Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 3

1. CATUR AKBAR TANJUNG NRP. 122017004P


2. ASTRI HANDAYANI NRP. 122017058P
3. DORIE KARTIKA NRP. 122017055P
4. PANDU PRATAMA NOVIANTO NRP. 122016011P

1. Bagaimana mekanisme kerja alat desulfurizer sehingga dapat menghilangkan kadar sulfur
di dalam gas alam? Dan bagaimana reaksi yang terjadi serta hal apa sajakah yang
berpengaruh terhadap kinerja alat tersebut? (Daniel Patunggal Frengki Tobing,
122017054P)
2. Sulfur pada gas alam biasanya terikat dalam senyawa H2S, selain berbahaya dalam proses
yang berkelanjutan dan racun bagi katalis, adakah bahaya lain misalnya dalam segi safety
terutama bagi pekerja di perusahaan tersebut? Jika ada apa saja bahaya tersebut? (Dio
Palma Yudistira, 122017008P)
3. Dalam penyajian makalah kelompok Anda telah dibahas jenis-jenis katalis yang dapat
digunakan sebagai penunjang pada alat desulfurizer, yaitu sponge iron, dycat158, unicat,
dan lain-lain. Di antara katalis ini manakah yang paling efisien dan adakah katalis selain
yang disebutkan di atas dapat juga digunakan sebagai katalis pada alat desulfurizer?
(Elvania Novianti, 122017060P)
4. Pada proses feed treating dalam pembuatan amoniak di PT PUSRI terdapat 2 alat
desulfurizer, yang kalian bahas merupakan alat desulfurizer yang pertama yaitu
desulfurizer 201-D. Pada alat desulfurizer 201-D berfungsi untuk menghilangkan sulfur
anorganik dari gas alam. Kenapa sulfur anorganik yang dihilangkan terlebih dahulu
bukan sulfur organik? Serta bagaimana perbedaan antara sulfur anorganik dan sulfur
organik tersebut? (Nurul Agustini, 122017057P)
5. Bagaimana cara mendeteksi katalis Unicat yang digunakan pada alat desulfurizer 201-D
masih layak atau tidak untuk digunakan? Jika sudah tidak layak, apakah katalis tersebut
harus diganti dengan yang baru atau dapat diregenerasi? Jika dapat diregenerasi,
bagaimana cara meregenerasi katalis tersebut? (Gusti M Ridho, 122017007P)
6. Mengapa pada alat desulfurizer 201-D harus dijaga kondisinya dalam suasana basa? Apa
akibatnya jika pada alat desulfurizer 201-D tersebut kondisinya dalam suasana asam?
Dan mengapa harus dijaga pada suhu 37oC? (Deri Miftahul Janna, 122017070P)
7. Pada desain awal alat desulfurizer 201-D kandungan H2S yang masuk adalah maksimal 5
ppm, jika kandungan H2S yang masuk lebih dari 5 ppm, apa pengaruhnya terhadap
katalis? Apakah nilai kandungan H2S outlet akan melebihi desain awal desulfurizer 201-
D (1 ppm)? (Rangga Dwi Priyono, 122017039P)

