Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Pompa sebagai salah satu mesin aliran fluida hidrolik pada dasarnya

digunakan untuk memindahkan fluida tak mampat (incompressible fluids)

dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan fluida yang

dipindahkan tersebut. Pompa akan memberikan energi mekanis pada fluida

kerjanya, dan energi yang diterima fluida digunakan untuk menaikkan tekanan

dan melawan tahanan-tahanan yang terdapat pada saluran-saluran instalasi

pompa.
Pompa air pendingin mesin induk merupakan salah satu jenis pompa

sentrifugal. Pompa sentrifugal sebagai salah satu jenis pompa yang banyak

dijumpai dalam industri bekerja dengan prinsip putaran impeller sebagai

elemen pemindah fluida yang digerakkan oleh suatu penggerak mula. Zat cair

yang berada di dalam akan berputar akibat dorongan sudu-sudu dan

menimbulkan gaya sentrifugal yang menyebabkan cairan mengalir dari tengah

impeller dan keluar melalui saluran di antara sudu-sudu dan meninggalkan

impeller dengan kecepatan tinggi. Cairan dengan kecepatan tinggi ini

dilewatkan saluran yang penampangnya makin membesar (diffuser) sehingga

terjadi perubahan head (tinggi tekan) kecepatan menjadi head tekanan. Setelah

cairan dilemparkan oleh impeller, ruang di antara sudu-sudu menjadi vacuum,

menyebabkan cairan akan terhisap masuk sehingga terjadi proses pengisapan.


Beberapa keunggulan pompa air laut sentrifugal adalah harga yang lebih

murah, kontruksi pompa sederhana, mudah pemasangan maupun perawatan,

1
kapasitas dan tinggi tekan (head) yang tinggi, kehandalan dan ketahanan yang

tinggi.
Sistem pendingin adalah salah satu bagian penting pada sebuah kapal yang

memerlukan perhatian yang cukup, karena lancar tidaknya pengoperasian kapal

sangat tergantung pada hasil kerja mesin, sebab dalam mesin diesel dinding

silinder selalu dikenai panas dari pembakaran secara radiasi yaitu: perpindahan

panas melalui sinar atau cahaya. Jika silinder tidak didinginkan, maka minyak

yang melumasi torak akan encer dan menguap dengan cepat, sehingga torak

maupun silinder dapat rusak akibat suhu tinggi hasil dari pembakaran.
Kejadian diatas Kapal Motor KM. MAJU 68 pada saat penulis

melaksanakan kegiatan praktek laut dimana pada saat kegiatan kapal berlayar

dimana tekanan dari main sea water cooling pump mengalami penurunan yang

sangat signifikan, sehingga menimbulkan adanya peningkatan suhu pada media

yang didinginkan oleh air laut sebagai pendingin untuk mendukung kelancaran

pengoperasian mesin induk hal ini dikarenakan kurang optimalnya perawatan

dan pemeriksaan terhadap pompa air laut pendingin.


Melihat kejadian diatas pompa air laut sebagai pendingin mesin induk di

atas kapal sangatlah perlu untuk dijaga dan diadakan perawatan yang sifatnya

berkelanjutan guna untuk menunjang pengoperasian permesinan induk diatas

kapal. Turunnya performansi pompa secara tiba-tiba dan ketidakstabilan dalam

operasi sering menjadi masalah yang serius dan mengganggu kinerja sistem

secara keseluruhan. Salah satu indikasi penyebab turunnya tekanan

performansi pompa.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun tugas

akhir ini dengan judul. “PERAWATAN POMPA SENTRIFUGAL GUNA

2
MENGANTISIPASI PENURUNAN TEKANAN PADA POMPA AIR LAUT

DI KM. MAJU 68”


B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang menyebabkan menurunya tekanan pompa pendingin air laut

pada mesin induk di kapal ?


2. Bagaimana cara yang baik dan benar perawatan pompa sentrifugal di

kapal?
C. RUANG LINGKUP
Sebagaimana diketahui, bahwa permesinan di atas kapal pada umumnya

dilengkapi dengan pompa-pompa salah satunya pompa pendingin air laut,

biasanya pompa-pompa dan mesin bantu di periksa atau dicek secara rutin atau

periodic sesuai ketentuan. Agar pompa-pompa tidak mengalami masalah

mengingat keterbatasan waktu, penulis membatasi penelitian hanya dalam

pelaksanaan perawatan pompa pendingin sentrifugal pada KM. MAJU 68 PT.

PRANATA LINES.

D. TUJUAN/KEGUNAAN PENELITIAN
Adapun tujuan dan manfaat dari penulisan skripsi penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana cara perawatan yang baik bagi pompa

khususnya pompa air laut.


2. Sebagai gambaran kepada para pembaca pentingnya perawatan periodic
terhadap pompa sentrifugal sebagai media pendingin pada mesin induk.
E. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Adapun manfaat dari karya tulis ilmiah ini adalah
1. Secara Praktis
a. Taruna dapat mengetahui apa saja yang menyebababkan terjadinya

penurunan tekanan pompa air laut pendingin pada mesin induk.


b. Taruna juga menyadari pentingnya perawatan dan perbaikan pada

pompa air laut pendingin mesin induk.


2. Secara Teoritis

3
a. Para pembaca dengan mudah dapat memahami hal-hal yang terkait pada

sistem pompa air laut pendingin mesin induk.


b. Sebagai bahan penelitian lebih lanjut.

F. METODE
1. Jenis Dan Lokasi Penelitian
Penelitian yang digunakan penulis di dalam melakukan

pengamatan tentang menurunnya tekanan pompa air laut pendingin

mesin induk yaitu di kapal motor MAJU 68 berbendera INDONESIA

yang merupakan salah satu dari armada kapal dari perusahaan

PRANATA LINES. Yang dimana waktu yang digunakan dalam

melaksanakan penelitian dan pengumpulan data-data yang diperlukan

adalah 12 bulan selama penulis melaksanakan praktek laut diatas kapal

tersebut.
2. Data Dan Sumber Data
a. Jenis Data
Jenis data – data yang digunakan dalam menunjang pembahasan

penulisan tugas akhir ini diperoleh data dan sumber data dari:
1).Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari tempat penelitian

yang terdiri atas observasi secara langsung ditempat penulis praktek

laut di atas kapal. Observasi, yaitu metode yang dilakukan penulis

dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung pada bagian

dan unit-unit instalasi pompa pendingin air laut khususnya

bagianyang merupakan kaitan dari judul yang penulis buat pada

4
penulisan kertas karya tulis ilmiah ini. Berdasarkan pengalaman pada

waktu penulis mengadakan praktek laut di kapal.


2). Data sekunder
Data sekunder merupakan data pelengkap dari data primer yang

didapat dars umber kepustakaan seperti literature, bahan kuliah serta

hal-hal lain yang berhubungan dengan penelitian ini.


b. Sumber Data
Adapun data-data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini

didapat dari:
1).Buku- buku yang berhubungan dengan pompa pendinginjenis

sentrifugal yang didapat di perpustakaan.


