Anda di halaman 1dari 6

Pembelajaran terpadu the nested model

Pembelajaran terpadu model nested (tersarang) merupakan pengintegrasian


kurikulum didalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan fokus
pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin dilatihkan oleh
seorang guru kepada siswanya dalam suatu unit pembelajaran untuk ketercapaian
materi pelajaran (content). Keterampilan-keterampilan belajar itu meliputi
keterampilan berpikir (thinking skill), keterampilan sosial (social skill), dan
keterampilan mengorganisir (organizing skill). Fogarty dalam Maharani (2015:3)
mengatakan bahwa “the nested model of integration is a rich design use by skilled
teachers. They know how to get the most mileage from the lessonany lesson. But, in
this nested approach to instruction, careful planning is need to structure multiple
targets for student learning”.

Gambar 1 Pembelajaran Terpadu Tipe Nested


(Sumber : Fogarty, 1991: 28)
Model pembelajaran terpadu tipe nested ini merupakan pembelajaran terpadu
yang memakai pendekatan inter studi. Keterampilan-keterampilan yang ingin
dilatihkan dalam satu bidang studi, dihubungkan dalam satu kegiatan pembelajaran.
Keterampilan-keterampilan tersebut meliputi, keterampilan berpikir, keterampilan
mengorganisir, dan keterampilan sosial.
Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia, keterampilan berasal dari kata
terampil yang artinya cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan . Pikir
artinya menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan memutuskan sesuatu .
Sosial artinya segala sesuatu mengenai masyarakat, memperhatikan kepentingan
masyarakat . Mengorganisir artinya mengatur dan menyusun suatu bagian sehingga
seluruhnya menjadi suatu kesatuan yang teratur .
Karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk kegiatan awal ini, Seperti
contoh diberikan oleh Fogarty, untuk jenis mata pelajaran sosial dan bahasa dapat
dipadukan keterampilan berpikir (thinking skill) dengan keterampilan sosial (social
skill). Sedangkan untuk sains dan matematika dipadukan keterampilan berpikir
(thinking skill) dan keterampilan mengorganisir (organizing skill) . Sub keterampilan
yang dapat dipadukan melalui tipe nested diperlihatkan pada tabel di berikut ini :
Tabel 2
Unsur Keterampilan Berpikir, Keterampilan Sosial Dan
Keterampilan Mengorganisir
Keterampilan Keterampilan Sosial Keterampilan
Berpikir Mengorganisasi
Memprediksi Memperhatikan Pendapat Jaringan (jaring laba-
orang laba)
Menyimpulkan Mengklarifikasi Diagram Venn
Membuat Menjelaskan Diagram alir
Hipotesis
Membandingkan Memberanikan diri Lingkaran sebab akibat
Mengklasifikasi Menerima pendapat Diagram akur /tidak akur
orang
Menggeneralisasi Menolak pendapat oramg Kisi-kisi / matrik
Membuat skala Menyepakati Peta Konsep
prioritas
Mengevaluasi Meringkas Diagram Rangka ikan
(Maharani, 2015: 3)
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu
tipe nested merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa ketrampilan
siswa yang dilatihkan pada satu bidang studi untuk mencapai isi dari materi
pembelajaran. Keterampilan-keterampilan yang akan dilatihkan dalam pembelajaran
tersebut adalah keterampilan berpikir, keterampilan sosial dan keterampilan
mengorganisir. Keterampilan berpikir adalah keterampilan yang dimilki oleh siswa
untuk menggunakan akal budi untuk memecahkan masalah. Keterampilan sosial
adalah keterampilan siswa dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan
keterampilan mengorganissir adalah ketrampilan untuk menyusun suatu informasi
sehingga mudah dipahami dan dapat disampaikan secara efektif.
Kelebihan tipe nested (tersarang) adalah guru dapat memadukan beberapa
keterampilan sekaligus dalam suatu pembelajaran di dalam satu mata pelajaran.
Menjaring dan mengumpulkan sejumlah tujuan dan pengalaman belajar siswa,
pembelajaran menjadi semakin diperkaya dan berkembang. Memfokuskan pada isi
pelajaran, strategi berpikir, keterampilan sosial, dan ide-ide penemuan lain, satu
pelajaran dapat mencakup banyak dimensi. Tipe tersarang juga memberikan perhatian
pada berbagai bidang yang penting dalam satu saat. Pada tipe ini, satu guru dapat
memadukan kurikulum secara meluas .
Kekurangan tipe nested terletak pada guru ketika tanpa perencanaan yang
matang memadukan beberapa keterampilan yang menjadi target dalam suatu
pembelajaran. Hal ini berdampak pada siswa, prioritas pelajaran akan menjadi kabur
karena siswa diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajar sekaligus .
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu tipe
nested merupakan suatu pembelajaran yang memfokuskan pada pengintegrasian
beberapa ketrampilan belajar yang ingin dikembangkan oleh seorang guru kepada
siswanya dalam suatu proses pembelajaran untuk tercapainya materi pelajaran. Dalam
pelaksanaan pembelajaran nested ini dibutuhkan persiapan yang matang agar tujuan
dari pembelajaran tetap tersampaikan secara maksimal disamping guru melatihkan
beberapa ketrampilan pada siswa.
Organisasi kurikulum tipe nested ini yaitu integrasi multi target kemampuan
yang ingin dicapai disajikan dalam satu topik yang ada pada satu mata pelajaran
tertentu. Model integrasi ini, menurut Fogarty, biasa digunakan oleh guru yang sudah
terlatih. Mereka tahu bagaimana cara mencapai tujuan yang majemuk (multiple) dan
sangat penting dari suatu mata pelajaran. Pada pelaksanaannya perlu perencanaan
yang hati-hati untuk menentukan tujuan belajar siswa yang kompleks .
Pengintegrasian tipe nested memiliki suatu keuntungan karena kombinasi
kemampuan yang ingin dicapai lebih bersifat alamiah. Pada pencapaiannya relatif
lebih mudah dilakukan. Dikatakan alamiah karena dalam pembelajaran sesungguhnya
bertujuan untuk mencapai tujuan khusus tertentu, yang mana dalam kategori Bloom
terdiri dari tiga domain kemampuan.yaitu kognitif, afektif, dan motorik. Artinya,
pencapaian tujuan kemampuan yang majemuk dan padu adalah hal standar dalam
pembelajaran .
Tipe nested sangat cocok digunakan ketika guru ingin memasukkan
kemampuan berpikir dan kemampuan sosial ke dalam isi pelajaran. Tetap fokus pada
tujuan penguasaan materi, ditambahkan dengan pembentukan kemampuan berpikir
dan kemampuan sosial di dalamnya. Penguasaan konsep pembentukan sikap, dan
keterampilan berpikir dipadukan dalam suatu kegiatan belajar. Upaya ini akan lebih
meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa .
Fogarty, Robin. 1991. The Mindful School: How To Integrate The
Curricula. Palatine: IRI/Skylight Publishing
Rt. Maharani Kusuma, Wahidin, Ria Yulia Gloria.2015. penerapan
pembelajaran terpadu tipe nested (tersarang) untuk meningkatkan literasi sains
siswa pada konsep ekosistem di kelas x sma negeri 5 kota cirebon. Scientiae
Educatia Journal Volume 5 Nomor 2