Jawab:
1. Mekanisme kerja alat desulfurizer 201-D yaitu gas alam sebelum masuk ke desulfurizer
201-D disaring terlebih dahulu di filter 202-L yang berfungsi untuk menghilangkan
partikel – partikel padat yang terdapat dalam gas alam, setelah itu dipanaskan dalam
Jacket Water Pipe menggunakan Low Steam sampai mencapai temperatur operasi dari
alat desulfurizer 201-D, kemudian gas alam masuk ke alat Desulfurizer 201-D dan
sulfurnya diserap dengan menggunakan katalis Unicat (ZnO), gas alam yang telah bebas
sulfurnya (H2S) masuk ke alat glycol absorber.
Reaksi yang terjadi pada Desulfurizer 201-D yaitu:
ZnO + H2S ↔ ZnS + H2O
Hal-hal yang berpengaruh terhadap kinerja alat desulfurizer:
1. Temperatur Operasi
2. Penurunan Tekanan (pressure drop)
3. pH
4. Jenis Katalis
(Catur Akbar Tanjung, 122017004P)
2. Selain berbahaya dalam proses yang berkelanjutan dan racun bagi katalis, ada bahaya lain
misalnya dalam segi safety terutama bagi pekerja di perusahaan tersebut, yakni sebagai
berikut :
1. Sakit kepala atau pusing
2. Badan terasa lesu
3. Hilangnya nafsu makan
4. Rasa kering pada hidung, tenggorokan dan dada
5. Batuk-batuk
6. Kulit terasa perih
(Astri Handayani, 122017058P)
3. Katalis yang paling efisien yang digunakan pada alat desulfurizer 201-D adalah katalis
Unicat. Keunggulan katalis Unicat SR-110 CX dari katalis Sponge Iron dan Dycat 158
adalah :
a. Lifetime katalis Unicat SR-110 CX lebih lama jika dibandingkan dengan katalis
Sponge Iron dan Dycat 158. Lifetime katalis Unicat SR-110 CX adalah 2 tahun
sedangkan Sponge Iron adalah 30 hari atau 1 bulan dan Dycat 158 adalah 1 tahun.
b. Dalam proses penggunaannya katalis Unicat SR-110 CX tidak diperlukan
penambahan NaOH karena sudah bersifat netral sehingga hal tersebut juga dapat
menghemat biaya operasional.
c. Katalis Unicat SR-110 CX tidak hanya mampu menyerap H2S, tetapi juga mampu
menyerap COS dan Merkaptan.
d. Penurunan tekanan (pressure drop) penggunaan katalis Unicat lebih kecil
dibandingkan sponge iron dan dycat 158 sehingga compressor mengalami penurunan
beban.
Dari sumber yang kami dapatkan belum ada yang menggunakan katalis selain 3 katalis
tersebut pada alat desulfurizer 201-D
(Dorie Kartika, 122017055P)
4. Sulfur dapat berupa sulfur organik dan sulfur anorganik. Sulfur organik dalam bentuk
merkaptan (RSH, RSR), sedangkan sulfur anorganik dalam bentuk H2S. Pada alat
desulfurizer 201-D memang dikhususkan untuk mengubah sulfur anorganik, untuk sulfur
organik akan dipisahkan pada desulfurizer yang kedua karena pada desulfurizer (102-D)
memiliki 2 bed . Pada bed pertama pemisahan sulfur organic dengan cara direaksikan
dengan injeksi H2 menggunakan katalis CoMo dan pada bed kedua dilakukan pengikatan
H2S menggunakan katalis ZnO seperti pada desulfurizer pada 201-D . Proses pemisahan
sulfur organik dilakukan dengan cara mengubah sulfur organik menjadi sulfur anorganik
terlebih dahulu, sehingga sulfur dapat dipisahkan
(Pandu Pratama Novianto, 122016011P)
5. Cara mendeteksi katalis Unicat pada alat desulfurizer ialah dilakukan menganalisa H2S
yang lolos, apabila H2S yang lolos sudah melebihi 1 ppm maka ada indikasi bahwa
katalis di 201-D tersebut sudah jenuh dan perlu diganti. Regenerasi katalis secara teknis
banyak disukai secara ekonomis karena memperpanjang umur katalis dan mengurangi
kebutuhan untuk proses daur ulang atau pembuangan. Berdasarkan informasi yang kami
dapatkan bahwa regenerasi katalis yang teracuni oleh sulfur dapat diregenerasi dengan
cara menambahkan steam atau dengan cara pembakaran pengotor katalis. Namun, apabila
dilakukan regenerasi tersebut maka akan lebih banyak berdampak buruk terhadap proses
setalnjutnya setelah unit desulfurisasi, yaitu:
1. Apabila katalis Unicat yang teracuni sulfur direaksikan dengan steam (H2O),
maka akan kembali membentuk H2S. Sehingga hal tersebut tidak baik untuk
proses selanjutnya yaitu pada unit Reforming dimana katalis pada unit itu
sensitive terhadap sulfur dan dapat merusak alat karena adanya sulfur yang
bersifat asam.
2. Apabila katalis Unicat yang teracuni sulfut dilakukan pembakaran, dapat
berakibat akan terbentuknya SO2. SO2 merupakan racun untuk beberapa katalis
Sehingga dapat disimpulkan, akan lebih baik bila dilakukan penggantian katalis Unicat
(ZnO) yang baru.
(Astri Handayani, 122017058P)

6. Kondisi alat desulfurizer di jaga dalam suasana basa karena sesuai dengan desain awal
dari alat desulfurizer 201-D tersebut yaitu pada pH 7,5-8,0 dan katalis yang digunakan
memiliki pH netral sehingga tidak perlu lagi ditambahkan injeksi basa. Apabila pada alat
desulfurizer pH nya tidak sesuai dengan desain awal atau dapat diartikan yaitu dalam
kondisi asam, maka hal tersebut dapat merusak alat desulfurizer itu sendiri maupun alat
lain setelah unit desulfurisasi ini akibat adanya sulfur tersebut yang bersifat asam..
Temperatur dijaga pada 37oC, karena bila temperatur rendah (<27oC) akan
memperlambat laju reaksi dan apabila temperatur terlalu tinggi (>110oC) akan merusak
katalis. (Dorie Kartika, 122017055P)
7. Pengaruh terhadap katalis Unicat bila kandungan H2S yang masuk ke alat desulfurizer
201-D lebih dari 5 ppm ialah dapat mengurangi masa pakai dari katalis tersebut,
sedangkan untuk nilai kandungan H2S outletnya, berdasarkan pengambilan data yang kita
lakukan, pada data tersebut ada kandungan H2S yang lebih dari 5 ppm, tapi masih bias
dikonversi dibawah desain awal outletnya (Catur Akbar Tanjung, 122017004P)