2). Literatur-literatur yang di dapat dari internet.
3). Laporan-laporan dan data pengamatan langsung tentang kejadian

yang didapat dari kapal


3. Instrumen Penelitian
Observasi atau pengamatan kegiatan adalah setiap kegiatan untuk

melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera

penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

4. Teknik Pengumpulan Data


Data dan informasi yang diperlukan untuk tugas akhir ini dikumpulkan

melalui:
a. Metode Lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan

dengan cara. Peninjauan langsung pada objek yang diteliti. Data dan

informasi dilakukan melalui Observasi, yaitu mengadakan pengamatan

secara langsung di lapangan dimana pada saat penulis melaksanakan

praktek diatas kapal.


b. Tinjauan kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan

dengan cara membaca dan mempelajari literatur-literatur, buku-buku

dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah yang bahas

5
untuk memperoleh landasan teori yang akan digunakan dalam

membahas masalah yang diteliti.


5. Teknik Analisis Data
Kegiatan yang dilakukan setelah memulai langkah-langkah untuk

menganalisa yaitu untuk mengadakan penelitian di kapal untuk

mengetahui situasi dengan bekal pengetahuan yang di dapatkan dari studi

kepustakaan. Data yang telah diperoleh diolah sesuai dengan teori dan

metode yang telah kita tetapkan dari awal sebelum kita melakukan

pengumpulan data. Data yang telah kita olah kemudian kita analisa hasil

yang diperoleh.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. TUJUAN PUSTAKA
1. Pengertian Pompa
Dalam kamus besar lndonesia (Depdiknas, 2005: 52) pump atau

pompa itu dapat diartikan dengan tolak bara, atau balas, atau pemberat.

Pengertian dasar tersebut dapat penulis maknakan dengan pesawat, yaitu

pesawat bantu yang biasanya digunakan untuk memindahkan cairan dari

suatu tempat ke tempat yang lain.


Dalam abad modern sekarang ini, pengertian pompa telah banyak di

dapat dari berbagai buku para ahli tergantung dari sudut atau kondisi mana

pompa itu berada. Jadi kalau pompa itu berada pada suatu kapal, dan

berfungsi untuk mendinginkan mesin induk yaitu pompa air laut/tawar.

6
Menurut R Adji, 1972. Pompa dapat di artikan dengan pesawat bantu,

pompa itu menurutnya adalah pesawat yang pada umumnya dipergunakan

orang untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Menurut Beno Van Casand, 1993. Mengatakan bahwa pompa

sentrifugal adalah pompa-pompa yang bekerja berdasarkan prinsip gaya

centrifugal.

Gambar 2.1 pompa senterifugal


Menurut Saputra, 2010. Pompa sentrifugal adalah suatu mesin yang

digunakan untuk memindahkan fluida dengan cara putaran (menaikan

tekanan dengan gaya sentrifugal) dan fluida keluar secara radial melalui

impeller
Pompa sentrifugal termaksud pompa dinamik yaitu energi yang

ditambahkan pada cairan untuk menurunkan kecepatannya, maka tekanannya

akan meningkat penambahan energinya diperoleh dengan perputaran impeller

lalu fluida masuk ke volute yang berbentuk spiral.

2. Prinsip Kerja Dari Pompa Sentrifugal

7
Menurut R Adji, 1972. Pompa dapat di artikan dengan pesawat

bantu, pompa itu menurutnya adalah pesawat yang pada umumnya

dipergunakan orang untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke

tempat yang lainnya


Gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke

sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat. Kecepatan fluida yang tinggi

diubah oleh casing pompa (volute atau difusser) menjadi tekanan atau head.

Cairan dipaksa menuju sebuah impeller oleh tekanan. Baling–baling

impeller meneruskan energi kinetik ke cairan, sehingga menyebabkan cairan

berputar. Cairan meninggalkan impeller pada kecepatan tinggi. Impeller

dikelilingi oleh volute casing atau dalam pompa yang digunakan cincin

diffuser mengubah energi kinetik menjadi energi tekanan. berikut ini

merupakan bagian atau jalur dan penjelasan masukan dari pipa.


3. Sea Chest dan Sistem Air Laut
Kotak laut (sea chest) adalah suatu perangkat yang berhubungan

dengan air laut yang menempel pada sisi dalam dari pelat kulit kapal yang

berada dibawah permukaan air dipergunakan untuk mengalirkan air laut

kedalam kapal sehingga kebutuhan sistem air laut (Sea water system) dapat

dipenuhi. Pada badan kapal bawah air menurut peraturan dari Biro

Klasifikasi harus dipasang suatu bagian konstruksi yang disebut sea

chest.
Karena dari sea chest inilah kebutuhan air laut dalam kapal dapat

dipenuhi. Antara sea chest dengan sistem-sistem yang memerlukan supply

air laut dihubungkan dengan perantaraan pipa-pipa dari bermacam-

macam ukuran sesuai dengan penggunaannya.

8
Pada pipa-pipa tersebut terdapat katup-katup yang berfungsi

sebagai pembuka dan penutup aliran air laut, katup tersebut dibuka bila

sistem perlu suplai air laut dan ditutup bila sistem sudah tidak diperlukan

lagi. Misalnya mesin induk dimatikan saat kapal sandar di pelabuhan,

maka katup air laut yang menuju ke mesin induk ditutup, tetapi karena

kapal masih memerlukan suplai arus listrik untuk bongkar muat dari mesin

bantu, maka katup air laut yang menuju mesin bantu tetap dibuka. Dengan

kata lain bahwa pembukaan dan penutupan katup pada pipa-pipa perantara

tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan kapal dalam beroperasi, dan

diharapkan bahwa sea chest mampu menyediakan air laut yang

dibutuhkan oleh kapal untuk suplai sistem air laut dari kapal diam sampai

kapal bergerak dan beroperasi. Kinerja dari sistem air laut dalam kapal

tergantung dari suplai air laut yang di isap oleh sea chest, jadi sistem air

laut dapat beroperasi secara penuh apabila sea chest mampu mengisap air

laut sesuai dengan kebutuhannya.


4. Kelengkapan Sea Chest
Supaya dapat melaksanakan pengisapan air laut dengan baik, maka

antara sea chest dengan sistem-sistem yang memerlukan supply air laut

dihubungkan dengan pipa-pipa, pompa-pompa, katup-katup, katup

pengaman untuk yang bertekanan tinggi dan peralatan lainnya sehingga

dapat mensuplai air laut sesuai dengan yang dibutuhkan oleh sistem air

laut dalam kapal.


