetap pendek.
 Untuk personel yang sering memakai sepatu terus menerus perlu
mengeluarkan sesekali, ini akan memberikan udara pada kaus kaki dan
mengurangi bau. Gunakan kaus kaki katun. Gunakan kaus kaki bersih
setiap hari. Gunakan bedak sebelum menggunakan kaus kaki.
 Banyak orang memiliki kaki yang mudah berkeringat, dan kaus kaki serta
sepatu menjadi cukup berbau. Jika memungkinkan, jangan menggunakan

11
sepatu yang sama setiap hari. Paling tidak, anda memilki sepasang sepatu
dan gunakan sebagai alternated.
 Lakukan pedicure untuk kaki anda tiga minggu sekali.
 Penting untuk memastikan anda menggunakan sepatu/ alas kaki yang
nyaman. Untuk anda yang bertelanjang kaki didalam ruangan, keset pintu
harus dibersihkan atau diganti secara berkala.
 Perawatan kaki yang lebih diperlukan untuk penderita diabetes
7. Perawatan mata, telinga dan hidung
Perhatian khusus diberikan untuk membersihkan mata, telinga dan hidung
secara normal tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena
secara terus-menerus dibersihkan air mata, dan kelopak mata, dan bulu mata
mencegah partikel asing. Seseorang hanya memerlukan untuk memindahkan
sekresi kering yang terkumpul kepada kantus sebelah, dalam bulu mata
hygiene telinga mempunyai implikasi ketajaman pendengaran sebasea lilin
atau benda asing berkumpul pada kanal telinga luar yang mengganggu
konduksi suara. Khususnya pada lansia rentan masalah. Hidung memberikan
temperatur dan kelembaban udara yang pernafasan dihirup serta mencegah
masuknya partikel asing ke dalam sistem kumulasi sekresi yang mengeras di
dalam nares dapat merusak sensasi olfaktori dan pernafasan (Potter dan Perry,
2010)

12
DAFTAR PUSTAKA

Andarmoyo, 2012, Personal Hygiene, Konsep, Proses Aplikasi dalam Praktik


keperawatan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Murwani A, 2009, Ketrampilan dasar Praktek Klinik Keperawatan, Fitramaya,


Yogyakarta.

Potter, Patricia A., 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses,
dan Praktik, Vol.1, Edisi 4. Jakarta: EGC. Hal: 814-910.

Uliyah M, 2011, Praktek Kebutuhan Dasar Manusia, Health Books, Jakarta

Wartonah, Tarwoto, 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.


Jakarta:Salemba Medika

_________, (2010). Kebersihan Perorangan. http://www.webhealthcentre.com


diakses pada tanggal 29 Mei 2018, Pk. 12.00 WIB.

13
Lampiran
DAFTAR HADIR PELAKSANAAN PENYULUHAN
DI RUANG GELATIK RSJ MENUR SURABAYA

NO NAMA TANDA TANGAN

10

11

12

13

14

15

16

17

14
18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

15
LEMBAR NOTULEN
No Kegiatan Diskusi

1. Nama Penanya:

Pertanyaan:

Jawaban:

2. Nama Penanya:

Pertanyaan:

Jawaban:

3. Nama Penanya:

Pertanyaan:

Jawaban:

4. Nama Penanya:

Pertanyaan:

Jawaban:

16
5. Nama Penanya:

Pertanyaan:

Jawaban:

6. Nama penanya:

Pertanyaan:

Jawaban:

Surabaya, Juni 2018

Notulen

{........................................}

17