Anda di halaman 1dari 6

1-5

: Penatalaksanaan Dermatitis
Judul Disiapkan Diperiksa Disahkan
Atopik
No. Kode : 002/IK-47.01.PU/2010

No. Revisi : 00

Tgl. Mulai Berlaku : 1 Desember 2010


UPTD Dr.Fransiska D A Dr.M. Zainal A Drg. Sriwulan N
Halaman : 1-5
PUSKESMAS BENDO

1. TUJUAN
Sebagai instruksi bagi petugas di poli umum Puskesmas Bendo dalam memberikan penanganan
pada penyakit dermatitis atopik secara tepat dan mencegah penularan.

2. APLIKASI KLAUSUL
Klausul 7.2.2 tinjauan persyaratan yang berhubungan dengan pelayanan

3. RUANG LINGKUP
Instruksi kerja ini digunakan bagi petugas di poli umum Puskesmas Bendo untuk melakukan
penegakkan diagnosa dan penatalaksanaan dermatitis atopik.

4. DEFINISI
Dermatitis Atopik adalah peradangan kulit kronik dan residif yang sering terjadi pada bayi dan
anak, disertai gatal dan berhubungan dengan atopi.
Atopi adalah istilah yang dipakai untuk sekelompok penyakit pada individu yang mempunyai
riwayat kepekaan dalam keluarganya, misalnya : asma bronkiale, rinitis alergi, dermatitis atopik
dan konjungtivitis alergi. Penyebab umumnya tidak diketahui
Gambaran klinik :
1. Pada wajah, kulit kepala, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan, kaki atau tungkai
bayi terbentuk ruam berkeropeng yang berwarna merah dan berair.
2. Dermatitis seringkali menghilang pada usia 3 – 4 tahun, meskipun biasanya akan muncul
kembali.
3. Pada anak-anak dan dewasa, ruam seringkali muncul dan kambuh kembali hanya pada 1
atau beberapa daerah, terutama lengan atas, sikut bagian depan atau di belakang lutut.
4. Warna, intensitas dan lokasi dari ruam bervariasi, tetapi selalu menimbulkan gatal-gatal.
5. Pada penderita dermatitis atopik, herpes simpleks yang biasanya hanya menyerang daerah
yang kecil dan ringan, bisa menyebabkan penyakit serius berupa eksim dan demam tinggi
(eksim herpetikum).

2-5
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, hasil pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit
alergi pada keluarga penderita.

5. PENANGGUNG JAWAB
Koordinator poli umum Puskesmas Bendo Kabupaten Kediri.

6. KRITERIA PENCAPAIAN
Penegakan diagnosa dan penanganan dermatitis atopik sesuai dengan instruksi kerja.

7. ALUR PROSES
7.1. Pelanggan dipersilahkan masuk ruangan Poli Umum.
7.2. Petugas melakukan anamnesa pelanggan
7.3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik pelanggan
7.4. Petugas mencatat anamnesa dan pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosa
dermatitis atopik di rekam medis pelanggan.
7.5. Petugas memberikan terapi obat dan nasehat
7.6. Penjelasan / penyuluhan kepada orang tua pasien:
7.6.1. Penyakit bersifat kronik berulang dan penyembuhan sempurna jarang terjadi
sehingga pengobatan ditujukan untuk mengurangi gatal dan mengatasi kelainan
kulit.
7.6.2. Selain obat perlu dilakukan usaha lain untuk mencegah kekambuhan :
7.6.2.1. Jaga kebersihan, gunakan sabun lunak misalnya sabun bayi
7.6.2.2. Pakaian sebaiknya tipis, ringan mudah menyerap keringat
7.6.2.3. Udara dan lingkungan cukup berventilasi dan sejuk.
7.6.2.4. Hindari faktor-faktor pencetus, misalnya: iritan, debu, dsb
7.7. Sistemik
7.7.1. Antihistamin klasik sedatif misalnya klorfeniramin maleat untuk mengurangi gatal
7.7.2. Bila terdapat infeksi sekunder dapat ditambahkan antibiotik sistemik atau topical
7.8. Topikal
7.8.1. Bila lesi akut/eksudatif: kompres 2 – 3 x sehari, 1 – 2 jam dengan larutan dengan
rivanol 0,1% atau NaCl 0,9%
7.8.2. Krim kortikosteroid potensi sedang/rendah, 1 – 2 kali sehari sesudah mandi, sesuai
dengan keadaan lesi. Bila sudah membaik dapat diganti dengan potensi yang lebih
rendah.
7.8.3. Kortikosteroid potensi rendah : krim hidrokortison 1%, 2,5%
7.8.4. Kortikosteroid potensi sedang : krim betametason 0,1%

3-5
7.8.5. Pada kulit kering dapat diberikan emolien / pelembab segera sesudah mandi

8. DIAGRAM ALIR

MULA
I

Pelanggan dipersilahkan masuk ruangan Poli Umum

Petugas melakukan anamnesa kepada pelanggan atau


keluarga pelanggan

Petugas melakukan pemeriksaan fisik kepada pelanggan

Petugas mencatat hasil anamnesa dan pemeriksaan rekam


fisik yang diperlukan di rekam medis pelanggan medis

Petugas memberikan resep obat dan nasehat Formulir


kepada pelanggan resep obat

SELESA
I

4-5
9. REFERENSI
9.1. Buku pedoman pengobatan dasar di puskesmas, DEPKES RI,2007

10. DOKUMEN TERKAIT


10.1. Prosedur kerja pelayanan pelanggan di poli umum
10.2. Instruksi kerja anamnesa
10.3. Instruksi kerja pemeriksaan fisik
10.4. Instruksi kerja penulisan rekam medis
10.5. Instruksi kerja penulisan resep obat
10.6. Rekam medis
10.7. Formulir resep obat
10.8. Register kunjungan poli umum

5-5
11. HISTORIS PERUBAHAN

ISI PERUBAHAN TANGGAL


NO MULAI
DAHULU SEKARANG
BERLAKU

6-5