Untuk merencanakan bermacam-macam kelengkapan dari sistem

sea chest diharuskan mengacu pada peraturan Biro Klasifikasi, dan

9
selanjutnya kelengkapan dari sistem sea chest secara garis besar adalah

sebagai berikut :
a. Plat dinding sea chest
Sea chest adalah berupa kotak yang menampung air laut

terbuat dari baja, padanya dipasang beberapa pipa-pipa untuk

mengalirkan air laut, pipa peniup udara, pipa pembuangan udara dan

lain-lain, sehingga sea chest dapat bekerja sesuai dengan tujuannya.


b.Strainer
Strainer adalah suatu alat berbentuk kotak atau silinder yang

biasanya dipasang pada pipa ke mesin induk, pipa ke mesin bantu atau

pada pipa by pass. Alat ini berfungsi sebagai jebakan kotoran dari laut,

dalam strainer tersebut dipasang filter.


c. Sea Grating
Sea Grating adalah saringan atau kisi-kisi yang dipasang pada sea

chest untuk mencegah masuknya benda-benda yang tidak dikehendaki

dari laut ke dalam sistem pipa dalam kapal, Jadi fungsi Sea Grating

adalah menyaring air laut sebelum masuk kedalam kotak sea chest,

yang merupakan saringan awal sebelum air laut masuk sistem melewati

strainer dan filternya. Sea Grating ini di ikat menggunakan baut yang

tahan korosi, yang kemudian baut-baut ini antara satu dan lainnya di

ikat atau dikunci dengan menggunakan kawat agar baut tidak mudah

lepas.
d. Pipa Peniup Udara
Pipa ini menghubungkan antara kotak sea chest dengan kompresor

atau tabung udara tekan, yang digunakan untuk meniupkan udara ke

kotak sea chest, apabila saringan sea chest kotor atau tersumbat oleh

kotoran-kotoran yang mengakibatkan suplai air laut keseluruh sistem

10
tidak lancar sehingga mengurangi debit air yang dibutuhkan. Untuk

menghentikan atau meniup udara diatur oleh satu valve yang dapat

dioperasikan secara manual atau otomatis yang dapat dikendalikan dari

ruang kemudi.
e. Pipa Pembuangan Udara
Dengan adanya udara yang terjebak dalam kotak sea chest, yang

mungkin berasal dari gelembung-gelembung udara dari haluan yang

menyusur dasar kapal dan terjebak di sea chest, atau kapal sedang

oleng atau miring sehingga udara masuk ke sea chest, dari putaran

baling-baling saat kapal mundur atau udara dari sisa tiupan udara

kompresor. Apabila udara dalam sea chest ini dibiarkan akan merugikan

seluruh sistem, terutama pada sistem pendingin mesin. Karena air

pendingin yang di isap tidak sepenuhnya berupa air laut, tapi bercampur

dengan gelembung-gelembung udara, sehingga dapat menyebabkan

mesin menjadi panas. Dapat pula berakibat jelek pada pompa-

pompa yang mengisap air dari sea chest tersebut.

f. Katup (Valve)
Semua sistem perpipaan dalam kamar mesin selalu dilengkapi

dengan valve yang berfungsi sebagai pintu untuk membuka dan

menutup aliran air laut, sebagai pengaman pula bila suatu saat aliran air

harus dipompa karena kebocoran, atau karena untuk pemadam

kebakaran dan lain-lain. Untuk ukuran valve harus disesuaikan dengan

ukuran pipanya
5. Instalasi Dan Penemptan Pompa

11
Yang dimaksud dengan instalasi pompa adalah suatu perlengkapan

yang terdiri dari bagian-bagian yang dibutuhkan untuk keperluan

pemompaan. Adapun instalasi pompa itu adalah:


a. Pompa dan peralatannya
b. Pipa-pipa penyalur
c. Saringan
d. Pipa-pipa pemasukan.
Instalasi pompa yang memerlukan tempat penyimpanan air adalah

kalau air dari hasil pemompaan itu tidak langsung dipergunakan atau air

itu dipergunakan untuk bermacam-macam kebutuhan.Mengenai

penempatan pompa tergantung pada jenis pompa yang akan dipakai.

Mengenai pompa air laut pendingin pada mesin induk pada dasarnya

menggunakan pompa sentrifugal (impeller pump). Tujuan pompa-pompa

ini adalah untuk mempermudah dan melayani pompa supaya dengan

cepat dapat bekerja. Terutama untuk pompa-pompa kecil dan harus dapat

digunakan dan digerakan. Misalnya pompa-pompa pemadam

kebakaran. Biasanya tidak dipakai sebagai pompa yang bekerja sendiri

melainkan dipasang satu poros dengan poros pompa sentrifugal. Hal ini

dimaksudkan agar diwaktu menggerakannya didalam pompa ini terdapat

suatu ruang hampa udar.


Didalam pompa ini terdapat sebuah kipas dan diberi sudu-sudu

radial secara luar pusat terhadap rumah pompa yang selalu tetap terisi

air. Ketika kipas berputar maka air yang berada didalam sudu

dilontarkan keluar yaitu kedinding dan terjadilah suatu gelang air

dengan tebal yang sesuai.


6. Prinsip Dasar Pompa Sentrifugal

12
Menurut Rahadian, 2008. Prinsip–prinsip dasar pompa sentrifugal

ialah sebagai berikut:


a. Gaya sentrifugal bekerja pada impeler untuk mendorong fluida ke sisi

luar sehingga kecepatan fluida meningkat.


b. Kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh rumah pompa (volute atau

diffuser) menjadi tekanan.


7. Cara Kerja Pompa Sentrifugal
Menurut Suharto, 2008. Yang menjelaskan tentang cara kerja

pompa sentrifugal ialah cairan masuk ke impeller (impeller eye) dan

bergerak ke arah radial diantara sudu – sudu impeller (impeller vanes)

hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar impeller. Ketika cairan

tersebut meninggalkan impeller, cairan tersebut dikumpulkan

didalam rumah pompa (casing). Salah satu desain casing dibentuk

seperti spiral yang mengumpulkan cairan dari impeller dan

menggerakannya ke discharge nozzle. Discharge nozzle dibentuk seperti

suatu kerucut sehingga kecepatan aliran yang tinggi dari impeller

secara bertahap turun. Kerucut ini disebut diffuser.Pada waktu penurunan

kecepatan di dalam diffuser,energi kecepatan pada aliran cairan diubah

menjadi energi tekanan.


8. Bagian Pompa Sentrifugal
a. Stuffing box
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana

poros pompa menembus casing.

13
Gambar stuffing box pompa sentrifugal 2.2

b. Gland Packing.
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing

pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.

Gambar gland packing pompa sentrifugal 2.3


c. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar
lainnya.

Gambar shaft (poros) pompa sentrifugal 2.4


d. Shaft Sleeve

Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan

keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage

joint, internal bearing dan interstage atau distance sleever.

14
Gambar shaft sleeve pompa sentrifugal 2.5
e. Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.

Gambar vane pompa sentrifugal 2.6


f. Casing

Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai

pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffuser (guide

vane), inlet dan outlet nozzel serta tempat memberikan arah aliran dari

impeller.

Gambar casing pompa sentrifugal 2.7


g. Ey eOf Impeller

Bagian sisi masuk pada arah isap impeller

15
Gambar eye of impeller 2.8
h. Impeller
Impeller berguna sebagai pemutar media zat cair, Dan merubah

energi kecepatan menjadi tekanan (tekanan pembawa naik atau

ketinggian naik pompa) bentuk impeller dan sudut harus disesuaikan

dengan jenis zat.

Gambar impeller pompa sentrifugal 2.9


i. Wearing ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang

melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller,

dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeller.

Gambar wearning ring pompa sentrifugal 2.10


j. Ball bearing
Ball bearing adalah sebagai penahan gesekan. Sehubungan dengan

jumlah putaran per menit yang tinggi, maka ball bearing mempunyai

gaya gesekan yang kecil, akibatnya rendeman mekanik diperbesar.