Bahan Ajar IPA Terpadu


Bahan ajar (teaching materials) adalah suatu istilah generik yang digunakan
untuk menggambarkan penggunaan sumber belajar oleh guru untuk menyampaikan
pembelajaran. Dengan cara ini, bahan ajar dapat mendukung belajar siswa dan
meningkatkan keberhasilannya. Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai urai an dari
seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis
sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar
(Wahyuni, 2015). Pengertian lain dari bahan ajar adalah segala bentuk bahan atau
materi yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk membantu guru atau
instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta
lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar (Asrizal, 2013).
Bahan ajar merupakan sumber belajar esensial dan penting yang diperlukan
pembelajaran dari mata pelajaran di sekolah untuk mendorong efisien guru dan
meningkatkan kinerja siswa. Dengan bahan ajar membuat pembelajaran lebih
menarik, praktis, dan realistik. Disamping itu penggunaan bahan ajar dalam
pembelajaran memungkingkan baik guru dan siswa dapat berpatisipasi secara aktif
dan membuat pembelajaran lebih efektif. Bahan ajar dapat memberikan ruang untuk
memperoleh pengetahuan dan keterampilan, mengembangkan kepercayaan diri dan
aktualisasi diri siswa (Olayinka, 2016). Penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran
dapat memberikan keuntungan kepada siswa. Ada beberapa keuntungan penggunaan
bahan ajar yaitu: 1). membuat siswa berpartisipasi dengan kreatif dan berpikir analitis
ketika mereka dilibatkan dalam pembelajaran, 2). konsepkonsep yang dipelajari
menggunakan bahan ajar menjadi lebih jelas bagi siswa karena konsep tersebut
diajarkan melalui kegiatan belajar, 3). mendorong suatu integrasi yang sistematis dari
variasi sumber dalam suatu pengalaman belajar, 4). menjadi terlibat secara aktif
dalam improvisasi, prinsip kerja dipelajari dan dengan cara ini adanya siswa
memperoleh keterampilan pemecahan masalah, sikap dan pengetahuan ilmiah yang
diperlukan dalam pemecahan masalah ilmiah dan teknologi (Akani, 2016).

Akani, Omiko. 2016. An Evaluation of Classroom Experiences of Basic Science


Teachers in Secondary Schools in Ebonyi State of Nigeria. British Journal of
Education Vol.4, No.1, pp. 64-76.
Wahyuni, Sri. 2015. Pengembangan Bahan Ajar IPA Untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
(JMPF) Volume 5 Nomor 2.
Olayinka, Abdu-Raheem Bilqees. 2016. Effects of Instructional Materials on
Secondary Schools Students’ Academic Achievement in Social Studies in Ekiti State,
Nigeria. World Journal of Education. Vol. 6, No. 2.
Asrizal,dkk.2017. analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar ipa terpadu
bermuatan literasi era digital untuk pembelajaran siswa smp kelas viii.Padang:UNP.
Jurnal Eksakta Pendidikan (JEP) Volume 1 No.1 e-ISSN 2579-860X