Anda di halaman 1dari 2

Trianto. 2012. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Kurniawan, Syamsul. 2013. Pendidikan Karakter : Konsepsi dan Implementasinya


Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan
Masyarakat. Jakarta: Ar-RuzzMedia.
Forganty, R. 1991. The Mindful School: How to Integrate The Curicula. Skylight
Publishing, Illinois.
UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Pendidikan karakter
Pendidikan karakter merupakan suatu usaha sekolah dalam menanamkan
etika, tanggungjawab dan perhatian kepada peserta didik melalui model pendidikan
dan percontohan dengan memberikan nilai-nilai universal yang dapat digunakan
bersama untuk memperbaiki perilaku dan sikap peserta didik. Pendidikan karakter
dilakukan secara sengaja oleh sekolah untuk memberikan pemahaman tentang nilai-
nilai etika seperti saling mengasihi, kejujuran, keteladanan, penghormatan, dan
tanggungjawab terhadap diri sendiri dan sesama manusia. Pendidikan karakter
bukanlah penanaman ide atau pemikiran, tetapi pengolahan hati yang menghasilkan
sifat-sifat baik dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Karakter merupakan
nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri
sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran,
sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum,
tata krama, budaya dan adat istiadat.
Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membangun kemampuan sosial,
etika dan akademik melalui pembangunan karakter dalam berbagai kehidupan sesuai
dengan budaya sekolah dan kurikulum. Berbagai kemampuan yang dapat diberikan
kepada siswa di sekolah seperti: (1) Percaya diri sebagai kemampuan untuk dapat
melaksanakan sesuatu tantangan, (2) Usaha yaitu kemampuan untuk bekerja keras,
(3) Tanggungjawab yaitu melakukan sesuatu dengan benar dan bertanggungjawab,
(4) Inisiatif yaitu keteguhan untuk melakukan aksi dengan serius, (5) Perduli yaitu
memiliki keperdulian terhadap orang lain, (6) Kerjasama yaitu dapat bekerjasama
dengan orang lain, (7) Adil yaitu memiliki penilaian yang jujur dan teruji, (8)
Pemecahan masalah yaitu melakukan apa yang direncanakan menjadi kenyataan, (8)
Fokus yaitu memberikan perhatian serius terhadap tujuan, dan (9) Penghormatan
yaitu menunjukkan sifat terpuji dan terhormat. Dengan demikian, integrasi
pendidikan karakter di dalam pembelajaran yang diimplementasikan melalui bahan
ajar sangat baik dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi akademik anak
didik sekaligus meningkatkan karakter baik siswa. (Manihar Situmorang,2013:239-
240)
Situmorang,Manihar.2013. Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA Melalui Inovasi
Pembelajaran Dan Integrasi Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan salah satu guru biologi di SMA
Negeri 5 Kota Cirebon, pembelajaran biologi di sana masih konvensional dengan
metode ceramah dan jarang melakukan praktikum, sehingga pemahaman siswa
tentang konsep biologi kurang mendalam, hanya dipermukaan saja. Oleh karena itu,
diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa,
khususnya kemampuan literasi sains siswa. Joni T. R dalam Trianto (2011: 56)
menyatakan bahwa model pembelajaran terpadu merupakan sistem pembelajaran
yang memungkinkan siswa, baik secara individu maupun kelompok, aktif mencari,
menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna,
dan otentik. Pembelajaran terpadu tipe nested menurut Fogarty (1991: 23) adalah
pembelajaran yang memadukan keterampilan berpikir (thinking skill), keterampilan
sosial (sosial skill), dan keterampilan mengorganisir (organizing skill).