16
Gambar ball bearing pompa sentrifugal 2.11
9. Klasifikasi pompa sentrifugal
Menurut suswono (2011), menjelaskan bahwa pompa sentrifugal

dapat diklasifikasikan berdasarkan:


a. Kapasitas:
1). Kapasitas rendah < 20 m3 / jam
2). Kapasitas menengah 20 – 60 m3/ jam
3). Kapasitas tinggi > 60 m3 / jam
b. Tekanan discharge:
1).Tekanan rendah <5 kg / cm2
2).Tekanan menengah 5 – 50 kg / cm2
3).Tekanan tinggi > 50 kg / cm2
c. Jumlah / susunan impeller dan tingkat :
1).Single stage : Terdiri dari satu impeller dan satu casing
2).Multi stage : Terdiri dari beberapa impeler yang tersusun seri

dalam satu casing


3).Multi impeller :Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun

paralel dalam satu casing


d. Posisi poros :
1).Poros tegak
2).Poros mendatar
e. Jumlah suction :
1).Single suction
2).Double suction
f. Arah aliran :
1). Radial flow
2). Axial flow
3). Mixed flow

10. Keuntungan Dan Kerugian Pompa Sentrifugal


a. Keuntungan-keuntungan pompa sentrifugal antara lain:
1). Ongkos pembelian dan perawatan murah
2). Bobot dan fondasi kecil
3). Ruang atau tempat kecil
4). Kemungkinan langsung digerakkan oleh tenaga penggerak
5). Kapasitas tenaga yang lebih bear dari pompa plunger

b. Kerugiann-kerugian pompa sentrifugal terhadap pompa plunger

adalah:
1) . pompa plunger terutama jika penghasilan kecildan tinggi

kenaikannya besar. Tetapi untuk jam kerja yang terbatas pompa

17
seperti ini untuk penggulingan dan pompa pemadam api, rendemen

ini tidak begitu penting dan lebih banyak kerugian umtuk pompa

sentrifugal.
2). Kerugian pompa sentrifugal lainnya yaitu dalam pemakaian

yang normal pompa-pompa itu tidak dapat menghisap sendiri

sehingga terlebih dahulu harus dipancing sebelum dijalankan.


B. Rangka Pemikiran
Segala sesuatu yang digunakan pasti akan mengalami kerusakan, hal ini

berlaku pada semua jenis permesinan dan pesawat jika digunakan terus-

menerus akan mengalami kerusakan dan kesalahan yang mungkin bisa terjadi,

meskipun pabrik pembuatnya sudah melakukan pengawasan dan uji coba

semua barang produksinya dengan baik sebelum sampai pada konsumennya.

Namun ada beberapa sebab, misalnya perawatan yang kurang memenuhi syarat

atau karena kesalahan pengoperasian dalam jangka waktu tertentu sehingga

menimbulkan kerusakan pada komponen tersebut. Jadi untuk dapat

menentukan kerusakan pada komponen pompa air pendingin mesin induk,

maka kita dapat melihat atau membaca pada instruksi buku manual

(instruction manual book) karena telah disusun langkah-langkah untuk

mencari kerusakan komponen tersebut, disertai gambar dan cara-cara

menanggulanginya dengan didasari pengetahuan tentang cara kerja bagian -

bagian pompa air laut tersebut. Maka akan memudahkan dalam menentukan

kerusakan yang terjadi.

18
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN


1. Deskripsi Data
Berikut ini adalah beberapa gambaran dari pengalaman atau data

data yang pernah dialami oleh penulis pada waktu melaksanakan

praktek laut di KM. MAJU 68.Selama penulis melaksankan praktek

laut penulis menemukan permasalahan yang terjadi pada pompa air laut

,dan pada tugas akhir ini, penulis mencoba mengambarkan

permasalahan yang pernah dialami antaranya :


a. Kurangnya Daya Hisap Dan Tekanan Pompa Air Laut.
Pada saat kapal KM. MAJU 68 berlayar pada tgl 26 desember 2017

pompa sedang bekerja tiba- tiba saja isapan pada pompa air laut menurun

dari tekanan keluar normal turun menjadi 3,8 bar dari normalnya,

mengetahui hal itu oiler jaga langsung menghidupkan pompa air laut

nomor dua dan langsung mematikan pompa yang bermasalah tersebut,

setelah pompa nomor dua bekerja dengan baik barulah melaporkan

kejadian itu kepada masinis jaga yang kemudian dilaporkan ke masinis

yang bertanggung jawab. Setelah mendapat laporan tersebut dengan di

bantu oleh cadet segera mengecek pompa dengan membawa peralatan

yang di perlukan. Dalam pelaksanaan masinis hanya

25
mengecek katup-katup pada instalasi pompa saja, dan ternyata katup-

katup tersebut memang sudah harus di ganti dengan yang baru karena

banyak terdapat kerak di sekelilingnya,sehinga kinerja dari pompa

tersebut menjadi terganggu. Setelah katup-katup tersebut diganti dengan

baru, kemudian di adakan pengetesan terhadap pompa tersebut ternyata

isapan yang di hasilkan masih tetap tidak berubah. Kemudian masinis

melakukan pengecekan pada sistem instalasi penataan pipa yang

berhubungan dengan pompa air laut tersebut agar dapat menemukan

penyebabnya, namun tidak di temukan adanya kerusakan pada sistem

instalasi pompa air laut tersebut.Akhirnya masinis melaporkan kejadian

itu kepada kepala kamar mesin (KKM) dan mengusulkan untuk di adakan

perbaikan secara menyeluruh (overhaul) terhadap pompa tersebut.

Setelah di adakan pembongkaran terhadap semua komponen pada pompa

tersebut ternyata banyak di temukan kotoran sampah dan kerang-kerang

kecil menyumbat pada impeller yang dapat menyebabkan isapan dan

tekanan dari pompa tersebut berkurang. Seperti yang telah ditemukan

oleh penulis diatas kapal tentang pengadaan suku cadang, bahwa

pengadaan tersebut masih kurang dengan apa yang diharapkan oleh orang

yang berada diatas kapal khususnya pada bagian mesin, dan kurang

tersusunnya manajemen untuk pemakaian dan penerimaan suku cadang

diatas kapal, itu dilihat dari kebutuhan suku cadang yang selalu

kekurangan serta kurangnya perhatian dari pihak perusahaan tentang

pengadaan suku cadang. Hal ini akan mempengaruhi proses yang

26
menyangkut perawatan dan perbaikan pesawat-pesawat yang ada diatas

kapal. Serta buruknya kualitas dari suku cadang tersebut membuat

perawatan tidak optimal, karena dari bahan yang tidak sesuai

mengakibatkan ketahanan dari suatu benda tersebut tidak akan lama.


