Anda di halaman 1dari 2

BAB VIII

PENGOLAHAN LINGKUNGAN

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. memiliki kepedulian terhadap


lingkungan sekitar pabrik. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pemantauan
terhadap analisis mengenai dampak lingkungan, penyusunan rencana pengelolaan
lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan. Limbah yang dihasilkan di PT.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. yaitu : limbah padat, cair dan gas.

8.1 Limbah Padat

Limbah padat yang dihasilkan dari proses oembuatan semen yang dihasilkan
oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.adalah debu. Debu yang dihasilkan ini hasil
proses pada raw nill, kiln, cement mill, dan pembakaran batubara. Debu merupakan
produk yang diinginkan di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. oleh sebab itu,
diberbagai tempat proses debu dikendalikan dengan menggunakan dust collector
(penangkap debu) seperti EP (electrostatic precipitator) dan bag filter. Electrostatic
precipitator adalah alat yang menggunakan prisip kerja mengalirkan arus listrik, EP
(electrostatic precipitator) sebagai muatan positif dan debu sebagai muatan negative,
sehingga pada akhirnya debu akan tertarik ke dalam EP (electrostatic precipitator)
berbeda hal nya dengan tipe dust collector yang disebut dengan bag filter. Bag filter
berisi chamber-chamber yang terdapat bag, debu akan menempel di bag kemudian pada
satu waktu akan mendapat getaran oleh purging yang ditembakkan dan debu akan
rontok dan jatuh.

Emisi debu yang diijinkan oleh pemerintah adalah 80 mg/m3 namun PT.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. memiliki komitmen terhadap lingkungan sehingga
memperketat emisi debu yang diijinkan dengan menekan hingga 60 mg/m3. Setiap hari
emisi debu ini dipantau melalui nilai actual emisi debu yang dikeluarkan.
8.2 Limbah cair

Limbah cair pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dihasilkan dari
pencucian mesin-mesin atau peralatan dan limbah minyak IDO yang terjadi karena
kebocoran pada pipa-pipa. Penanganan limbahnya yaitu dengan mengalirkan limbah ke
parit yang kemudian akan ditampung ke dalam bak-bak untuk proses pemisahan minyak
dan air. Hasil penyaringan air akan dialirkan ke sungai sedangkan minyak akan dipompa
masuk ke dalam truck untuk dibawa ke lahan kosong biasanya minyak ini dibakar atau
digunakan untuk pelatihan pemadam kebakaran, alternative lain untuk menangani
limbah cair adalah dengan menggunakan serbuk gergaji, diharapkan oli menempel pada
serbuk gergaji, serbuk gergaji yang telah digunakan untuk menyeka oli, klemudian
digunakan kembali untuk menjadi bahan bakar alternatif (alternative fuel).

8.3 Limbah Gas

Limbah gas ini biasanya berasal dari kondisi pembakaran yang tidak sempurna
sehingga menghasilkan gas CO. Kadar CO ini normalnya berada pada tingkat 0,01-
0,02%, kenaikan kadar CO sangat dihindari karena apabila bereaksi lanjut dengan
oksigen akan menimbulkan panas (ledakan). Selain CO, polutan gas lainnya adalah
NOx, N2, SO2, CO2, dan O2 sisa. Komponen ini terkandung dalam batubara yang
digunakan sebagai bahan bakar di dalam rotary kiln. Limbah yang paling dikendalikan
adalah CO dan NOx karena polutan ini yang paling mengganggu proses jika berada
diatas ambang batas yang ditentukan.

Penanganan limbah gas PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. adalah dengan
membuat konstruksi cerobong asap setinggi mungkin (±67 m). hal ini bertujuan agar
gas buang tidak sampai emncemari lingkungan sekitarnya karena dengan konstruksi
cerobong yang tinggi maka konsentrasi gas buang dapat diperkecil akibat terjadinya
pengenceran oleh udara bebas. Untuk penanganan limbah gas CO dilakukan
pengawasan pada inlet maupun outlet top cyclone, sehingga apabila kadar CO sudah
mencapai 1% maka operasi EP akan dihentikan untuk mencegah terjadinya ledakan.