b. Menurunnya Kinerja Dari Impeller Pada Pompa
Selain permasalah tekanan pada pompa air laut penulis juga pernah

mengalami peristiwa saat pompa dijalankan terdapat bunyi dan putaran

yang tidak normal, setelah dicek ternyata sumber dari suara dan getaran

tersebut adalah diakibatkan impeller terkikis oleh kotoran. akibat dari

kinerja impeller pada pompa yang mengakibatkan getaran pada pompa

dapat mengakibatkan bagian-bagian dari pompa menjadi ikut terpengaruh

oleh getaran tersebut, sehingga pompa tidak dapat bekerja secara optimal

dan menyebabkan produksi dari pompa menurun. Zat cair yang telah

masuk kedalam ruang impeller akan ditekan keluar oleh pompa dengan

tenaga penggerak motor listrik disini zat cair akan ditekan keluar oleh

impeller akibat gaya sentrifugal dengan dihubungkan satu poros dengan

motor listrik melalui saluran keluar yang berbentuk konis. Permulaan dari

rumah keong adalah bagian yang sempit, kemudian melebar semakin

jauh semakin lebar dan akhirnya keluar dari bagian ini adalah bagian

yang paling lebar dan cairan itu akan bergerak dan menuju kearah keluar

munuju cooler yang ada.

c. Kebocoran Pada Bagian Gland Packing Pompa


Pada saat taruna melaksanakan kegiatan praktek laut sering sekali

ditemukan adanya kebocoran pada bagian gland packing pompa berupa

27
kebocoran air yang mulanya sedikit dan akan bertambah jika semakin

lama tidak diperhatikan hal ini berdampak langsung pada tekanan keluar

pompa yang sering turun dari normalnya. Umumnya terjadi kerusakan

dan bocor pada bagian gland packing pompa tidak mudah dihindari dan

waktu/umur pakai susah untuk diprediksi kapan akan terjadi kerusakan.

Kerusakan packing banyak disebabkan oleh kesalahan pemasangan, tidak

mengikuti prosedur yang benar atau tidak mengikuti petunjuk yang

diberikan oleh produsen packing. Selama peneliti melaksanakan

pengamatan kebocoran gland packing sangat sering dijumpai pada

pompa pendingin air laut sehingga hal ini lama kelamaan jika tidak

ditangani dengan serius akan menimbulkan penurunan pada kapasitas

tekanan pompa

2. Analisa Data
Pada bagian ini diperoleh data-data dengan spesifikasi pada

pompa air laut pendingin mesin induk berdasarkan Engine Ship Particular

KM. MAJU 68 salah satu unit kapal berbendera INDONESIA milik PT.

PRANATA LINES yang merupakan type kapal general cargo dengan:


Spesifikasi Pompa Pendingin mesin Induk pada
KM.MAJU 68
Maker : Naniwa Pump Mfg.co.,ltd
Type : FBSV – 450
Model : Horizontal Centrifugal,
Capacity : 200 / 30 m3 / h
Suction Bore : 450 mm

28
Delivery Bore : 450 mm
Total Head : 20 / 50 m
Suction Head : -5 m
Speed : 1750 rpm
Motor Output : 45 kw
W.T.P : 4.5 kg / cm2
HYD Test Pressure : 5 Kgf / cm2
Power Source : 440 V, 60 HZ, 3 Ph
Penulis akan menguraikan data-data yang ada dan menjelaskan

penyebab dari timbulnya masalah pada pompa air laut serta mencari

hubungannya dari permasalahan tersebut dangan cara-cara mengatasi

permasalahan tersebut:
a. Data pengamatan pompa air laut pendingin selama praktek di Kapal

Motor MAJU 68 meliputi :


1). Pendataan mingguan
a) Tabel 1 Pendataan mingguan tentang tekanan masuk dan

tekanan keluar pompa air laut.

Tekanan Tekanan
Waktu
masuk keluar Keterangan
pengamatan
(kg/cm²) (kg/cm²)
18 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal
19 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal
20 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal
21 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal
22 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal
23 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal
tabel 3.1 pendataan mingguan pompa air laut
Sumber: KM. MAJU 68
b) Pengamatan terhadap rumah pompa (casing perhatikan bila ada

keretakan, kebocoran akibat korosi).


c) Pengamatan packing apabila terjadi kebocoran
d) Pelumasan pada shaft pompa

2). Pendataan bulanan


a) Tabel 2 Pendataan bulan tentang pengamatan tekanan masuk dan

tekanan keluar pompa pendingin air laut

29
Tekanan Tekanan
Waktu
Keterangan
masuk keluar
pengamatan
(kg/cm²) (kg/cm²)

13 / 05 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² Kondisi normal

30 / 05 / 2017 3 kg/cm² 4,3 kg/cm² kondisi normal


Bocor

23 / 06 / 2017 3 kg/cm² 4,1 kg/cm² (penggantian

gland packing)
Overhaul,peng

gantian ball
26 / 07 / 2017 3 kg/cm² 3,8 kg/cm²
bearing,impelle

gland packing

10 / 08 / 2017 3 kg/cm² 4,2 kg/cm² Kondisi normal

Bocor

19 / 09 / 2017 3 kg/cm² 4,1 kg/cm² (penggantian

gland packing)

28 / 10 / 2017 3 kg/cm² 4,1 kg/cm² Kondisi normal

Penggantian

gland
27 / 11 / 2017 3 kg/cm² 4,0 kg/cm²
packing dan

gemuk
Kondisi
24 / 12 / 2017 2.9 kg/cm² 4,2 kg/cm²
normal
03 / 01 / 2018 3 kg/cm² 4.2 kg/cm² Kondisi

30
normal
Kondisi
01 / 02 / 2018 3 kg/cm² 4.2 kg/cm²
normal
tabel 3.2 Pendataan bulanan pompa air laut
Sumber: KM. MAJU 68
b) Pengamatan atau penggantian paking dan gland paking pada ruma

pompa dan poros pompa


c) Pengamatan atau pengantian ball bearing, impeller dan baut, kopling.
d) Pengamatan terhadap motor listrik antaranya ball bearing, kelurusan

poros, kekencangan ikatan kabel, pengecekan carbon brush bila ada.


B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
1. Penyebab terjadi penurunan tekanan pompa air laut pendingin mesin induk
a. Kurangnya isapan dan tekanan pompa air pendingin.
1) Membersihkan saringan utama pompa air laut secara rutin diatas

kapal,saringan utama pada instalasi air laut sangat

menunjangkelancaran pengoperasian pompa. Tetapi diadakan

pembersihan saringan utama pompa tersebut, maka setiap kali zinc

anoda pada saringan itu diperiksa apakah masih dapat dipakai atau

harus diganti, hal ini sangat berpengaruh terhadap biaya

penyediaan. Dan akhirnya cara ini sering dilakukan hanya pada

pelabuhan tertentu saja yaitu pelabuhan yang sangat kotor dan

keruh.
2) Mengembalikan proses korosi untuk mencegah terjadinya

kebocoran serta terkikisnya Impeller. Banyak cara atau proses yang

dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi, maka semakin

mempermudah pemecahan masalah yang dikehendaki. Sehingga

paling cocokdilakukan karena sangat mudah dikerjakan dengan

adanya alternatif pemecahannya. Dan itu juga tersedia diatas kapal

31
hanya dibutuhkan keahlian dari seorang masinis untuk menerapkan

hal ini. Secara baik dan tepat pada penerapannya.


3) Saringan isap tertutup kotoran
Saat kapal masuk keperairan dangkal baik pantai maupun sungai

yang terdapat kotoran terutama plastik maka sampah, dan lumpur

tersebut akan menghalangi aliran isap dari pompa pendingin.Cara

mengatasinya adalah dengan membersihkan saringan. Oleh sebab

itu selama kapal memasuki perairan dangkal maka kita harus

menggunakan sea chest di sisi atas agar sampah tidak ikut terisap

oleh pompa.
4) Adanya kebocoran di lubang pemasukan isap.
kebocoran di lubang pemasukan isap akan menyebabkan udara

masuk kedalam katup isap. Ini berlawanan dengan kebocoran di

katup tekan. Pengaruh kebocoran di katup isap ternyata lebih

besar pengaruhnya dibandingkan dengan kebocoran di katup

tekan. Karena udara yang masuk itu mengakibatkan ruang yang

tidak terisi oleh cairan katup tekan, ini berarti mengurangi

jumlah cairan yang masuk kedalam pompa. Udara akan ikut

mengalir dengan cairan masuk kedalam rumah pompa, bila

dibiarkan maka rumah pompa akan terisi oleh udara sehingga

tidak terjadi kevacuman dalam rumah pompa dan akhirnya akan

mengisi rumah pompa sampai ke batas permukaan poros. Kalau

ini terjadi maka penghasilan pompa akan berkurang banyak sekali,

kemungkinan pompa ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan

baik. Kebocoran pada katup isap ini dapat diatasi dengan jalan

32
yaitu tempat yang bocor tersebut ditutup atau dilas. Apabila pada

waktu bekerja terjadi kebocoran sebaiknya kita sumbat dahulu

pipa tersebut dengan karet atau sandal, jika tidak memungkinkan

kita dapat matikan pompa dan menjalankan pompa cadangan

dan kemudian pompa yang mengalami kerusakan bisa kita

adakan perbaikan.
5) Zat cair mengandung zat-zat padat dan kotor atau lumpur.
Zat-zat padat dan kotoran yang terisap dapat menyumbat pembuluh

sudu kipas dan kotoran tersebut dapat pula membuat sempitnya

pembuluh tadi. Untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi, maka

pompa itu harus memakai saringan yang baik dan dapat

menahan kotoran dan zat-zat padat itu. Maka dalam hal ini dapat

dipakai saringan yang besar sehingga kecepatan zat cair pada

lubang-lubang saluran pada saringan dapat lancar.Jika kipas

tersumbat atau saringan pada lubang-lubang laluan, maka hal ini

dapat diatasi dengan jalan membersihkan dari sumbatan-sumbatan

itu atau dengan jalan menghentikan kerja pompa. Untuk

menghindari agar kotoran dan zat-zat padat tidak terisap

disekitarnya, sarangan harus dibuat rumah sarangan. Ini agar cairan

yang terisap oleh saringan telah benar-benar bersih dalam arti

cairan itu tidak mengandung zat-zat padat atau kotoran.


b. Menurunnya Kinerja Impeller Pada Pompa
1). Menurunnya tekanan pompa air laut disebabkan karena terjadinya

penyumbatan pada impeller oleh kotoran-kotoran, keran-keran atau

binatang laut yang masuk melalui sea chest sehingga menyebabkan

33
terjadinya penurunan tekanan pompa ait laut. Adapun hal-hal yang

dapat dilakukan pada kondisi ini yaitu dilakukan pembersihan pada

saringan sea chest dan membersihkan impeller pompa dengan cara

menyogok celah-celah pompa dari kotoran-kotoran, kerang-kerang

atau binatang laut yang terhisap oleh sea chest dan masuk ke impeller

pompa melalui katup isap.


2). Karena adanya kotoran, keran-keran dan binatang laut pada sudu-sudu

impeller dalam waktu yang lama dan sudu-sudunya tidak dibersihkan

dari kotoran sehingga lama kelamaan sudu-sudunya akan mengalami

keausan dan rusak sehingga menyebabkan terjadinya penurunan

tekanan pada pompa air laut dan kapasitas air laut yang dihasilkan tidak

mksimal atau berkurang. Adapun hal-hal yang dapat kita lakukan yaitu

dengan cara menmbersihkan sudu-sudu impeller dari kotoran dan

apabila terjadi keausan pada impeller, maka harus mengganti impeller

pompa tersebut agar tekanan pada pompa tetap normal.


c. Kebocoran Pada Bagian Gland Packing Pompa.
1).Temperature dan kebocoran pada kotak packing.
Kebocoran dari kotak packing harus berupa tetesan zat cair yang

jumlahnya tidak lebih dari 0,5 cm3/s. jika jumlah tetesan lebih dari ini,

penekan packing harus dikencangkan pelan-pelan dan merata dengan

mengencangkan kedua mur secara bergantian sampai tetesan menjadi

normal. Pengencangan yang berlebihan akan menyebabkan packing

menjadi panas. Jika hal ini terjadi maka mur penekan harus dikendorkan

dan sementara pompa berjalan, mur penekan dikendorkan untuk

membocorkan zat cair lebih banyak selama beberapa saat kemudian

34
penekan packing dikencangkan kembali secara lebih baik. Adapun

temperature kotak packing yang masih diijinkan adalah tidak lebih dari

30 C diatas temperature zat cair yang di pompa. Karena itu untuk

pompa air kebocoran ini dalam jumlah sedikit justru diperlukan untuk

pendinginan dan pelumasan packing untuk banyak zat cair

diperbolehkan.Jika kebocoran tidak mengecil setelah penekan packing

di kencangkan dan pompa di oprasikan beberapa jam,maka packing

harus di ganti dengan yang baru. Pergantian di lakukan dengan cara

sebagai berikut:
Sediakan packing dalam jumlah ukuran yang sesuai, masing-masing

potongan packing harus dapat menutup penuh tanpa celah pada

belakanganya,bila packing di pasang pada poros,arah anyamanya harus

sesuai dengan arah putaran poros. Belahan dari packing-packing yang

saling berdekatan harus di susun membentuk 180 o dimasing-masing

bagian packing dimasukan satu persatu di rapatkan,setelah semua

dimasukan, penekan packing di pasang dan di keraskan secukupnya,

jangan memasang belahan packing dalam satu garis karena akan mudah

bocor
2).Jika dipakai perapat mekanis, keadaan di pandang normal.
Jika tidak ada kebocoran yang dapat di lihat dengan mata. Jika ada

kebocoran pada saat dilakukan uji coba, oprasi dapat di teruskan jika

kebocoran berhenti setelah beberapa waktu maka keadaan normal sudah

di capai. Namun pada pompa aksial, katup pembocoran udara harus di

buka sebelum katup keluar di tutup.


2. Perawatan pada pompa air laut pendingin mesin induk

35
Untuk melaksanakan kegiatan perawatan atau pemeliharaan secara fisik

terhadap pompa air laut beserta instalasinya, pelaksanaannya dengan

menggunakan strategi perawatan yang diantaranya:

1). Pemeriksaan pendahuluan.


a). Perawatan berencana
Sebelum pompa dijalankan pompa yang baru selesai dipasang atau

sudah lama tidak dipakai harus terlebih dahulu diperiksa sebelum

dijalankan.
b). Pembersihan pada katup hisap dan pipa hisap.
Jika selama perawatan instalasi pompa ada benda asing, kotoran

atau sampah yang masuk ke dalam pipa hisap, maka pompa akan

mengalami gangguan yang serius karena itu pompa harus diperiksa

sebelum dicoba dan benda-benda yang dapat mengganggu dan

merusak harus disingkirkan, perhatian khusus perlu diberikan kepada

pompa yang menggunakan perapat mekanis. Dalam beberapa kasus

tertentu packing tekan harus dipakai terlebih dahulu di dalam kotak

packing pompa dalam pelaksanaan perawatan atau pemeliharaan serta

mempermudah dalam mengatasi kerusakan atau perbaikan pesawat

pompa dan instalasinya dimanapun kapal berada.


c). Pemeriksaan kelurusan
Kelurusan poros pompa dan motor harus diperiksa. Hal ini

diperlukan karena kelurusan dapat berubah oleh berbagai hal sebagai

berikut :

(1) Perubahan (distrasi) rumah pompa karena pemuaian dan

mengerutan pipa-pipa.

36
(2) Perubahan bentuk struktur bangunan dan kedudukan

ketidaklurusan yang terjadi pada pompa dalam jangka panjang

akan menimbulkan keausan yang cepat pada bantalan serta

getaran yang besar pada pompadan motornya pemeriksaan

minyak pelumas bantalang gemuk dan minyak untuk bantalan

harus diperiksa kebersihan dan jumlahnya


(3) Pemeriksaan dengan memutar poros. Poros harus dapat berputar
dengan halus jika diputar dengan tangan.
(4) Pemeriksaan pipa alat Bantu. Semua katup system pipa pembantu

seperti pipa pendingin harus terbuka penuh, jumlah dan tekanan air

pendingin dan air pelumas harus sesuai dengan persyaratan yang

ditetapkan.

(5). Pemeriksaan katup sorong. Katup sorong yang dipasang ditengah

pipa hisap pada hisapan dengan dorongan harus dipastikan dalam

keadaan terbuka penuh.


(6). Priming. Pompa harus dipancing dengan mengisi penuh pompa

dan pipa hisap dengan zat cair.


(7). Pemeriksaan arah putaran. Pemeriksaan arah putaran biasanya
dilakukan dengan terlebih dahulu melepas kopling yang

menghubungkan pompa dan motor penggerak. Motor dihidupkan

sendiri dan diperiksa putarannya.


(8). Penanganan katup keluar pada waktu start.
Pada waktu start, katup sorong pada pipa keluar harus dalam

keadaan tertutup penuh. Setelah pompa distart, katupnya lalu

dibuka pelan-pelan dan manometer diamati terus sampai

menunjukan tekanan normal sebagaimana dinyatakan dalam

spesifikasi pompa operasi dalam keadaan katup tertutup tidak

37
sung terlalu lama karena zat cair di dalam pompa akan menjadi

panas sehingga dapat menimbulkan berbagai kesulitan dalam

keadaan katup tertutup pompa tidak boleh dijalankan lebih dari 5

menit.

b. Pemeriksaan pada kondisi operasi


Ada beberapa hal yang perlu diperiksa serta cara penilaian kasar

tentang kondisi pompa baik pada waktu uji coba, maupun pada waktu

operasi.

1) Pembacaan manometer dan ampermeter. Tekanan keluar dan tekanan

hisap harus sesuai atau mendekati harga yang telah ditentukan atau

diperhitungkan sebelumnya, serta tidak boleh berfluktuasi secara tidak

normal. Jika ada benda asing atau kotan yang menyumbat atau ada

udara yang terhisap, maka tekanan akan jatuh atau naik turun secara

tidak normal.
2) Arus listrik yang digunakan harus lebih rendah dari pada yang

dinyatakan padalabel motor, arus ini tidak boleh naik turun secara

tidak normal. Jika ada benda asing atau pasir yang terselip pada cela-

cela sempit antara impeller dan rumah pompa, arus listrik dapat naik

turun secara tidak normal sebelum impeller macet.

c. Penanganan pompa cadangan.

1) Pompa cadangan (standby pump) harus dipersiapkan untuk dapat di

start setiap saat. Minyak pelumas, air pendingin bantalan dan

air perapat untuk kotak packing harus siap dialirkan bila diperlukan.
2) Pompa cadangan harus dioperasikan secara periodic jika tidak

pernah dijalankan bagian dalam pompa dapat berkarat sehingga

38
tidak dapat berputar. Dalam hal ini pompa perlu dijalankan

sedikitnya sekali sebulan atau sekali seminggu selama kurang

lebih 10 menit dalam keadaan normal.


3) Penanganan pompa yang tidak dipakai dalam jangka waktu yang

lama.

d. Perawtan Insidentil
Pengadaan perawatan insidentil serta berbagai gangguan pada pompa dan

cara mengatasinya.
1). Pompa sukar di vacum
(a). Apakah katup isi tersumbat sampah atau benda asing: bersihkan

benda-benda asing tersebut.


(b). Apakah dudukan katup aus: perbaiki katup atau ganti yang baru
2). Pompa tidak berputar setelah tombol ditekan.
(a). Apakah alat pelindung bekerja: Ganti sekring jika putus. Jika

pemutus sirkuit terbuka kembali, jika tidak bekerja semestinya, perbaiki

atau ganti cari sebab-sebab alat pelindung dan perbaiki penyimpangan

tersebut.
(b). Apakah pompa dapat diputar dengan tangan: Jika motor terbakar,

putuslilitannya atau ganti motor.


(c). Apakah tegangan jala-jala terlalu rendah : periksa tegangan jala-jala.
(d). Apakah penekan packing menekan terlalu keras : kendorkan penekan
packing.
(e). Apakah ada benda asing yang menyumbat bagian yang berputar :

keluarkan benda asing.


(f). Apakah kelurusan kopling kaku berubah : perbaiki kelurusan

39
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa

penyebab tidak menurunnya tekanan pompa air pendingin mesin induk

di kapal adalah:

1. Kurangnya Daya Hisap Dan Tekanan Pompa

Dapat diatasi dengan memberikan perhatian terhadap saringan

utama (sea chest). Seperti yang telah kita ketahu isaringan utama itu

mempunyai fungsi untuk menyaring dan memisahkan kotoran-kotoran,

maka dari itu harus dilakukan pembersihan serta penggantian zinc anoda

pada saringan utama tersebut secara rutin.

2. Menurunnya Kinerja Impeller Pada Pompa

Pengendalian proses korosi untuk mencegah terjadinya kebocoran

serta terkikisnya impeller pompa. Hal ini merupakan suatu tindakan dari

upaya perawatan dan pencegahan pada instalasi pompa air laut yang

utama. Karena proses korosi sangat mudah terjadi pada instalasi-

instalasi dengan menggunakan media air laut. Karena air laut tersebut

bersifat korosif dan mudah bereaksi dengan udara luar sehinga

mempercepat terjadinya karat dimana mana.

3. Kebocoran Pada Bagian Gland Packing Pompa

40
Kerusakan dan kebocoran tidak mudah dihindari dari waktu/umur

pakai sulit untuk diprediksi kapan akan terjadi kerusakan. Kerusakan

packing banyak disebabkan oleh kesalahan pemasangan, tidak mengikuti

procedure yang benar atau tidak mengikuti petunjuk yang diberikan oleh

produsen packing. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur pakai

adalah memasang dengan benar serta memilih spesifikasi yang cocok

untuk pemakaian media tertentu. Kebocoran pada gland paking juga

umumnya terjadi karena pengamatan yang kurang atau perawatan yang

kurang direncanakan sehingga hal ini terjadi secara terus menerus.

B. SARAN
Dari hasil analisa untuk diterapkan diatas, maka penulis mencoba

menuliskan saran-saran guna meningkatkan kinerja pompa pendingin

sentifugal, antara lain.

1. Meningkatkan Perawatan Secara Berencana (Planning Maintenance

System)
Diatas Kapal. Hal ini merupakan yang penting untuk dilakukan

bagi seluruh crew mesin diatas kapal karena dengan perawatan yang di

lakukan secara berencana akan dapat mencegah terjadinya kerusakan dini

pada permesinan kapal. Yaitu karena perawatan ini dilaksanakan

berdasarkan jadwal-jadwal yang telah dibuat dan disusun dimana

perawatan berencana ini dapat dilakukan dengan perawatan pencegahan

dan perawatan secara kolektif jika keduanya dapat dijalankan dengan baik

dan benar. Maka keadaan daripada permesinan diatas kapal terdapat

terjaga dan teratur didalam pengoperasiannya tanpa ada hambatan yang

41
berarti. Dari itu kegiatan ini diharapkan mendapat perhatian yang khusus

diatas kapal dan di galangan penerapannya kepada seluruh awak mesin

berdasarkan cara dan penerapan yang sesuai diatas kapal.

2. Agar kerja dari pompa air laut pendingin dapat mencapai maksimal dan

tetap
pada standar normal maka perlu diadakan perawatan secara rutin

atau berkala sesuai dengan jam kerja pompa tersebut. Ada pun cara

perawatan pompa air pendingin mesin induk ialah secara periodik sesuai

dengan peraturan undang-undang biro klasifikasi Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Adji, R. 1972. Pesawat Bantu. Jakarta: Persatuan Pelaut Indonesia.


BP3lP. 2007 / 2008. Permesinan Bantu. Jakarta: BP3IP.
Casand Beno Van.1993. Pesawat Bantu Pompa Sentrifugal. Jakarta: PT.

Pradny. Paramitha
Hunt. 1943. Modern Marine Engineer’s Manual (volume II). Jakarta: PT.

Rineka Cipta.
STIP-JKT. 2003. Marine Auxiliary Machinery And Sistem. Jakarta: Tim STIP-

jkt.
PIP-MKS. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: Tim PIP-mks.
http://pipaudara.blogspot.com/2010/04/pompa-sentrifugal.html
http://www.scribd.com/doc/27804524/pompa-sentrifugal#

42
Lampiran 1
LAMPIRAN
SEJARAH SINGKAT KM. MAJU 68
KM. MAJU 68 merupakan kapal kargo (general cargo) milik PT.PRANATA

LINES. Kapal ini memiliki GT 1766 TON dengan kekuatan mesin 1052

HP. Selanjutnya data tentang spesifikasi kapal dapat dilihat pada ships particulars

dibawah ini:
A. INTRODUCTION
1.Name of vessel : MAJU 68
2. Type : General cargo
3. Years of build : 2006
4. Flag : Indonesia
5. Port of registry : SURABAYA
a. Register mark : 2014 Hha no. 3439/L

b .Call sign : POXO


c. Clasification : BKI

B. MAIN DEMENSION
1.LOA : 81,55 meter

2.Breadth : 12,00 meter


3.GRT/NRT : 1766/1137 tons

C. CAPACITIES

1. Fuel Oil Tank : 19.25 KL x 2 (38.50 tons)


2. Fresh Water Tank : 17,75 tons
3. Ballast Water Tank : 310.27 tons
4. Number of Deck :2

D. DECK GEAR

1. Anchore windlass

2. 2 unit Ell-hyd winches c/w dog clutch & hand


3. Crane : DERRICK
E. ACCOMODATION

43
Crew : 20 Persons

F. NAVIGATION & COMUNICATION

 Marine Radar : 2/ RES1FD 9-4KPON-4/FURUNO


 GPS Navigator : 1/ GP-188/ FURUNO
 GPS Plotter : 1/ GP-32/ FURUNO
 Radio VHF : 1/ FM-8500/ FURUNO
 Radio HT : 4/
 Echoounder : 1/ CVS-118MK II/ KODEN
 Navtex rec. : 1/
 Magnetic compass : 1/ T-130VB/ SEISAKUSHO
 SART : 1/ TBR-6000/ TAB300
 EPIRB : 1/ SEP-406/SAMYUNG
 Auto pilot : 1/

G. ENGINE SYSTEM

1. Main Engine : AKASAKA


Type : AH 28 R
Max power : 785 Ps
Engine speed : 385 RPM
Number of cylinder :6
2. Auxilary Engine : YANMAR
Type : SKDl
Max power : 115 Ps
Engine speed : 1200 RPM
3. Auxilay engine : DENYO
Type : DB-0501I
Max power : 37 ps
Engine speed : 200 RPM
4. PUMP EQUIPMENT
2 X Ballast Pump : MITSUBISHI-SF-JR-7,5 KW
2 X Fuel Oil Pump : MITSUBISHI-SF-JR-7, 5-0, 75 KW
2 X Fresh Water Pump : NAWIWA PUMP- FEL 8-5/TMC 50 B
Lube Oil Pump : MITSHUBISHI-SF-JR.5, 5 KW
Sea Water Pump : Naniwa Pump Mfg.co. ltd
H. SAFETY EQIPMENT
 Life Boat :1
 Life Raft :2
 Life Bouy :4
 Life Jacket : 17

I. FIRE EXTINGUISHER

44
II. Foam AB : 9 Cylinder @9liter
Lampiran 2

J. STRUKTUR ORGANISASI DI KAPAL KM.MAJU 68

No. NAMA JABATAN TINGKAT KEBANGSAAN

1. I MADE YOS PARAMAHITA NAHKODA ANT III INDONESIA

2. NANANG SANJAYA MUALIM I ANT III INDONESIA

3. RICKY DERMAWAN NST MUALIM II ANT IV INDONESIA

4. YOHANES WUWUR KKM ATT III INDONESIA

5. TRI CAHYO DWI LAKSONO MASINIS II ATT III INDONESIA

6. GURUH SETYAWAN MASINIS III ATT I V INDONESIA

7. WALTER TONENG OPR CRANE BST INDONESIA

8. TAUFIK OPR CRANE BST INDONESIA

9. AHMAD FAWAIT BOSUN BST INDONESIA

10. AZIZ MUNANDAR JURU MUDI BST INDONESIA

11. KAKA KUSTAMA JURU MUDI BST INDONESIA

12. AMIR SARIFUDIN MANDOR BST INDONESIA

13. UMAR JAHILANI JURU MINYAK BST INDONESIA

14. TOMI SUSILO JURU MINYAK BST INDONESIA

15. AHMAD JANI JURU MASAK BST INDONESIA

16. PIRIANUS SINAGA CADET DECK BST INDONESIA

17. BAYU LIFIANTO CADET ENGINE BST INDONESIA


DAFTAR LAMPIRAN

45
A. Lampiran 1 sejarah singkat Kapal
B. Lampiran 2 Crew list
C. Lampiran 3 Mutasi ON
D. Lampiran 2 Mutasi OFF

46